
“Apa kau bilang?” Ucap Pria bermata oren itu dengan kesal yang mengerutkan Dahinya .
Urat-urat di kepalanya bermekeran dan hampir terlihat dengan luapan emosinya.
Dia paling tidak suka di maki dan apalagi tentang badan dan Kulitnya .
Itu membuatnya sangat marah ketika di maki.
Pria yang terkapar iru masih tertawa dengan kencang dan menertawakan dirinya yang Bodoh itu.
Dia terua memaki nya Dan Menjelek-jelekan wajah dan semua hal tentang Pria bermata oren itu.
Itu Sampai membuat beberapa orang tertawa dan memperhatikan Pria bermata Oren itu dengan pandangan yang sama ketika mereka menatap Pria yang tersungkur itu.
Itu membuat pria bermata oren menjadi sangat marah dan kesal karna tatapan dan omongan beberapa orang yang berbisik dan menertawakan dirinya.
“Kubunuh kau!” Teriak Pria bermata oren itu yang mengeluarkan sebuah Kampak besar di Tangan Kirinya.
Kampak itu cukup tajam dengan penyesuaian yang baik antata keseimbangan berat dan besarnya.
Itu tidak terlalu besar dan cukup pas untik ukuran tubuhnya.
Berbeda dengan kampak yang cukup banyak sering Yunhoo lihat, tapi kali ini yang dia Lihat termasuk cukup simple tapi membawa perasaan yang cukup mencengkram di kampak itu.
Kampak itu tidak terlalu besar dengan Ukurannya tapi itu masihlah sebuah kampak yang rata-rata di gunakan oleh orang berbadan Besar seperti pria bermata Oren itu.
Pria bermata oren itu berdiri dengan banyaknya tatapan orang yang mengarah kepadanya.
Meski tidak terlihat dengan baik, tapi perasaan yang di rasakan oleh orang yang di tatap itu begitu tersampaikan oleh tatapan mereka yang rasanya terlihat jelas oleh pria bermata oren itu.
Dia merasakan kali ini tatapan dari banyaknya orang yang seperti seakan akan Jijik dengannya yang sebelumnya Di rasakan oleh Sanghyeon itu.
Sanghyeon yang terkapar dan berbaring di bawah Pasir itu dengan keadaan matanya yang Buram dan dadanya yang sesak itu masih berusaha nafas dengan susah dan tertawa.
Dia tertawa menertawakan dirinya dan Juga Pria bermata oren itu.
Dalam pandangannya yang kabur dia seakan akan melihay seseorang yang ada di depannya yang berpakaian hitam.
Dia tidak bisa melihat dengan jelas karna pandangannya Buram tapi dia bisa nengetahui bahwa nasibnya akan berakhir di sini
Ini adalah akhirnya.
Akhirnya dia akan benar-benar mati di sini.
“Hahahahaha”
Dia tertawa.
Tidak ada lagi yang lucu.
Yang lucu baginya di sini adalah nasibnya.
Bahkan suara dari Pria bermata oren yang di depannya itu yang berteriak saja tidak bisa dia dengari saking sudah menyerah nya dia dengan nasib hidupnya.
Tatapan banyak orang dan semua penderitaan yang dia alami.
Dia membencinya
Dia membemci dan berharap mereka mati tepat pada tempat mereka seharusnya.
Kenapa?…..
Dia bingung….. apa yang salah dari dirinya
Kenapa dia harus melakukan ini?…… apakah dewa benar-benar nyata?…..
__ADS_1
Apakah dewa memperhatikan Kita?……
Tidak, mungkin dewa sendiri tidak pernah memperhatikannya .
“Hahahaha, sial, kau bedebah sial! Mati saja kau!” Ucap maki Sanghyeon yang merasa sangat kesal itu dan hanya bisa meluapkan amarahnya ke Pria bermata Oren itu.
Dia nya terus membully nya dan menganggap dirinya selayaknya sampah itu sangat menyebalkan untuk dirinya.
