Dunia Baru Untuk Pembaca

Dunia Baru Untuk Pembaca
Persiapan


__ADS_3

"Yunhwa apa kau sudah selesai mandi?"


Yunhoo masuk ke kamar lesuh nya membawa beberapa belanjaan yang telah ia beli.


"A-anu kak apakah ini cocok?"


Yunhwa menggunakan pakaian sweater dan celana pendek saya.


Dengan malu malu dia berdiri dan memalingkan wajah nya.


'Hahaha bocah seperti nya cukup cantik juga'


"Sudahlah kita harus pergi, ini pakaian yang sudah ku beli pakailah."


"Baik!"


Yunhwa mengambil pakaian itu berlari ke Kamar mandi dan mengganti pakaiannya.


'Sekarang apa yang harus ku lakukan? Skenario Selanjutnya di Mulai dalam 2 hari lagi'


'Ini sedikit mengagetkan saya dengan naiknya waktu skenario selanjutnya'


'Apakah ada sesuatu yang akan terjadi selama skenario?'


'Tidak…, tapi mungkin saja itu memang membutuhkan waktu untuk skenario selanjutnya bukan?'


Untuk berpikir positif adalah hal yang baik tapi itu juga membuat pikiran saya tidak tenang.


Yunhoo menghela nafas dan berdiri.


"Kakak, aku sudah selesai"


Yunhoo menatap Yunhwa yang berpenampilan baru dengan baju indah nya.


'Ah… apakah anak muda biasanya secantik ini?'


Yunhoo berjalan dan memasuki kamar mandi.


....


"Kakak kita akan kemana?"


"Aku sedang memikirkan nya."


"Ah!…"


Yunhwa berjalan dengan wajah cemberut nya.


"Ah yunhwa aku ingin menanyakan sesuatu , kemana serigala mu pergi?"


"Itu aku menyembunyikan nya di bawah bayangan ku"


"Ah?!, apakah penjinak juga memiliki kemampuan itu?"


"Aku tidak tahu tapi aku hanya menyuruh serigala itu bersembunyi dan mereka bersembunyi di bawah bayangan ku"


"Ah begitu aku tak berpikir mereka dapat bersembunyi."


Yunhoo berjalan dengan santai di sekitar kota dan berbicara dengan Yunhwa.


"Kakak itu dia orang nya, "


"Ya hyung, dia orang nya. Dia yang memukul dan mengambil dompet kita."


Yunhoo menatap ke depan melihat sekerumpulan orang.


Beberapa orang yang melihat itu menghindar dan memperhatikan dari jauh.


"Apa itu? Apa anak muda itu ada urusan dengan preman? Apa mereka player?"


"Tidak kita tidak tahu"


"Hei kau! Mengapa kau menyakiti orang orang ku brengsek?!"


"Hah? Kau siapa?"


"Kakak , apa kakak membuat masalah dengan orang-orang ini?"


'Ah … ya aku hanya mencuri dompet mereka'


Yunhoo tersenyum dan berbicara.


"Tidak"


"Hei kau brengsek! Sepertinya kau butuh pelajaran"


"Serang mereka"


"Ah, dan jangan sakiti wanita itu, dia tampak cantik"


Beberapa preman itu tersenyum dan berjalan .


'Hah… apakah polisi semakin bodoh dan membiarkan preman seperti ini berkeliaran di kota?'


Yunhoo berjalan dengan santai menaruh kedua tangan nya di kantong celana nya.


Yunhoo berdiri tepat di depan pria itu.


Yunhoo mengangkat kaki kanan nya setinggi kepala nya dan menendang kepala orang itu kebawah tanah.


Yunhoo bergerak menundukan kepala nya dan menendang salah satu kepala preman itu lagi.


Itu membuat badan yunhoo berputar dan membuat tendangan demi tendangan.


Yunhoo bergerak ke salah satu preman dan mengangkat setengah kaki nya.


Kaki nya bergerak cepat ke atas dan turun di tempat pertama ia berdiri.


Gerakan itu sangat cepat hingga tidak bisa di ikuti.


Preman itu pingsan dan semua nya tergeletak di tanah dengan wajah yang bonyok.


"H-hyungg! Bajingan itu!"


"Sial orang macam apa yang kau buat seperti ini? Dia sangat kuat brengsek!"

