
Untuk Membantu mandukung author Jangan Lupa Berikan** Like Tinggalkan Komen dan Berikan Vote pada karya author Setiap dukungan dari kalian akan membantu menyemangati author dan membuat author lebih bersemanbat lagi Dalam Membuat Karya karya lainnya dan Bab selanjutnya.**
🌿🌿🌿🌿☘️☘️☘️☘️☘️
Sekarang di pagi yang begitu cerah ini Yunhoo bangun dalam keadaan yang begitu lelah dan bangun dari Tempat nya Tidur.
Masih di tempat yang sama , dan di pagi hari yang cerah ini Player yang jumlahnya sangat banyak itu mulai bangun satu persatu dan mulai berbisik bisik lagi dan mengobrol.
Ya mungkin ini benar benar akan terlihat seperti sebuab Tempat pasukan dan Prajurit yang sedang beristirahat.
Bisa di bilang ini cukup hebat .
Bagaimana manusia modern yang berdaptasu begitu cepat dan hidup seperti hirarki keluarga kerajaan.
Yah meski di dunia modern ada juga sistem seperti ini tetapi ini hanya berlaku di dunia Militer.
Tetapu ini cukup menarik.
Yunhoo berdiri Jiwoo di samping nya juga mulai bangub menyapanya dan mengikuti Yunhoo berjalan menuju Yunhwa dan yang lainnya yang sedang makan bersama Ibu Yuu Mina.
“Oh Kakak, dan Jiwoo “
“Yunhwa ada apa, kau terlihat begitu bahagia, apakah makanannya sangat lezat?”
“Fufufu, masakan Tante lezat aku ingin makan terus seumur hidupku?”
“Hahaha , Dek Yunhwa bisa saja. Masakan anakku sepertinya akan jauh lebih baik. Bukankah begitu Mina?”
“Ibu! Apakah ibu meledek aku!”
Dengan cemberut Yuu Mina memalingkan mukanya .
Ibu Yuu Mina hanya tertawa dan Mengelus kepada anaknya.
“Tidak apa apa Mina, kau Bisa belajar masak kok! Aku akan mengajarimu!”
Dengan wajah penuh antusias Ibu Yuu Mina menutup salah satu matanya dan mengacungkan jempolnya seolah olah senang dan bahagia dengan nya.
“Ghhh”
Yuu Mina hanya bisa kesal,terus menggeram dan berbicara tidak jelas.
…..
“Kapten saya Ingin lapor”
“Berbicara, kau menemukan apa?”
Killy Dimhyu Duduk sembari menyilangkan kaki nya dan Menatap Player yang melapir di depannya.
“Setelah mengamati dan mengintai , aku tidak menemukan apapun, kecuali satu hal mencolok yaitu kastil besar yang terlihat itu”
“Apakah kau sudah masuk?”
“Tidak aku tidak bisa masuk”
“Tidak bisa masuk? Apa kau bisa jelaskan?”
“Ketika aku berada di depan kastil dan Ingin masuk bersama teman ku pemberitahuan sistem memberitahu ku”
Dalam keadaan gugup dan memalingkan pandangan nya terus.
Player yang melapor itu berbicara sembari berkeringat.
“Ada apa? Coba katakan”
“I-itu… ketika aku masuk yang dapat masuk ke situ hanya 5 Orang”
“5 orang? Ini masalah, baiklah terimakasih k-k….”
Sebelum dapat mengucapkan hingga akhir Killy Dimhyu menatap melihat sekerumpulan player yang ribut dan marah .
“Sialan apa yang kau lakukan”
“Berikan!”
__ADS_1
“Berikan? Apa kau gila? Ini milik ku!”
“Ku bilang berikan brengsek! Aku sangat lapar!”
Pria itu menaruh pedang nya mengeluarkan mana dan menbas kan pedang nya ke arah Pria yang duduk dan memegang makananya.
Pria yang duduk itu menghindar dari tebasan pedang itu dan memegang makanannya terus sembari menghindar.
Tidak hanya satu atau dua keributan.
Dalam 10.000 Ribu orang itu dari mereka yang awalnya berdamai dan mengobrol sekarang salung mengacungkan Senjata mereka ke masing-masing rekan mereka untuk merebut makanan mereka.
Jumlah yang besar dan persiapan yang tidak cukup.
Karna dalan skenario yang hadir ini Jumlah player sangat banyak dan beberapa dari mereka Adalah Player baru yang tidak mengikuti skenario dari awal.
Mereka tidak tahu apa apa.
Maka dari itu orang yang dari awal mengikuti skenario dapat hidup lebih baik.
Meski mana Dapat membantu mereja bertahan rasa lapar tetap akan ada dan hadir.
Karna banyak player yang belum terlatih Rasa Lapar itu tidak akan Hilang untuk mereka.
Dalam Kekacauan itu Killy Dimhyu Bergetar menatap kekauan yang ada.
‘Sial ini tidak baik kenapa begini? Aku harus memberi tahu Pemimpin. Jika begini terus…’
Dalam pikirannya yang buruk Killy Gemetar memegang Tangannya dan mengepalkan nya.
“Kau pergi lerai mereka dan beberapa pertarung itu”
“A-apa? Tapi ini adalah Jumlah yang tidak masuk akal? Bahkan Player yang mengamuk ini benar benar banyak”
“Sial! Baiklah, bantu lerai beberapa dari mereka dan sebisa kau saja, jangan sampai ada Pertumparan darah”
‘Ini adalah hal buruk’
Killy Dimhyu Lari dari tempatnya mencari caru kerumunan orang yang begitu banyak dan melompat cukup tinggi untuk mencari Tiytiz.
