
Waktu berlalu cepat, dan tak terasa kini pagi sudah menyapa lagi. Masih berada dirumah sakit, tampak Davis dan Miguel yang belum juga meninggalkan tempatnya. Keduanya tengah berada diruang rawat yang berbeda, menjaga para istri. Dan untuk pekerjaan dikantor, mereka hanya meminta asisten untuk mengurusnya.
Saat ini Nauora sudah melewati masa kritisnya, namun meski begitu Miguel masih merasa cemas sebab sang istri belum juga sadarkan diri. Tak jauh berbeda dengan Nixeelin yang juga terbaring diruangan lain, wanita itu kini belum pulang ingatan setelah melakukan operasi kecil.
Setelah melewati masa kritisnya, Nauora kini sudah dipindahkan ke ruang rawat VIP. Dia tak sendiri, Miguel saat ini tengah berada disampingnya menemani. Suasana tampak tenang dan hanya terdengar suara dari monitor ICU yang masih memantau kondisi Nauora.
Pandangan Miguel terlihat sayu, menatap lekat wajah istrinya. Jemarinya perlahan mengelus pipi Nauora, dengan satu tangannya yang menggenggam tangan sang istri.
Untuk pertama kali Miguel benar-benar merasa kesepian. Nauora yang belum pulang ingatan membuatnya merasa ditinggal seorang diri.
" Walau kau menutup mata, kau tetap saja cantik." ucap Miguel tersenyum kecil.
Lama mengamati wajah natural istrinya yang tanpa polesan makeup, tiba-tiba jemari lentik Nauora pergerak pelan. Miguel sontak mengalihkan tatapannya pada tangan mungil sang istri.
" Nauora.. kau mendengarku?"
Miguel bereaksi, dia terlihat bahagia dengan senyum yang merekah.
__ADS_1
" Ciko... "
Terdengar suara lirih Nauora yang menyerukan nama asistennya. Ingatan dari alam bawah sadarnya masih berpusat pada sang asisten hingga saat tersadar Nauora langsung mencari keberadaan Ciko.
Mendengar seruan istrinya, perlahan senyum Miguel memudar. Dirinya jelas merasa kecewa sebab selama sang istri koma ia terus berada disisi wanitanya sedangkan Ciko justru tak pernah terlihat sejak kemarin.
" Nauora.. aku Miguel. Aku yang disini." ucap Miguel lembut.
Nauora tak menyahut, kelopak matanya pun masih tak membuka sempurna.
" Kenapa kau disini?" tanya Nauora kemudian dengan suara amat kecil. Kelopak matanya pun sudah terbuka sempurna, dan tatapannya terarah pada suaminya.
" Maafkan aku.. mungkin aku terlalu lambat mengatakannya. Tapi kali aku tidak akan menundanya lagi. Aku mencintaimu.. sangat mencintaimu. Jadi cepatlah sembuh dan pulang denganku." tutur Miguel seraya membelai wajah pucat istrinya.
Hening, Nauora tak menyahut dan hanya menatap wajah suaminya dengan bibir terkatup rapat. Tak lama tampak otot pipi Nauora menarik sudut bibirnya keatas hingga mempertontonkan deretan giginya. Senyuman manis tertampil, wanita itu terlihat bahagia.
Begitu juga dengan Miguel, ia membalas senyuman sang istri. Dan tanpa aba-aba ia menghadiahi kecupan lembut dikening Nauora.
__ADS_1
" Ayo mulai semuanya dari awal. Aku berjanji akan menjadi suami yang baik. Hanya kita dan juga Kidshan." ujar Miguel tanpa sadar menitikkan air mata bahagia.
" Ah.. kau juga harus melahirkan satu putri yang cantik sepertimu." tambahnya membuat Nauora tertawa kecil.
" Haruskah?" seru Nauora dengan suara yang kecil.
Miguel mengangguk dan tersenyum.
⚘️
⚘️
⚘️
Sekilas Info:
Yuhui😁.. Bentar lagi Dunia Asmara bakal tamat nih🥲 Yuk dukung karya ini dengan like, vote dan tinggalkan komentarnya. Maaf yah kalau ada typo dan penggunaan kata yang salah, soalnya aku buru-buru nulisnya.
__ADS_1
Bdw, soal novel baru berjudul Istri Kecil Sang CEO, aku bakal UP secepatnya kalau pendukungnya udah lebih banyak lagi.
Ingat, dukungan teman-teman adalah semangatku:)🤭⚘️