Dunia Baru Untuk Pembaca

Dunia Baru Untuk Pembaca
Zona Tantangan Per-Minggu (5)


__ADS_3

Dia melompat ke tangan Pria itu yang menggengam sekumpulan Pasir di tangannya dan mengibaskan pedangnya itu.


Itu adalah pedang yang tidak terlalu panjang dan memiliki sebuah penampilan yang tidak terlalu bagus.


Pedang itu memiliki Bilah yang rapuh tapi Masih terlihat cukup tajam untuk sebuah pedang yang rapuh.


Pedang itu terlihat tajam tapi rapuh sekaligus terlihat cukup usang


Meski berbeda dengan Pedang tutorial , pedang ini masihlah Tergolong ke dalam pedang yang cukup buruk untuk di gunakan.


Yunhoo sendiri merasakannya bahwa Pedang yang di gunakan itu cukup Buruk untuk masih di gunakan oleh Sanghyeon.


Entah kenapa Yunhoo seperti menyadaru betapa beratnya Hidup Sanghyeon yang di jalani itu.


Meski begiru ini bukanlah kewajibannya Untuk menolong seseorang.


Dia akan memberikan kesempagan untuk seseorang bangkit tapi itu bergantung ke sebarapa mampu dan pantasnya dia.


Yunhoo di sini Juga sebelumnya membamtu Menambahkan Mana yang Kurang di tubuh Sanghyeon itu dan kemampuannya sekarang bergantung kepada Sanghyeom sendiri yang menghadapi ancaman dan rintangannya.


Meski dia menggunakan pedang yang rapuh itu bukanlah alasan untuk seseorang dapat kalah semudah itu.


Yunhoo sendiri bisa mengetahui bahwa pedang itu memang rapuh tapi di sisi lain pedang itu juga tajam.


Dia hanya kekurangan daya tahan tapi Bukan berarti kekurangan Ketajaman.


Pedang yang seperti itu pun akan bergantung ke sebuah Pemakai pedangnya yang mengetahui Kondisi dari pedangnya sendiri.


Apakah dia memang pantas untuk Perkataannya yang menyatakan dia telah bekerja keras?…


Apakah dia memang pantas berbicata bahwa dia sudah bekerja keras dan hanya kekurangan Bakat ?…..


Jika iya maka ilmu dan kemampuan pedang nya akan cukup baik untuk orang sepertinya yang bekerja keras.


Yunhoo tidak mau mengakuinya Tapi secata Overal dia memang cukup baik.


Selain kemampuan beradaptasi dan menghindarnya cukup baik.


Pengambilan gerakan dan Situasinya itu juga sangat baik seakan-akan telah melewati banyak Hidupnya dengan penuh Rintangan mematikan .


Gerakannya mulus bukan seperti seorang yang menghindarinya dengan paksa dan Refleknya


Dia seakan akan benar-benar memahami gerakan dan penghindaran yang baik dalam situasinya.


Kali ini adalah penentunya.


Apakah dia bisa melakukannya?…


Melakukan serangan yang dapat melukai Pria bermata oren itu.


Sanghyeon yang melompat dalam Kondisi setengaj Gugupnya itu mengambil pedangnya dengan Baik dan mengarahkannya dari Sisi kiri untik bersiap Menebas ke sisi kanan.


Dia melompat Cukup tinggi dengan Bantuan Mana di kakinya.


Kali ini dia Juga menambahkan Mana di kaki, pedang ,dan tangannya.


Mana nya cukup banyak dan itu membuat kekuatannya naik berkali-kali lipat dengan bantuan Mana nya.


Setelah hampir mencapai Tepat di atas Kepala Pria bermata Oren itu, dia bahkan dalam Posisinya bisa melihat dengan jelas bagaimana Wajah Pria di depannya itu yang beraut wajah kesal dan Muaknya itu


Pria bermata oren itu segera dengan cepat mengarahkan Tangannya Untuk melindunginya, Tentu saja di Ikuti Oleh Mana yang mengalir dari Pusat Mana mereka yang mengalir ke arah Tangan dan beberapa bagian Tubuhnya .


