
Tangan Yunhoo di angkat pelan ke atas dengan telapak tangan nya yang menghadap ke atas.
Di tangannya Angin angin mulai bergerak meniup udara udara yang tidak terlihat dan mendorong beberapa udara beracun yang hanya yunhoo bisa lihat itu.
Udara itu tampak seperti terlihat biasa tapi nyatanya sangat berbeda ketika memiliki indra yang sangat sensitif.
Udara itu membawa racun kuat yang melumpuhkan tubuh perlahan lahan tapi akan mematikan semua organ-organ secara instan.
Meski sangat mematikan begini, tapi racun itu bahkan sangat sulit untik di lihat secara kasat mata.
Meski dengan bantuan Holy Light Pemimpin Ksatria, itu membantu benerapa mengusir racun untuk beberapa player dan orang di barisan depan.
Tapi tidak dengan para supporter dan healer yang berfokus menyerang dan menyembuhkan Para Orang yang terluka.
Para supporter tidak sadar bahkan dengan adanya racun yang berada di dekat mereka.
Jika di biarkan mungkin itu akan memakan lebih banyak korban lagi Kedepannya..
Atau mungkin bahkan semuanya bisa mati di sini dengan racun yang di keluarkan Lendir itu.
Sangat di sayangkan, tapi Yunhoo harus membantu.
Meski dia tidak melakukan banyak hal , dan cukup membantu di Bagian Racun, tapi ini akan cukup membantu untuk mereka mengalahkan sepenuhnya Monster lendir itu.
Angin yang di atur yunhoo mulai bergerak dengan kasat mata mendorong udara udaran yang beracun itu jauh ke sisi samping dan menumpuk mereka.
Meski tidak bisa menghilangkannya, cukup menumpuk mereka saja akan jauh lebih baik.
Yunhoo memutar mutar angin-nya dan mendorong jauh beberapa racun yang mendekat ke sisi para healer itu.
Lendir itu masih terus menyerang dan beberapa para Pasukan Baris depan masih berusaha dengan Kuat untuk bertaham hidup dan menghindari beberapa serangan.
Sangat di sayangkan bahwa skill Defensif cukup sulit di miliki banyak orang.
Mungkin beberapa punya, tapi bagi mereka yang tidak memilikinya akan sangat sulit.
Yunhoo sendiri merasakan dengan baik meski hanya melihat dari jauh.
Perasaan dari rasa frustasi yang memuncak dimana mereka hanya di pandang seperti beban dan perasaan kekesalan dan hal lainnya
Meski tidak secara nyata dan langsung di pandang beban, tapi bagi beberapa orang, mereka juga sadar bahwa diri mereka tidak berguna, rasanya mereka di tunjukkan bahwa Orang yang keahliannya adalah garis depan tidak berguna selain hanya mati dan memancing perhatian monster.
Mereka takut, tapi juga kesal, selain rasa frustasi, rasa takut akan kematian yang menunggu mereka juga tinggi.
Di hadapi dengan hawa membunuh dan Monster yang Sungguh menjengkelkan ini, rasanya begitu menakutkan dan juga membuat mereka Frustasi.
Mereka terasa seperti menatap Monster dengan Kekuatan hebat, tapi diri mereka hanyalah katak di dalam air yang tidak memiliki kemampuan apapun.
Mereka seperti menatap sebuah Malaikat maut yang bersiap menjemput ajal mereka.
Sungguh membuat kesal dan sesak, perasaan yang terasa awalnya seperti seorang senior dan juga orang yang berkeahlian khusus, nyatanya mereka hanya di bantu dan bahkan bergantung pada seseorang yang bukan Bagian dari pemnajat dan hanya sesuatu yang tercipta dari Menara.
Kesal dan kesal.
Meski begitu mereka juga tidak bisa berbuat apapun
Yang bisa mereka lakukan hanya menatap dan berlari-lari menghindari serangan yang datang seperti orang bodoh.
Yunhoo menatap pelan ke arah mereka,dan menggerakan pelan tangannya dengan ragu.
Dia berhenti sejenak membuat gerakan yang tidak menojol dari tubuhnya.
Angin masih berputa putar menjauhkan racun racun di udara.
Sedangkan akila, dia berdiri diam dengan Jubah hitam nya itu.
