Dunia Asmara

Dunia Asmara
Malam pertama Miguel dan Nauora.


__ADS_3

Disatu sisi, dikamar utama yakni kamar Miguel dan Nauora. Tampak kedua pasangan itu sibuk pada aktivitasnya masing-masing.


Nauora yang baru selesai membersihkan diri didalam bathroom, saat ini berdiri didepan meja riasnya seraya menatap nanar pada suaminya yang terlihat sibuk berkutat pada laptop.


Lama mengamati suaminya dari jauh, Nauora tak sadar mengulum senyumnya. Ia lalu menuju pada meja kecil disisi ranjangnya, meraih ceret kaca yang berisikan air putih. Dituangnya air itu kedalam gelas, Nauora lalu membawa segelas air putih itu pada suaminya yang tengah sibuk bekerja.


" Minumlah." seru Nauora meletakkan segelas air putih itu diatas meja.


" Tidak perlu." tolak Miguel cepat dengan wajah datarnya.


" Sejak pulang pesta tadi kau terus bekerja, dan belum makan apapun. Setidaknya minumlah air putih ini, lagipula kau butuh cairan untuk bekerja." tutur Nauora lembut.


Hening, Miguel tak menanggapi perkataan istrinya. Ia tetap menyibukkan dirinya. Nauora yang diabaikan segera mendekat dan duduk disamping Miguel. Dia kemudian meraih segelas air putih itu dan memberikan pada suaminya.


" Minumlah." seru Nauora.


" Aku bilang tidak perlu." bentak Miguel menepis tangan Nauora hingga membuat air putih itu tumpah dan mengenai pakaian istrinya.


" Ah, maafkan aku." ucap Nauora saat merasa suaminya kesal.


Haah..


Miguel menghela nafas kasar, dia pun segera menutup kasar laptopnya. Setelahnya ia meraih sapu tangan diatas meja, membantu menyeka air yang juga mengenai tangan Nauora.


" Jika aku sudah melarangmu, harusnya kau mendengar." omel Miguel.


Sementara Nauora hanya diam saja sembari mengamati wajah tampan suaminya.

__ADS_1



" Sempurna..." lirihnya dengan suara yang amat kecil, namun sontak membuat Miguel mengangkat pandangannya.


Dheg.


Wajah Nauora bersemu merah saat ia tak sengaja beradu pandang dengan suaminya. Sedangkan Miguel, kini jantungnya berdegup kencang, entah perasaan apa yang ada didalam hatinya.


Lama saling menatap dalam diam, Nauora memalingkan wajah saat tak sanggup lama menahan rasa gugupnya.


" Aku akan berganti pakaian dulu." ucapnya hendak beranjak, namun entah mengapa tiba-tiba saja Miguel menarik tangannya hingga membuatnya kembali duduk. Tak sampai situ saja, pria gagah disisinya itu juga langsung menghadiahinya sebuah kecupan singkat dibibir. Kecupan itu lalu berubah menjadi sebuah ciuman panas.


Nauora terhanyut pada perlakuan suaminya, ia pun membalas luma-tan bibir prianya. Miguel meraih tengkuk istrinya, memperdalam ciuman mereka. Ciuman panas mereka tampak bergairah dengan saling menautkan bibir satu sama lain.


Namun disaat keduanya sama-sama tenggelam dalam kenikmatan, Miguel yang seperti biasa langsung menyudahi begitu saja ciumannya. Ia menjauhkan wajahnya, dan tak ingin menatap istrinya.


Nauora tersenyum getir, ia lalu beranjak dari duduknya. Namun langkahnya tertahan saat tak bisa lagi menahan kekesalan dihati atas tindakan suaminya.


" Ada apa?" tanya Nauora menatap nanar suaminya yang masih duduk ditempat yang sama.


" Apa maksudmu?" tanya balik Miguel seolah tak terjadi apapun.


" Kau selalu menghentikannya sesuka hati. Ada apa?" tanya Nauora lagi dengan suara yang tampak bergetar.


Hening menyapa, Miguel tak bersuara. Ia hanya menghela nafas lalu mengusap kasar wajah tampannya. Setelahnya ia pun berdiri dari duduknya.


" Aku lelah, jika kau punya pertanyaan, tanyakan saja besok." terangnya dengan wajah datar.

__ADS_1


" Malam itu kau berhenti, tapi aku hanya diam dan tidak menanyakan sebabnya. Lalu malam ini kau kembali melakukannya, dan ingin pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun?" tutur Nauora dengan mata berkaca-kaca. Ia menatap intens wajah datar suaminya yang tampak biasa saja.


" Apa yang membuatmu berhenti? Katakan, apa yang membuatmu berhenti? Kenapa kau tidak ingin melanjutkannya. Jika memang kau tidak berniat untuk menyentuhku, harusnya kau tidak memulainya sejak awal." tambah Nauora berbicara panjang lebar dengan intonasi meninggi.


" Kau ingin tau alasannya?" setelah Miguel terdiam cukup lama, ia akhirnya mengangkat suara, masih dengan wajah datarnya.


" Karena aku jijik denganmu. Kau tau, saat aku ingin menyentuhmu, menyentuh tanganmu, aku selalu terbayang pada semua orang yang sudah kau bunuh dengan tanganmu itu. Berapa banyak orang yang tidak bersalah, meninggal karena tanganmu yang kotor itu" jelas Miguel dengan satu tarikan nafas.


Nauora tersentak hingga tanpa sadar menitikkan air matanya.


" Apa kau begitu jijik padaku?" Nauora menatap sendu suaminya, dan tak lama tersenyum getir mendapati Miguel yang enggan tuk bersuara.


" Kau tidak ingin mengatakan sesuatu?" tanyanya kemudian, memalingkan wajah sebab tak sanggup lagi menatap wajah tampan suaminya yang begitu acuh pada dirinya.


Berbeda dengan Miguel yang masih tampak santai, ia ingin pergi begitu saja. Namun tak disangka Nauora justru menariknya dan membuatnya duduk disofa. Wanita berambut panjang itu memaksakan ciumannya pada Miguel


Ummpttt..


Miguel yang ingin melepaskan diri, tak mampu saat wanitanya itu dengan bersemangat menciumi bibirnya, hingga tak lama pertahanannya goyah. Keduanya pun kembali menautkan bibir dengan penuh gairah.


Nauora dengan tak sabaran, membuka satu persatu kancing kemeja suaminya, begitu juga dengan Miguel, ia menyudahi sejenak ciumannya dan membuka pakaian istrinya dengan cepat.


Dengan nafas yang terengah-engah, keduanya kembali melanjutkan ciuman panas itu dengan tangan Miguel yang mulai bergerilya, melepas pengikat rambut sang istri. Tanpa melepas tautan bibirnya, dia menggiring Nauora ketempat tidur.


Menindih tubuh ramping sang istri, ciuman dibibir itu beralih ke leher jenjang istrinya. Miguel mengecup basah, meninggalkan tanda kepemilikannya. Sedangkan Nauora mulai mengeluarkan ******* dari bibir mungilnya, membuat Miguel semakin menggila.


" Aku menginginkanmu." bisik Miguel dengan nafas yang memburu. Setelahnya ia melanjutkan pergumulan panasnya.

__ADS_1



__ADS_2