
Jarum jam tampak berputar searah, berputar ke kanan hingga tak terasa waktu berlalu. Siang hari sudah terlewati dan malam berselimut rembulan sudah menyapa lagi.
Rembulan malam yang bersinar tepat diatas mansion megah Kwans, membuat bangunan itu tampak seperti sebuah lukisan berbingkai.
Terlihat para tamu konglomerat, pejabat menghadiri acara perjamuan yang diadakan Tuan Dave Kwans. Pria paruh baya itu yang memiliki jabatan penting dalam negara, tampak menjamu tamu-tamunya dengan senyum ciri khasnya.
Tuan Dave tak asal membuat acara, perjamuan malam ini khusus diperuntukkan untuk sang menantu bungsu yang tengah mengandung calon penerusnya.
" Selamat Tuan Dave, sebentar lagi anda akan menyambut cucu kedua." seru salah satu pria tua yang notabene adalah pejabat negara.
" Terima kasih." ucap Tuan Dave merendah.
" Ah, dimana menantu anda?" tanya salah satunya lagi.
" Sebentar lagi datang. Ayo, duduklah dulu." tutur Tuan Dave menuntun tamu pentingnya untuk duduk disalah satu meja yang dengan hidangan yang sudah disajikan.
__ADS_1
Sementara disatu sisi terlihat Nixeelin yang baru saja keluar dari kamarnya. Ia terlihat begitu cantik dengan gaun putih yang sedikit menjuntai diatas lantai. Gaun dengan model atasan yang terbuka dan mengekspos bahu mulusnya membuatnya terlihat semakin anggun.
Mengenakan heels dua senti, ia berjalan menuju tempat dimana acara perjamuan saat ini diadakan. Sembari itu ia mencari keberadaan Davis yang sejak tadi tak terlihat.
Tiba diruang tengah, Nixeelin mengedarkan pandangannya saat sudah berada ditempat perjamuan. Ia masih mencari Davis tanpa menyadari tatapan para tamu yang menyambutnya. Tampilannya yang begitu berkelas sukses mengundang decak kagum dari para tamu undangan yang hadir.
" Nixeelin, kemarilah nak." panggil Tuan Dave saat melihat menantunya dari kejauhan.
Nixeelin menoleh, melihat ayah mertuanya bersama para tamu penting, dirinya segera mendekat dengan tak lupa menampilkan senyum terbaiknya.
" Cantiknya. Malam ini menantu Tuan Dave seperti dewi."
Para pejabat itu menyahut, memuji tampilan memukau Nixeelin. Nixeelin hanya tersenyum begitu juga dengan Tuan Dave. Pria paruh baya itu lalu segera mengulurkan tangan tuk menuntun menantunya duduk disampingnya.
Nixeelin menyambut uluran tangan ayah mertuanya dengan senyuman manis, dan dirinya segera bergabung dengan yang lain disatu meja yang sama.
Duduk disamping ayah mertua, Nixeelin masih tampak mengedarkan pandangan, mencari suaminya yang masih tak terlihat. Entah dimana prianya itu yang setengah jam lalu memuji tampilannya didalam kamar, namun kini batang hidungnya pun tak terlihat lagi.
__ADS_1
" Dimana dia?" gumam Nixeelin dalam hati hingga tak lama yang dicarinya muncul. Nixeelin mengulum senyumnya saat dari jauh ia sudah melihat Davis berjalan dengan gaya cool. Tuxedo hitam yang dikenakan suaminya tampak membuatnya sangat gagah
Lama memusatkan tatapannya pada sang suami, Nixeelin sontak tersadar saat tak sengaja Davis semakin mendekat dan pandangan mereka bertemu. Buru-buru wanita dengan rambut digerai itu menundukkan pandangan.
" Ada apa denganku, kenapa aku seperti ini?" gerutu Nixeelin yang terkadang bingung akan perasaannya.
" Nixeelin, ada apa?" tanya Tuan Dave mengejutkan menantunya.
" Ah, tidak Ayah." Nixeelin langsung mengangkat pandangannya dan menampilkan senyum manisnya. Tak lama setelah itu, dari kejauhan ia melihat Viet dan Lauren yang baru datang. Seketika senyum wanita hamil itu mengembang.
" Ayah, aku permisi dulu. Viet dan Lauren sudah datang." pamit Nixeelin yang dijawab anggukan oleh Tuan Dave.
Menghampiri sahabatnya dengan senyuman manis, Nixeelin segera memeluk Lauren, menumpahkan rasa rindunya selama beberapa hari ini.
__ADS_1