Dunia Baru Untuk Pembaca

Dunia Baru Untuk Pembaca
Laporan (2)


__ADS_3

“Sial aku tidak bisa pergi” ucap pria itu dengan pelan.


“Hah?…. Kenapa?” Tanya Yunhoo yang Bingung.


“Aku lelah” jawab pria itu.


“Hah?…. Bukankah itu aneh?…. Lelah?…. Cih… kalau begitu kau sebaiknya Istirahat di Ranjang mu!” Tegas Yunhoo yang Bingung.


“Baiklag, kau sebaiknya tidak berdengung keras ketika tidur” jawab pria itu yang Mulai melompat dari Ranjang Yunhoo dan berjalan ke Ranjang nya.


“Istirahatlah oke?” Ucap pria itu yang melambai dengan aneh.


“Berisik, tutup mulutmu!” Teriak Yunhoo yang menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


Dengan keheningan itu Yunhoo dan Pria itu tertidur nyaman menikmati 2 hari mereka dalam Ranjang dan Makanan Mewah di kastil ini.


Itu menjasi Hari tanpa Kelelahan dan penuh dengan kenimatan Duniawi di Zaman kerajaan inj.


Tentu saja Yunhoo mengetahui baik bahwa Dunia Modern terasa jauh Lebih Nyaman tetapi hal yang paling Baik di Zaman kerajaan adalah pemandanvannya yang Indah sekaligus bangunan Kastil raja yang hebat.


Jujur saja ini memang menarik terutama ketika dia melihat nya sendiri dengan kedua matanya di mana kastil ini terlihat dengan baik.


Ya ini akan menjadi Hari di Mana mereka akan pergi meninggalkan Kastil ini.


Tentu saja itu selama mereka menyampaikan semua Informasi itu denvan baik


Dalam pandangannya yang Luas Yunhoo menatap Penjaga di sisi kanan dan Pintu besar yang dia Tatap di depannya


Dia mengikuti Pemimpin Ksatria di depannya bersama Pria Bermata Hijau itu yang jalan di sampingnya.


Dengan beberapa ketukan dari Tangan Pemimpin Ksatria itu, pintu itu pun di Buka dengan pelan dan memperlihatkan cahaya sinar yang cukup menyilaukan secara Cepat dan menghilang kembali dalam sekejap.


Pandangannya yang fokus itu menatap sebuah ruangan Besar dan Indah itu dengan Sebuah Singgasana di Ujung ruangan itu dengan Seseorang yang mendudukinya.


Beberapa penjaga juga berjaga dengan total hampir 15 penjaga di sini.


Karpet merah panjang juga berada di depan kaki nya yang terus menerus ada hingga Ujung di Mana itu bersekatan dengan Sang Raja itu


Bukan hanya raja yang hadir di sini, para menteri, dan beberapa Kepala Pasukan Ksatria dan beberapa pejabat penting lainnya Juga hadir.


Mereka tampak beberapa Cukup muda dan beberapa Juga ada yang sudah terlijat tua.


Contohnya adalah Seseorang yang berdiri di samping raja yang kemungkinan adalah Seorang Penasihat Kerajaan sekaligus Asisten Raja.


Tentu saja di ikuti banyaknya orang di sini yang yunhoo sendiri tidak tahu siapa saja mereka.


Selain itu beberapa Putra Dan anak Raja ini Juga hadir di sini yang berdiri di sekitar Kiri di dekat Karpet merah yang Bergerak Lurus.


Yunhoo berjalan di karpet merah bersama pemimpin Ksatria itu yang mulai bergerak Hingga ke Ujung Karpet merah itu.


Yunhoo juga mengikutinya bersama pria bermata Hijau itu Hingga tepat di Ujung karpet.


Dengan segera Pemimpin Ksatria itu berlutut sengan salah satu Kaki nya di depan dengan tangannya yang berada di salah satu kaki yang maju itu.


Yunhoo dan pria bermata Hijau itu Juga mengikuti Pemimpin Ksatria itu yang memberi hormat nya ke raja dan berlutut itu .


Pemimpin Ksatria itu mulai membuka Mulutnya dengan pelan sembari menatap ke atas di mana Raja itu berada.


“Hormat ku Raja ku! Saya Telah membawakan Kedua Orang yang Selamat Dari Area Iblis sesuai printah Anda!” Ucap Tegas Pemimpin Ksatria itu yang di tatap dengan beberapa orang menatap ke arah mereka.

__ADS_1


“Bangun Delha De Ze, kau telah melakukanmya dengan baik” ucap raja itu yang membuka suaranya.


Raja itu tidak cukup tua tapi masih terlihat bugar dengan badannya yang bagus


Dia juga mengenakan Sebuah pakaian berkhas kerajaan dengan Mahkota nya di kepalanya.


