Dunia Asmara

Dunia Asmara
Kebohongan Nauora.


__ADS_3

Disatu sisi tampak mobil marcedes benz berwarna hitam metallik, sedang melaju dengan kecepatan rata-rata dijalan raya. Suasana malam diperjalanan yang tak dipadati kendaraan lain, membuat mobil mewah itu melaju cepat.


Sipengendara yang tak lain adalah Andre dengan majikan tampannya yang duduk tenang dibelakang.


Pria lajang yang mengenakan kemeja abu-abu itu sesekali mencuri pandang pada spion, memperhatikan tuannya dibelakang yang sejak tadi termenung.


" Andre.." panggil Miguel menarik diri dari diamnya.


" Iya, ada apa?" sahut Andre cepat karena sejujurnya sejak tadi ia sudah menanti majikannya tuk berbicara seperti biasa.


" Menurutmu.. apakah wanita yang sudah melahirkan itu masih perawan?" tanya Miguel tanpa basa-basi.


" Kurasa wanita tidak perawan lagi setelah melahirkan. Kecuali jika yang dilahirkan bukan anaknya." jawab Andre sesuai pengetahuannya saja.


" Kecuali jika yang dilahirkan bukan anaknya?" kening Miguel mengerut saat mengulang kembali kalimat akhir ucapan asistennya. Dirinya tak bingung sesaat, namun tak lama ia tersadar.


" Berarti maksudnya tidak pernah melahirkan?" tambahnya yang dijawab anggukan cepat oleh Andre.


" Kenapa kau mempertanyakan hal seperti itu, apa terjadi sesuatu?" tanya Andre kemudian.

__ADS_1


" Tidak terjadi apapun. Cepatlah, aku ingin mengurus sesuatu." seru Miguel.


" Ah, dan juga selidiki orang suruhan ayah mertuaku yang datang dua hari lalu dirumah Nyonya Helena." titah Miguel.


" Tapi kau tau.. tidak mudah mencari tau sesuatu yang berkaitan dengan Tuan Dave. Dan kau tau sendirikan bahwa urusan Tuan Dave tidak boleh dicampuri." ucap Andre mengingatkan atasannya.


" Aku tau, tapi ini sangat penting. Lagipula aku tidak memintamu mencari tau dengan cepat." tutur Miguel yang tak menerima alasan apapun.


" Baiklah." jawab Andre memilih mengalah.


⚘️


⚘️


⚘️


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, kini mobil yang dikendarai Andre sudah tiba di pekarangan kediaman keluarga Kwans.


Tanpa berucap sepatah katapun, Miguel buru-buru keluar dari mobilnya dengan wajah yang begitu ditekuk. Andre yang hanya mengamati sejak tadi kini mengernyit, merasa bahwa atasannya sejak tadi memang bertingkah aneh.

__ADS_1


Berjalan gontai memasuki hunian mewah itu, langkah kaki Miguel tertuju pada kamar utama yakni kamarnya sendiri. Tanpa membuang waktu lama, sesampainya didepan kamar ia langsung membuka pintu dan menampilkan wajah datarnya saat mendapati Nauora yang tengah duduk didepan meja rias.


" Kau sudah pulang." seru Nauora beranjak, menghampiri suaminya dengan senyuman lembut.


" Berikan padaku, aku akan menaruhnya di tempat cucian." tambahnya meminta jas hitam yang ditenteng Miguel.


Namun entah mengapa, pria matang itu justru memegang lengan Nauora dengan kuat. Terlihat juga sebuah amarah yang tiba-tiba tercetak diwajahnya.


" Tadi pagi kau terlambat bangun, jadi aku baru sempat menanyakannya sekarang. Siapa orang tua kandung Kidshan?" tanya Miguel tanpa basa-basi, menekankan setiap katanya.


Nauora tertegun dan diam sejenak.


" Apa maksudmu?" tanya Nauora kembali.


" Kau pikir aku bodoh? Bagaimana bisa kau melahirkan Kidshan sementara kau sendiri masih perawan?" Miguel semakin menguatkan pegangan tangannya pada lengan Nauora seraya menatap intens setiap inci wajah cantik wanitanya.


" Apa kau benar-benar gila? Kau bahkan membohongi semua orang. Kenapa, apa karena kau ingin mendapatkan saham perusahaan?" tambahnya.


" Tidak, itu semua karenamu. Aku hanya ingin kau mencapai tujuanmu." jawab Nauora meski hanya bergumam dalam hati saja.

__ADS_1


Mendapati Nauora yang enggan berbicara, Miguel pun segera menghempas kasar tangan istrinya lalu menghela nafas kasar. Sejujurnya ia merasa sangat kesal karena dibohongi istrinya, namun disisi lain dirinya juga merasa bersalah karena selama ini selalu merendahkan Nauora.


" Baiklah, aku tidak akan memberitau siapapun tentang hal ini. Tapi kau harus mencari waktu dan jelaskan padaku semuanya." ucapnya memperingati sang istri dengan sorot mata yang tajam.


__ADS_2