
Setelah Mencapai Pintu depan Ruangan Pak tua Kwon, Byok Kyoung-so membukakan pintu itu dan membiarkan Yunhoo dan yanh lainnya lewat untuk segera masuk menemui Pak tua Kwon itu.
Sedangkan Byok Kyoung-so hanua tersenyum dan menutup kembali Pintu yang dia buka dan menunggu di Luar Pintu dengan santai.
Kebetulan tidak Jauh dari ruangan Pak tua Kwon Terdapat Ruangannya dan dia memutuskan untuk bersantai sejenak di ruangannya sembari menunggu Pembicaraan Yunhoo dan yang lainnya selesai.
Karna ruangannya di desain Khusus sebagai asisten dari Guild master Agh Guild, maka ruangannya juga memperlihatkan dan mempunyai sudut yang bagus Untuk melihat apakah ada yang masuk dan keluar dari ruanganya Pak tua Kwon.
Jadi memungkinkannya untuk mengetahui Jika seseorang masuk dan keluar dari ruangan itu sekaligus mempermudahnya.
Ruangannya juga tidak jauh dan berjarak hampir bersampingan dari ruangannya.
Karna ini adalah Desain kantor dengan Lorong sempit itu menjadikannya ruangan Byok Kyoung-so berada tepat di Ujung Lorong atau lebih tepatnya di kedepanan dikit dari ruangan Pak tua Kwon.
Yunhoo di sisi lain yang telah masuk itu kedalam ruangan pak tua Kwon bersantai duduk dengan Lee Kyung-so dan Lee Jinaa di sampingnya yang duduk.
Akila juga duduk di saming Lee Jinaa yang cukup menyempitkan itu dan duduk dengan santai melihat pak tua Kwon yang duduk di sebrang menatap dengan kaget Banyaknya orang yang hadir itu.
“Kali ini siapa lagi yang kau bawa?” Tanya pak tua Kwon dengan bingung dan heran.
Yunhoo yang merasa sesak dan sempit memutuskan bangun dan berdiri.
Yunhoo berbicara sembari berjalan ke kaca yang memperlihatkan banyak player berjalan di sekitar Kota
“Sebelum itu mari bahas sesuatu dulu” ucap Yunhoo yang menggapai udara tangannya itu dan mengeluarkan total 5 kepala yang dia lempar ke dekat Pak tua Kwon itu.
“Mereka adalah para pemimpin Serikat pembunuh” Ucap Yunhoo yang melempar Total 5 kepala yang terputus itu dengan santai
“H-hei, apa apaan ini! Kau melempar Kepala seseorang yang mati dengan begitu santai” ucap Pak tua itu yang menatap kesal dan berfokus menyetak pelan otak nya lagi.
“Tunggu! Kau bilang apa?” Tanya pak tua kwon yang merasa pendengarannya salah.
“Mereka adalah para Pemimpin Serikat pembunuh” ucap tegas Yunhoo.
“Apa? Kau membunuh mereka semua?” Ucap Lee Jinaa dan pak tua Kwon secara berbarengan yang sama-sama kaget sekaligus shock
“????” Dengan ekspresi yang bertanya-tanga pak tua Kwon menatap Lee Jinaa.
Lee Jinaa di sisi lain hanya panik dan menatap kanan kiri dengan Linglung dan menatap Yunhoo kembali dengan kaget dan menunggu Konfirmasinya.
“Ya, apa yang menganggetkan? Apakah ada masalah lagi? Aku mengetahui itu dari salah satu pemimpin di sana yang mengenakan Jubah dengan gambar” ucap Yunhoo yang menyilangkan tangannya dan bersandar di kaca besar.
“Eh…. Bukan itu masalahnya tapi apakah kau benar-benar membunuh mereka?” Tanya tegas dan serius pak tua itu.
“Ya aku melakukannya dan itu Bukti nyata-nya” ucap Yunhoo.
Brak!
Suara yang menganggetkan secara mendadak terdengar dari arah pintu yang terbuka dan sosok di sana yang Muncul lebih mengagetkan lagi karna datang dengan tergesa-gesa.
“A-ayah! Apakah Player Kim Yunhoo datang?” Tanya Ahyun yanf tergesa gesa dan mengelap keringatnya dengan Pucat.
Dia memuat otaknya sementara dan menatap Ke arah depannya dengan mata terbukanya.
Semua kepala dan orang yang ada di ruangan itu menatap Ahyun dengan tatapan tajam dan memelototi nya dengan baik.
“Kyaaa! Apa apaan itu ayah?!” Ucap ahyun yang kaget dan cukup shock melihat 5 kepala ada di dekat ayah nya itu.
__ADS_1
“Tenanglah Ahyun, kau melihat Yunhoo ada di sini, masuklah dan tutup pintunya” ucap Pak tua Kwon yang menenangkan anaknya itu dan menyuruhnya mengecilkam suaranya.
