
Mansion Oliveira.
Hari berlalu terasa begitu cepat, dan kini hari weekend sudah tiba. Minggu pagi adalah saat dimana seharusnya seseorang menghabiskan waktu dengan liburan, namun berbeda dengan penghuni yang ada dirumah besar Nixeelin.
Lauren Rhasmiyana— wanita cantik itu hanya memilih bersantai dirumah saja. Menikmati berbagai cemilan juga pizza, dan mengonsumsi beberapa buah kesukaannya, diruang tengah sembari menonton film kesukaannya.
Berbeda dengan Viet, orang kepercayaan Nixeelin itu tak pernah memiliki waktu libur. Meski Nixeelin sudah memintanya untuk beristirahat, namun Viet justru tetap bekerja. Begitu juga dengan Nixeelin yang memang gila kerja.
Ceklek.
Bunyi pintu yang terbuka, membuat Lauren yang tengah serius mengunyah seraya menonton, seketika menoleh pada sumber suara. Namun hanya sekejap, wanita cantik itu kembali menonton lagi saat ternyata Viet yang baru keluar dari kamarnya dengan setelan yang rapi.
Viet yang melihat Lauren saat ini sontak terperanjak. Bagaimana tidak, sahabat majikannya kini dengan santai membuang sampah snack dan buah diatas lantai. Tak hanya itu, tumpahan susu kotak dibiarkan begitu saja dilantai tanpa diseka dengan kain.
" Yakk.. kau sadar atau tidak?" ucap Viet setengah berteriak, buru-buru menghampiri Lauren yang tengah duduk santai disofa.
Sementara Lauren, ia justru menoleh ke kanan dan kirinya, lalu kembali menatap nanar pada asisten sahabatnya.
" Kau bicara denganku?" tanya Lauren kemudian, mengingat bahwa selama ini dirinya dan Viet sangat jarang berbincang.
" Ternyata kau benar-benar tidak sadar, yah."
__ADS_1
Viet menghela nafas kasar seraya berkacak pinggang didepan wanita cantik itu. Diamatinya dengan seksama, ia langsung merasa jijik saat melihat tampilan Lauren saat ini, dimana hanya mengenakan piyama lusuh dengan rambut acak-acakan khas bangun tidur. Dengan sisa makanan yang tertinggal disudut bibir tipisnya dan tumpahan saus pizza dibagian dada.
" Yeah, jangan menatapku seperti itu. Itu sama saja dengan pelecehan." ketus Lauren kembali melanjutkan makannya.
" Cihh.. " Viet menggeleng mendengar penuturan Lauren.
" Yakk.. kau pikir ini rumahmu? Kau ingin makan apapun terserah, tapi tolong jaga kebersihanmu. Kau tau kan, pelayan hanya datang membersihkan tiga kali seminggu. Jika sudah kotor seperti ini, siapa yang akan membersihkannya, sedangkan pelayannya datang besok. Kau ingin membiarkannya begini sampai rumah ini bau karena ulahmu?" omel Viet panjang lebar dengan gaya yang masih sama.
Lauren yang mendengar ocehan Viet, sontak mendongak menatap pria itu. "Wah, kau cerewet sekali padahal ini bukan rumahmu."
" Ini bukan rumahku, tapi rumah sepupuku." ucap Viet dengan tegas.
" Auh.. kau juga harus ingat kalau rumah ini milik..."
" Aish, dasar pria menyebalkan." gerutunya seorang diri.
Sedangkan Viet, pria itu berlalu menuju kamar atasannya.
Tok. Tok. Tok.
" Xeelin, aku masuk, yah!" seru Viet setengah berteriak, membuka pintu dan segera masuk. Namun sesampainya didalam sana, ia terkejut saat mendapati Nixeelin yang masih terlelap diatas ranjang.
__ADS_1
" Astaga, tidak biasanya dia seperti ini." ucapnya dengan pelan, lalu menghampiri atasannya.
" Xeelin, kau tidak ingin bangun? Bukankah hari ini kau ada jadwal ekspor berlian ke Inggris? Bangunlah, nanti kita terlambat."
Viet berdiri disisi ranjang, membangunkan wanita cantik itu dengan suara datar.
Hening menyapa, yang dibangunkan tak kunjung bergeming dan masih dalam posisi yang sama.
" Xeelin, bangunlah." seru Viet lagi, dan kali ini suaranya naik satu oktav. Tak lama Nixeelin yang masih bergelut dibawah selimut putih, pun menggeliat kecil.
" Humm, pergilah sendiri. Aku merasa sangat lelah hari ini." ucap Nixeelin dengan suara serak khas bangun tidur.
" Auh, baiklah." seru Viet menghela nafas.
" Tunggu, sebelum pergi tolong belikan aku susu tawar dan juga buah ceri." pesan Nixeelin pada asistennya sebelum berlalu meninggalkannya.
Viet mengernyit, alih-alih mengiyakan ia justru tampak heran.
" Bukankah kau tidak suka susu dan buah selain apel?" tanyanya kemudian.
" Kau itu cerewet sekali." gerutu Nixeelin menarik selimut keatas hingga menutupi seluruh wajahnya.
__ADS_1
" Kurasa aku tidak cerewet, kalian berdua saja yang punya kebiasaan baru." celetuk Viet dan segera berlalu meninggalkan kamar Nixeelin.