
Satu tahun kemudian.
Hari-hari terlewati, bulan berganti hingga tak terasa tiba dipergantian musim. Lima purnama terlewati sudah dengan tentunya hal-hal baik menyertai keluarga Kwans.
Lima bulan lalu, sepulang dari rumah sakit, setelah Nauora mematangkan pikirannya dan memantapkan hatinya, ia akhirnya memutuskan tuk membuang semua kenangan buruk termasuk dengan melupakan ingatannya perihal kejahatan sang ayah. Hal itu terpaksa dilakukannya karena Nauora tak punya pilihan lain lagi, sebab jika melaporkan ayahnya pada pihak yang berwajib, maka imbas untuk keluarganya dimasa depan akan sangat berdampak buruk. Namun tentunya Nauora juga sudah membuat perjanjian dengan Tuan Dave, yaitu membebaskan Ciko dari perjanjian tertulis yang sebelumnya diberitahukan oleh Tyler.
Nauora bahkan mulai berdamai dengan kenyataan, melupakan kesalahan suami dan adik iparnya. Ia tak ingin memiliki beban pikiran lagi, terlebih saat ini dirinya tengah hamil anak Miguel begitu pun dengan Nixeelin yang juga mengandung anak Davis. Usia kehamilan dua wanita cantik itu hanya terpaut sebulan saja.
****
Malam hari di Kediaman Kwans saat ini tampak berbeda dari setahun yang lalu. Miguel dan Davis yang biasa hampir menghabiskan waktunya dikantor, kini tidak lagi karena mereka harus menemani para istri yang tengah hamil tua.
Diruang makan kini mereka tengah berkumpul, menikmati makan malam bersama. Ekspresi kebahagiaan terpampang nyata diwajah. Jika perlakuan Davis pada istrinya biasa saja, namun berbeda dengan Miguel yang tampak sangat romantis. Diperbudak cinta, Miguel terlihat menyuapi makan istrinya sebab ia melarang wanitanya tuk bergerak berlebihan.
Davis dan Nixeelin yang melihat pemandangan hangat didepannya hanya mampu menggeleng. Tak ingin kalah dari kakak iparnya, Davis pun meraih tangan istrinya dan menggenggamnya dengan erat.
" Kau ini kenapa." celetuk Nixeelin tertawa.
" Kenapa.. lagipula tidak ada larangan." seloroh Davis membalas senyuman istrinya, dan tanpa aba-aba mengecup singkat pipi Nixeelin.
Miguel yang melihat itu sontak melotot. Rasa tak ingin kalahnya juga berapi-api saat Davis menyeringai padanya. Tatapan adik iparnya seakan menantangnya hingga tanpa aba-aba ia juga melabuhkan kecupan lembut dipipi sang istri.
Nauora sukses terkejut, ia terbelalak pada suaminya.
" Ada apa denganmu? Kau tidak sadar, kita tidak sedang berdua saja disini." gerutu Nauora, sedangkan Miguel tertawa kecil.
Disaat dua pasangan itu tengah bermesraan, Ishal, Andre dan juga Ciko yang sebenarnya ikut bergabung disatu meja makan kini hanya mampu menatap jengah pada majikannya masing-masing.
Mereka bertiga yang masih melakoni status lajang hanya mampu menelan air liur melihat kemesraan para majikannya. Mereka pun merasa menyesal bergabung diacara makan malam sang majikan, karena sejujurnya ketiganya sudah mengatur rencana tuk bersenang-senang di manning bar malam ini.
__ADS_1
" Nasib jomblo." lirih Ishal yang kemudian kembali melanjutkan makan malamnya.
" Sepertinya seru punya istri." celetuk Andre tersenyum.
" Jangan bilang kau mau menikahi Wian pegawai dikantor Tuan Miguel." seru Ishal tiba-tiba menghentikan makannya.
" Seperti, iya." jawab Andre santai.
" Aish, kau benar-benar ingkar janji. Kau bilang akan menikah setelah Ciko." ketus Ishal merasa kesal.
