
Barang ke dua itu adalah sebuah perhiasan lagi, itu anting biru cantik kecil yang berkilauan .
Efek yang di tampilkan adalah memulihkan mana dan menambah stat kekuatan dan kecepatan +3
Ini efek yang cukup bagus.
Mungkin efek stat terbilang remeh tapi itu sebenernya sangat penting dan cukup membantu
Meski barang yang ada tidak begitu sesuai harapan dia memilih untuk membeli untuk yang ini.
“Harga akan di buka dari 80 Ribu dolar”
“Kenaikan minimal 5 ribu dolar”
“Baiklah silahkan menawar untuk barang antik ini!”
“85”
Yunhoo tanpa ragu ragu mengangkat tangan nya dan menawarkan harga kebaikan .
“90”
Seorang pria cukup tua menaikkan harga dan menawarkan nya .
Beberapa orang juga ikut menawar dan yunhoo ikut menawar dengan tenang.
“150 “
‘Jika itu melebihi 200 aku akan melepasnya’
Untuk 200 ribu dolar itu sungguh berlebihan, jadi lebih baik menyimlan untuk barang yang lebih bagus, yah aku beli ini untuk di hadiahkan kepada Yunhwa.
“160”
Tanpa ragu Yunhoo menaikkan nya.
Pria berjenggot dengan wajah yang sedikit tua berkisar 40 an memegang jenggot nya dan menatap Yunhoo dengan tatapan sinis.
“170”
“180”
“190”
“195”
‘Sial bajingan ini! Dia tidak mau mengalah! Aku harus mendapatkan item ini”
“T-tuan ini sudah cukup berlebihan, jadi kita harus berhenti”
Pria berjenggot itu berhenti dan mendecakkan lidahnya.
Yunhoo yang duduk diak menutup mata dengan jelas mendengar semuanya.
Dengan indera nya yang telah di latih dengan cukup gila ini benar benar hal biasa.
Semua suara terdengar jelas untuk ya dia bahkan bisa merasakan dan melihat dengan jelas meski matanya di tutup.
Dunia yang ironis bukan?
Dunia akan lebih berubah dengan banyak keterampilan di masa depan.
Bakat akan memimpin dan menopang orang lagi.
Entah itu player atau kehidupan biasa bakat selalu menjadi yang penting.
Inilah mengapa aku cukup membenci genre ini.
Dunia fantasy.
Kau tahu bukan? Genre novel fantasy memang keren dan hebat.
Meski begitu di balik itu terdapat cukup banyak kegelapan juga.
Sebagus apapun itu kegelapan akan ada di setiap sisi.
Itu lah kenyataan dan aku lagi lagi harus menerima kenyataan pahit ini.
Mau bagaimanapun berubah tidak akan bisa berubah hanya dengan kesengsaraan satu orang dan ocehan satu orang.
Aku bukan pahlawan dan aku juga bukan pemimpin suatu negara.
Aku hanya pembaca dan aku di sini untuk melanjutkan kepentingan skenarioku.
Yunhoo menatap anting yang datang dan dia menyerahkan kartu untuk membayar nya.
Untuk itu aku akan terus maju tanpa memperdulikan apapun.
Cukup egois juga tidak apa-apa bukan? Aku adalah orang yang penuh dengan keserakahaan
Dengan tatapan halus nya yunhoo melihat barang yang selanjutnya akan datang.
….
__ADS_1
‘Tidak ada hal menarik’
‘Cih ku pikir aku menemukan sesuatu yang menarik’
“Em… tuan apakah tuan tidak puas dengan pelelangan nya?”
“Ya aku cukup kecewa, aku tam berpikir aku tak mendapatkan sesuatu yang ku cari”
Pedang
‘Pedang memang ada tapi itu sangat jauh dari kata bagus yang saya harapkan’
‘Sudah ku duga memang tidak ada hal menarik”
“Ah ,maaf sepertinya senjata yang tuan inginkan tidak ada, apakah kita perlu mencarinya lagi?”
“Hm?… ya ku pikir tidak perlu mari keluar saja”
Yunhoo dan Kyoung-so berdiri keluar dari teater.
….
“Maju , taro barang itu di sana”
“Tidak bukan di situ sialan!”
“Taro dengan benar!, benda itu harus di buang dan tidak layak di pakai!”
Yunhoo keluar dengan raut wajah kusut nya menatap beberapa orang ya g keluar mengangkat sebuah peti mati cukup besar.
“Hm?… maaf apa yang ada di dalem peti itu?”
“Ah? Apakah tuan adalah peserta yang mengikuti pelelangan? Maaf mengganggu tapi benda itu cukup berbahay dan ingin di buang, aku tidak tahu tapi seperti nya itu pedang “
“Pedang?”
“Bolehkan aku melihat?”
“Ah? Ya boleh”
“Hei kalian! Tunggu dan taro di situ sebentar .”
Orang itu berbicara dan beberapa orang yang mengangkat itu menurunkan dan meletakan peti itu.
“Bolehkah aku buka?”
“Ya, tapi tuan harus berhati hati, benda itu berbahaya”
“Kenapa berbahaya? “
‘Sungguh klasik bukan?’
‘Pedang bagus sebenernya adalah pedang yang tidak dapat di gunakan dan di buang?’
