Dunia Baru Untuk Pembaca

Dunia Baru Untuk Pembaca
Raja Kerangka


__ADS_3

Putaran kedua berakhir, menuju putaran ke tiga yang akan di lakukan dalam 30 menit lagi Yunhoo bersandar , kali ini Yunhoo tidak memasuki arena jauh ke dalam cukup lelah untuk berjalan memasuki arena yang kosong melompong itu jadi untuk menghemat tenaga dan waktunya yunhoo memilih untuk tetap bersandar di pintu bersama kedua lainnya.


Pemanah itu juga kehabisan anak panahnya dan bersandar dengan lemas dan menghela nafasnya.


“Hah…. Aku kehabisan anak panah ku” ucap nya sembari mendengkur.


“Kebetulan aku memiliki banyak anak panah yang dulu ku pungut” ucap Yunhoo sembari mengeluarkan setumpuk anak panah yang tidak terlalu bagus tapi tidak terlalu buruk.


Kebetulan Yunhoo memungut cukup banyak pedang dan panah dalam skenario sebelum sebelumnya.


Kali ini anak panah itu di keluarkan dan di berikan ke Pemanah itu yang sekarang separtai dengannya.


“E-eh… ini, terlalu banyak. Apakah tidak masalah?” Tanyanya dengan panik melihat anak panah yang cukup banyak.


“Tidak masalah, kebetulan anak panah itu juga menyempil dan tidak ku gunakan jadi pakailah dengan baik” ucap Yunhoo dengan tenang.


“Oh… kawan kau begitu baik! Bisakah kita separtai lagi di masa mendatang?” Tanyanya ke Yunhoo.


“Tidak” jawab singkat Yunhoo.


“Cih… kau begitu dingin Jimie” ucap Pemanah itu.


“Biarlah “ ucap Yunhoo sembari memalingkan dan menatap ke kejauhan .


“Sudahlah, kita kan separty karna kita membutuhkan jadi terimakasih telah menerima dan membantu kami” ucap pengguna perisai itu menghibur temannya yang menggunakan panah.


“Benar ! Jimie apakah kau player terkenal? Kenapan aku baru melihat keterampilan sehebat itu? Aku bahkan tidak pernah melihat nama mu di papan berita!” Tanya Pemanah ke Yunhoo dengan semangat dan menatap nya.


“Aku benar benar mengaggumi keterampilan mu! Bisakah kau mengajarkannya?” Dengan mata berbinar dan semangat yang membara Pemanah itu duduk di depan Yunhoo dengan memegang tangannya dan membuat mata harapan seperti bintang bintang cerah.


“Apa apaan bocah ini? Dia terlalu merepotkan! Apakah perasaan manusia bisa begitu mudah di putar balikan seperti ini?” Ucap yunhoo dalam hatinya sembari merasa tidak nyaman dan menatap dengan kesal ke pananah itu.


Yunhoo: (¬_¬;)


“Tidak, aku tidak mengajarkannya jangan ganggu aku “ ucap nya sembari menyingkir dan sedikit menjauh.


“Sudah ku bilang jangan mengganggu nya kau bocah sial!” Sembari mengetuk kepalanya pengguna perisai itu menarik bocah pemanah itu menjauh sedikit dan duduk bersama nya.


Sembari terus terjaga oleh pengguna perisai itu Yunhoo duduk dan menghela nafas nya.


Dia menutup matanya menunggu skenario berikutnya yang hadir.


Pesan sistem kenaikan level nya juga dia singkirkan.


Levelnya sekarang tepat berada di level 37.


Perkembangannya benar benar cepat.


Skenario terlalu berjalan begitu lama baginya.


Untuk berhadapan dengan lawan berikutnya.


Dia tidak tahu bagaimana lawan selanjutnya akan dia hadapi.


Tapi dia cukup berdebar dan menantikannya.


Benar juga yunhoo sering melihat perasaan di mana rasa tidak sabar para Mc yang menantikan perkembangan selanjutnya.


