
Perusahaan Brand. DK
Siang hari disebuab perusahaan besar di ibu kota, tampak sipemilik brand ternama itu tengah duduk dikursi kebesarannya dengan tumpukan beberapa berkas diatas meja.
Pria muda itu yang sukses mendirikan brandnya sendiri terlihat sangat fokus bekerja karena perusahaan brand DK ternama miliknya adalah sebuah perusahaan yang tak hanya berfokus pada pembuatan tas saja melainkan, pakaian, parfum, dan beberapa jenis perabotan.
Kesibukan pria gagah itu juga bertambah sebab dirinya tengah bersiap-siap mendirikan anak perusahaan yang berfokus pada pembuatan skincare dan juga alat makeup dengan tentunya memakai brand ternamanya.
Tentu saja saat ini ia tak sendiri karena ada Ishal yang menemaninya. Ishal yang bukan hanya seorang asisten pribadi melainkan seorang sekertarisnya juga selalu setia menemani atasannya.
" Bagaimana pembangunan diluar kota?" tanya Davis yang sudah tak sabar mendengar perkembangan tentang pembangunan anak perusahaannya yang bertempat diluar kota.
" Sejauh ini semua berjalan lancar, Tuan. Peresmian bisa dilakukan bulan depan." tutur Ishal seadanya.
" Baiklah." seru Davis menghentikan sejenak kegiatannya. Ia menjauhkan diri dari mejanya yang dipenuhi berkas dengan bersandar pada kursi kebesarannya.
Sedangkan Ishal yang duduk disofa dan tengah berkutat didepan laptop, menoleh sekilas pada atasannya yang terlihat lelah, lalu melirik pada jam dipergelangan tangannya.
__ADS_1
" Tuan, waktunya makan siang." ujar Ishal mengingatkan atasannya yang selalu mengabaikan jam makan siang.
Mendengar ucapan asistennya, tak lama Davis pun beranjak dari duduknya. Namun disaat hendak melangkah, tiba-tiba dari luar sana seseorang menerobos masuk kedalam ruangannya.
Melihat seseorang yang dengan lancang masuk kedalam ruangannya, Davis tak marah. Ia justru menghela nafas, menatap malas pada orang itu yang tak lain adalah kakak iparnya.
" Kau..." jeda Miguel sejenak, berusaha mengontrol amarah dihatinya.
" Kau gila, kenapa kau malah membawanya masuk kedalam keluarga kita? Apa rencanamu sebenarnya, apa kau sengaja membuatnya dalam bahaya?" lanjutnya dengan emosi tertahan.
Serentatan kata dengan nada tinggi itu keluar dari bibir tipis Miguel, pria tampan itu menatap dalam wajah adik iparnya.
" Kau harus tau, semakin dia dekat denganku, aku akan dengan mudah menjaganya, jadi aku akan menikahinya." tambah Davis yakin. Setelahnya ia berlalu tanpa memberi kesempatan pada kakak iparnya untuk berucap sepatah katapun. Ishal yang hanya diam memperhatikan segera mengekor dibelakang atasannya.
Hendak meninggalkan ruangannya, langkah kaki Davis terhenti diambang pintu saat tiba-tiba saja seseorang yang dibicarakan muncul dihadapannya.
" Xeelin?" lirihnya menautkan kedua alis.
__ADS_1
" Kau sibuk?" tanya Nixeelin bersikap santai.
" Tidak.." jawab Davis singkat.
" Baiklah, ayo makan siang bersamaku. Aku juga ingin membahas pernikahan kita."
Davis yang mendengarnya hanya membalas dengan senyuman manis, sementara Ishal tampak biasa saja. Berbeda dengan Miguel, pria gagah itu terbeliak.
⚘️
⚘️
⚘️
Restoran SeaFood.
Siang hari direstoran seafood pilihan Davis, tampak dirinya dan Nixeelin yang tengah duduk disalah satu meja yang memang sebelumnya sudah ia reservasi saat masih berada dikantor.
__ADS_1
Keduanya saat ini tampak menikmati hidangan makan siang. Terlihat Davis menikmati makanannya dengan tenang, sementara Nixeelin sesekali mencuri pandang pada pria gagah dihadapannya.
" Kenapa dia setenang ini?" gumam Nixeelin dalam hati, merasa penasaran akan sikap Davis yang begitu santai, tak gugup seperti dirinya.