
Sesampainya di sana Yunhoo menatap dengan kedua matanya mihay keramaian yang begitu ramai ini.
Di sepanjang tepi pantai ini yang juga sepi dari warga biasa, semuanya di penuhi dengan player yang ramai dan banyak ini.
Selain itu banyaknya player di sini sangat banyak Hingga bisa di kategorikan Sebagai sebuah Pesta yang meriah yang di hadiri banyak orang.
Yunhoo dan Pak tua Kwon bersama akila berjalan melewati kerumunan player yang saling berbisik dan berbicara itu.
Selain cukup menjadi perhatian beberapa player menatap pak tua Kwon di sini yang menjadi Perhatian penting di setiap sudut player.
“Itu Guild Master Agh!”
“Ya! Dua tampan sekali! Sial aku ingin masuk Guild agh!”
Beberapa bisikan dan perkataan beberapa Player terdengar.
Mereka berbicara sembari menatap pak tua kwon yang berjalan dengan setelan rapihnya itu.
Yunhoo di sisi laik hanya berjalan dengan santai dengan tangan di sakunya dan menatap tepi pantai yang ramai sekali itu.
Bukan keramaian yang kecil tapi keramaian ini sangat besar dan hampir cukup mengisi pankang tepi pantai Di sekitaran Sini.
Entah berapa banyak Player yang berkumpul Yunhoo sendiri tidak mengetahuinya.
Pak tua kwon itu berjalan cukup santai hingga mencapai ke tepi pantai yang di penuhi pasir itu.
Dia menatap dan melihat banyak orang lalu turun menuju tepi pantai dan berjalan lagi.
Yunhoo mengikuti berjalan terus melewati orang demi orang yang sangat banyak.
Dia melewati orang demi orang itu dengan santai bersama akila dan beberapa orang juga memberikan jalan dengan baik meski terkadang Yunhoo harus melewati jalan yang sempit dengan kerumanan orang yang sangat banyak itu, yunhoo tetap berjalan dengan baik dan terus mengikuti Pak tua Kwon.
Mereka melewati kerumanan yang banyak untuk menuju barisan di mana anggota Guild Agh berkumpul.
Kebetulan mereka berkumpul di barisan depan pertengahan yang cukup jauh dari tempat mereka.
Selain banyaknya orang ,Yunhoo di sisi lain memperhatikan satu hal yang jauh ke arah Pantai dan laut yang luas itu.
Dia memperhatikan jam yang dengan jelas menampilkan sisa waktu pembukaan Zona tantangan Per-minggu itu dan juga dengan jelas menampilkan Sebuah Bacaan Yang sudah jelas adalah ‘Zona Tantangan Per-minggu’ yang dengan jelas tertulis di situ.
Perhatiannya tertuju dengan baik ke situ yang membuat dia cukup penasaran dengan apa yang terjadi.
Sisa waktu adalah 29.17.
Itu menandakan waktu yang cukup sedikit yang kurang dari 30 menit.
Meski begitu 29 menit adalah waktu yang cukup lama melihat banyak nya orang yang ada di sini.
Selain itu hawa dan bau, serta pernafasan di sini sangat suntuk dan pengap yang membuat orang di sini cukup kesusahan Untuk Bernafas.
Yunhoo sendiri merasakannya dan hal yang paling Tidak ingin Yunhoo bayangkan adalah seseorang yang Kentut di tengah bau dan udara yang pengap ini.
Selain akan menimbulkan bau yang menjijikan Yunhoo sendiri pasti nya tidak Ingin merasakannya di mana udara yang pengap dan bercambur dari banyaknya Nafas dan bau orang ini akan menjadi penuh dengan bau Dari kentut se-seorang yang mematikan.
Itu pasti akan menjadi pengalaman terburuk yang pernah dia bayangkan melihat akan sebau apa hal itu jika benar-benar terjadi.
Dia pernah sesekali membayangkannya tapi itu pasti benar-benar akan menjadi hal yang menjijikan melihat terkadang bau kentut nya sendiri adalah hal yang menjijikan dan mematikan untuk nya.
__ADS_1
Yunhoo yang berpikiran penuh dengan Fantasi gila nya itu terus berjalan tanpa dia sadari hingga sebuah suara kencang memberhentikannya.
