
Untuk Membantu mandukung author Jangan Lupa Berikan** Like Tinggalkan Komen dan Berikan Vote pada karya author ,Setiap dukungan dari kalian akan membantu menyemangati author dan membuat author lebih bersemanbat lagi Dalam Membuat Karya-karya lainnya dan Bab selanjutnya.**
🌿🌿🌿🌿☘️☘️☘️☘️☘️
“Sepertinya dia akan segera kalah master” Ucap Jinhoo
“Kau benar, tapi sertinya amarahnya begitu kuat Hingga dia tetap mampu berdiri dengan pukulan beruang itu.” Ucap Yunhoo
“Sepertinya begitu, seharusnya pukulan itu sangat kuat setelah di bantu dengan Dorongan Mana kepada Beruang itu” Ucap Jinhoo
“Tapi menurutmu apa yang dia marahkan? Apakah dia tipe orang yang benci kekalahan?” Ucap Yunhoo
“Sepertinya aku tahu” Ucap Jinhoo dengan tatapan mata yang tajam ke arah Tiytiz.
“Dia sepertinya baru merasakan hal ini, dia mungkin tipekal yang menganggap dunia ini bodoh dan terlalu mudah” Ucap Jinhoo
“Hah…. Hal bodoh apa itu bukankah dia benar benar terlihat seakan akan seperti penguasa? …. Ya meskipun dia jatuh sih sekarang” ucap Yunhoo dengan tenang
“Jika aku membaca nya mungkin tebakan ku benar bahwa dua memang tiper orang yang Menganggap terlalu mudah hal apapun, mungkin dia di berkahi dengan bakat dan takdir di sisinya” Ucap Jinhoo.
“Sepertinya ucap Iblis itu benar, dia memang di berkahi takdir master” Ucap Jiwoo yang Berdiri dengan kedua tangan nya berada di saku celananya.
“Hahahaha, benar benar menarik. Hah… jika dia berada di dalam karakter novel mungkin karakter sepertinya akan benar benar menjadi pecundang bodoh yang terlalu tamak” ucap Yunhoo
“Apakah master masih akan menonton ? Bukankah sebaiknya master turun “ Ucap Jiwoo yang masih menatap Ke arah kedua pertempuran itu.
“Kau benar memang seharusnya aku turun tapi aku akan menunggu ketika pertarungan itu selesai” Jawab Yunhoo dengan Wajah bodo Amatnya.
…..
“Pertarungan ini hebat” Ucap Ibu Yuu Mina
“Apakah biasanya kau selalu bertarung seperti ini Nak?” Ucap Ibu Yuu Mina
“Ibu akan selalu melihat pertarungan seperti ini bu, memang ini cukup hebat tapi mungkin kedepannya Ibu akan selalu melihat pertumpahan darah” jawab Yuu Mina.
“Maaf bu, aku yang membuatmu terlibat hal ini, aku pasti akan melindungi mu Bu” Ucap Yuu Mina dengan wajah sedikit sedih dan penuh pertanggung jawaban nya.
“Tidak apa apa Nak, Ibu Juga salah meninggalkan Putri kecilku mengalami penderitaan seperti ini” Jawab Ibu Yuu Mina sembari menggengam Tangan Yuu Mina.
“Tante tidak perlu khawatir, karna ada aku ,Yunhwa dan Hyung yang akan membantu Tante dan Kak Mina!”
“Terimakasih Nak Namwoo”
Ibu Yuu Mina tersenyum sembari menatap ke arah Yunhwa lagi.
…..
“Kugh… sial apa apaan ini”
Tiytiz menggeram merasa kesal dengan dirinya sendiri.
Dia berdiri menyerang secara membabi buta ke arah beruang itu lagi.
Entah seberapa kali dia menyerang Beruang jelek itu , dia tetap bangkit dan Luka nya sembuh lagi.
Tidak hanya itu , Serigala Yang begitu cepat dan Kuat selalu saja menyerang nya di sisi samping samping nya ketika dia lengah.