“Dengan Segala Hormat Saya Tidak berani berdiri di depan Anda Rajaku!” Ucap Pemimpin Ksatria itu yang menunduk dan menolak untuk bangun.


“Wow… keren, tapi delha de Ze? Nama apaan itu? Bukankah itu terlampau buruk Untuk mempunyai Nama seperti itu?” Batin Yunhoo itu yang masih terus menunduk dengan Bingung dan sekali memperhatikan pemimpin Ksatria di depannya.


Di sisi lain Pria di samping Yunhoo memiliki wajah terpukaunya dengan penampilan Ksatria dan riasan Dinding Kastil dan ruangan ini yang indah.


Meski dia berusaha menjaga sikapnya, untuk beberapa kali tatapannya tidak bisa berbohong bahwa dia terpukau.


Pemimpjn Ksatria itu yang memimpin itu mulai menunduk pelan melihat Rajanya yang menatap ke arah Yunhoo dan pria bermata Hijau itu.


“Baiklah Perkenalkan Diri mu dua petualang hebat” ucap Raja itu yang berbicara sembari mematap dengan Tatapan mengerikannya


“Dengan segala Hormat ku, saya Kim Yunhoo petualang yang Mencari Informasi di sekitar Hutan Lebat” jawab Yunhoo yang mengikuti Gaya pemimpin Ksatria itu .


“Saya Adalah Yulas Will Petualang yang Mencari Informasi dan Mengobservasi sekitaran Tanah Tandus “ jawab lagi Pria bermata Hijau itu yang menjawab setelah Yunhoo memperkenalkan Diri nya.


“Yulas Will Dan Kim Yunhoo, baiklah pertama Bisa Jelaskan apa yang di maksud Hutan lebat dan Tanah Tandus?” Tanya Raja itu yang menatap dengan tajam sembari memiringkan kepalanya dan Menyandarkan ke salah satu tangannya.


Yunhoo dan Yulas Will itu saling menatap dengan pelan lalu yunhoo memberikan Ibarat Kode nya dengan pergerakan Mukanya yang menyuruh Yulas untuk memberitahu Raja itu.


Yulas hanya mengangguk dan dengan pelan Mulai mengarahkan kepala nya dan berbicara.


“Maaf jika saya sedikit tidak sopan, saya akan berbicara dengan berdiri dan ini akan menjadi sedikit mengejutkan Untuk mendengarkan Informasi ini.” Ucap yulas itu yanh mulai berdiri.


“Tidak masalah, kau bisa berdiri” jawab raja itu yang mengangguk dan membiarkan Yulas berdiri.


Para menteri dan beberapa pemerintah lainnya juga mulai fokus untuk mendengarkan, terutama untuk pemimpin Pasukan Ksatria dan juga ahli strategi kerajaan.


“Oke pertama aku akan menjelaskan secara singkat”


“Hutan lebat itu dengan kata lain terbagi menjadi dua bagian, di satu sisi memiliki Hutan dan pepohonan seperri sewajarnya Hutan, tetapi di sisi lain itu menjadi Tanah tandus tanpa pohon san hanya ada tanah kering yang luas”


“Ini memang aneh dan mengagetkan tapi ini kenyataannya, terutama kami yang menyelidikinya juga kaget karna melihat Hutan terbelah menjadi dua area yang sepenuhnya berbeda.” Tegas Yulas itu yang menjelaskan.


“Maaf menyela omongan mu, Tapi apakah itu benar bahwa Tanah itu tandus tanpa pohon sama sekali?” Tanya Seorang pemimpin Ksatria yang berdiri di sisi kanan Karpet merah.


Yulas menoleh ke arah pemimpin Ksatria dan pasukan Kerajaan itu dan menatap nya.


Tatapan mengerikan dari tatapannya dan hawanya membawa sedikit hawa sesak bahkan untuk Orang sepertinya.


“Itu benar, tidak ada sedikitpun Pohon, air atau bahkan Hal-hal lainnya, itu sepenuhnya menjadi tanah kering tanpa apapun” jawab Yulas itu.


“Bagaimana udara di sana?” Tanya seseorang yang tampak seperti pejabat kerajaan yang penting.


“Itu terlampau buruk tapi tidak Cukup tercemar hingga ada Racun “jawab Yulas.


“Begitu kah?…. Ini masih akan menyulitkan” gumam seaeorang yang bertanya itu sembari berpikir.


“Baiklah bagaimana Keadaan Di Hutan lebat itu? Dan bagaimana keadaan dan apa saja yang perlu di perhatikan di tanah tandus dan Hutan lebat itu?” Tanya Raja yang berbicara.


“Izinkan Saya berbicara Yang Mulia” ucap Yunhoo yang berdiri.


“Silahkan” jawab raja itu tanpa ragu.

__ADS_1


Yunhoo dengan tenang berdiri dengan sikap nya yang santai seperti biasanya.


