Dunia Asmara

Dunia Asmara
Penyusup.


__ADS_3

Pergantian hari tiba, pagi sudah menyapa dengan lambaian sinar matahari berwarna kuning keemasan. Sedikit berbeda dari biasanya, kali ini dikediaman Kwans tepatnya diruang makan, tampak semua anggota keluarga tengah berkumpul tuk sarapan pagi.


Entah apa yang membawa Tuan Dave ke mansion, namun ia sudah memutuskan ingin menikmati sarapan paginya bersama anak dan menantunya.


" Nara, kenapa kau memakai kacamata?" tanya Tuan Dave yang sejak tadi mengamati putri kesayangannya.


" Aku sakit mata, Ayah." jawab Nauora berbohong karena sejujurnya ia memakai kacamata untuk menutupi mata sembabnya.


" Benarkah, apa kau sudah mengobatinya?" tanya Tuan Dave lagi yang mulai cemas pada sang putri.


" Hu'um.." jawab Nauora seadanya, berharap sang ayah berhenti mengajukan tanya lagi.


" Ah, Ayah lupa mengatakan sesuatu. Miguel, Davis.. kalian perhatikan keamanan mansion." ujar Tuan Dave tiba-tiba, disela kegiatan makannya.


Miguel tak bersuara, ia hanya diam mendengarkan.


" Kenapa, Ayah?" tanya Davis penasaran.


" Ayah rasa ada yang ingin mengganggu keluarga kita. Dia bahkan berani datang kerumah Ayah dan diam-diam masuk kedalam ruang kerja." tutur Tuan Dave mengingat kejadian beberapa hari lalu.


" Benarkah?"

__ADS_1


Serentak Nauora dan Davis bersuara. Keduanya tampak khawatir, menatap intens pada pria paruh baya itu. Sementara Miguel, ia tetap memilih diam meski sejujurnya sangat penasaran begitu juga dengan Nixeelin.


" Apa dia mengambil barang berharga?" tambah Nauora penasaran.


" Tidak.. dia hanya datang dan membuat ruangan Ayah berantakan." jawab Tuan Dave.


" Aneh sekali." lirih Nauora kemudian.


" Kenapa ayah tidak memeriksa cctv?" tanya Davis.


" Dia sudah meretas cctv dan menghapus rekamannya." terang Tuan Dave.


Nauora yang mendengarnya sontak termangu, dan entah mengapa ia seketika teringat pada sosok pria remaja bernama Tyler Jhon.


Selang beberapa saat, ditengah kegiatan sarapan pagi, Andre tiba-tiba datang. Pria muda dengan kemeja putih itu mendekati Miguel dan membisikkan sesuatu. Dan tak lebih dari sedetik, Miguel segera beranjak meninggalkan ruang makan begitu saja.


" Cih, suamimu itu tidak pernah punya sopan santun dengan Ayah." tukas Tuan Dave.


" Maaf, Ayah. Mungkin Miguel ada urusan mendadak." terang Nauora membela suaminya.


" Beruntung sekali dia punya istri seperti kakak, salah pun masih tetap dibela." celetuk Davis santai.

__ADS_1


" Yakk.. diamlah. Jangan ikut campur." hardik Nauora segera menyelesaikan sarapan paginya, dan berlalu dengan sebelumnya pamit pada Ayahnya.


****


Masih dimansion Kwans, diruang kerja Miguel saat ini terlihat siempunya ruangan tampak gusar. Ia mengusap kasar wajah tampannya lalu menghela nafas dengan kasar.


" Ini tidak masuk akal, bagaimana bisa ruanganku dimasuki orang lain? Kau tau kan, bahkan pelayan tidak ada yang berani mendekati ruanganku." tukas Miguel tampak frustasi.


" Tenanglah, aku akan mengecek cctv." Andre buru-buru membuka laptop, ia mengambil alih kontrol cctv kediaman Kwans.


Selang beberapa detik, Andre menutup laptop dan beralih menatap nanar pada majikannya.


" Ada apa? Kenapa kau melihatku seperti itu?"


Hati Miguel mulai ketar-ketir saat menangkap raut wajah asistennya yang tampak berbeda.


" Seseorang sudah membobol keamanan mansion. Dia menghapus rekaman cctv tiga jam lalu, berarti orang itu beraksi tiga jam lalu."


" Sial.. berani sekali dia." umpat Miguel dengan amarah tertahan.


" Andre, rahasiakan masalah ini dari Ayah mertuaku. Dia tidak boleh tau." tambahnya menurunkan titah pada asistennya.

__ADS_1


Disaat Miguel dan Andre tengah mengalami kesulitan, Nauora yang mencuri dengar diluar ruangan justru dilanda kebingungan. Jiwa penasarannya meronta-ronta, tak tinggal diam ia buru-buru pergi kekamarnya.


__ADS_2