Brak!
Itu adalah suara Tubuh seseorang yang terdorong jatuh dengan kencang mengenai Tanah.
Meski ini adalah pasir, benturan itu seakan kencang dan Suara yang di Hasilkannya nampak seperti sebuah tendangan yang Kuat.
Yunhoo yang kaget iru tersandar Dari Fantasi Gilanya dan berhenti di tempatnya.
Dia menatap seorang Pria Muda uang Tampak Cukup Kurus mengenakan Sebuah Hoodie hitam dengan pedang yang menggantung di Pinggang nya.
“Oh….. “ sorak kaget dari beberapa orang.
akila, dan Pak tua Kwon berusaha untuk tidak menatapnya dan melanjutkan perjalanan mereka tapi Yunhoo yang melihat pemuda itu terjatuh di depannya masih terdiam melihat pemuda itu tergeletak dengan sedikit kesakitan.
“Ada apa? Mari lanjutkan” ucap Pak tua Kwon yang menatap dan menyipitkan tatapannya ke Yunhoo.
“Hm….. aku tidak bisa bergerak, dia memegang kaki ku” jawab Yunhoo yang memperlihatkan Kakinya di pegangi dengan jelas oleh pemuda yang tergeletak itu.
“Uhuk! Uhuk’ karghhh!” Dengan erangan kuat pemuda itu berusaha dengan keras bangun.
Dia mempunyai tubuh yang kecik seakan akan sangat kurus tidak makan dengan baik dan dia juga tampak negitu kesakitan dengan beberapa darah keluar dari Mulutnya.
“Lihat! Kau orang Bodoh! Player lemah semacammu untuk apa berada di sini?” Ucap seorang pemuda dengan raut wajah nya sedikit kehitaman dengan Mata Oren kegelapan.
Dia tampak Kuat dengan badan yang berotot meski tidak cukup besar.
Mungkin dia masih tergolong ke bagian badan berotot yang memiliki tubuh besar meski tidak sebesar badan titan yang sebelumnya dia Lihat.
Mungkin tidak titan tapi Barbarian sendiri sudah cukup besar untuk Badan yang dia Lihat.
“Hei bung bisakah kau menyingkir? Aku ada masalah dengan Pemuda Lemah ini” ucap seringai Dari pria berotot dan bermata oren itu yang berbicara dan menarik kaki pemuda itu.
Dia Tertarik Lemah oleh seretan yang cukup kuat dari pria itu.
Dari banyaknya orang di sini tidak ada satupun yang menghentikannya dan Mereka seakan akan senang dengan perlakuan itu, mereka menatap dengan Lucu seakan mengejek Ke arah Pemuda yang lemah itu.
“Kikiki, liat dia! Dia sangat kurus! Aku pemasaran seperti apa orangtua dari orang sepertinya, mereka pasti adalah ****** gila dan pria pemabuk yang bodoh”
“Kahahahah, aku setuju, wajah bodoh nya iru selalu menjengkelkan dan membuat semua orang kesal, seharusnya dia tidak datang ke sini” ucap seseorang yang tertawa dan berbicata sinis menatap ke pemuda itu.
“Hei bodoh bangun! Kenapa kau ada di sini hah! Aku kan sudah menyuruhmu untuk tidak datang” ucap Pria bermata oren itu yang melepas kaki Pemuda yang lemah dengan wajah Pucatnya itu.
Dia menendang dan menatap Pemuda itu yang berbaring dengan memegang dada nya terasa sakit iru.
Tubuhnya cukup kurus dan kulitnya Putih pucat, dia menatap pelan dengan Matanya yang tidak bisa menatap dengan baik itu dan sebuah tamparan kencang mengenai pipinya itu.
Plak!
Tamparan itu datang dari Pria Berotot dengan mata oren itu.
Tidak ada satupun rasa simpati dan hanya ada perasaan menyedihkan dan mencela yang keluar dari mulut mereka.
Tatapan mereka semuanya juga merasa jijik dengan aneh dan pandangan mereka benar-benar mengerikan.
Pemuda itu merangkak pelan memegang dadanya yang sesak yang di tekan dengan Kaki besar berotot dari Pria bermata oren itu.
