Dunia Asmara

Dunia Asmara
Permintaan Nauora.


__ADS_3

" Aish, apa kau tuli?"


Kali ini Tyler benar-benar dibuat kesal. Ia mendelik tajam pada Tuan Wilder, kesabarannya telah sampai diambang batas.


" Aku sudah bosan mendengarmu. Sejak dua tahun aku diam-diam membantumu memecahkan kasusmu dipengadilan. Kau sudah mendapatkan semuanya! Jabatan tinggi, gaji tinggi, semua orang suka padamu dan mereka semua memujimu. Apa tidak cukup? Apa kau ingin terus dibantu, tidak mau berusaha sendiri?"


Serentetan omelan beruntun meluncur dari bibir Tyler membuat Tuan Wilder tersentak.


" Dengarkan aku, jika kau masih menggangguku.. aku akan memberitahu semua orang kalau akulah yang membantumu selama ini." ancam Tyler menutup pembicaraan.


Tuan Wilder seketika bungkam. Ia tak berani bersuara lagi karena memang Tyler berada dibalik kesuksesannya beberapa tahun ini.


" Pergilah, aku akan kedatangan klien baru." usir Tyler tanpa menatap lawan bicaranya.


Menghela nafas, Tuan Wilder mau tak mau segera beranjak dan meninggalkan cafe itu.


***


Selang beberapa saat setelah perginya Tuan Wilder, tampak seorang wanita dewasa menghampiri Tyler. Wanita yang berpakaian serba hitam dengan kacamata hitam dan juga masker hitam.


Wanita berambut cokelat itu segera duduk dikursi yang berhadapan dengan Tyler meski tanpa diminta oleh anak remaja itu.


Tanpa melepas kacamata dan masker hitamnya, ia mengamati wajah Tyler dengan sangat intens. Wajah tirus, alis tebal, hidung yang proporsional serta bibir kecil nan tipis membuat pria remaja itu terlihat bak manekin didalam kaca. Terlebih lagi Tyler memiliki tinggi tubuh yang ideal dengan bahu yang tegak.


Terasa hening sesaat, wanita dewasa itu tak bersuara begitu juga dengan Tyler yang tampak sibuk. Namun tak berangsur lama Tyler menyudahi kegiatannya, ia menggeser laptop lalu melempar tatapan pada wanita dihadapannya.


" Nona Nauora kau bisa membuka masker dan kacamatamu. Tidak akan ada yang mengambil gambarmu karena ditempat ini dilarang foto." tutur Tyler datar.

__ADS_1


" Kau tau aku?" tanya wanita itu.


" Kau bertanya pada seorang hacker?" Tyler melempar tanya balik.


" Ah, benar juga."


Wanita itu lalu segera melepas masker dan kacamata hitamnya.


" Aku belum memperkenalkan diri secara resmi. Kenalkan, aku Nauora Kwans." ucapnya mengulurkan tangan.


Tyler terdiam sejenak, memandang tangan wanita didepannya, dan tak lama ia menjabat tangan Nauora.


" Tyler Jhon." ucapnya.


" Aku melihatmu diberita harian. Kemarin kau menerima penghargaan sebagai peretas muda terbaik." tutur Nauora memulai obrolan.


" Ah, baiklah.. sepertinya kau tidak suka membuang-buang waktu. Oke, kita masuk ke intinya. Aku ingin kau menangkap tikus didalam labirin." terang Nauora dengan lantang.


" Kau ingin membayarku berapa?"


Alih-alih menanyakan secara detail pekerjaanya, Tyler justru langsung membahas perihal bayarannya.


" Wah, kau sepertinya tertarik dengan uang." ujar Nauora tersenyum tipis.


" Kau tidak perlu khawatir tentang bayarannya. Aku punya banyak saham, jadi kau tenang saja." tambahnya dengan angkuh.


" Baiklah, apa yang harus kulakukan."

__ADS_1


" Suamiku sedang mencari pelaku pembunuhan Ibu dan adik tiriku. Aku ingin lebih dulu menemukan pelakunya." jelas Nauora


Ya, beberapa hari yang lalu sebelum berlibur dipulau, Nauora sejujurnya menguping pembicaraan Miguel dan Andre diruang kerja. Ia merasa penasaran dan juga tak tenang karena hari itu nama asisten kesayangannya berulang kali disebut.


" Untuk menemukan pelakunya, kau harus melakukan sesuatu." tambah Nauora.


" Apa itu?" tanya Tyler penasaran.


" Kau harus menjelajah di dalam labirin." ucap Nauora.


" Wah, sepertinya menarik. Katakan, apa yang harus kutemukan didalam labirin?" tanya Tyler lagi.


" Cih, dasar anak kecil. Kau tidak sabaran sekali." Nauora tersenyum tipis seraya menatap intens wajah tampan pemuda didepannya.


" Aish, aku benci sekali orang yang memanggilku seperti itu." gerutu Tyler menghela nafas kasar.


" Lucu sekali, kau anak kecil tapi tidak suka dipanggil anak kecil." tukas Nauora dengan senyumnya.


" Sepertinya kau tidak serius membutuhkan bantuanku. Kalau begitu sebaiknya aku pergi saja." pungkas Tyler hendak beranjak namun menahan diri saat mendengar ucapan Nauora.


" Datanglah ke mansion."


" Mansion?" Tyler mengernyit, sementara Nauora mengangguk cepat.


" Suatu hal penting ingin kusampaikan, tapi tidak disini. Jadi datanglah ke mansion." pinta Nauora.


" Oke." ucap Tyler cepat, menyanggupi permintaan wanita cantik didepannya.

__ADS_1


" Aku tunggu jam tujuh malam." tambah Nauora mengakhiri perbincangannya bersama remaja SMA itu. Setelahnya ia segera beranjak, dan pergi begitu saja.


__ADS_2