Dunia Asmara

Dunia Asmara
Dunia Asmara 07


__ADS_3

“ Sebagai gantinya, kau yang akan melayani aku. Dan kau mau atau tidak, tapi jika aku menginginkannya, maka kau harus selalu siap.”


Sontak Nauora menoleh pada suaminya saat pria matang itu menyelesaikan ucapannya. Ia terbeliak memandangi Miguel.


“ Humm..” Nauora menjawab seadanya tanpa menoleh pada lawan bicaranya.


“ N A U O R A ! M I G U E L ! “


Ditengah percakapan Nauora dan Miguel, tiba-tiba dari luar sana terdengar suara pria paruh baya yang begitu menggelegar saat menyerukan nama sepasang suami istri itu. Sontak keduanya menoleh, dan menatap pada titik yang sama, sebuah pintu yang tertutup rapat namun tak lama terbuka lebar saat seseorang dari luar membukanya dengan sangat kasar.


“ Ayah..” lirih Nauora terkejut mendapati Ayahnya yang tiba-tiba hadir didalam kediamannya.


Dave Kwans— pria paruh baya yang notabene adalah Ayah Nauora, mendekat pada menantunya dengan wajah memerah dan garis rahang yang mengetat.


Plakk..


Sebuah hadiah tamparan dari Tuan Dave untuk menantunya, mendarat mulus dipipi Miguel. Namun pria muda itu hanya diam, seolah pasrah menerima pukulan dari mertuanya. Sementara Nauora, wanita itu sangat terkejut. Sepersekian detik kemudian, ekspresi kekhawatiran tercetak jelas diwajah cantiknya. Ia menghampiri suaminya yang tampak biasa saja.


“ Ayah, apa yang Ayah lakukan. Apa salah suamiku sampai Ayah menamparnya?” suara Nauora meninggi, sangat jelas bahwa wanita cantik itu tak terima suaminya diperlakukan dengan kasar.


“ Jangan membelanya lagi, Nauora. Dia itu laki-laki bajingan.” bentak Tuan Dave pada putrinya dengan amarah yang menggebu-gebu.

__ADS_1


“ Tapi dia suamiku, Ayah. Ayah tidak berhak memukulnya begitu saja.”


Nauora lagi-lagi membela pria muda disampingnya, sedangkan Miguel, dia hanya diam menyimak sejak tadi karena sejujunya ia juga merasa bingung mengapa mertuanya tiba-tiba menamparnya.


“ Cihh, bajingan ini tidak pantas lagi disebut suami.” sergah Tuan Dave melempar koran yang dibawanya sejak tadi.


Nauora dan Miguel langsung menatap pada surat kabar itu yang mendarat diatas lantai marmer. Seketika itu juga keduanya terkejut. Bagaimana tidak, didalam koran itu tertulis jelas bahwa menantu Tuan Dave Kwans berselingkuh dengan seorang wanita.


Nauora dan Miguel terbeliak, tak mampu berbicara walau hanya sepatah kata. Nauora sangat terkejut karena ia sangat yakin sebelumnya sudah menurunkan titah pada bawahannya untuk mencegah adanya berita yang terbit tentang perselingkuhan suaminya kali ini.


“ Kau tau, sekarang nama Ayah menjadi trending karena suamimu yang tidak berguna ini.” ucap Tuan Dave dengan suara dinginnya.


“ Ayah, aku bisa jelaskan semuanya. Ini tidak seperti yang Ayah pikir. Miguel tidak berselingkuh, dan semua ini hanya berita palsu untuk menjatuhkan suamiku dan juga Ayahku.” Nauora merendah, ia berusaha meyakinkan sang Ayah.


Dengan amarah yang tak terkontrol lagi, Tuan Dave mengangkat tangan, hendak melayangkan sebuah tamparan pada Nauora untuk menyadarkan putri kesayangannya. Namun seketika itu juga tangannya dicegat oleh Miguel.


“ Jangan pernah berani menyentuh istriku.” ucap Miguel dengan lantang, dan menghempas tangan Tuan Dave dengan kasar.


“ Kurang ajar.” umpat Tuan Dave dengan amarah yang semakin menjadi.


“ Kau mungkin lupa bahwa sekarang Nauora bukan lagi putrimu. Di hari pernikahan, kau menyerahkan putrimu padaku. Itu berarti dia bukan lagi tanggung jawabmu karena Nauora sudah menjadi istriku. Jadi kau juga tidak punya hak untuk memukulnya.” jelas Miguel dengan sorot mata yang tajam.

__ADS_1


Tuan Dave yang mendengarkan seketika terdiam, sementara Nauora tertegun ditempatnya. Hatinya bergetar, ia tak menyangka bahwa suaminya yang begitu dingin padanya selama ini, ternyata membelanya dengan tegas dihadapan sang Ayah.


“ Jika kau perduli pada Nauora, harusnya kau tidak selingkuh.” seru Tuan Dave masih dengan amarah yang sama.


Mendengar itu, Miguel tak membalasnya. Ia hanya diam karena memang ia mengakui kesalahannya.


“ Ayah akan mencari wanita selingkuhanmu itu dan membuat perhitungan dengannya.” tambah Tuan Dave dengan tegas hingga sukses menarik Miguel dari keterdiamannya.


Setelah menyelesaikan ucapannya, Tuan Dave hendak berlalu namun tiba-tiba saja Nauora menahannya. Bahkan tak disangka, untuk pertama kali putri kesayangannya berlutut dihadapannya. Tuan Dave dan Miguel tersentak, menatap tak percaya pada wanita cantik itu.


“ Kumohon.. Ayah jangan melakukannya.” pinta Nauora dengan suara melemah.


“ Aku bersumpah, ini tidak akan terulang lagi. Dan Ayah juga harus percaya bahwa Miguel tidak berselingkuh.” tambah Nauora masih berusaha meyakinkan Ayahnya.


Amarah Tuan Dave semakin membara melihat putrinya lemah hanya karena seorang pria. Merasa kesal atas sikap Nauora, tanpa aba-aba Tuan Dave langsung meraih secangkir kopi panas diatas meja dan menyiramkannya pada Miguel.


Nauora terkesiap, buru-buru ia bangkit dan menghampiri suaminya yang tak bergeming setelah menerima perlakuan buruk dari Ayahnya sendiri.


“ Apa kau baik-baik saja. Biar ku lihat.” panik Nauora hendak meraih tangan suaminya yang terkena kopi panas, namun dengan sigap Miguel menghindar.


“ Itu adalah harga yang harus kau bayar setelah membuat putriku seperti orang bodoh.” ucap Tuan Dave dengan penuh penekanan.

__ADS_1


“ Ah, apa kau pikir aku baru mengetahui keburukanmu? tambah Tuan Dave mendelik tajam pada menantunya, setelahnya ia segera pergi dari ruangan Nauora.


__ADS_2