Bagi dirinya sendiri, dia juga tidak ingin Hidup seperti ini.
Dia berusaha keras tapi apa yang dia dapatkan?….
Penghargaan?…..
Keberhasilan?…..
Pencapaian?……
Tidak ada apapun yang dia dapatkan satupun.
Dia berusaha keras menutupi kekurangannya dengan kerja keras yang selalu orang Bilang itu.
Kerja keras bisa mengalahkan segalanya, termasuk bakat dan kejeniusan…..
Taoi apakah kalimat itu nyata?…….
Bahkan untuk dirinya yang sudah berjuang keras seperti ini, apakah dirinya masih kurang dalam bekerja keras lagi?…..
Bukankah itu Bulshit dan hanya Kalimat Untuk meredakan amarah dan kekesalan dari Banyaknya orang yang tidak berbakat?…..
Kau tahu berapa banyak orang di luar sana yang sepertinya?…..
Mereka bekerja keras mendengarkan Keajaiban dari cerita seseorang yang berkata bahwa kerja keras bisa menghasilkan dan membuahkan apapun .
Apakah itu nyata?……
Tidak ada hal seperti itu!
Mesku aku bekerja keras apa yang bisa ku lakukan?
Dengan skill dan Mana ku yang rendah? Bahkan meski aku ahli dengan pedang, kemampuan dan statistikku sendiri adalah hal yang tidak bisa ku realisasikan dengan kerja keras seperti ucapan banyak orang di luar sana.
Di dunia manapun itu aku tetap akan hidup sebagai sampah..
Inikah yang Tuhan berikan kepada ku?…..
Beginilah hidup ku?…..
Dia tidak bisa lagi tertawa.
Sebaliknya, kali ini Bukan tawaaan tapi tangisan yang menyiksanya hingga ke ujung Otak dan seluruh sistem tubuhnya.
Tangisan itu membawa semua luka di hatinya dan penderitaannya yang dalam.
Seakan akan dia berharap semua ini berakhi, kampak yang di arahkan kepadanya juga melayang.
Dia tidak bisa melihat itu.
Taoi reaksi tubuhnya mengetahui itu bahwa akhirnya akan tiba di mana Kehidupan menyedihkannya akan berakhir.
Apakah ini seluruh Hidupnya?…..
Tentu ini hal menyakitkan untuk menerima kehidupan Sampah seperti ini.
Kerja kerasnya terbuang sia-sia dan Kehidupannya yang seperti ini pun masihlah dia anggap bermakna melihat semua orang yang menatapnya dengan Jijik itu?…..
__ADS_1
Apa yang baginya berguna?…..
Dengan air mata yang mengalir dari matanya itu, itu mengalir turun ke Pipinya dan ke pasir yang tepat di bawah tubuhnya
“Aku berharap aku tidak menjalani kehidupan yang menyedihkan ini, apakah ini salah ku? Tidak bukankah ini adalah kesalahan Tuhan?….”
Dengan perasaan yang campur aduk itu dia melihat pemandangan yang buram itu sengan kesal dan mengepalkan tangannya.
“Sialan, ini semua adalah salah Hidup ku yang begitu menyedihkan!” Batin Sanghyeom itu yang dengan wajah Kesalnya menutup matanya dan merasakan akhir hidupnya sudah hampir dekat.
Perasaan daru hawa dan tekanan tebasan itu Juga Mulai terasa sangat dekat di antara kulit dan tubuhnya itu.
Bahkan di saat saat terakhirnya dia masih tidak bisa mendengarkan satu orangpun yang berkata dan bersimpati dengannya.
Inilah hidupnya.
“Sial ini berakhir”
Dengan ucapan itu udara kembali berhembus kencang dan seakan waktu kembali cepat kampak itu melayang cepat ke arah Sanghyeon.
Hanya dalam sekejap di antara berapa Inc lagi kampak tajam otu menembus tubuh Sanghyeon, bukan sebuah suara tebasan dan darah dari organ yang hancur yang terdengar.
