
“Seperti namanya, di dimensi ini lah semua ras dapat hidup bebas dan memulai banyak hal, selain itu Dewa dewa juga yang memiliki banyak kekangan bisa hidup bebas di dimensi ini tanpa ragu sedikitpun”
“Selain itu di dimensi ini banyak macam hal seperti Tower, Arena, Teater, Perlelangan, Kota, Toko,Dungeon, dll.”
“Saking banyak nya itu sulit di jelaskan dengan detail apa saja yang ada di sini.” Ucap pembina itu sembari tersenyum dan masih menjelaskan sembari berjalan jalan.
“Meski di sebut dimensi kebebasan Di sini juga ada aturan yang mengatur untuk mengawasi dan menjaga perdamaian Dimensi ini.”
“Beberapa hal juga harus di patuhi untuk menjaga perdamaian dimensi ini, jika melanggar itu akan di kenakan sanksi besar entah siapapun yang melanggar itu akan di kenakan sanksi.contoh kecil adalah Bahwa Jika membunuh Di Dalam Kota adalah hal yang tidak di perbolehkan.”
“Tapi jika berduel dengan kesepakatan masing-masing, dan salah satu terbunuh maka itu di perbolehkan, duel ini adalah salah satu Fungsi baru yang ada di dimensi ini, bukan hanya satu fungsi tapi banyak fungsi lainnya yang ada juga.”
“Duel ini tidak memiliki batas dan biasanya yang memenangkan Duel ini akan mendapatkan apapun yang sebelumnya di Miliki Oleh Orang yang kalah dalam duel. Tapi harus di ingat, kematian di sini berarti juga benar benar sama seperti kematian di dunia Anda .”
“Jika Anda mati maka Anda benar benar mati.”
“Ah dan juga, bahkan Anda bisa menantang dewa dan apapun itu.”
“Kau pasti bertanya itu konyol bukan, tapi nyatanya itu banyak, dan orang yang berhasil mengalahkan Seorang Dewa akan menjadi pengganti dewa yang kalah dan mati itu.”
“Apakah ada yang pernah mengalahkan Dewa?” Tanya Yunhoo ke pada pembina itu.
“Ya tentu saja ada. Itu mungkin berkisar 9 Orang yang pernah mengalahkan Dewa.” Jawab pembina itu sambil tersenyum ke arah Yunhoo.
Yunhoo memegang dagu nya dan mengangguk.
“Karna saya telah menjelaskan beberapa detail penting di dimensi ini juga ada Mata uang . Karna sebelumnya Anda sudah menyelesaikan Skenario, mata Uang Anda akan di ubah ke dalam Mata Uang Dimensi Kebebasan.”
Pembina itu mulai menjentikkan jarinya dan papan sistem yunhoo mulai keluar dan menampilkan Jumlah Koin yang Telah di Konversikan.
[ 200.000 C> 200.000 CD]
“Apa itu CD?” Tanya Yunhoo mengerutkan alis nya ke Papan sistemnya.
“CD adalah singkatan Dari Coin Dimensi.” Jawab Pembina itu sembari mengeluarkan sepercek Coin kecil dari tangannya.
Itu berbentuk Bulat Kecil pada umumnya seperti Koin biasa dengan 3 lambang aneh .
Pertama adalah lambang Sayap, Kedua adalah Lambang Pohon, Ketiga Adalah Lambang Petir.
Yunhoo mematap Koin kecil yang di lembar ke tangannya itu.
“Apakah ada makna khusus di Balik Lambang ini?” Tanya Yunhoo ke Pembina itu.
Pembina itu tersenyum dan menjentikan jari .
“Benar, mereka memiliki arti khusus.”
“Pertama adalah Sayap.Sayap mengartikan Kebebasan yang di miliki seperti seekor burung yang bisa terbang memutari langit indah, bukan hanya burung Nyatanya Ras seperti malaikat Juga bisa terbamg dengan bebas nan Indah di langit dengan bebas, selaij mengartikan Kebebasan Secara Fisik,Sayap Juga bisa di artikan sebagai Kebebasan Berpikir,Bertindak, Dan Berkreasi.”
“Seperti nya aku belum menjelaskan tapi jika kau punya ide menarik Untuk menambahkan acara di dimensi ini, kau akan di hadiah sesuatu yang Sama cukup dan berharga nya dengan akal dan kreasi mu. Apapun hasil kreasi yang menarik akan di hadiahi dan itu tidak terbatas pada karya apapun.”