“Pertama saya akan menjelaskan Keadaan Geografis Hutan Lebat, di Hutan lebat tidak ada masalah apapun kecuali sedikit Aura buruk yang tidak banyak mengganggu, selain itu Ada semacam Sungai yang mengalir juga di sekitar Hutan itu yang tidak memiliki Banyak air mengalir.”


“Tidak ada masalah apapun termasuk udara dan keadaan di sana, tidak ada hal yang mengganggu kecuali satu hal, yaitu Aura Buruk yang datang Dari Tanah tandus”


“Sekalinya hal merepotkan dan wajib di pikirkan adalah Perbekalan dan perkemahan yang akan di lakukan di Daerah ini, tentu saja Jika Berada di Hutan Maka akan cukup aman terutama karna banyaknya Pepohonan dan Dedaunan serta udara yang cukup sejuk” Ungkap Yunhoo itu tang berbicara dan terus memutar sembaru menatap banyak orang.


“Hm….. Kalau begitu apakah ada tang perlu di Khawatirkan lagi?” Tanya Raja itu.


“Tidak, tapi sebelum itu saya Ingin menujukkan Bukti lebih lanjut lagi tentang bagaimana Keadaan di Hutan itu” tegas Yunhoo yang mengeluarkan Sebuah Ponsel nya dari Kantung Celana nya.


“???”


Dengan wajah Bingung Yulas Terdiam dan raja serta bamyak menteri lainnya juga terdiam.


Putra mahkota dan beberapa anak Raja juga menatap bingung dengan Alat yang ada di tangan Yunhoo.


“Apa itu?” Tanya Raja itu yang menyipitkan matanya dengan tajam.


“Sebuah Bukti yang dapat membantu Anda Dan kerajaan Yang Mulia”Jawab Yunhoo yang mendekat ke Raja itu.


Sembaru di ikuti dan di jaga ketat oleh Beberapa Ksatria, dewan Penasihat Juga mendekat dan menahan Yunhoo tepat di depan Raja itu.


“Serahkan Itu” ucap Dewan penasihat itu yang terlihat sedikit tua tapi memiliki Hawa yang cukup baik.


Yunhoo menyalakan Ponselnya dan membuka Galerinya untuk menunjukkan Foto Bukti keadaan Hutan itu dengan penggambaran yang terlampau jelas itu.


Dewan penasihat itu mengambil Ponsel Yunhoo dan menatap Gambar yang tertampil di ponsel Yunhoo.


“Ini…..” dengan kaget dia menatap Ponsel itu dengan hawa kaget nya.


“Apa itu? Cerbrus Serahkan” ucap Raja itu yang menatap dan membuat wajah penasaran.


“Baik raja ku!” Ucap Cerbrus si dewan penasihat itu yang menyerahkan Ponsel Yunhoo.


“Hm….”


Dengan tatapan anehnya ,Raja itu menatap pelan dan Melihat Ponsel itu yang ada di tangannya.


“Ini….. apakah ini penggambaran Hutan itu?” Tanya Raja itu.


“Benar, tetapi juga kurang tepat, itu adalah Foto dan itu di hasilkan Dari alat Ponsel yang Anda Pegang Yang Mulia” jawab Yunhoo yang menjawab pertanyaan itu.


“Ini menakjubkan….. jadi seperti ini Hutan itu?” Tanya Raja itu.


“Ya itu seperti itu kurang Lebih” jawab Yunhoo yang tersenyum.


“Maaf mengganggu, apakah saya Bisa Melihatnya Yang Mulia?” Tanya seseorang yang mengenakan Kacamata berlensa satu dan datang ke arah Raja itu.


“Oh….. silahkan” jawab raja itu yang memberikan Ponselnya ke Seseorang yang terlihat cukup tua dengan kisaran Umur 40-45 Tahun.


“Ini….. ini benar benar penggambaran yang Jauh lebih bagus “ jawab kaget Pria berkacamata lensa satu itu dengan kaget karna hasil Gambar yang di hasilkan benar benar memberikan Bantuan yang hebat.


“Aku senang Jika itu bisa membantu Anda “ ucap Yunhoo dengan rasa bersyukurnya dan menunduk dengan memberikan rasa hormat dengan tangan di dada nya


Beberapa para pejabat tinggi lainnya setta Panglima Ksatria yang menjadi Pemimpin Tertinggi Pasukan kerajaan Juga menatap dan Mulai saling berdikusi dengan wajah terkaget-kagetnya.


Di sisi lain Yulas cukup kaget melihat semua orang yang berbondong-bondong itu mendekat dan melihat ke arah barang yang di berikan Yunhoo.

__ADS_1


Selain cukup penasaran dia sungguh terlampau penasaran dengan apa dan macam apa alat itu.


Meski begitu dia tetap diam dan melihat Yunhoo yang sedikit menjauh dari banyak nya kerumunan di sekitar raja itu.


__ADS_2