Tanpa memperdulikan apapun lagi Killy Dimhyu berusaha sebisa mungkin tenang dan terus mencari di kerumunan orang yang begitu banyak ini.
‘Sial di mana!’
Killy Dimhyu Terus berlari dan melompat cukup tinggi Hanya untuk mencari dan terus mencari.
Pandangan nya terus berputar putar memcari Tiytiz dan beberapa orang lainnya.
‘Sial ini buruk, jika di biarkan terus, bagaimana ini bisa Belanjut?’
‘Apakah Tiytiz dapat menyelesaikan masalah ini? Meski dia pemimpin kenapa aku begitu mengandalkan dia? Padahal baru sehari kenapa aku merasa bahwa sia dapat di andalkan? Sial!’
Dalam pikirannya yang kacau Killy Dimhyu berhenti dan mengigit bibirnya.
“Sialan kalian berhenti!”
Suara kencang nya di ikuti energi Sihir deras yang menekan semua player untuk Bergerak.
‘Aku benci mengatakan ini tapi aku harus berusaha dengan diri ku sendiri’
“Dia? Bukankah dia adalah salah satu kapten Tim”
Salah satu player berbicara menunjuk ke arah Killy dengan Tekanan energi sihir yang begitu kuat.
“Kugh… sialan meski dia kapten pun bagaimana dia ingin menyelesaikan situasi ini”
“Benar”
“Benar ini sudah keterlaluan bagaimana ? Apakah mereka bisa menyelesaikan masalah ini?”
“Uh… aku tahu ini memang merepotkan”
Killy Memandang ke arah segerombolan orang yang terdiam kikuk tanpa bisa bergerak dengan bebas.
“Aku tahu aku memang bodoh untuk mengatakan ini, tapi aku ingin kalian bersabar dan Menunggu . Aku akan mencari solusi terbaik untuk itu”
__ADS_1
“Hah? Bagaimana bisa kau begitu! Aku sangat lapar sial!”
Pria itu berusaha sekuat tenaga menarik anak panah nya dan menembakan ke arah Wajah Killy.
Anak panah yang tidak begitu di tembakan dengan baik itu terbang dab menuju wajahnya.
Killy menghindari anak panah itu.
“Kugh sial”
Tatapan Killy Menghadap san menatap tajam ke arah Pria yang menembakan anak panah itu yang berusaha sekuat mungkin untuk bergerak dengan benar.
“Tenanglah aku benar benar akan memikirkan solusinya.”
“Bisakah kau berjanji untuk benar benar memikirkan solusi nya?”
“Ya aku berjanji, untuk itu aku ingin kalian benar benar bersabar dan tidak membuat kekacaun seperti ini”
Pria yang berdiri mewakili semua orang itu berbadan Cukup besar dengan Jenggot panjang dan Kumis tipisnya.
“Baiklah aku berjanji akan membantu menenangkan beberapa player tapi aku tak berjanji akan dapat membantu menenangkan semua player yang menggila”
“Kalian mendengarkan bukan? Aku harap kalian berhenti dan bersabar”
“Sial! Tapi bagaimana bisa begini! Kau pikir kami bisa menahan!”
“Maaf aku benar benar tidak bisa memikirkan solusi untuk sekarang”
“Sial perempuan gila, apakah kau pikir kau bisa mendapatkan solusi! Kau ingin kita semua mati ya?”
“Cukup diam”
Pria itu menatap tajam ke arah pria gang mengeluh itu.
“Pergilah, aku akan mengatasi masalah di sini”
“Baiklah maaf merepotkan mu”
Killy Hanya bisa pergi dengan Raut wajah yang cukup bersedih dan kecewa.
‘Sial apa yang harus ku lakukan? Aku tak bisa memikirkan solusi apapun, apakah hanya dengan maju satu satu nya cara?’
Killy memutuskan Untuk pergi lagi dan mencari Tiytiz.
‘Aku harap aku tidak melihat pertempuran atau pertumpahan darah’
……
Yunhoo duduk menatap para player yang menghampirinya dalan Jumlah Besar.
“Apakah ada masalah?”
Sembari menutup mata nya Yunhoo mengungkapkan suaranya dan berbicara.
“Serahkan makanan mu bung”
“Makanan?”
‘Hmm benar juga mereka seperti terlihat sangat kelaparan’
“Untuk apa aku harus menyerahkan nya?”
Di balik kata kata yang mencengkram aneh itu semua player mulai menatap tajam sembari memegang senjata mereka.
“K-kakak apa apaan player ini!”
Yunhwa bersandar ke arah Yunhoo yang duduk dan Namwoo yang merasa aneh juga mulai menatap dan berkeringat.
Yuu Mina melindungi ibu nya yang tidak mengerti dan menatap Para player dalam Jumlah besar itu.
“Hei Yunhoo apa yang akan kita lakukan?”
Yuu mina berbicara menatap Yunhoo yang masih duduk dengan santai.
“Benar, apa ya? Hm… menurut mu apa yang harus kita lakukan?”
__ADS_1
Sembari menatap ke atas dengan ekapresi bertanya nya yunhoo menghela nafas