__ADS_1


Yunhoo berjalan ke arah pemimpin nya dan berdiri tegak menatap ke bawah seperti menatap bawahan.


"Apa kau punya duit?"


"Ya-ya, aku punya"


"Ini"


Yunhoo mengambil dompet orang itu yang berisi dengan uang yang sangat bamyak.


"Berapa pin nya?"


"12537"


"Oke, lain kali ku harap kalian tidak datang ke arah ku dengan penuh kebencian"


Yunhoo dan Yunhwa berjalan melewati preman itu .


"H-hyung apa hyung tidak apa apa?"


"Hyung, maafkan aku "


Pemimpin itu terdiam dan menatap anggota nya yang dia anggap seperti adiknya.


"Tidak, tidak masalah aku sungguh penasaran, bagaimana bisa anak seumuran dia sangat kuat dalam berkelahi."


Pemandangan itu semua terlihat oleh banyak orang dan beberapa orang yang merekam kaget dan beberapa orang lagi terkejut dengan kekuatan itu.


….


"Kakak apa kakak tidak ingin makan sesuatu?"


"Kau ingin makan?"


"Hm kau boleh beli yang kau mau, aku akan menunggu di sini, ini duit nya"


"Apa tidak apa apa menggunakan uang ini? "


"Kau tidak tahu, tapi dunia itu tidak semudah yang kau lihat Yunhwa"


"Biarlah dan belilah , anggap saja itu duit kita "


"Baik kakak."


Yunhwa pergi dan meninggalkan Yunhwa sendirian di tengah Kota.


"Dia anak yang baik dan gampang beradaptasi"


"Aku penasaran seperti apa anak itu di masa depan."


Yunhoo berjalan dengan santai memutari dan berkeliling kota.


...


Seorang pria dengan kemeja dan jaz keluar dari mobil dan segera membukakan pintu belakang mobil.


"Apa di sini orang yang tadi?"


"Ya direktur, orang itu ada di sekitar sini"


"Apa? Tapi direktur!"


"Tidak apa -apa luka ku sudah cukup sembuh"


Pria tua itu berjalan merapikan jaz nya dan pergi.


….


"Kakak aku membelikan kakak es krim!"


Yunhwa datang dengan es krim besar di tangan nya.


"E-eh, bukankah ini kebanyakan Yunhwa?"


"Tidak apa apa! Aku akan membantu kakak!"


Yunhoo melihat Yunhwa yang sangat Gembira dan mengambil Sendok kecil.


"Mari makan."


Yunhoo dan Yunhwa memakan Es Krim itu bersamaan dan tersenyum


'Tidak buruk, perasaan ini sangat menyenangkan'


Yunhoo dan Yunhwa Melanjugkan makan es krim itu dan Tertawa Seperti kakak dan adik Kandung.


"Maaf apa aku mengganggu kalian?"


Ah Dilsae datang menghampiri Yunhoo dan Yunhwa.


"Siapa kau?"


"Hahaha begitu, aku ingin berbicara empat mata dengan Anda apa Anda memiliki waktu?"


"Tidak aku sibuk."


Yunhoo terus melanjutkan memakan es krim .


"Tapi ku lihat Anda tidak terlalu sibuk"


"Kakak , apa kakak mengenal orang ini? Apa dia juga bagian dari preman itu?"


"Tidak aku bukan bagian dari preman"


Ah Dilsae menjawab dengan senyuman dan masih berdiri di tempat yang sama.


"Hah, apa yang kau mau pak tua? Bukankah aku sudah bilang untuk mentransfer duit itu."


"Aku akan berbicara dengan Anda di tempat yang berbeda."


"Hah… baiklah waktu ku tak banyak."


Yunhoo berjalan memasuki restorant dan memesan satu es teh manis.


"Baiklah kau bisa bilang apa yang kau mau di sini."

__ADS_1


"Aku penasaran apa kau mengetahui dari awal siapa aku ?"


"Tidak aku hanya melihat seorang pria tua yang di Gebukin preman"


"Begitu jadi Anda tidak mengetahui siapa saya aslinya."


"Ya begitulah, itu tidak penting untuk ku mengetahui siapa pria tua yang di pukuli preman"


"Hahaha begitu."