‘Ya aku tak heran jadi mari lihat dan analisi pedang itu’
Kyoung-so menatap dan melihat yunhoo yang bergerak ke arah peti mati itu.
‘Apa yang dia lakukan? Itu berbahaya bukan? Apakah dia tidak khawatir? Sungguh pemuda yang misterius’
“Tuan, apakah tidak apa apa? Ktu cukup berbahaya”
“Kau cukup tunggu saja dan diam”
Yunhoo hanya menjawab dengan lantang dan menatap peti itu.
Dia membuka peti itu melihat sebuah pedang Hitam jelas terlihat cukup panjang.
Pedang itu memancarkan berapa aura aneh di sekitar nya dan itu cukup kuat.
Yunhoo menatap pedang itu yang cukup bagus tanpa nampak aneh sedikitpun.
Dengan sedikit senyum yunhoo menatap pegawai yang diam menatap Yunhoo.
“Kau bilang ini akan di buang bukan?”
“Aku akan membelinya, aku akan ambil barang ini”
Pegawai itu terdiam dan dengan keringat mengalir menatap diak dengan omongan Yunhoo.
‘Apa yang di lakukan pria ini? Dia benar benar aneh, mengapa pak presdir sangat aneh ketika aku membahasnya?’
“Aku tidak bisa langsung menyetujuinya, a-aku harus berbicara kepada Nyonya”
Petuga itu berbalik dan menatap diam sosok wanita berjalan ke arah nya.
“Kau bilang kau ingin membelinya?”
“Hm?… ya aku ingin membelinya”
“A-ah nyonya selamat malam”
“Ah ya kau bisa pergi biarkan pelanggan ini berbicara dengan ku”
__ADS_1
“B-baiklah”
Petugas itu dengan gerogi pergi dan meninggalkan Yunhoo.
“Ini pembicaraan yang menarik bagaimana kalau kita bicarakan di tempat yang tidak bising?”
Wanita itu memasang senyum halus dan menatap Yunhoo.
Dia di kawal 2 orang penjaga .
Pejaga itu keduanya adalah pria.
Yunhoo menatap mata wanita itu dan membuka mulut nya.
“Aku akan bicara jika aku dapat mengambil pedang ini”
“Oh tuah tidak cukup sabaran yah, aku akan menyerahkannya tetapi setelah penbicaraan selesai”
Senyum itu masih halus dan mulus dengan mata tertutupnya.
“Baiklah bimbing aku”
“Oh, baiklah ikuti aku tuan”
…..
“Jadi apa yang kau inginkan”
Yunhoo duduk santai menatap diam orang yang selalu tersembunyi ini.
‘Mengapa dia sangat santai? Bagaimana bisa dia tidak cukup tertarik dengan pemimpin dan penyelenggara pelelangan?’
Asisten itu masih sangat khawatir dan cukup bingung meski begitu dia hanya diam dan berdiri di belakang Yunhoo seperti pengawalnya.
“Aku disini cukup penasaran dan ingin mengajukan transaksi”
“Pedanb itu telah memakan banyak korban”
“Jadi aku akan memberikan pedang itu secara gratis”
‘Informasi kah?’
Hanya dengan singkat yunhoo menebak dan kalimat berikutnya muncul.
“Tetapi jika tuan tahu sesuatu tentang pedang itu aku ingin tuan memberi tahu kami, tentu aku akan menyerahkan pedang itu gratis tanpa pungut biaya apapun bahkan setelah mengetahuinya”
“Hm…. Baiklah itu tidak terlalu merepotkan aku akan memberi tahu setelah aku mengetahuinya”
“Itu baik baik saja”
“Tuan bisa menelepon ku dengan nomor ini”
Secarik kertas terlihat dan di berikan kepada Yunhoo.
“Baiklah satu hal lagi, kenapa kau ingin tahu tentang pedang itu?”
“Aku hanya sedikit panasaran”
Ucap wanita itu dengan senyum menjijikannya.
Yunhoo hanya berbalik keluar dari ruangan itu.
…..
“Nyonya kenapa nyonya ingin mengetahui benda itu?”
“Hm apa ya?…. Aku cukup penasaran saja sih, ya aku juga penasaran pedang apa itu yang bisa membunuh orang yang memegang nya .”
“Jika dia bisa tahu dan berhasil mendapatkan pedang itu bukankah berarti dia cukup hebat? Ya aku hanya bertaruh sedikit apakah tebakan ku benar”
“Ku pikir dia hanya bocah bodoh nyonya”
“Aku juga berpikir begitu tapi hawa dan aura kehadiran dia terasa jauh berbeda ketimbang orang lain”
“Begitukah? Maaf karna menanyakan ini”
“Tidak apa apa, kau berhak menannyakannya”
Wanita itu berdiri dan berbalik,sembari tersenyum berjalan di lorong dan kembali ke belakang ruangan.
……
“Apakah ini baik baik saja? Mungkin barang di sana tidak sesuai keinginan Anda tapi untuk apa membawa barang ini?”
“Ya ini senjata yang sangat bagus kau tahu”
“Begitukah”
“Baiklah jika tuan senang saya turun senang”
Yunhoo mengambil menaruh kotak itu di inventaris dan pergi
‘Yah ini cukup ini lebih dari cukup jika aku bisa mendapatkan barang ini’
__ADS_1
Sembari tersenyum kecil yunhoo pergi.