Dunia Asmara

Dunia Asmara
Ternyata Ayah.


__ADS_3

Didepan mansion, disaat Nauora hendak masuk kedalam mobil, Ciko tiba-tiba menghampirinya.


" Nyonya mau kemana, biar aku antar." ujar Ciko.


" Tidak perlu, aku ingin menemui Miguel dan juga ada yang ingin kubicarakan. Kau disini saja, tunggu aku pulang." tutur Nauora.


" Baik, Nyonya." jawab Ciko.


" Ah, ingat.. jika Ayahku datang, kau jangan mau diajak bicara." tambah Nauora tersenyum.


Ciko kembali mengangguk kecil seraya membalas senyum majikannya. Nauora lalu segera masuk kedalam mobil, mengambil alih kemudinya. Sementara Ciko hanya mampu mengamati dengan seiring berlalunya Nauora.


⚘️


⚘️


⚘️


Disepanjang perjalanan terlihat Nauora yang sedang fokus pada kemudi. Namun disamping itu ia juga tengah memikirkan suaminya. Moment dimana Miguel mengecup lembut keningnya serta menampilkan senyuman hangat, membuat Nauora menyunggingkan senyumnya.

__ADS_1


Drt. Drt. Drt.


Dering ponsel membuyarkan pikiran Nauora. Wanita cantik itu segera meraih ponsel disampingnya. Tanpa melihat nama sipemanggil, ia langsung menjawabnya.


" Ini aku, Tyler."


" Humm.. ada apa?" tanya Nauora datar pada orang suruhannya diseberang sana.


" Yakk, aku sudah menemukan pelakunya." tutur Tyler dibalik telfon dengan suara khasnya yang terdengar maskulin.


" Humm.. katakan saja." seru Nauora santai, namun ia sudah tak sabar tuk mendengar laporan dari Tyler yang selama ini memang ia nantikan. Sembari menunggu pemuda itu kembali bersuara, Nauora menambah laju kendaraannya dengan tetap fokus pada kemudi.


" Pembunuhan Nyonya Milen dan Tuan Michel ternyata dilakukan oleh orang yang sama. Dan kau tau dia siapa? Lucu sekali, ternyata dia adalah Ayahmu sendiri, Tuan Dave." jelas Tyler tampak santai.


" A.. Apa katamu?" Nauora terperanjak, ia seakan menolak pernyataan Tyler barusan.


Mendengar nama Ayahnya disebut, sontak jantung Nauora seketika berdegup. Kedua matanya membulat sempurna, sangat terkejut mendengar laporan dari orang suruhannya.


" Ayahmu ternyata licik. Dia bahkan menjadikan asistenmu sebagai boneka. Asistenmu sudah tanda tangan surat perjanjian, jika ayahmu tertangkap, asistenmu harus menggantikannya dengan pernyataan palsu." terang Tyler.

__ADS_1


" Tidak mungkin."


" Aish, kau sepertinya tidak percaya. Kalau begitu cepatlah pergi ke cafe biasa, aku akan menunjukkan buktinya. Aku tunggu, yah." tukas Tyler santai dan segera memutus sepihak panggilan telfon itu.


Sementara Nauora dengan pikiran yang kacau dan keterkejutan wanita cantik itu malah membawanya pada ketidaksadaran, dengan menambah laju mobilnya, ia pun tak memperhatikan rambu lalu lintas. Menerobos lampu merah, Nauora sontak sadar lalu menoleh kesamping saat mendengar suara klakson truk besar dari arah sampingnya.


Pikirannya yang sudah kalang kabut, membuat wanita dewasa itu tak dapat berfikir jernih. Dirinya bahkan tak sadar menginjak pedal rem hingga membuat mobilnya berhenti diatas marka kotak kuning, ditengah-tengah perempatan jalan.


Melihat mobil truk itu yang semakin mendekat seolah tak dapat berhenti, Nauora meneteskan air matanya. Terlalu takut menyaksikan apa yang akan terjadi pada dirinya, ia pun memejamkan kedua mata. Dan tepat setelahnya, truk besar itu menghantam sisi mobil mewahnya hingga terseret jauh. Tak sampai situ saja, mobil sedan hitam metallik itu akhirnya terpelanting jauh hingga menghantam trotoar pembatas jalan.


Mobil sedan bmw sport itu akhirnya terbalik, Nauora pun sudah terluka parah didalam mobil.


" Dia adalah Ayahmu sendiri, Tuan Dave."


Ucapan Tyler yang merupakan orang suruhan Nauora, terus tengiang dibenaknya. Bahkan disaat sekujur tubuhnya terluka, pikirannya masih pada sang Ayah dan juga Ciko— asisten kesayangannya.


" Tidak mungkin.." lirihnya dengan wajah yang berlinang air mata.


" Saat ini aku belum membutuhkan pembelaanmu, itu karena orang disekitarku masih menganggapku baik. Tapi bisakah jika suatu hari mereka semua menganggapku buruk, kau datang dan membelaku seperti tadi?"

__ADS_1


Teringat kembali pada penuturan Ciko beberapa hari yang lalu, membuat Nauora kini mengerti arti dari ucapan asistennya itu.


" Siapapun, tolong aku! Aku harus hidup. Aku harus bertahan, dan berada disamping Ciko. Aku harus mendukungnya. Aku harus menepati janjiku." lidah Nauora terasa kelu, ia hanya mampu bergumam dalam hati dengan meneteskan air matanya.


__ADS_2