Dunia Asmara

Dunia Asmara
Kecewa.


__ADS_3

" Apa kau ingin mencobanya lagi?"


Sorot mata Nauora kini berbeda lagi dari sebelumnya hingga semakin membuat suaminya bingung.


" Hari itu di villa... bisakah kita melanjutkannya." seru Nauora melangkah mendekat pada suaminya. Ia lalu berjinjit, dan menghadiahi kecupan singkat dibibir tipis suaminya.


Miguel tertegun, ia belum bereaksi dan hanya menatap intens wajah cantik istrinya.


" Apa kau yakin?" tanya Miguel memastikan sekali lagi.


Nauora mengangguk seraya menampilkan senyumannya.


" Jika kita melanjutkannya, aku tidak yakin bisa berhenti. Kau tidak masalah?" tutur Miguel lagi yang kembali diangguki oleh istrinya.


Mendapati jawaban sang istri, Miguel seketika mendekap pinggang ramping istrinya dan mengecup bibir mungil itu.



Namun ciuman panas Miguel dan Nauora seketika terhenti saat tiba-tiba kepala pelayan mengetuk pintu. Ketukan itu terdengar cepat, disertai sahutan dari balik pintu.


Menyudahi ciumannya bersama sang istri, Miguel lalu mengurai jarak dan segera membuka pintu.


" Ada apa?" tanya Miguel datar.


" Tuan.. Nyonya Nixeelin pingsan didepan mansion. Andre yang melihatnya, jadi dia membawanya kerumah sakit." tutur Bu Jung— sang kepala pelayan.

__ADS_1


" Apa?" Miguel terkejut, raut wajahnya berubah seratus delapan puluh derajat.


Sementara Nauora tak fokus pada berita yang dibawa kepala pelayan, ia justru hanya mengamati suaminya. Raut wajah yang ditangkap membuatnya merasa lemah.


" Ekspresi wajahnya.. sangat jelas kalau dia khawatir dengan Nixeelin."


" Bagaimana bisa, lalu dimana Davis?"


Miguel mengajukan tanya, saat ini dirinya begitu cemas mendengar berita yang disampaikan Bu Jung.


" Tuan Davis sudah pergi ke kantor. Mungkin juga belum tahu kalau Nyonya Nixeelin pingsan." jawab Bu Jung seadanya.


" Baiklah, kau hubungi Davis, aku akan kerumah sakit mengecek kondisi Nixeelin." ucap Miguel menurunkan titah pada Bu Jung.


" Baik, Tuan." ujar Bu Jung dan segera berlalu.


Miguel menoleh, menatap keherangan pada istrinya.


" Jangan pergi.." pinta Nauora menahan suaminya. Tatapannya begitu intens, sorot mata pun penuh harapan.


Miguel diam sesaat, setelahnya ia perlahan melepas tangan istrinya.


" Nara.. aku harus pergi." ucap Miguel menatap nanar pada istrinya.


Nauora tak bergeming, ia justru mengabaikan suaminya dengan hendak berlalu, namun suara berat Miguel langsung menahan langkah kakinya.

__ADS_1


" Nara.."


Mendengar suaminya menyerukan nama panggilan akrabnya, wanita cantik itu mematung. Dengan posisi membelakangi sang suami, ia enggan tuk berbalik.


" Kumohon.. sekali ini saja mengertilah. Aku harus pergi menemui Nixeelin, aku harus memastikan sesuatu." pinta Miguel dengan wajah memelas.


Setelah menyimak penuturan suaminya, Nauora menghela nafas. Kedua matanya berkaca-kaca, rasa sesak pun menghuni relung hatinya. Berbalik dan menatap intens wajah Miguel, Nauora tak dapat lagi menahan air matanya.


" Kau ingin aku mengerti?" lirihnya dengan suara yang bergetar.


" Nara.. kenapa kau menangis. Kau tidak biasanya seperti ini. Tolong, kali ini jangan egois, biarkan aku menemui Nixeelin."


Miguel membujuk istrinya, berusaha meyakinkan wanitanya.


" Apa katamu? Egois?"


Nauora mengernyit, ia menatap tak percaya pada suaminya.


" Setelah apa yang aku lakukan selama ini, kau malah menganggapku egois? Apa kau tau.. bukan aku, tapi kau yang sangat egois." seru Nauora dengan wajah yang berlinang air mata. Miguel mengerutkan keningnya, ia merasa heran pada reaksi yang ditunjukkan istrinya.


" Kau memintaku mengerti.. lalu kau sendiri tidak pernah mengerti aku? Kau tau.. selama ini aku hidup hanya untuk membuatmu bahagia. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Aku bahkan tidak memperdulikan diriku. Aku hanya mengutamakanmu selalu, tapi sekarang kau mengatakan aku egois?"


Nauora mengeluarkan semua unek-uneknya, air matanya pun tak hentinya mengalir membasahi kedua pipinya.


" Saat aku memutuskan menikah denganmu, aku tidak lagi memikirkan kebahagiaanku. Aku hanya memikirkan bagaimana agar kau bahagia menikah denganku." tambah Nauora lagi.

__ADS_1


Miguel bungkam, ia benar-benar tak mengerti mengapa istrinya justru menunjukkan sikap yang berlebihan.


__ADS_2