"Baiklah seperti yang ku bilang aku adalah Ah Dilsae"


"Aku sudah mengirimi uang ke rekening mu dan aku di sini untuk mengucapkan terimakasih telah menyelamatkan saya"


"Hm begitu, baiklah aku berterimakasih telah memberiku uang tapi aku sekarang cukup penasaran siapa identitas asli Anda."


Yunhoo tersenyum dan menatap tajam ke arah pria yang duduk dengan santai sembari menjaga wajah nya tetap tenang .


"Aku adalah direktur dari perusahan Cgv ."


"Cgv? Perusahanaa terkenal itu?"


"Ya."


"Hm…. Anda cukup tenang, aku berpikir sejenak tapi Anda ternyata direktur perusahaan terkenal itu."


Yunhoo diam sejenak dan tersenyum.


"Baiklah aku memikirkan ide bagus, maukah kau bekerja di bawah ku?"


Yunhoo tersenyum dan menatap dengan tenang mengajukan proporsal ke arah direktur perusahaan terkemuka.


"Apakah Anda menyuruh saya bekerja di bawah Anda?"


"Ya seperti yang aku katakan."


"Hum…. Jika Anda mengajukan proporsal seperti ini itu tidak terlihat menguntungkan ke saya, apa yang saya dapatkan bekerja di bawah Anda."


"Hahahaha, apa kau tahu player?"


"Ya aku tahu "


"Dari yang ku lihat sepertinya Anda bukan pemimpin tertinggi dari perusahan Cgv."


"Seperti yang Anda tahu aku hanya akan bekerja jika itu menguntungkan untuk saya."


"Begitu pula dengan ku, apa kau ingin bisa melampaui perusahaan itu? Dan melihat dunia jauh lebih luas?"


"Hm…"


"Aku akan mempertimbangkan setelah melihat proporsal yang Anda ajukan."


…..


"Jadi apa yang akan kau lakukan Pak tua?"


"Hahahaha, menarik apa aku baru saja melihat pemuda berumur 19?"


"Aku masih 19 tahun."


Yunhoo tersenyum dan menatap pria tua itu.


"Ah dan juga aku ingin kau membawa semua preman sebelumnya "


"Apa yang akan kau lakukan?"


"Kau akan tahu, kau cukup membawa mereka semua aku akan menemui mu setelah urusan ku selesai."


"Ah jika mereka melawan, kau cukup bilang bahwa aku ingin menemui mereka."


"Apa itu tidak masalah? Apakah mereka akan percaya?"


"Mereka akan percaya dan mereka akan datang menemui ku. Yah jika dia tidak datang aku hanya perlu mendatangi nya."


"Baiklah ini kerja sama yang menarik, apa aku perlu menyiapkan surat kontrak nya."


"Tidak perlu kontrak biasa seperti itu tidak akan berguna"


Yunhoo mengklik shop sistem melihat kertas Kontrak.


Kertas Kontrak Rendah.


5000 C


Kontrak Tidak Akan Berlaku Kepada Player.


Yunhoo membeli kertas Kontrak itu dan memunculkan nya dari Inventaris.


"....?"


"Apa kau player?"


"Tentu aku player dan aku akan menunjukkan sesuatu yang luar biasa kepada mu."


"Yah aku akan berbicara mengenai detail itu dalam Pertemuan selanjutnya."


"Kau bisa menandatangani Surat Kontrak ini."


"Baiklah"


"Dan juga aku sarankan Kau tidak melakukan hal bodoh karna kau akan mati Jika melakukan kesalahan ."


"Haha, aku tidak akan melakukan itu."


Yunhoo berdiri dan pergi menghampiri Yunhwa.


"Aku tak percaya aku baru saja melihat anak Berumur 19 tahun depan Tatapan seperti itu"


"Ide gila itu seakan tahu masa depan , hahahaha, menarik ...player kah."


Pak tua itu meninggalkan duit di meja dan pergi.


"Halo tolong jemput aku, aku akan memberikan alamatnya."


'Ini sepadan dengan risiko dan Hasil nya. Aku penasaran apakah pria itu akan berhasil '

__ADS_1


Yunhoo dan Yunhwa Berjalan Pulang ke rumah dan meninggalkan Kota.


__ADS_2