“Baiklah lanjut ke lambang Kedua yaitu Pohon,Pohon di sini mengartikan Pertumbuhan Dan perkembangan Selain itu, itu bisa juga di artikan Sebagai Kebebasan dalam Menjadi Tempat Berlindung dan perisai. Selain itu pohon mengartikan sesuatu yang mencolok karna seiring waktu dia akan terus tumbuh menjadi besar ,itu juga dapat di artikan di dimensi ini yang menjadi tempat di mana semua makhluk Hidup bertumbuh.”
“Apakah kau memahaminya secara garis besar?” Ucap pembina itu bertanya ke Yunhoo dengan senyumannya.
Dia menepuk tangannya dan menutup matanya sembari menghadap ke Yunhoo.
Yunhoo yang mendengarkan dengan baik sembari memegang dagu nya mengangguk mengerti dan meminta nya melanjutkan ke lambang ke tiga.
“Baiklah ini adalah lambang Terakhir Yaitu Lambang Petir. Lambang ini bisa di artikan sebagai kebebasan dalam Kekuatan Dan keberanian. Lambang petir juga melambangkan Perubahan Dan Transformasi.”
“Pada awalnya mereka menginginkan lambang Phoenix yang melambangkan Keabadian dan Kekuatan, tapi nyatanya karna di sini kematian juga banyak dan bukan hanya ada keabadian jadi lambang petir di pilih untuk menghilangkan keabadian yang di lambangkan oleh Arti dari lambang phoenix.” Ucap Pembina itu sembari menepuk tangannya dan menghilangkan sedikit perasaan Membingungkan.
__ADS_1
Pikiran Yunhoo menjadi lebih segar dan pendengaran serta penglihatannya juga menjadi lebih baik.
Yunhoo menatap dirinya dan tubuhnya yang perlahan berubah karna tepukan Dari pembina itu.
“Apa ini…” tanya Yunhoo.
“Ini adalah sedikit hadiah karna menanyakan sejarah Dari dimensi ini, kau tahu?… sangat sedikit orang yang menanyakan tentang dimensi dan sejarahnya sejak dulu, mereka yang bertanya pada akhirnya hanya dengan tujuan mereka masinh masing.”
“Jadi sangat jarang untuk orang awal seperti dirimu bertanya tentang sesuatu seperti ini, dan juga karna ini menyenangkan untuk mengingat masa lalu jadi aku memberikan sedikit hadiah.”Ungkap Pembina itu sembari berjalan seperti menaiki tangga di Udara.
“Karna aku telah menjelaskan cukup banyak aku akan pamit undur diri.” Lanjut pembina itu yang berjalan seperti menaiki udara kosong itu.
“A-anu, maaf apakah kau tahu di mana aku bisa mendapatkan Informasi?” Tanya Yunhoo berbicara dengan cukup lantang ke pembina itu.
Pembina itu berdiam sejenak dan membalikkan badannya.
“Ada semacam Tempat Informasi Bernama Perdagangan Informasi yang tepat ada di Barat Kota ini.” Jawab Pembina itu ke Yunhoo.
Yunhoo tersenyum mengangguk dan berterimakasih.
Pembina itu juga mengangguk dan menunduk lalu menghilang.
Yunhoo dengan raut wajah gembira penuh rasa penasarannya mulai berjalan menuju barat.
……
Di barat.
Yunhoo menatap gedung besar dengan Nama Perdagangan Informasi .
Itu gedung besar yang terbuat dari Kayu .
Meski begitu penampilannya tidak buruk dan terlihat bagus.
Itu terlihat bagus meski bahan yang di buat adalah kayu.
Di kota ini rata rata rumah yang terlihat tidak begitu terlihat modern.
Mereka seperti rumah tingkat pada abad pertengahan.
Tapi sesuatu yang berbeda dari sini adalah bahwa mereka hanya memilih tingkat perumahan abad pertangahan untuk memudahkan banyak orang.
Yunhoo juga terkadang melihat pakaian modern, gelas yang modern dan bahkan beberapa alat yang bukan ada pada zaman pertengahan.
Jika yunhoo melihat dari semua ini bisa di pastikan bahwa rumah ini di pilih karna untuk memudahkan banyak player dan orang yang hadir.
Pembina itu berbicara tentang Pusat Galaksi dan Dimensi.