Ahyun mengangguk tenang dan menutup Pintunya itu.
“Maaf mengganggu silahkan lanjutkan” ucap ahyun yang meminta maaf dan membiarkan Yunhoo melanjutkan Pembicaraannya dengan Pak tua Kwon itu.
“Jadi kau membunuhnya? Membunuh Mereka semua?” Tanya pak tua kwon.
“Ya, aku juga menemukan markas mereka, aku Ingin kau membersihkan dan merapikan Kastil yang mereka miliki karna aku akan menggunakan kastil itu untuk diriku” ucap Yunhoo dengan santai.
“Hei bukankah itu pencurian Properti orang?” Ucap Pak tua yang mengkerutkam Keningnya.
“Itu akan pantas di sebut mencuri jika seseorang yang memilikinya masih hidup, tapi mayat mereka nyatanya ada di sini dan kau memiliki kepalanya” ucap Yunhoo itu yang menegaskan dengan acuh tak acuh.
“Kugh…. Baiklah, tapi ini tidak ada bisa di sembunyikan, dan dunia akan sekali lagi heboh karna Guild besar hancur dalam semalam” ucap pak tua Kwon yang merasa pekerjaan nya semakin banyak.
“I-itu…” sela Lee Jinaa yang mulai berbicara itu.
“Ya?” Jawab bingung Pak tua kwon itu.
“Sebenarnya aku juga membunuh salah satu seseorang di sana, tapi aku tidak tahu siapa dia san mayatnya ada di kastil itu dalam kondisi Telanj*ng” ucap Lee Jinaa yanh tertawa kecil dan berbicara dengan malu sembari menggaruk pipinya dengan jari tunjuknya.
“Argh…. Baiklah ini benar benar sesuatu yang tidak bisa ku bayangkan, tidak… mungkin bukan tidak bisa ku bayangkan tapi memang ini yang selalu kau lakukan” ucap pak tua itu yang rasa kepalanya semakin pusing tujuh keliling.
“Memangnya kenapa ayah? Guild apa yang hancur?” Tanya Ahyun yang Bingung.
“Itu…. Dia membunuh Semua pemimpin Serikat pembunuh” Ucap Pak tua yang menujuk ke Yunhoo yang bersantai.
Yunhoo juga mengangguk dengan mata tertutup dan tubuh bersandar sembari tangannya bersilang.
“Hah?!!” Teriak kaget ahyun dan membuat ekspresk terkjutbyang membuatnya di perhatikan Lee Jinaa dan bahkan Lee Kyung-so.
“Sudahlah untuk menjelaskannya ini panjang, aku akan mengurusnya kau cukup tenang, apakah ada hal lain lagi selain itu?” Tanya pak tua Kwon itu.
“Ya ada, aku ingin dua orang ini di masukkan ke Guild, kau bisa memasukkan nya sesuai Standar Penilaian Rank Guild mu dan Byok Kyoung-so sepertinya bersedia menjadi Pengetes yang mengetes mereka.” Ucap Yunhoo itu.
“Dua orang ini?” Tanya Pak tua Kwon yanh menujuk Lee Jinaa dan Lee Kyung-so.
“Hah? Apa?…. Tunggu, aku harus masuk Guild? Tapi untuk apa? “ tanya Lee Jinaa yang Bingung.
“Kau harus menjalankan Hidup mu dengan baik juga bukan? Masuk Guild ini dan kau akan hidup tenang tidak seperti sebelumnya, kau juga mendapatkan banyak keuntungan dari sini jadi nikmati dan jangan menolak aku lelah dan butuh Istirahat” ucap Yunhoo yang dengan tegas menolak semua tolakan yang akan di ajukan Lee Jinaa itu
Ini juga demi kebaikan nya dan Yunhoo sangat malas untuk menambahkam dan berbedat beberapa kata lagi yang ujung-ujung nya membuahkan hasil yang sama di mana dia akan menerima itu juga.
“Baiklah” jawab Lee Jinaa yang sedikit kesal tapi Juga memikirkan Adiknya dan kehidupannya yang suram dulu.
Karna sekarang Semua player Membutuhkan Guild yanh dapat menopang dan membimbing mereka.
Selain itu dengan bantuan Guild juga memudahkam player untuk berkembang dan memiliki dukungan yang layak.
Banyak sekali orang di luar sana yang ingin dan bisa mendapatkam kesempatan untuk masuk ke Guild.
Terutama untuk Guild sebesar Agh ini juga merupakan keuntungan besar.
Jadi Lee Jinaa juga harus berpikir dengan Realistis dan tidak memikirkan perasaanya sendiri.
Masuk ke Guild juga bukan hal yang buruk dan Lee Jinaa akhirnya hanya bisa terdiam dan dengan tenang menghela nafasnya menerima dengan tenang semua Takdir dan nasibnya yang Berubah perlahan menjadi Lebih baik.