__ADS_1
“Kau menyukai ini? Kau yang lemah untuk apa datang ke sini?” Tanga Pria itu yang menekan kencang lagi Ke dadanya.
“Kugh…..”
“L-lepassskan…” teriak pelan suara Kecil dari Pria yang terjungkur lemah itu.
Dia berusaha keras memegang Kaki yang menekan dadanya dan mengalirkan sebuah Mana untuk mengangkat Kaki itu.
Alangkah baiknya jika dia bisa mengangkatnya tapi hal yang menunggunya hanyalah Tekanan yang semakin kencang dari pemuda Bermata oren itu.
Dia menahan rasa sakit dari Tekanan itu dan terus berusaha dengan keras melepaskan kakinya itu.
“Orang bodoh, hey Sanghyeon, apakah Kau Ingin mati? Aku yelah berbaik hati membiarkanmu hidup, tapi melihat wajah bodohmu semakin membuat ku muak” tekan Pria itu yang memegang Hoodie Pria yang berbaring lemah dan berusaha dengan ketas mengangkat kakinya itu.
Dia menarik ,lalu membanting ke pasir lagi dan melepaskan Kakinya dari Dada pria itu.
“Kuhuhu, orang Bodoh yang tidak tahu tempatmu, kau seharusnya bersyukur aku tidak membunuhmu” tegas Pria itu yang berbalik melihay Pria itu tersungkur dan berbaring lemah tanoa bergerak.
Di sisi lain pria itu yang lemah dengan penglihatannya yang kabur itu terbaring dengan lemah
Dia tidak dalam kondisi pingsan tetapi dia hanya terasa semua badannya sangat sakit hingga rasanya dia Tidak Kuat lagi berdiri.
Dia kesal dan muak, siapa yang Ingin menjalani kehidupan ini?….
Apakah ini salah Ibu dan ayahnya?…..
Ibu dan ayahnya adalah orangtua yang begitu baik yang menyayanginya, apakah ini salahnya karna terlahir Miskin?….
Apakah karna wajahnya Terlihay jelek?….
Dia membencinya karna mengetahui dia hidup payaj seperti ini.
Dia kesal dan muak , dia berusaha dengan keras tetapi bahkan di dunia yang baru ini, Tuhan sekalipun tidak merestuinya untuk Hidup dengan baik.
Bakat?…..
Konyol….. dia lemah, tidak ada bakat, dan skillnya juga adalah Skill terburuk yang pernah ada.
Dia bahkan masih bersyukur bisa mendapatkan dan memasuki Guild hanya Bermodal dari keahlian bertarung pedang nya yang lemah dengan Bantuan Mana nya yang sedikit.
Apa yang bisa dia banggakan?…..
“Tidak ada”
“Ya, tidak ada”
Ucap Pria itu yang tertawa menertawakan dirinya itu.
Dia membuat semua orang memperhatikannya termasuk Pria dengan mata oren itu yang berbalik mendengarkan Ucapan dan tawa aneh nya itu yang tersengar.
Dengan penglihatannya yang buram, pria yang berbaring itu tertawa tanpa menggerakan sedikitpun tubuhnya .
Dia tertawa kencang seolah merasa dirinya adalah orang yang paling menyedihkan di sini.
Dia tertawa tetapi dengan Perasaan sedih yang sangat dia pendam dengan perasaan kesal dan amarah yang dalam.
Dia tertawa dan terua menertawakan dirnya itu lalu membangunkan kepalanya pelan melihat semua pandangannya yang buram.
__ADS_1
Dengan tawanya yang berhenti, dia yang tidak tahu di mana Orang bermata oren itu berada, dia berbicara keras menatap ke sekelilingnya
“Hahahah, dasar pria bodoh! Aku bodoh? Kau lebih bodoh! Otak dangkalmu! Dan otot besar mu yang menjijikan itu, tubuh hitam mu itu yang aneh pasti membuat tidak ada satupun gadis yang ingin dekat dengan mu bukan?….. hahahah dasar idiot!” Ucap pria itu yang tertawa kencang memaki dan mencaci Pria bermata oren itu dengan perasaan yang penuh dengan hawa kesal.