Dunia Asmara

Dunia Asmara
Salah ucap.


__ADS_3

" Itu.. " Davis bingung, dia tak tau harus menjawab apa.


" Baiklah, ini bagus. Aku akan bersiap dan ikut nonton bersamamu." Nixeelin tampak antusias. Ia berlalu dengan senyum semringah.


" Apa yang ingin kau lakukan?" seketika Davis bersuara, ia menoleh pada istrinya.


" Kenapa kau bertanya, aku akan berpakaian dan ikut nonton denganmu. Ah, aku memang tidak suka menonton, tapi aku lupa mengatakan ini kepadamu.. jika filmnya adalah film kesukaanku, aku pasti akan suka." terang Nixeelin dengan polos.


" Ah, kurasa kau salah paham. Aku memang membeli dua tiket tapi satunya bukan untukmu. Aku membelinya dua agar bisa menonton dua kali. Karena satu tayangan itu tidak membuatku puas, harus dua kali penayangan." ujar Davis dengan enteng. Namun seketika ia tersadar, menggigit bibir bawahnya.


" Sial, kenapa aku mengatakan itu. Aish, dia bisa salah paham." umpat Davis dalam hati, merutuki kebodohannya sendiri.


" Heh?" seketika semangat Nixeelin mengendur. Wajahnya memerah menahan malu didepan sang suami.


" Tunggu, bukankah dibioskop tidak ada penayangan dua kali?" tanya Nixeelin bingung.


" Ah.. itu.." Davis berfikir sejenak seraya menggigit bibir bawahnya.


" Aku akan membayar mereka dan memintanya menayangkan film dua kali." lanjutnya.


" Baiklah." ujar Nixeelin, buru-buru ia masuk kedalam walk in closet.

__ADS_1


Didalam walk in closet, wanita hamil itu tengah meredam rasa malunya. Ia berdiri didepan cermin besar, seraya menangkup wajah cantiknya.


" Aish, aku tidak pernah melihat orang seperti dia. Menonton dua kali? Miliader saja tidak pernah seperti itu. Apa dia sudah kelebihan waktu sampai-sampai ingin menonton film empat jam."


Nixeelin menggerutu sembari memilih pakaiannya didalam lemari kaca.


****


Selang beberapa saat, Nixeelin kini sudah siap dengan setelannya yang rapi. Dengan mengenakan dress berwarna mocha serta heels dua senti. Keluar dari ruang walk in closet, wanita berambut cokelat itu mengernyit saat mendapati suaminya yang masih berada didalam kamar.


" Kau belum pergi?" tanya Nixeelin menatap nanar pada suaminya.


" Oh.."


Nixeelin menanggapi dengan santai, ia lalu segera meraih tasnya diatas meja rias. Tak lupa mengambil jas overcoat miliknya yang tergeletak disisi ranjang.


" Ah, aku lupa sesuatu." serunya menahan langkah kaki.



" Aku lihat kemeja dan dasimu dilemari berkurang. Kemana semua?" tanyanya kemudian.

__ADS_1


" Mungkin kepala pelayan sudah membawanya pergi." jawab Davis setelah terdiam sejenak.


" Kemana?" Nixeelin mengernyit bingung.


" Dia pasti sudah membagikannya diluar sana." jawab Davis lagi.


Ya, Davis memang sudah meminta pada Bu Jung— kepala pelayan, disetiap tahun untuk mengeluarkan pakaian lama dari dalam lemarinya, dan menggantinya dengan yang baru. Sedangkan untuk pakaian lama itu, Davis memutuskan untuk membagikannya pada orang yang membutuhkan.


" Kalau begitu beli kemeja dan dasi yang cocok denganmu karena yang kemarin pilihanmu tidak terlalu bagus." seru Nixeelin, sedangkan Davis hanya menyimak sembari mengamati istrinya.



" Humm.. baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu." tukas Nixeelin kemudian segera berlalu dari hadapan suaminya.


⚘️⚘️⚘️


Disatu sisi tampak Nauora saat ini yang tengah berada diruang baca, tempat privasi yang membuatnya nyaman tuk membahas suatu hal penting.


Ditemani oleh Tyler, keduanya kembali melanjutkan perbincangan siang tadi.


" Seperti yang kukatakan sebelumnya, kau harus masuk kedalam labirin. Tapi didalam labirin itu ada singa dan harimau, kau tidak boleh bertemu dengan keduanya. Tapi mereka punya sesuatu yang berharga, jadi tugasmu adalah kau harus mencuri hal berharga itu dari singa dan harimau." terang Nauora panjang lebar.

__ADS_1


__ADS_2