Dunia Asmara

Dunia Asmara
Cemburu lagi.


__ADS_3

Selesai mengganti pakaiannya dengan setelan olahraga, Miguel bergegas keluar dari mansion. Setibanya didepan pintu utama, ia sudah melihat mobilnya yang terparkir tak jauh darinya. Tanpa membuang waktu lagi dirinya segera masuk kedalam mobil.


" Pasang sabuk pengamanmu, kita akan berangkat." ujar Andre saat melihat majikannya yang hanya duduk diam tanpa memasang seatbelt.


" Aish, tidak perlu." tolak Miguel dengan ekspresi wajah tak bersahabat. Kejadian beberapa saat lalu masih saja mengusik pikirannya.


" Baiklah."


Andre menyalakan mobil, ia siap tuk mengemudi keluar dari mansion.


" Tunggu, jangan pergi dulu." ucap Miguel tiba-tiba membuat Andre bingung.


" Ada apa? Apa ada yang tertinggal?" tanya Andre.


Miguel mengabaikan asistennya dan justru fokus memandang satu objek menarik diluar sana. Ia saat ini tengah melihat istrinya yang berdiri didepan pintu utama dengan setelan rapi. Tak lama sudut bibir Miguel tertarik, membentuk sebuah senyuman tipis.


Namun senyumnya seketika sirna saat melihat Ciko yang baru keluar dari dalam mansion dan langsung mendekati istrinya.


" Mau kemana mereka?" gumam Miguel dalam hati mulai merasa kesal.

__ADS_1


Keakraban Ciko dan Nauora sangat mengganggu Miguel, dan entah mengapa rasa cemburu bergemuruh dari dalam hati. Sorot matanya tajam, ada ketidaksukaan yang tampak sangat jelas.


Hati memanas, seolah api kini berkobar-kobar didalam dada. Terlebih lagi saat melihat istrinya tersenyum pada Ciko, membuat kesabarannya habis. Miguel saat ini benar-benar dibuat naik pitam pada asisten istrinya yang hari ini seakan menabuh genderang perang.


Hingga tanpa aba-aba, disaat Miguel melihat Ciko semakin mendekat pada istrinya, buru-buru ia menerobos, mencondongkan tubuhnya kedepan kemudi lalu menekan kuat klakson mobil. Andre sontak terkejut, apalagi saat Miguel terus menekan ulang klakson mobil.


Bip.. bip.. bip..


Suara klakson yang begitu nyaring sukses membuat Ciko dan Nauora diluar sana terkesiap. Keduanya menoleh pada sumber suara, menatap heran pada mobil sedan milik Miguel.


" Ada apa dengan mobil Tuan Miguel?" tanya Ciko bingung.


Sementara Miguel tak kunjung menghentikan aksinya saat melihat istri dan juga asistennya tak bergeming. Tekanan kuat pada klakson disertai emosi yang meluap kembali terulang.


" Yakk.. apa yang kau lakukan?"


Andre mendorong kesamping majikannya, diiringi tatapan keherangan. Ia menatap jengah pada Miguel, tak habis pikir mengapa atasannya tiba-tiba membuat kegaduhan dipagi hari.


" Kau gila? Kau bisa mengganggu semua orang dimansion. Lagipula kenapa kau bunyikan klakson, didepan tidak ada apa-apa." omel Andre menggeleng.

__ADS_1


" Apa katamu? Tidak ada apa-apa?" tukas Miguel menatap tak percaya pada asistennya.


" Tentu saja. Didepan hanya ada Nyonya Nauora dan Ciko. Lalu apa yang salah?" Andre tak mau kalah, ia meninggikan volume suaranya.


Miguel tersentak, kesadarannya kembali. Kewarasannya langsung pulih setelah mencerna kata-kata asistennya. Rasa cemburunya yang tadi menggebu-gebu, seketika meluap.


Menyadari kebodohan beberapa detik lalu, buru-buru Miguel memutar otak, mencari alasan tepat untuk dikatakan pada asistennya.


" Wah, klaksonnya ternyata sudah bunyi. Maafkan aku, aku tadi hanya ingin tes klaksonnya saja." ucap Miguel beralasan.


" Heh?" Andre mengernyit bingung, ia menggeleng melihat tingkah aneh majikannya.


" Memangnya kenapa dengan klaksonnya?"


" Ah.. jadi kemarin aku coba bunyikan klaksonnya tapi tidak bunyi. Kupikir aku mungkin harus mencobanya lagi." jawab Miguel kikuk.


" Kapan? Sejak kemarin kau tidak pernah berkendara sendiri. Lagipula sejak kemarin aku yang bawa mobil." tutur Andre memasang tampang polosnya.


" Aish... kau cerewet sekali. Cepat nyalakan mobilnya, aku sudah terlambat ke lapangan." bentak Miguel yang tak ingin ketahuan Andre.

__ADS_1


" Kau ini kenapa, aneh sekali." celetuk Andre kesal.


__ADS_2