“Sepertinya akan berakhir.” Ucap akila yang mengangkat pelan mulutnya dan berdiam lagi.
__ADS_1
Di ikuti sebuah mantra besar yang Muncul dengan Bola api besar yang tercipta,
Itu api yang panas dan cukup hebat.
Itu mulai terbentuk seperti batu yang isinya api membara.
Mantra itu Mulai di arahkan dengan baik ke Monster lendir itu.
Di ikut beberapa orang mulai kabur dan menghindari sekitar monster itu, pemimpin Ksatria juga menginstruksi dengan ketat dan memberikan Perintah dengan cepat untuk mundur.
Wajah mereka senua cukup paniak tapi Juga berharap.
Karna hanya ini yang akan mengakhirinya.
Dia berharap ini akan berakhir dan monster akan mati.
Para Pasukan penyerang di bagusn depan Mulai kabur berlari untuk tidaj menghalangi laju Lintasan api yang akan di arahkan itu.
Beberapa orang melompat, dan beberapa orang juga merangkak dengan lemah .
Donshik yang dalam Kondisi lelah juga mukai berlari membawa beberapa orang terluka dan membuat sebuah Dinding es untuk melindungi mereka semua.
Setelah itu dia juga masuk ke dinding es nya bersama Fleydrin dan api besar itu di tembakan.
Laju ledakan dan udara terasa terbakar.
Bahkan Rasanya Sangat panas dan sesak meski berada cukup jauh dari area itu.
Api itu berjalan menembus monster lendir itu dan membakarnya.
Itu membakar Lendir itu menjadi abu dan menghilangkannya dari Ruangan ini.
Itu bener benar hebat .
Daya hancur api itu bahkan rasanya cukup kuat.
Di ikuti beberapa tanah hancur dan bahkan membuat sebuah Lubang aneh yang menjadi seperti Bola yang terpotong setengah nya.
Abu-abu dan bekas-bekas lendir itu juga terlihat di tanah dengan beberapa cairan yang lengket dan juga beberapa gagang padang yang Hancur tanpa Bilah dan hanya menyisahkan gagang nya saja.
Bukan hanya itu, bahkan beberapa anak panah juga hancur dan hanya menyisahkan Ujung lancip anak panah itu yang kehitaman dan hampur hancur menjadi abu.
Dinding es yang melindungi beberapa orang juga mencair pelan hanya dengan efek dari Aura dan rasa panas dari api itu.
Sungguh sihir yang cukup hebat meski dengan bantuan beberapa orang untuk membuat satu sihir besar itu.
Tapi sungguh hebat Jika seseorang bisa membuat sihir itu sendirian.
Meski yunhoo di sisi lain juga tidak mengetahui tingkatan dan macam macam Sihir.
Tapi dia terpukau.
Yunhoo sendiri memang Memuji dan menganggap sihir itu hehat.
Tapi melihat sihir api yang cukup besar itu meski rasanya tidak terlalu besar dan biasa saja mungkin di lantai atas menara, tapi baginya , sekarang ini baginya yang berdiri di lantai 10.
Ini benar benar menakjubkan…..
Bahkan Yunhoo masih terdiam dengan perasaan terpukau dengan mata yang terus menerus menatap ke ruang kosong di mana monster lendir itu terbakar.
Akila yang menatap diam itu mulai menatap ke arah Yunhoo yang terpukau itu.
Akila tersenyum kecil dan menepok punggung yunhoo.
“Agh!” Jawab Yunhoo yang kaget dan menatap akila yang berada sangat dekat di bawahnyw.
Wajah nya yang naik ke atas dan yang di tutup jubah itu di mata Yunhoo yang melihat nya dari atas terlihat dengan indah.
__ADS_1
“Kau ini kenapa?” Tanya Yunhoo yang masuh merasakan rasa sakit di Punggung nya.
“Sial dia ini memukul ku untuk meremukan Tulang ku ya? Ini sakit sekali” batin Yunhoo yang berusaha tenang dan menahan rasa sakit nya.
“Aku hanya merasa Kau sedikit aneh” ucap akila yang menatap yunhoo sembari mengangkat kepalanya ke atas di mana wajah Yunhoo terlihat .
