Dunia Asmara

Dunia Asmara
Terkejutnya Viet.


__ADS_3

Mansion Oliveira.


Dikediaman Nixeelin saat ini terlihat Lauren yang tengah berada dikamarnya, sementara Viet berada diruang keluarga, tengah menonton film kesukaannya.


Sepasang suami istri itu kini menghuni kediaman Oliveira, sebab niat Lauren yang sebelumnya ingin menetap dan bersantai dirumah pemberian sahabatnya, tertunda karena penolakan Viet. Entah apa yang dipikirkan suaminya itu, namun pastinya Viet sama sekali tak ingin meninggalkan mansion.


Ceklek.


Cukup lama berada didalam kamar, Lauren akhirnya keluar dari kamar dengan setelan rumahan yang seperti biasa. Berdiri didepan pintu kamar, wanita berambut sebahu itu tampak menoleh ke kanan dan kekiri, mencari keberadaan suaminya yang sejak tadi meninggalkan kamar.


" Kemana dia? Jangan bilang dia pergi kekantor?"


Lauren menghela nafas, ia merasa kesepian sebab tak ada seorangpun dimansion. Terlebih lagi sejak dulu Nixeelin memang tak membiarkan pelayan tuk tinggal dalam, dan hanya datang ketika ingin membersihkan mansion saja.


Merasa bosan seorang diri, Lauren tiba-tiba berinisiatif tuk memasak. Karena kamarnya yang kini sudah berpindah ke lantai satu, ia menjadi lebih bebas. Terlebih kamarnya memiliki akses yang membuatnya lebih dekat pada dapur dan juga kolam renang.


Namun seketika langkah kaki Lauren tertahan saat samar-samar indera pendengarannya menangkap suara tawa suaminya dari arah ruang tengah. Menajamkan pendengarannya, ia semakin yakin bahwa suara itu adalah milik Viet.


" Apa yang dia tonton sampai sebahagia itu?" ucapnya menanyai diri sendiri. Dengan rasa penasaran ia pun segera melangkah menuju ruang tengah.

__ADS_1


Sesampainya diruang tengah, wanita cantik itu menggeleng saat mendapati suaminya yang sedang bersantai disofa dengan menikmati cemilan ringan sembari menonton kartun dilayar tv.


" Wah, aku baru tau kalau ada anak kecil dirumah ini." celetuk Lauren dengan volume suara yang sengaja dibesarkan.


Namun bukannya terganggu, Viet malah semakin asik menonton dengan sesekali tergelak.


" Isshh, dia pura-pura tdk mendengarku." gerutu Lauren dengan suara yang kecil. Merasa diabaikan ia akhirnya hendak pergi, namun tiba-tiba berbalik lagi saat teringat sesuatu.


" Yakk, Nixeelin mengundang kita berdua." ucap Lauren ketus, menatap suaminya dengan tatapan kesal.


Mendengar nama sepupunya disebut, Viet sontak bereaksi, menoleh dan menatap nanar pada istrinya.


" Hu'um.. katanya sejak tadi dia menelfonmu tapi kau tidak menjawabnya. Itu sebabnya dia hanya memberitauku saja." terang Lauren.


" Untuk apa Xeelin mengundang kita?" tanya Viet yang tak tahu menahu.


" Sebenarnya bukan Xeelin, ya. Tapi Tuan Dave yang langsung mengundang untuk acara perjamuan karena dia akan mendapatkan cucu lagi." jelas Lauren.


" Cucu?" Viet semakin dibuat bingung, ia menanti sebuah jawaban dari wanita cantik yang berdiri tak jauh darinya.

__ADS_1


" Aish, kau itu bodoh sekali. Lambat menangkap sinyal. Xeelin hamil, jadi ayah mertuanya akan mengadakan perjamuan. Kau mengerti?" cerocos Lauren dengan cepat.


" Apa!"


Pernyataan yang didengar Viet sukses membuatnya begitu terkejut. Ia terperanga dan dari ekspresi wajah ia seakan menolak kenyataan.


" Bagaimana bisa dia hamil. Pernikahannya baru kemarin." tambahnya dengan mode terkejut.


" Itu bisa saja, apalagi mereka sudah lama berkencan tapi merahasiakannya." celetuk Lauren santai.


" Tidak, ada yang salah." ucap Viet dengan suara yang kecil, namun masih dapat didengar Lauren.


" Apa yang salah?" tanya Lauren penasaran, namun Viet justru mengabaikannya.


" Xeelin baru dekat dengan Davis. Mustahil Xeelin mau tidur dengan pria asing. Pasti dia menyembunyikan sesuatu." gumam Viet dalam hati karena dirinya jelas mengenal baik bagaimana sosok Nixeelin yang bukan hanya sebagai atasannya melainkan sepupunya juga. Tanpa berucap sepatah katapun Viet segera meletakkan cemilannya diatas meja, dan beranjak dari duduknya. Ia lalu pergi meninggalkan istrinya begitu saja.


" Yakk, kau tidak mematikan tv nya?" teriak Lauren.


" Kau saja yang matikan." seru Viet setengah berteriak tanpa menoleh kebelakang.

__ADS_1


" Aish, dia menyebalkan sekali." Lauren menggurutu, meski begitu ia tetap mematikan tv lalu meninggalkan ruang tengah.


__ADS_2