Ini membuatnya semakin kerepotan dengan semua hal yang di sebabkan Serigala itu.
Tiytiz menggigit Bibir nya dan berdiri dari jarak cukup jauh .
“Sial aku tak berpikir ini akan mempan, melawan mereka hanya akan membuang buang waktu apakah aku harus melakukan itu?…” Ucap Tiytiz sembari membuang ludah penuh darah di mulutnya.
‘Tidak tunggu, jika aku melakukan itu memang bagus tapi…. Aku harus mencari cara agar dapat menyerang Wanita itu secara langsung.’ Batin Tiytiz
Tiytiz masih menyerang sembari memikirkan cara melakukan nya dan melewati beruang itu.
Jika terus melawan mereka yang kalah hanya dia dan ini akan menjadi penyerang satu titik tanpa ampun.
__ADS_1
Benar… orang ini…
… dia kuat.
Tidak di ragukan lagi.
Meski begitu, Bagi Tiytiz yang telah mengalami penghinaan ini dia benar benar tidak senang dan penuh amarah.
Kekuatan nya meluap luap dan Tenaga nya terus terbakar bakar seakan tidak habis habis.
Mungkin karna amarahnya yang begitu kuat untuk mengalahkannya, rasanya begitu hebat dan tidak kenal untuk Tumbang.
Meski begitu lawan di depannya seperti seekor Domba!
Domba yang tanpa ampun menyeruduk apapun!
Ini menyebalkan bagi Tiytiz.
Untuk tiytiz salah sedikit saja akan membuat nyawa nya terancam, tenaganya tidak tersisa banyak, Dan Energi Mana Nya juga tinggal sedikit. Ini cukup aneh bahwa seorang wanita sepertinya yang hanya terlihat polos mempunyai Mana dalam Jumlah banyak.
“Sial…” Ucap Tiytiz sembari menggeram.
Tenaga nya benar benar hampir habis.
Tidak ada cara lagi baginya untuk kabur.
Penghinaan besar ini benar benar membuatnya marah dan tidak tahu arah mau kemana.
Tiytiz tidak ingin meredam kemarahannya, meski dia mengakui lawannya kuat , dia benar benar sangat marah. Perasaan pertama kalinya dia di lakukan seperti ini dan dunia yang berkali kali bahkan tidak bergerak dengan keinginannya.
Tiytiz tidak ingin mengakuinya, Dia tidak ingin mengakuinya bahwa Dunia sudah bukan seperti yang dia bayangkan. Dunia tidak lagi Mudah untuk pertama kalinya.
Untuk itu dia harus berjuang melakukan yang terbaik melawan dunia yang untuk pertama kalinya menyimpang .
“Aku tidak akan ragu, meski kau Kuat aku tidak akan mengalah Jal*ng Kecil” Ucap Tiytiz dengan amarah nya yang membara .
Tabrakan antara banyak sihir terus bertumpahan.
Itu seperti aliran yang mengadu tanpa henti.
Di antara aliran itu Yunhwa dengan Tenang menstabilkan Aliran sihir nya dan mengontrol dengan lebih baik lagi.
Yunhwa juga mengatur serangan para serigala nya untuk menyerang dengan lebih cepat.
Tiytiz Melompat mengambil pedang nya dan terjun dari Udara yang tinggi itu mengarah ke beruang besar itu.
Serigala yang tepat berada di Bawah Sisi beruang ,menatap ke atas melihat Tiytiz yang terjun dengan pedang nya.
Kali ini kekuatan nya kuat dan Aura Sihir yang di tanamkan nya juga sangat banyak.
Udara seperti di bakar oleh Sihir nya dan hantaman Kuku besar dan Kuat beruang dengan pedang itu terjadi.
Di sisi lain Tiytiz menghantam dengan bantuan kekuatan yang kuat dan dorongan dari atas ke bawah yang membantu kekuatannya.
Di sisi lain beruang hanya dapat bertahan mengandalkan sisi Kuku tangan nya yang paling Kuat.
Ting!!!
Ting!!