“Tidak, aku tidak aneh, lagipula aku juga harus mengurus Racun nya, jadi jangan ganggu aku” ucap Yunhoo yang mulai membalikkan badannya.
Akila diam sejenak dan berbicara menahan Yunhoo.
“Eh?….. tapi kan racunnya sudah Hilang” ucap akila dengan wajah bingung.
Dan setelah beberapa saat baru sadar bahwa Yunhoo tidak tahu dan hanya dia yang mengetahuinya.
“Eh…. Oh…. Kau benar, tapi bagaimana mereka menghilang?” Tanya Yunhoo dengan aneh menatap udara yang bersih tanpa racun yang mematikan itu.
“Ketika Monster itu Musnah dan mati, itu akan otomatis menghilang karna Racun itu adalah Sebuah Skill” ucap akila yang menjawab singkat dan menjelaskan sembari menunjuk udara.
Penjelasannya cukup mudah di pahami dengan suara dan ciri khas bahasanya yang seperti anak remaja yang imut itu.
Yunhoo yang mendengarkan Juga sedikit takjub dan mengangguk mengerti.
Meski aneh, tapi Yunhoo bahkan tidak melihat sebuah Pola -pola dari Monster itu, meski begitu Yunhoo juga tidak bisa memikirkan hal hal lain lagi dan hanya berusaha mengerti penjelasan akila.
Meski begitu, itu juga menenangkan nya dan membuat nya sedikit tenang karna tidak harus mengurus hal merepotkan seperti menahan atau menghilangkan racun.
Sejujurnya yunhoo sendiri tidak mengerti bagaimana dia harus menghapus Racun itu.
Selain menahannya , yang bisa Yunhoo lakukan paling hanya membuang jauh jauh racun itu ke Lantai 1 di lorong tangga sebelumnya.
Meski begitu, bukan berarti itu akan menghilangkan racunnya.
Yunhoo sendiri bahkan tidak tahu apakah racunnya akan Hilang jika dia diamkan.
Tapi karna sekarang itu udh Hilang, dia juga cukup senang karna tidak perlau repor.
Selain mendapatkan Pemahaman Skill Holy light, ini juga menjadi tontonan yang tidak buruk, meski tujuan utamanya masih belum tercapai juga.
Ini adalah hal yang cukup baik.
Yunhoo tersenyum dan menghela nafas pelan dan tertawa.
“Hahahaha, begitukah….” Ucap Yunhoo yang tertawa kecil dan tersenyum.
“Eh?….. ada apa? Apakah kau mengalami penyakit lagi? Atau kau ingin Ke Toilet?” Tanya akila dengan wajah konyolnya bertanya.
Yunhoo menggelengkan kepalanya dan berjalan pelan menuju Donshik dan yang lainnya berada.
“Aku hanya berpikir ini semakin menyenangkan” ucap Yunhoo yang berjalan pelan dengan detak jantung nya yang berdebar .
“Eh?…. Kau mengalami hal aneh lagi! Hey! Yunhoo kau menjadi aneh lagi!” Teriak akila yang mengejar di belakanga Yunhoo sembari berbicara mondar mandir ke samping Yunhoo.
Yunhoo hanya menaruh kedua tangan di kepalanya belakang nya dan berjalan mendrngarkan ucapan akila yang mendumel dan terus berbicara ke Yunhoo.
…….
“Ugh…. Sakit… sial sakit sekali” ucap Fleydrin yang menatap Luka Bakar yang cukup parah mengenai pergelangan Kaki Kirinya.
Meski tidak parah tapi luka bakar itu masih cukup bahaya.
Bahkan kaki nya sangat merah dan begitu panas.
Rasanya kulit kulitnnya terbakar dengan gila.
Meski tidak separah beberapa orang lainnya yang bahkan tubuh nya hancur, dan bahkan ada beberapa tangan orang yang hancur karna tertelan Lendir itu.
Tubuh Fleydrin masih cukip sehat dengan Hanya luka di kaki Kirinya saja yang cukup membebaninya, meski sakit ,tapi dia masih cukup Kuat berjalan meski sekarang rasanya tidak akan kuat lagi berjalan karna telah mencapai Puncak Dari batad kekuatan dan ketahanan rasa sakitnya.
__ADS_1