Dunia Asmara

Dunia Asmara
Dunia Asmara 06


__ADS_3

Deg.


Ucapan Michel sukses membuat Nixeelin mematung ditempat. Lidahnya seketika kelu, dan tubuhnya terasa kaku setiap kali mendengar nama pria yang sudah merenggut kesuciannya.


“ Kenapa kau diam? Berarti benar terjadi sesuatu kan.” Michel kembali bersuara dengan seringai licik diwajah tampannya.


Senyum tipisnya terukir saat melihat Nixeelin bungkam. Dia tau bahwa telah terjadi sesuatu pada wanita itu bersama Miguel. Karena sejujurnya, Michel lah yang membuat Nixeelin menghadiri jamuan red wine di club.


Club itu adalah milik Michel, dan malam itu sengaja dirinya mengajak Nixeelin bertemu untuk membahas tentang kerja sama. Tapi tak disangka karena sosok Miguel tiba-tiba hadir dengan alasan ingin mencari hiburan. Tentu saja Michel tak bisa mengusir Miguel karena memang club miliknya umum untuk para orang dewasa.


“ Jika kau menutup mulutmu, maka aku akan dengan senang hati berinvestasi denganmu. Tapi jika kau bicara satu kalimat saja.. maka aku akan membuat duniamu terbalik.”


Dengan angkuh Nixeelin berbalik badan dan memberi peringatan kepada pria tampan itu. Wajahnya sangat serius, tatapan matanya pun sangat intens pada Michel hingga membuat pria itu tak bisa berkutik.


“ Baiklah.” Michel tak banyak bicara karena takut pada ancaman Nixeelin.


“ Temui Viet, beritahu aku setuju. Satu kata saja, setuju! Viet pintar, dia pasti akan mengerti. Keluarlah.” usir Nixeelin segera kembali duduk dikursi kebesarannya.


⚘️


⚘️


⚘️


Mansion Kwans.


Tampak Nauora yang kini berada diruangan pribadinya dengan ditemani oleh Ciko— asisten paling setia. Jemari lentiknya yang diwarnai kutek biru langit, tampak mengetuk-ngetuk meja berbahan kayu jati miliknya. Sesekali ia menghela nafas kasar, dan semua pergerakannya tentu tak luput dari pandangan sang asisten.


“ Nyonya, mau ku bantu cari tau wanita selingkuhan Tuan Miguel?”


Ciko yang sejak tadi tak tahan mengunci mulut kini bersuara. Ia menawarkan bantuan karena memang dirinya tak dilibatkan dalam penyelidikan tentang perselingkuhan Miguel kali ini.


“ Tidak usah. Aku sudah menyuruh seseorang mencari tau, dia akan datang dalam lima menit.” seru Nauora memilih memejamkan mata seraya bersandar pada kursi kebesarannya.

__ADS_1


Mendengar penolakan sang atasan, Ciko pun memilih diam dan terus memandangi wajah cantik Nauora.


“ Andai kau memilihku, maka aku akan memastikan bahwa kau adalah wanita paling beruntung.” gumam Ciko dalam hati menampilkan raut wajah datarnya.


Ekspresi wajah selalu sama hingga mampu menipu semua orang. Semua orang didalam kediaman Kwans bahkan tak tau bagaimana karakter seorang Ciko Wilson.


“ Ciko, tolong minta pada pelayan untuk buatkan aku kopi.” pinta Nauora kemudian, setelah dirinya diam sejenak. Ciko mengangguk, dan segera berlalu.


Selang beberapa menit, Ciko sudah kembali lagi dengan membawa secangkir kopi pesanan atasannya.


“ Seharusnya Nyonya tidak sering mengonsumsi kopi. Itu tidak baik untuk kesehatan, apalagi Nyonya baru sudah melahirkan.” tutur Ciko menaruh kopi itu diatas meja.


Nauora yang mendengarnya tak bergeming. Ia sibuk dengan pikirannya sendiri.


Tok. Tok. Tok.


