Dunia Asmara

Dunia Asmara
Tyler Jhon.


__ADS_3

Liburan dipulau telah usai dan kini semua telah kembali ke kota. Memasuki waktu siang, dan mereka semua baru tiba dikota. Miguel bersama Andre tak langsung pulang ke mansion dan memilih berpisah arah karena keduanya harus ke kantor, menyelesaikan beberapa pekerjaan yang sempat tertunda.


Begitu pun dengan Davis dan Ishal, juga Nixeelin karena memang wanita cantik itu tak pernah mengunjungi lagi perusahaannya setelah pernikahannya beberapa waktu lalu.


Hingga kini hanya Nauora yang kembali ke mansion dengan tentunya ditemani oleh Ciko dan Kinaya yang bersama baby Kidshan.


Sesampainya dimansion, Nauora buru-buru keluar dari mobil. Dan tanpa berbicara sepatah katapun pada asistennya, ia menaiki mobil pribadinya.


" Nyonya, anda ingin pergi kemana? Biar aku yang antar." ujar Ciko menghampiri mobil atasannya.


" Tidak perlu, kau urus saja yang lain. Aku sudah terlambat." tolak Nauora dengan tersenyum. Setelahnya ia segera mengemudikan mobil.


Ciko hanya mampu menatap dalam diam, menyaksikan mobil pribadi majikannya yang perlahan menjauh dan meninggalkan pekarangan mansion Kwans.


⚘️

__ADS_1


⚘️


⚘️


Amaish Cafe.


Disebuah cafe bergaya monokrom, cafe kecil yang terpencil didalam gang. Jauh dari kebisingan jalan raya, membuat sebagian orang menyukai tempat itu untuk membahas suatu hal penting seperti yang paling umum adalah bisnis.


Tampak kini pria matang dengan setelan kantor yang begitu rapi, duduk disalah satu meja bersama seorang remaja laki-laki yang masih mengenakan seragam sekolah menengah atas.


Namun saat ini harga diri pria dewasa itu runtuh didepan seorang remaja SMA. Bagaimana tidak, sejak tadi dirinya berusaha membujuk anak lelaki itu untuk bekerja sama dengannya sebab kali ini kasus yang ia tangani cukup sulit.


Dirinya juga tak asal mengajak, ia memiliki alasan mengapa harus meminta remaja itu untuk membantunya.


" Yakk, sampai kapan kau akan bersikap seperti ini? Kau benar-benar tidak mengasihani orang yang lebih tua darimu?" tutur Tuan Wilder dengan wajah memelas.

__ADS_1


Sementara remaja bernama lengkap Tyler Jhon itu tak bergeming dan hanya sibuk berkutat didepan layar laptopnya. Jemari kecilnya yang putih nan halus tampak aktif berselancar diatas keyboard.


Dikenal sebagai siswa paling cerdas disekolahnya, sebab ia memiliki IQ yang sangat tinggi yakni 199. Tak hanya itu, ia juga telah menjuarai kompetisi peretas tingkat internasional. Itu sebabnya, ia banyak diburu oleh konglomerat tuk memecahkan suatu masalah.


" Wah, hanya karena kau pintar bukan berarti kau bisa seenaknya padaku."


Kembali Tuan Wilder berbicara namun Tyler justru mengabaikannya.


" Aish, kau benar-benar tidak punya sopan santun? Aku sedang bicara padamu, kenapa matamu malah melihat layar laptop. Kau tidak menganggap aku ada? Apa kau benar-benar tidak mau membantuku? Aku janji, ini adalah yang terakhir, aku juga akan membayarmu dua kali lipat dari sebelumnya. Ayolah, pertimbangkan lagi."


Setelah Tuan Wilder panjang lebar berbicara, tak lama helaan nafas kasar terdengar dari bibir tipis Tyler. Pria remaja berdarah Inggris itu mulai tampak kesal karena sejak tadi dirinya hanya mendengar ocehan Tuan Wilder.


" Berhentilah." ucapnya dengan wajah datar nan aura dingin yang mendominasi, semakin membuatnya terlihat sangat gagah.


" Ayolah, pikirkan lagi." bujuk Tuan Wilder lagi yang tak ingin mundur.

__ADS_1


" Aish, kau tuli?"


__ADS_2