Dunia Asmara

Dunia Asmara
Omelan Ishal.


__ADS_3

Diruang makan saat ini tampak ramai. Kinaya yang notabene adalah pengasuh, kini berganti profesi dengan menjadi koki sehari sebab koki yang biasa memasak di villa Kwans tak bisa datang karena terjebak hujan badai. Gadis cantik itu sedang menyiapkan sarapan untuk semua orang, sedangkan baby Kidshan tengah duduk dipangkuan Ishal dimeja makan.


Selesai memasak, Kinaya segera menyajikan masakannya diatas meja. "Selamat menikmati."


" Terima kasih, Kinaya. Ikutlah makan bersama kami." ucap Davis.


" Ah, dimana kakak iparmu Xeelin? Sejak tadi aku tidak melihatnya." tanya Lauren ditengah-tengah kegiatan sarapan yang sedang berlangsung.


" Kami disini." sahut Miguel yang tiba-tiba muncul dibalik pintu ruang makan dengan Nauora yang mengekor dibelakangnya. Keduanya segera mendekat ke meja makan, duduk berhadapan dengan Davis dan Nixeelin.


" Kalian tidak dapat makanan karena terlambat." celetuk Davis bercanda.


" Cih.." sinis Nauora pada adiknya, dan tanpa sengaja ia bertatap muka dengan Nixeelin. Melihat wajah wanita disamping adiknya seketika membuat Nauora kembali teringat lagi pada kejadian itu.


" Rupanya kau wanita itu! Kau wanita yang dicintai suamiku, dan wanita yang dilindungi suamiku."


" Ada apa?" Nixeelin merasa heran pada tatapan kakak iparnya yang tak seperti biasa.


" Tidak.." jawab Nauora menampilkan senyum terbaiknya. Ia lalu segera menyantap sarapan paginya.

__ADS_1


⚘️


⚘️


⚘️


Tak terasa hari sudah sore, namun hujan masih tak kunjung reda. Semua penghuni villa sudah merasa bosan, seharian terkurung didalam ruangan.


Jika yang lainnya memilih berdiam diri didalam kamar masing-masing berbeda pula dengan Davis karena ia justru menghabiskan waktunya didalam ruang gym dengan tentunya ditemani oleh asistennya.


" Tuan, pernikahan anda sudah tiga bulan." ujar Ishal tiba-tiba.


" Lalu?" tanya Davis tampak biasa saja.


" Bagaimana apanya, tidak terjadi apa-apa." jawab Davis santai.


" Apa!"


Jawaban Davis sukses menghentikan kegiatan Ishal. Asisten cakap itu melempar tatapan pada majikannya.

__ADS_1


" Kenapa kau menatapku seperti itu?" Davis juga menghentikan kegiatan gym nya.


" Wah, kau benar-benar payah." gerutu Ishal pada majikannya tanpa embel-embel.


" Heh? Ada apa denganmu. Aku yang punya istri kenapa kau yang marah." tukas Davis tak mau kalah.


" Yeah, dengarkan aku. Bukankah kau menikahinya karena mencintainya? Jika kau seperti ini terus, bagaimana dia akan mencintaimu balik. Kau harusnya lebih memperhatikan pernikahanmu, jangan bekerja terus. Aku sekertaris sekaligus asistenmu, jadi serahkan pekerjaanmu padaku. Kau fokus saja pada istrimu dulu. Pernikahan kalian masih seumur jagung, kau mau bercerai dan menjadi duda diusia muda?"


Serentetan omelan setajam pisau meluncur dari bibir Ishal membuat atasannya seketika menciut, tak dapat berkutik.


" Kenapa aku harus bercerai?" tanya Davis pelan.


" Aish, bukan kau! Tapi istrimu, dia akan menceraikanmu kalau kau hanya sibuk bekerja dan tidak memperhatikannya. Kau tau.. wanita itu butuh kasih sayang. Jangan sampai istrimu disayang orang lain dan dia meninggalkanmu." jelas Ishal menggebu-gebu.


" Benarkah?" Davis seketika down.


" Kau tidak ingin sampai bercerai kan?" tanya Ishal yang dijawab anggukan cepat oleh Davis.


" Kalau begitu aku akan membantumu. Ikuti instruksiku." seru Ishal sementara Davis siap mendengarkan.

__ADS_1


" Wanita itu suka kejujuran, jadi kau harus selalu jujur. Kau harus selalu membuatnya nyaman dengan tidak melakukan hal yang tidak disukainya." tutur Ishal.


Davis mengangguk setelah mencerna kata-kata asistennya.


__ADS_2