Dunia Asmara

Dunia Asmara
Ingin bercerai.


__ADS_3

" Apa anak itu yang melakukannya? Tapi kenapa dia harus merusak ruang kerja Ayah dan Miguel, padahal dia bisa saja meretasnya diam-diam." ucap Nauora mulai penasaran.


Berada didalam kamarnya saat ini, wanita cantik dengan rambut yang terurai itu tampak sangat gusar. Ia menghela nafas panjang dan melirik sekilas pada ponselnya diatas meja. Tak lama benda pipih itu berdering, Nauora pun segera menyambar ponsel dan menjawab panggilannya.


" Bagaimana, kau puas dengan cara kerjaku?" tanya seorang pria remaja yang mulai membuka obrolan.


" Puas katamu? Yakk.. kau sadar apa yang kau lakukan? Kenapa kau merusak ruangan Ayah dan suamiku. Mereka bisa saja curiga." hardik Nauora mengeluarkan unek-uneknya.


" Kau tenang saja. Mereka pasti hanya menganggapnya hal biasa. Lagipula aku tidak mengambil apapun." tutur pria remaja itu yang tak lain adalah Tyler Jhon.


" Terserah kau saja." ketus Nauora kemudian.


" Oke. Oh, aku ingin mengatakan sesuatu."


" Apa?"


" Sepertinya suamimu sedang membuktikan bahwa istrinya bukan seorang pembunuh." jelas Tyler.


" Benarkah?" Nauora terkejut, dan seketika sebuah ingatan terlintas dibenaknya.


" Mungkin itu sebabnya dia sudah tidak jijik denganku."


" Hallo, kau mendengarku?" Tyler bersuara, menyadarkan Nauora.


" Hu'um.. aku sibuk. Nanti kita bicara lagi."


Nauora segera menutup panggilan lebih dulu, dan menghempaskan dirinya pada sofa empuk.


" Jika Miguel sudah tau aku tidak membunuh Nyonya Milen dan Michel.. lalu kenapa dia tidak mengatakan apapun? Apa itu sebabnya dia sudah berani meninggalkanku?"

__ADS_1


Nauora sejujurnya telah berbohong pada Miguel dengan mengatakan dirinya adalah pembunuh. Ia sendiri terpaksa berbohong untuk mengancam Miguel agar tak memiliki nyali tuk meninggalkannya.


Ceklek.


Ditengah kacaunya benak Nauora, tiba-tiba saja pintu kamarnya dibuka dan tak lama tampak Miguel yang muncul dibalik pintu.


" Apa yang kau lakukan?" tanya Miguel datar.


" Tidak, aku hanya ingin mengambil ponselku." dusta Nauora.


Miguel tak lagi menanggapi istrinya, ia hendak berlalu menuju walk in closet namun Nauora seketika menahannya.


" Kau sibuk?"


Nauora tiba-tiba mengajukan tanya. Wanita dewasa itu menatap nanar pada suaminya, sorot matanya tak ada arti, sangat kosong tak seperti biasa.


" Aku ingin mengatakan sesuatu." ucap Nauora kemudian, terlihat berfikir sejenak dengan pandangan kosong lurus kedepan.


" Apa yang ingin kau katakan?"


Miguel mulai penasaran, ia memperbaiki posisinya menatap serius pada wajah datar sang istri.


" Aku... "


" Aku ingin bercerai darimu!"


Nauora menggantung ucapannya, dan hanya mampu bergumam didalam hati tanpa berani berucap secara langsung. Lagi-lagi lidahnya terasa kelu untuk mengutarakan isi hatinya.


" Kau ingin apa?" tanya Miguel menyadarkan Nauora. Tatapannya begitu dalam pada manik mata sang istri.

__ADS_1


" Lagi.. kau menatapku dengan mata itu lagi. Kau membuatku bingung dengan sikapmu hingga terkadang aku berfikir.. mungkinkah kau sudah menyukaiku ataukah perasaanmu masih untuk Nixeelin?"


" Aku lupa ingin mengatakan apa. Nanti saja, saat aku ingat akan kuberitahu padamu." tutur Nauora setelah diam sejenak.


" Baiklah."


Miguel menanggapi seadanya dan hendak berlalu, namun seketika Nauora menahan dengan memegang erat tangannya.


" Aku tau mustahil untuk memiliki hatinya, tapi untuk sekali saja aku ingin menolak kenyataan itu. Aku ingin mempercayainya sekali saja, aku ingin menganggap tatapannya itu adalah tatapan cinta untukku."


" Wanita yang kau cintai... bagaimana kabarnya?"


Dheg.


Miguel seketika membeku saat Nauora mengajukan tanya dadakan.


" Kenapa kau membahas itu." Miguel mengalihkan pembicaraan.


" Aku hanya ingin tau.. apakah setelah kau merusaknya dia masih baik-baik saja?"


" N A U O R A..." bentak Miguel pada istrinya.


Nauora tersentak, jantungnya berdegup saat suaminya tiba-tiba membentaknya dengan suara meninggi.


" Maafkan aku.. ah, apa kau punya waktu luang?" Nauora mengganti pertanyaan, dia berusaha tersenyum dibalik lukanya.


" Apa yang sebenarnya ingin kau katakan?"


Dengan amarah tertahan, Miguel merasa heran mendapati sikap aneh istrinya, ia menatap dengan kening mengerut.

__ADS_1


__ADS_2