Dia berharap bahwa lawannya berikutnya cukup hebat.


…….


30 menit berlalu begitu cepat.


Player yang telah menunggu cukup lama sekarang menatap lagi kehadiran Putaran Ketiga dari skenario ini.

__ADS_1


[ Putaran Ketiga akan di mulai!]


[ Silahkan Bersiap!]


[ Putaran Ini Adalah Putaran Terakhir!]


Dengan Munculnya pemberitahuan ini.


Ketegangan mulai muncul.


Semua perasaan mendebarkan, takut, dan senang mulai campur aduk.


Semuanya menatap melihat kegemparan itu.


Dalam pandangan semua orang mulai menatap ke arah Dimana Monster selalu Muncul.


Kali ini monster seperti apa yang Muncul?


Mereka sungguh penasaran!


Bukan hanya mereka Yunhoo yang mendengar itu Juga sungguh penasaran dan menantikannya.


Yunhoo mengeluarkan pedang nya.


Kali ini tidak dengan dua pedang tetapi hanya mengeluarkan satu pedang nya.


Pedang Sherina pedang utama miliknya dan Juga pedang terkuatnya.


Yunhoo menatap,berdiri sembari berkeringat dan menatap ke arah di mana monster akan muncul.


Kali ini keringat nya cukup deras


Bukan karna apa.


Tapi yunhoo bisa merasakannya.


Aliran mana yang membeludak ke atas dan hawa kehadiran yang terlalu Kuat.


Benar benar hebat.


Yunhoo tersenyum sembari merasakan tegang dan menatap ke arah bidang tanah luas itu.


Ah….


…. Perasaan ini


Terlalu hebat….


Benar benar perasaan hebat yang baru kali ini dia rasakan.


Lawan yang sangat kaut benar benar muncul.


“H-hei apa kau merasakan nya? Musuh ini… mereka sungguh Kuat.” Ucap Pengguna perisai itu sembari berdiri di belakang Yunhoo.


“Y-ya, aku bisa merasakannya meski hanya sedikit, hawa kehadiran yang begitu Kuat dan mengintimidasi ini…. Bagaimana aku tidak bisa merasakannya?” Ucap Pemanah itu.


“Bukan hanya dari satu arah, tetapi itu muncul di setiap sisi pintu dan hawa mereka sungguh Kuat.” Ucap pemanah itu sembari berkeringat.


“Ya, aku khawatir musuh kali ini benar benar terlalu Kuat untuk dapat di hadapi” ucap pengguna perisai itu dengan khawatir nya dan mengerutkan keningnya.


“Apa yang akan kau lakukan? Apakah kau akan tetap diam?” Tanya pengguna perisai ke Yunhoo.


“Hei jimie , ini benar benar bukan sekedar lawan yang kuat biasa, mereka …. Mereka terlihat sungguh Kuat “ ucap penanah itu berteriak ke Yunhoo yanh terdiam.


“Yah, kau benar. Kau tidak akan bisa menghadapi monster itu. Bahkan player lainnya juga ku rasa tidak akan mampu” ucap Yunhoo sembari menatap langit langit.

__ADS_1


“Tapi kau tahu bukan? Semua masalah akan menemukan solusinya, dan kebetulan aku menemukan Solusinya” ucap nya dengan tersenyum.


[ Kemampuan Readers Lv.5 Di tingkatkan!]


[ Efek Baru di tambahkan!]


[ Silahkan Lihat Efek baru!]


Pesan yang muncul mendadak di depan Yunhoo itu membuatnya mengetahui bagaimana cara mengeluarkan dam mencari solusi dari masalah kali ini.


Sebenarnya Yunhoo juga tidak berpikir bahwa dia akan mendapat lawan sehebat ini.


Dia sungguh senang tetapi yang terpenting sekarang Bukanlah itu.


Entitasnya itu harus di kenal sebagai kuat tetapi misterius.


Keberadaannya hanya seperti dogeng tetapi nyata.