Dalam satu detik serangan terjadi berkali kali di atas sana dan Beruang itu dapat bertahan dengan baik.
Tenaga Tiytiz telah Hampir habis dan sekarang wajah nya yang penuh Keringat dan kecapean terpampang Jelas.
Kali ini Tiytiz tidak ada tempat untuk Kabur lagi.
Dia jatuh dari ketinggian udara itu dan di bawah nya tepat berada serigala yang cukup banyak.
Di belakang serigala itu Beruang hanya diam menatap Tiytiz yang jatuh.
__ADS_1
Tiytiz jatuh, dan cakar para serigala mencakar dan menusuk bagian bagian tubuh nya.
Menghindari banyak Luka fatal ,serigala itu menyerang hanya di bagian yang melumpuhkan Tiytiz.
“Uhukkh” Suara Batuk Tiytiz.
Tiytiz Mengeluarkan banyak darah dari tubuh nya dan terkapar lemah di Tanah:
Serigala menjauh dari tiytiz dan menatap nya dari jarak yang cukup jauh .
Tiytiz tersenyum dan berusaha menatap Yunhwa.
“Kuhuhuhu” Tiytiz tertawa kecil dan memegang pedang nya yang berada di sampingnya sembari berbaring lemah.
[Reversal Lv.4 Di Aktifkan!]
[Luka Luka di Tubuh Secara Otomatis Di Kembalikan Ke Subject yang menyerang!]
[Stamina tubuh Tidak Dapat Di Pulihkan!]
[Cadangan Mana Tersisa 2%]
Dalan sekejap Luka di Tubuh Tiytiz sembuh dan para serigala tumbang dan tidak dapat bergerak.
Meski luka mereka tidak Fatal mereka menyerang Tiytiz di bagian yang memang melumpuhkan dia.
Jadi untuknya pengembalian ini cukup baik dan titik Lumpuh para serigala menjadi terluka dan tidak dapat bergerak.
Luka yang di sebabkan Beruang itu Juga di kembalikan meski luka itu tidak Fatal tapi pada dasarnya hantaman kekuatan nya cukup kuat.
Tiytiz mengambil celah yang terlihat di antara Beruang dan Serigala yang Tidak Konsen secara Instant.
Tiytiz Menyerahkan semua mana yang tersisa dan meletakan di Kedua kakinya untuk membuat kecepatan yang maksimal.
Kecepatan itu Sungguh cepat dan menerobos Melewati beruang yang besar.
Pedang yang berliputan darah dan Goresan-goresan itu.
Terbang secara Vertikal.
Slash!!!
“……”
“Hahaha jadi begitu ya?…..” Ucap Tiytiz sembari menatap Belati tertancam di perut nya.
Pedang Tiytiz di Tangkis dengan tangan Kiri Yunhwa yang di liputi mana.
Tanpa apapun , Yunhwa murni menangkap Pedang dengan kecepatan penuh itu di tangan kiri nya.
Pedang tanpa kekuatan Mana itu hancur dan Puing puing pedang berjatuhan di tangan Yunhwa.
Tangan kiri Yunhwa Berdarah cukup banyak, meski kekuatan tangan nya di Kuatkan dengan Mana,Itu tidak cukup Kuat Untuk menahan pedang yang terbang dengan Kecepatan di luar batas manusia.
Tiytiz Mengeluarkan darah dari perut nya Terjatuh dengan posisi berlutut dengan kedua tangan nya lemah di posisi nya.
Wajah nya menghadap ke atas Menatap Sinar matahari yang Terlihat sangat terang di matanya.
Dalam pandangan nya yang menatap matahari itu dan langit langit, Tiytiz tersenyum dan pandangannya memudar.
Tiytiz jatuh pingsan dengan darah mengalir dari perut nya tanpa henti.
“Itu hebat, Kau pantas menjadi pemimpin Operasi Penyerangan ini”
[Duel Raja Berakhir!]
[Raja Tetap Menjadi Raja!]
[Penggantian Raja tidak di Mungkinkan!]
__ADS_1