Dunia Asmara

Dunia Asmara
Pertentangan Nauora dan Nixeelin.


__ADS_3

Nixeelin terkejut mendengar penuturan Nauora, namun ia tetap terlihat santai.


" Benar, kau wanita itu." lanjut Nauora saat mendapati Nixeelin yang tak kunjung bersuara.


" Ada apa ini? Apa dia tau aku mengandung bayi suaminya?"


" Aku tau kau tidak suka dengan apa yang akan kukatakan, tapi sebaiknya jangan menikah dengan adikku." tutur Nauora menekankan setiap katanya.


Mendengar penuturan Nauora, Nixeelin mengernyit. Kening mengerut, ia tampak bingung dengan arah pembicaraan wanita cantik dihadapannya." Apa maksudmu?"


" Kau tidak perlu berpura-pura. Dokter dan perawat dirumah sakit ini sudah tau kalau kau dan Davis akan menikah." ujar Nauora dengan nada tak suka.


" Apa?" Nixeelin terkejut karena ia memang tak tau menahu perihal rumor kencan dirinya dan Davis.


" Urung niatmu untuk menikah dengan adikku." ucap Nauora serius, menampilkan raut wajah tak senang.


Mendengar itu Nixeelin seketika merasa kesal. Dan entah mengapa dirinya tiba-tiba teringat pada kalimat penolakan Miguel beberapa hari yang lalu dicafe. Rasa sakit itupun seketika kembali mengetuk relung hatinya.

__ADS_1


" Ah, maaf tapi kurasa aku tidak pernah memintamu menjadi sutradara untuk mengatur hidupku." seru Nixeelin santai.


" Kurang ajar." ucap Nauora sontak merasa kesal. Namun Nixeelin justru mengabaikannya.


" Aku mendengarnya.." ucap Nauora tiba-tiba. Ia menjeda sesaat apa yang hendak dikatakannya. Sedangkan Nixeelin yang hendak berlalu kini menahan langkah kakinya.


" Mendengar apa?" Nixeelin mengukir senyumnya, ia menoleh pada wanita dewasa disampingnya.


" Davis.. dia mengumumkannya dirumah. Didepan ayah dan suamiku bahwa dia akan menikahimu." jelas Nauora melanjutkan ucapannya.


Nixeelin tertegun, ekspresi wajahnya pun seketika berubah.


" Kau tau.. Davis adalah saudariku satu-satunya. Meskipun kami terkadang memiliki konflik, tapi aku selalu menyayanginya. Bagiku dia masih adikku yang tidak tau apapun. Dia hanya adik laki-lakiku yang selalu memiliki rasa belas kasih pada siapapun dan selalu menolong orang-orang. Untuk itu.. aku ingin kau mempertimbangkan lagi untuk menikah bersamanya." tutur Nauora panjang lebar.


Nixeelin mengernyit setelah mendengar penuturan Nauora. "Apa maksudmu sebenarnya?"


" Maksudku adalah.. kau adalah wanita mandiri. Kau adalah wanita yang sudah punya segalanya dan bisa melakukan segalanya dengan sendiri tanpa bantuan orang lain. Sedangkan adikku, dia seperti sekarang hanya karena ayahku, bukan karena dia hebat. Jadi kumohon.. jika kau ingin menikah bersamanya, menikahlah tanpa melihat siapa dia dan siapa keluarganya." jelas Nauora dengan tegas.

__ADS_1


Mendengar pernyataan Nauora, Nixeelin sontak tersenyum getir. Ia lalu memalingkan wajahnya setelah mengamati dengan seksama raut wajah datar wanita didepannya.


" Apa maksudmu.. kau menyuruhku untuk tidak menikah dengan adikmu karena dia anak bungsu dari presiden?" Nixeelin mendelik tajam pada Nauora, diwajahnya ia menunjukkan ketidaksukaannya atas perkataan Nauora barusan.


" Iya. Aku tidak ingin dia menikah begitu saja denganmu karena dia baru mengenalmu, dan kalian bahkan belum pernah berkencan. Kalian belum pernah mengalami konflik bersama dan berarti kalian juga pasti belum tau menyelesaikan konflik dengan baik dalam rumah tangga." oceh Nauora, mengeluarkan semua yang terpendam didalam hatinya.


" Ternyata kau hanya khawatir dengan jalan rumah tangga kami nanti? Kenapa, apa rumah tanggamu tidak berjalan baik hingga kau mengambil patokan itu untuk adikmu yang juga tiba-tiba ingin menikah?" Nixeelin tak ingin kalah, ia menekankan setiap katanya.


Nauora tersentak mendengar penuturan Nixeelin. Ia seketika bungkam, tak bisa berucap walau hanya sepatah dua kata.


" Jaga ucapan anda, Nona." seru pria gagah yang tak lain adalah Ciko. Ia yang sejak tadi berdiri dibelakang Nauora dan memilih diam menyimak pembicaraan majikannya, ikut bersuara saat merasa Nauora terpojok.


Pria yang mengenakan setelan serba hitam itu menatap tajam pada Nixeelin.


" Jangan ikut campur, Ciko." bentak Nauora.


Ciko terdiam, ia lalu mundur selangkah saat mendengar ucapan Nyonya nya. Sementara Nixeelin, wanita cantik itu menghela nafas.

__ADS_1


" Maafkan aku.. tapi aku akan tetap menikah dengan adikmu. Kami saling mencintai, dan kami sudah berkencan cukup lama hanya saja kami memilih merahasiakannya." dusta Nixeelin dan segera berlalu meninggalkan Nauora.


__ADS_2