
" Wah, sepertinya cukup berbahaya." tukas Tyler dengan cepat.
" Aku hanya seekor tupai, tapi harus melawan singa dan harimau. Bukankah itu terlalu berbahaya? Jadi setelah kupikir lagi, kurasa aku harus mendapatkan harga yang setimpal." tambahnya dengan seutas senyum diwajah yang semakin membuatnya terlihat tampan.
" Kau menarik sekali, masih kecil tapi sudah pintar berbisnis." seru Nauora ikut tersenyum.
" Baiklah, bagaimana jika tiga kali lipat dari bayaranmu biasa." tawar Nauora serius.
Sementara Tyler terdiam sesaat, tampak berfikir sejenak. Dia tengah mempertimbangkan tawaran dari wanita dewasa didepannya.
" Sepertinya masih terlalu kecil, yah! Bagaimana jika aku menambahnya lagi.. dengan properti?" tutur Nauora saat melihat Tyler yang hanya diam saja.
" Properti?" kening Tyler mengerut, ia menautkan kedua alisnya seraya menatap intens wajah cantik Nauora.
" Iya, aku punya pulau diluar kota, kau bisa mengambil salah satu villa nya." terang Nauora.
Mendengar penjelasan wanita dewasa didepannya, Tyler sontak tersenyum. Seutas senyuman tipis kini masih menghiasi wajahnya yang kecil.
" Wah.." Tyler tampak antusias, reaksinya bahkan membuat Nauora menyeringai tipis.
__ADS_1
" Terlalu sedikit, aku tidak mau!" ucap Tyler dengan enteng.
" Hah?" Nauora terbeliak, ia menatap tak percaya pada anak remaja didepannya. Bagaimana tidak, semua yang ia tawarkan menurutnya sudah lebih dari cukup namun tak disangka rupanya Tyler justru menganggapnya sedikit.
" Kau masih kecil tapi sudah mencintai uang." sinisnya merasa kesal.
" Baiklah, sepertinya pembicaraan kita sudah selesai. Aku akan pergi." ujar Tyler kemudian beranjak dari duduknya.
" Yeah, kau tidak bisa pergi begitu saja. Berapa harga yang harus aku bayar untuk jasamu. Katakan sekarang, jika aku bisa membayarmu, kerjasama kita berlanjut, tapi jika tidak batalkan saja. Lagipula aku tidak tau kinerjamu, bagaimana jika aku membayarmu dengan mahal lalu hasilnya buruk." pungkas Nauora menekankan katanya.
" Berapa ya?" Tyler terdiam, remaja itu kembali berfikir.
" Apa katamu?" Nauora sontak tercengang, menatap tak percaya pada anak remaja didepannya.
" Kenapa, lagipula suamimu tidak menyukaimu. Dia bahkan tidak menganggap pernikahan kalian, lalu apa yang harus dipertahankan." celetuk Tyler.
Tyler tentu tahu keadaan rumah tangga Nauora, sebab diam-diam dirinya meretas informasi yang telah disembunyikan Nauora dengan baik.
" Yakk, aku sudah punya suami dan kau berani mengatakan hal seperti itu?" omel Nauora meninggikan volume suaranya.
__ADS_1
Hahaha..
" Aku hanya bercanda." seloroh Tyler tertawa kecil, tak merasa bersalah telah membuat wanita dewasa didepannya kesal.
" Aish.. kau baru awal sudah membuatku marah, bagaimana kalau nanti?" cerocos Nauora dengan wajah ditekuk.
" Baiklah, kau tidak perlu marah. Aku akan mencari pelakunya. Tapi tunggu bulan depan, aku ingin keluar negeri dulu." tutur Tyler santai.
" Untuk apa? Kenapa lama sekali." Nauora penasaran, dia menatap intens remaja didepannya.
" Aku sibuk. Banyak kompetisi yang kuikuti bulan ini, jadi aku tidak bisa masuk didalam labirin itu." jawab Tyler seadanya.
" Oke, kalau begitu berapa harga yang harus ku bayar?" tanya Nauora lagi.
" Hummm..." Tyler memutar bola mata, ia tampak berfikir sejenak.
" Nanti saja bahas hal itu. Aku pulang dulu, Ayah dan Ibuku pasti sudah menungguku dirumah." ujar Tyler, setelahnya ia segera berlalu begitu saja.
" Aish, anak itu..." Nauora menghela nafas sembari menatap punggung Tyler yang perlahan menghilang dibalik pintu.
__ADS_1