Itu adalah sebuah Bilah pedang yang tajam yang menahan Kampak itu dengan Ujung pedang yang tipis
“Hei Nak, kau tidak salah, ini adalah kesalahan dunia karna membuat Mu Hidup seperti ini, apakah kau membenci dewa?…. Aku di sini pun sedikit pun membencinya dan tidak menyukai mereka” Ucap Yunhoo yang melantur tidak jelas dengan ucapannya itu.
“Hei apa apaan dengamu! Kau ingin mati?” Ucap pria bermata oren itu yang kesal dan memelototi Yunhoo.
“Tidak, aku tidak Ingin mati, karna jadwalku dan kegiatanku masih panjang” ucap Yunhoo yang menghempaskan Kampak yang Pria bermata Oren ith pegang dengan kuat ke atas dan membuat kampak itu terpental dan terlepas dari genggaman Tangan Pria bermata oren itu.
Kampak itu melayang ke atas dan berputar-putar lalu terjatuh di tengah ruang sekiatan Pria bermata oren itu yang Kosong.
Itu menancap kencang di pasing yang halus dan lembut itu seakan akan membuat retakan di antara tanah itu.
“Apa?! Hey kau! Siapa kau! Kau ingin mati ya?” Ucap Pria oren itu yang sangat kesal dan semakin di tambah kesal dengan kehadiran Yunhoo.
Dia menjauh sedikit dengan kesal dan menatap Yunhoo yang seakan akan tidak peduli dengannya itu.
Yunhoo di sisi lain berjalan dengan pedangnya yang dia masuki ke sarung di Pinggang nya dan menatap Sanghyeon yang lamah itu.
Dia mengangkat tangan nya dan mengarahkannya menutup kearah kedua sisi mata Sanghyeon dan mengalirkan Mana ke Arah kedua matanya itu dan mengalirkannya lagi ke antata semua Sirkuit Mana yang mengalir di tubuh Sanghyeon.
Untuk melakukan Transfer Mana itu seharusnya cukup sulit dan susah tapi karna Kontrol Mana Yunhoo telah memcapai Tingkat yang lebih baik bahkan yang seharusnya hanya bisa di lakukan Player berperingkat tinggi pun bisa di lakukan Yunhoo dengan mudah
Karna yang Yunhoo lakukan di sini adalah mentransfer Mana nya dan sekaligus Memperbaiki beberapa Sirkuti yang kekurangan Mana dan beberapa saluran Sirkuit mana yang rusak itu di antara tubuh nya.
Setelah memakan waktu kurang lebih 10 detik Yunhoo berdiri lagi menopang Tubuh Sanghyeon yang lemah itu.
“Kau bisa berdiri?” Tanya Yunhoo ke Sanghyeon yang Bingung itu.
“Apa?….. aku masih hidup?” Ucap Sanghyeon yang memegang tubuh nya dengan baik dan memeriksa setiap Bagian tubuhnya.
Penglihatannya juga membaik dan dia menatap Yunhoo yang ada di depannya itu.
Dia mengenakan kemeja putih dengan dasi serta pedang di Pinggangnya.
Dia terlihat tampan dan Wajahnya serta tubuhnya Juga tinggi.
“A-anu…. T-terimakasih” ucap Sanghyeon.
“Ya, kau tak perlu berterimakasih, aku hanya ingin Bilang bahwa itu bukan salah mu” ucap Yunhoo.
“Apa maksud mu? Aku tak paham apa yang kau katakan” jawab Sanghyeon.
Yunhoo tersenyum menatap Sanghyeon yang Bingung itu.
__ADS_1
“Kau punya kemampuan, dan meskipun kau tidak ada bakat pun, kau tetap berguna jadi jangan menyerah dan berusahalah Hidup lebih baik lagi.” Ucap Yunhoo itu yang tersenyum.
“Aku tahu kau kesulitan jadi Bagaimana Jika kau Ikut denganku? Kau tak perku khawatir kau bisa keluar dari Guild mu.” Ucap Yunhoo yang berdiri dan merentangkan tangannya.