Keberadaan di balik bayangan yang bergerak secara diam diam.


Itulah mengapa Dia harus menjaga identitas nya dengan baik.


Dia perlu mengatur rencana dengan baik untuk membuat Solusi keluar dan yang terbaik dari skenario ini.


“Menemukan? Bagaimana? Bisakah kau beritahu dengan jelas?” Jawab nya dengan kaget ke arah Yunhoo .


Pengguna perisai itu menatap Yunhoo menunggu jawabannya yang berbalik badan itu.


Yunhoo menghampiri nya dan mulai menepuk pundaknya.


“Kau hanya perlu melakukan hal yang kau bisa di sini, kau akan melihatnya nanti .” Ucap Yunhoo sembari diam memegang pundak nya dan menyipitkan mata menatap ke Aura monster itu yang semakin mendekat.


“Maksud mu? Hah?… diam? Kau berpikir kita hanya perlu diam dan melawan monster itu?” Ucap Pemanah itu yang kaget dan juga Pengguna perisai itu.


“Lakukan saja jika kau percaya dengan ku, kau akan melihat sendiri nanti akan seperti apa.” Ucap Yunhoo ke arah Pengguna perisai itu.


“Baiklah semoga berhasil” ucap Yunhoo sembari melompat dan masuk jauh ke dalan Arena.


Yunhoo menghilang dari pandangan mereka dan pengguna perisai dan panah itu tercenang dan kaku sejenak.


“Sial, apa apaan itu” ucap pengguna panah itu.


“H-hyung! Apa yang harus kita lakukan?” Tanya pengguna panah itu ke Pengguna perisai yang diam itu.


“Kita akan lakukan nya dan melawan seperti biasa” ucap pengguna perisai itu sembari diam sembari menatap ke bawah.


“Cih… baiklah kita juga tidak ada pilihan lain, bukankah Ini risiko awal dari pilihan kita?” Ucap pemanah itu sembari menghilangkan wajah kecewa nya dan bersikap normal dengan semangat nya.


“Kau tidak perlu sedih Hyung, aku tidak ingin kau membuat wajah putus asa begitu, kenapa kau takut sekali pada monster itu. Kita bahkan belum melawannya” dengan senyuman menghibur pemanah itu berbicara ke Pengguna perisai itu dan menenangkannya.


Dia acuk tak acuh dan dengan santai berbicara.


“Kau tak bisa begitu! Aku tahu kau juga ketakukan bukan! Hawa monster itu! Itu bukanlah sesuatu yang mudah!” Ucap pengguna perisai itu sembari berteriak dan mengangkat kepalanya dengan ekspresi khawatir.


“……”


“Kau benar, aku juga khawatir dan takut bahkan kita akan mati. Tapi hyung…. Aku tidak pernah menyesal. Jadi kau tidak perlu mengkhawatirkannya, lagi pula Ada Jimie yang berjanji akan membantu kita bukan? Kau lihat juga bukan? Dia player yang hebat. Aku tak pernah melihat player sehebat itu.” Ucap pengguna panah itu.


“Dia sangat hebat hingga membuat ku terkagum kagum, tapi aneh nya hyung…. Dia.. terasa sangat sangat kesepian”


“Player itu terasa begitu banyak perasaan aneh dan tidak memiliki banyak eskpresi, aku berusaha untuk berteman dan menjalin hubungan dengannya bukan karna dia cukup hebat. Tapi aku hanya merasa kasihan dan sedih dengannya” ucap Pemanah itu.


“…. Maaf hyung, kita hanya perlu mendengar ucapan Jimie jadi kita harus melakukan yang terbaik untuk tidak mengecewakannya” ucap Pemanah ith memegang pundak Si pengguna perisai.


“Baik… aku akan melakukan yang terbaik!” Wajah nya kembali semangat dengan serius dan mengeluarkan perisai di punggungnya dan memegang nya.

__ADS_1


Dia juga mengeluarkan pedangnya dan membuat wajah penuh tekad.


__ADS_2