Ditengah ketenangan, tiba-tiba dari luar sana pintu diketuk. Nauora seketika bereaksi, ia langsung memperbaiki posisi duduknya dan tak lama seseorang diluar membuka pintu dan langsung masuk.


“ Nyonya, ini laporan saya. Semua tentang wanita itu ada disini.” ucap pria itu menaruh map diatas meja.


“ Ada apa? Kenapa kau kemari?”


Pandangan Nauora begitu intens pada sang suami.


Miguel tak menjawab dan beralih menatap pada map diatas meja. Dirinya tentu tau apa isi map itu karena sejujurnya ia tadi tak sengaja berpapasan dengan pesuruh sang istri, serta beberapa saat lalu ia juga mencuri dengar pembicaraan Nauora dan Ciko.


“ Jangan buka.” pinta Miguel dengan begitu tiba-tiba. Nafasnya terdengar berat, seolah ada sesuatu yang tertahan dihati.


Nauora mengernyit, merasa bingung. Menatap lekat wajah tampan suaminya, ia tau bahwa prianya itu tak ingin bila dirinya mengetahui identitas wanita yang sudah ditemani bercinta beberapa hari lalu.


“ Ciko, Daet.. kalian keluarlah. Sepertinya suamiku ingin mengatakan sesuatu.” titah Nauora kembali bersandar pada kursi kebesarannya. Dia tersenyum getir, karena untuk pertama kali suaminya melindungi selingkuhan.


Kedua pria dewasa itu segera keluar dari ruangan sang atasan, hingga tinggallah berdua Nauora dan Miguel.

__ADS_1


“ Katakanlah. Sepertinya... kau sangat khawatir jika aku mengetahui siapa wanita yang kali ini kau tiduri.” ucap Nauora berusaha menyembunyikan rasa sesak didadanya.


Hening.


Bibir tipis Miguel terkatup rapat. Pria matang itu tampak berfikir, menimbang-nimbang apa yang akan dia katakan kepada sang istri.


“ Pasti dia wanita yang kau cintai selama ini.”


Dheg.


Perkataan Nauora sukses membuat Miguel tertegun. Wanita dewasa itu tersenyum getir saat menangkap raut wajah yang ditampilkan sang suami. Dugaannya benar, tapi bukan merasa senang ia justru merasa sakit hati.


“ Humm, dia wanita yang aku cintai. Jadi kumohon.. jangan ganggu dia. Jangan cari tau apapun tentang dia.”


Pernyataan lantang Miguel membuat Nauora diam. Nauora terhenyak mendengarkan perkataan suaminya.


“ Baiklah, tapi aku punya syarat.”


Memalingkan wajah, Nauora tak ingin bersitatap dengan pria gagah didepannya karena sejujurnya air matanya seakan ingin luruh bila melihat tampang suaminya yang sama sekali tak merasa bersalah meskipun sudah menyakiti dirinya.


“ Katakan saja.” ucap Miguel dengan wajah datar nan aura dinginnya.


“ Berhentilah!" seru Nauora dengan suara bergetar.


" Berhenti bermain dengan para wanita setiap malam. Dan juga.. jangan biarkan cintamu itu muncul dihadapanku. Karena jika aku tau siapa dia.. maka aku akan membunuhnya.” tambah Nauora menekankan setiap katanya.


Ancaman yang dilontarkan sang istri terdengar sangat menakutkan bagi Miguel karena nyawa wanita yang dicintainya tengah dalam masalah besar.


Miguel tau bagaimana tempramen Nauora, dan dia tau bahwa jika wanitanya itu berkata maka akan ada pembuktian nyata.


“ Baiklah.”


Lama terdiam dengan raut wajah datarnya, Miguel bersuara menyetujui syarat yang diajukan sang istri.

__ADS_1


“ Tapi.. “ tambahnya menjeda ucapannya.


Nauora hanya diam menyimak, ia masih berusaha terlihat baik-baik saja.


__ADS_2