__ADS_1
Lee Kyung-so di sisi lain tidak paham dan hanya bisa mendengarkan saja dengan Bingung dan membuat ekspresi tidak mengerti dan beberapa kali mengkerut dengan Bingung dan bertanya-tanya.
“Baiklah apa hanya itu?” Tanya Lagi Pak tua Kwon.
“Hm…. Ya hanya itu dan juga aku ingin kau menjemput ku ketika pergi ke Tempat itu” ucap Yunhoo yang berpikir dan tidak ada hal lagi yang Ingin dia sampaikan.
“Baiklah itu mudah, aku akan menyelesaikan semuanya, kau bisa turun dan semua pendaftaran akan di serahkan ke Byok Kyoung-so.” Tegas Pak tua itu yang memegang dahi nya dan menyilahkan Yunhoo keluar dengan yang lainnya.
Dengan pikiran dan pekerjaan yang mendadak menumpuk itu, pak tua kwon melewati 5 kepala itu dan berjalan ke meja kerja nya dan Mulai beberapa kali menelepon.
Yunhoo menghela nafas dan tersenyum ke Pak tua itu yanh sibuk.
Ahyun di sisi lain terdiam menatap Yang lainnya pergi.
Yunhoo berada di barusan belakang dan Lee Jinaa serta Lee Kyung-so berjalan keluar duluan.
Di depan pintu Juga sudah hadir Byok Kyoung-so yang langsung membimbing Lee Jinaa dan Lee Kyung-so jalan menuruni Lantai yang mereka tempati dan segera Menuju Lantai pertama di mana Tes pendaftaran di lakukan.
Yunhoo masih di dalam Ruangan pak tua Kwon di berhentikan oleh Ahyun yang memanggil namanya itu.
“Ya?” Ucap Yunhoo yang menyaut dan membalikan wajahnya.
“Itu… aku ingin minta maaf, maaf karna telah berbicara buruk dan mencela serta memaki mu” ucap ahyun yang menunduk dengan serius dan meminta maaf dengan sepenuh hati.
Yunhoo tersenyum kecil yang membalikkan badannya lagi lalu berjalan.
Dalam jalannya yang mulai keluar ruangan, dia mengucapkan sepatah kalimat sebelum benar-benar keluar dari ruangan itu.
“Kau tidak perlu merasa bersalah kau adalah putri yang baik, sebaiknya kau membantu Ayahmu dan menuruti nya saja” ucap Yunhoo yang menutup Pintu ruangan itu dan kalimat itu di dengar Jelas oleh pak tua Kwon.
Pak tua Kwon yang selesai menelepon itu menutup teleponnya dan menghembuskan nafas sembari menyeringai.
“Dia memang seperti itu, kau tidak perlu memikirkannya karna dia Bukan orang yang akan dengan mudah membenci seseorang” ucap Pak tua itu yang tersenyum.
“Ya! Ayah! Sepertinya sekarang aku menjadi semakin terpesona dan terpikat dengan player Kim Yunhoo! “Ucap Ahyun dengan berbinar seperti fans yang begitu fanatik dengan wajah yang cerah dan terang itu.
“Ugh… hahaha…. Kau sebaiknya memikirkan lagi karna dia tidak akan Tertarik dengan wanita sepertinya” ucap pak tua itu.
“Tidak! Aku akan selalu mendukung Player kim Yunhoo! Bagus! Ayah aku akan fokus bekerja dan membantu Player Kim Yunhoo dengan baik!” Ucap ahyun yang tidak mendengarkan ucapan sekitarnya dan langsung pergi keluar dengan raut wajah semangat dan serius.
Dia menutup pintu dan keluar ruangan dengan cepat dan bergegas menuju Ruangannya yang berada di lantai bawah.
…..
Di siai lain Yunhoo masuk mencari tempat Tes pendaftaran yang sedang di lakukan.
Tempat tes ini benar seperti arena latihan yang di sediakan Oleh Guild.
Kali ini Yunhoo melihat baru saja Lee Jinaa turun dan keluar dari Lapangan Tes .
“Apa?… sudah selesai?” Tanya Yunhoo yang kaget karna begitu cepat melakukan Tes itu.
“Haha, tidak perku melanjutkannya sepertinya skill yang kau bilang tidak bohong” ucap Byok Kyoung-so yang melihat darah kecil di goresan leher nya.
“Begitukah?…. Jadi bahkan kau yang sebagai asisten Guild master di sini kesulitan?” Ucap Yunhoo yang menyindir itu.
“Aku tidak bisa kesulitan tapi aku mengakui skill nya” ucap Byok Kyoung-so yang menegaskan dengan tegas itu.
__ADS_1
“Baik baik si kalah” ucap Yunhoo yanh meledek itu.
Akila di sisi lain memandang beberapa orang yang sedang menjalaskam Tes juga yang di Tes oleh pegawai dari Guild yang hadir.