Dunia Asmara

Dunia Asmara
Musim hujan.


__ADS_3

Hari kini sudah pagi, namun langit tak terlihat cerah seperti biasa. Matahari tampak tertutupi awan hitam, mendung menghiasi langit pagi. Angin dari luar berhembus masuk kedalam villa, rasa dingin seolah menyelentik hingga mengusik tidur Nauora sebab wanita itu memang memilih kamar yang berhadapan dengan pantai.


Terbangun dari tidurnya, Nauora langsung memandang keluar jendela. Rasa kantuk mendadak hilang. Ia menoleh kesamping, dan masih mendapati suaminya yang terlelap dibawah selimut tebal.


Mengamati wajah tenang sang suami saat tertidur, Nauora mendadak teringat pada kejadian dimalam hari. Rasa sesak pun bermunculan didada. Tak ingin kembali larut dalam kesedihan berkepanjangan, Nauora segera beranjak dari tempat tidur.


Tanpa memakai alas kaki, dan dengan rambut yang dibiarkan terurai, Nauora berjalan kearah balkon kamarnya. Ia melihat pemandangan pantai dipagi hari, namun tak lama hujan deras tiba-tiba turun. Ia segera masuk kembali kedalam kamar tanpa menutup pintu balkon.


****


Selang beberapa saat kemudian, Miguel yang masih berada dibawah selimut tampak menggeliat kecil. Tidurnya terusik saat indera pendengarannya menangkap suara air hujan yang deras.


Mengerjapkan matanya beberapa kali, pria tampan itu segera bangun. Ia mengedarkan pandangannya, mencari keberadaan Nauora, namun dirinya sudah tak mendapati sang istri.


Segera turun dari ranjang, Miguel lalu meninggalkan kamarnya. Sesampainya diluar, suasana tampak sunyi, ia juga tak mendapati siapapun.


Menengok kearah bawah, Miguel melihat ke lantai satu dan bertepatan itu ia mendapati asistennya— Andre.


" Dre.. kau lihat Nauora?" tanyanya berteriak.


" Tadi aku melihatnya naik dilantai tiga, Tuan." jawab Andre mendongak keatas.

__ADS_1


" Lantai tiga?" Miguel menautkan alisnya sebab setahunya dilantai tiga tak ada apapun selain ruang gym juga kolam renang.


" Apa jangan-jangan dia berenang?" lirihnya khawatir sebab saat ini tengah hujan deras.


" Oh, baiklah." balasnya pada sang asisten dan segera berlalu. Ia menapaki anak tangga dengan cepat hingga tak terasa berada dilantai tiga.


Dan benar saja, dari jauh dirinya tengah melihat sang istri sedang berenang. Dengan langkah gontai, buru-buru ia menghampiri istrinya.


Berdiri dibibir kolam renang, Miguel mengamati istrinya dengan intens. Nauora yang tersadar akan kehadiran suaminya, segera naik keatas permukaan air.


Miguel berjongkok lalu mengulurkan tangan agar istrinya menghentikan aktivitas berenangnya. Sedangkan Nauora yang masih dilanda rasa sakit dihati hanya memandang uluran tangan suaminya.


Terdiam sejenak, tak lama ia segera naik lalu duduk dibibir kolam renang dengan mengabaikan suaminya. Mendapati sikap Nauora, Miguel sontak mengernyit, firasatnya pun mulai tak enak.


Hening, Nauora tak berbicara dan memilih mengunci bibirnya.


" Ada apa denganmu?" tanya Miguel lagi dengan raut wajah yang ditekuk. Ia menatap intens wajah cantik istrinya yang tetap terlihat cantik meski tanpa makeup.


" Apanya? Apa ada yang salah?"


Nauora memberi jawaban tak jelas dengan menampilkan wajah sendunya. Pandangannya lurus kedepan, tatapan kosong itu sangat jelas.

__ADS_1


" Dengar.. aku bukannya melarangmu berenang, tapi kau harus tau cuaca, saat ini bukan waktu yang baik untuk berenang. Bagaimana jika kau sakit nanti." ujar Miguel pelan.


" Aku sudah sakit." lirih Nauora dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Mendengar penuturan sang istri, Miguel menghela nafas. Ia lalu berdiri sembari berkacak pinggang.


" Jika kau sakit kenapa tidak minum obat lalu istirahat dikamar. Kenapa kau malah beraktivitas seperti orang yang baik-baik saja." omel Miguel.


" Aku bingung.. karena yang aku anggap obat justru semakin membuatku sakit." lirih Nauora menitikkan air matanya.


" Sangat sakit.." tambahnya tiba-tiba terisak.


Melihat itu hati Miguel bergetar. Ia tak tau ada apa, namun melihat wanitanya bersedih membuatnya merasa tak enak hati.


Perlahan mendekat, ia lalu duduk disamping Nauora dan memeluk erat istrinya.


" Maafkan aku.." ucapnya menenangkan Nauora.


" Aku bukannya ingin memarahimu, tapi jika memang merasa tidak enak badan, sebaiknya istirahat saja dan jangan lakukan apapun." tutur Miguel tak memperdulikan lagi pakaiannya yang ikut basah.


Hiks.. hiks.. hiks..

__ADS_1


Nauora tak berucap, ia hanya terisak dalam pelukan suaminya.


__ADS_2