Jika begitu maka orang yang ada di sini juga begitu bervariasi dan dari berbagai macam dimensi.
Semuanya ada di sini.
Malai dari ras seperti monster kepala tiga.
Iblis.
Naga
Malaikat.
Dll.
Semuanya ada di sini dan tidak hanya itu.
__ADS_1
Yunhoo yang memandang itu juga sedikit gugup dan mulai masuk ke tempat itu.
Yunhoo melihat resepsionis yang ada tidak jauh di depannya yang berjaga.
Antrian di depan Yunhoo tidak begitu lama itu berisikan 5 orang .
Mereka juga terlihat seperti manusia dari luar tapi mereka memiliki Satu Tanduk di kelala mereka.
Beberapa lainnya memiliki Ekor dan Kuping seperti kucing.
Itu terlihat sedikit imut
.
Yunhoo juga mengingat sebuah ras Manusia Binatang yang biasanya hadir di Novel novel yang ia baca.
Melihat banyaknya ras dan orang orang itu, juga membuat Yunhoo cukup senang melihat ras ras yang awalnya yunhoo pikir hanya ada di dalam Novel.
“Huft… benar benar tempat yang hebat” Ucap Yunhoo sembari memandang ke sekitar yang di penuhi tanaman dan beberapa hal hal lainnya.
“Oh… apakah kau orang baru?” Tanya seorang di depan Yunhoo yanh menatap Yunhoo.
“Ya “ jawab Yunhoo.
“Begitu ya…. Kau memang baru jadi tidak akan tahu, kau lihat itu?…..” orang itu menunjuk ke tanaman tanaman tanaman dan beberapa hiasan itu.
“Ya aku melihatnya, mereka terlihat indah dan cantikL “ Jawab Yunhoo dengan Singkat dan mudah .
“Begitu ya, tapi kau harus tahu, tanaman itu adalah monster yang bisa memakan manusia, kau sebaiknya tidak menyetuh apapun bahkan yang ada di sini , bukan hanya manusia tapi bahkan apapun yang menyentuh nya bisa di makan oleh monster itu, kau sebaiknya berhati hati” ucap orang itu sembari nengedipkan matanya dan mengacungkan Jempolnya.
“Oh… itu mengerikan” ucap Yunhoo sembari membuat wajah pucat dan menyeka keringat nya.
“Ya itu mengerikan! Bahkan ada kabarnya pemain yang kuat pun secara tidak sengaja mengacau dan terkena Serangan Oleh tanaman itu. Itu membuat dia terluka cukup parah tapi karna dia adalah player tingkat atas itu sembuh dalam berapa bulan” lanjut Ucap orang itu kepada yunhoo.
“I-itu mengerikan” Ucap Yunhoo sembari menyipitkan matanya merasa takut menatap para tanaman itu.
[ Hunter Plant]
Tanaman yang menyerap Nutrisi player dan membuat mereka bertambah kuat setelah memakan Player.
Detail: Tidak di sarankan Untik mendekat kepada Tanaman itu.
“Baiklah anak kau harus lebih menjaga diri mu karna kau baru tiba di sini” Ucap orang itu dan mulai berjalan menuju resepsionis.
Antrian sudah hampir habis dan hanya menyisakan Yunhoo dengan pria tadi yang sedang mengantri di depan.
Setelah pria itu selesai mengantri, yunhoo mendekat ke arah resepsionis itu dan berbixata kepadanya.
“Ada yang bisa saya bantu tuan?” Tanya resepsionis itu kepada Yunhoo sembari tersenyum.
Tidak di ragukan lagi mereka kuat bahkan Kekuatan mereka sangat terasa untuk yunhoo yang memiliki presepsi yang tinggi.
Dia bisa melihat seberapa jauh dan kuat nya di dalam tubuh mereka.
Yunhoo hanya bisa menghela nafas menenangkan diri dan berbicara.
“Saya ingin informasi, apakah itu ada?” Tanya nya Yunhoo.
“ tentu, informasi macam apa yang Anda inginkan tuan?” Tanya pegawai resepsionis itu.
“Itu, pertama mari kita tahu bagaimana cara masuk ke Dunia bawah?” Lanjut Yunhoo sembari menyipitkan matanya.
“Baiklah, pertama Informasi ini berharga 50.000 CD , apakah tuan ingin mengetahuinya?” Tanya resepsionis itu masih dengan senyumannya.
__ADS_1