" Eih, saat aku bilang seperti itu, aku hanya bercanda. Tidak mungkin aku mau menunggu Ciko, dia saja belum punya pacar." tutur Andre.
" Yakk.. jangan bicara sembarangan. Makan saja, setelah itu kita ke bar. Disana banyak perempuan, kau bebas pilih." sahut Ciko datar.
⚘️
⚘️
⚘️
Aku mau ngasih bonus spoiler cerita novel Istri Kecil Sang CEO🥰😘
" Ah, aku ingin sekali menanyakan ini tapi selalu lupa." ujar Ian kemudian, menghentikan sejenak acara makannya dengan memasang tampang datarnya.
" Apa?" Haven juga menghentikan sejenak kegiatan makan siangnya, ia siap mendengarkan ucapan sekertarisnya.
" Apa kau sudah tidur bersama Vincencia?" tanya Ian santai.
" Apa? Kenapa kau menanyakan hal seperti itu?" Haven tak sadar, ia bereaksi terlalu berlebihan.
" Kenapa kau sangat marah? Apa jangan-jangan kau memang belum pernah menyentuh istrimu?" Ian mendelik pada sahabatnya, membuat Haven menjadi gugup.
__ADS_1
" Kenapa kau sangat penasaran?" ketus Haven kesal.
" Tidak, aku hanya ingin tahu saja. Lagipula kenapa kau tidak ingin tidur bersama istrimu? Apa kau khawatir karena dia masih kecil?" celetuk Ian.
Mendengar penuturan sekertarisnya, Haven seketika terdiam. Ia tak tau harus mengatakan apa karena yang diucapkan sahabatnya memang benar adanya.
" Jangan khawatir, percaya saja padaku. Vincencia mungkin baru lulus SMP, tapi aku yakin dia pasti sudah mendapatkan menstruasinya." ucap Ian lagi.
" Apa Vincencia sudah mendapatkan menstruasinya?" tanya Ian kemudian.
" Yakk, tadi kau memintaku percaya kalau istriku sudah menstruasi, lalu kenapa kau malah bertanya lagi." tukas Haven, ia sejujurnya merasa gugup setelah mendengar pertanyaan sahabatnya. Dan tanpa sadar wajahnya kian bersemu merah, seolah menahan rasa malu didepan sekertarisnya.
" Kenapa kau diam?" tanya Ian lagi saat mendapati atasannya yang tiba-tiba diam.
" Apa mungkin kau tidak tau?" tambahnya menelisik wajah tampan Haven.
" Yakk.. berhenti bicara omong kosong. Makan makananmu dan segera kembali kerja." sergah Haven dengan cepat, menutupi suaranya yang tampak bergetar.
" Aish, kau pasti belum tahu kalau istri kecilmu itu sudah menstruasi." ujar Ian menghela nafas. Ia tentu tau sebab dirinya sudah mengenal Haven dengan baik, yang jika ditanya dan tak mampu menjawab berarti memang tak tau jawabannya.
" Aku memberimu saran sebagai kawanmu, sebaiknya kau tanya dia. Jika kau malu bertanya, kau coba saja pakai cara lain." tutur Ian.
" Cara lain itu seperti apa?" tanya Haven mulai penasaran meski begitu ia tetap menunjukkan sikapnya yang sangat santai.
" Bawa dia belanja di supermarker." seru Ian setengah berbisik.
" Aish, kenapa kau malah berbisik. Lagipula tidak ada yang akan mendengarmu selain aku." ketus Haven dibuat bergidik sahabatnya.
" Baiklah, kali ini aku serius jadi dengarkan baik-baik. Saat kau sudah berada di supermarket, tawarkan istrimu pembalut. Setelah itu, kau pasti akan tahu apakah dia sudah menstruasi atau belum." terang Ian.
Sedangkan Haven tampak menyimak, mencerna setiap kata-kata yang dilontarkan sahabatnya.
*****
__ADS_1
Segitu, yah!. Terima kasih sudah mengikuti perjalanan rumah tangga Nauora, Miguel, Davis, dan Nixeelin. Jangan lupa follow IG ku, @ningsih_official07🤭🥰😘😘😘