Sanghyeon di sisinya yang melihat tangan berapa dari belakang nya dan siap menangkap nya iru dengan siaga mengambil Posisinya yang terbang di udara.

__ADS_1


Dia mulai mengarahkan Pedangnya ke arah Kepala Pria bermata oren itu yang tepat di depannya.


Tidak ada ruang lagi untuk menghindar tapi jaraknya Untuk mencapai dan menebas dengan baik cukup sulit.


Dan memikirkan Posisi Pedangnya yang rapuh akan sangat bresiko untuknya menebas sekarang.


Itu hanya akan membuat pedangnya Hancur sebelum bahkan bisa menggoresnya dengan baik.


Mungkin di sini Posisi menebas adalah hal Buruk Untuk dirinya sekarang


Tetapi Jika dia menunda lagi itu tidak akan ada kesempatan lagi.


Di dalam posisinya yang terjepit di antara Depan Nya dan belakangnya yang hanya menyisahkan Pilihan maju itu


Sanghyeon menatap ke belakang di Mana Tangan itu hampir dengan cepat menggapainya.


Mungkin dalam Kondisi waktu di mana ketika semua dalam Kimaks besar itu akan menjadi terasa sangat lambat bahkan gerakannya saja begitu lambat.


Dia melihat semua yang bergerak begitu lanbat termasuk dirinya yang dia tidak bisa kendalikan karna gerakan Tubuhnya dan Proses otaknya tidak bekerja secara beriringan.


Dia melihat semua itu dan tidak Memikirkan apapun lagi.


Ini adalah Pilihan atas Ilmunya.


Waktu tidak banyak dan ini menjadi Kesempatan seumur Hidupnya Untuk melakukan Hal gila dalam Hidupnya yang menyedihkan.


Sanghyeon yang sudah menetapkan Pilihan itu Melempar pedang ya ke atas dan dia melihat ke belakang di Mana tangan itu sudah cukul dekat ingin mengapai Hoodie nya.


Dia mengambil Posisi yang lebih baik agar Tangan itu tidak mengenai Hoodienya dan membuat tangan di belakang nya itu menjadi tumpuan untuknya kembali Loncat menggapai Pedang nya yang terbang di atas kepala Pria bermata Oren itu.


Dia terbang dengan cepat di udara yang Luas dan tidak terbang cukup jauh.


Dia melihat pedang itu yang jatuh dan posisinya sekarang tepat berada di atas kepala nya.


Pedang itu dengan kecepatan yang cepat turun dan mengarah ke Arah Kepala Pria Bermata oren itu.


Itu menusuk kepalanya dan menembus.


Itu menjadi pemandangan mengerikan di mana player Rank B terbunuh di depan mata mereka.


Meski dunia berubah 1 Tahun lebih tetapi Kehidupan dan melihat kematian mau bagaimanapun bukanlah hal yang mudah.


Sanghyeon menatap Jatuh ke arah Badan pria itu yang jatuh dengan setumpukan darah dan beberapa organ Otaknya yang keluar.


Itu menjadi pemandangan penuh Yang mengerikan dengan pedang Rapuh yang menusuk kepala nya.


Sanghyeon yang memeganb pedang itu Juga melepaskannya dan turun daru badan pria itu.


Darah bermuncratan du sekitar baju dan wajah nya.


Itu menjadi penuh dengan beberapa Bintik darah yang tidak terlalu pekat kecuali di bagian Tangannya yang di Cipratkan oleh setumpukan darah yang segar itu.


“Aku membunuh nya….”


“Ini mustahil bukan?…. A-aku m-mem-membunuh nya?….” Dengan ekspresi ragu dia memegang tangannya yang sedikit gemetar itu dan menatap ke Mayat di depannya.


“Aku benar-benar membunuhnya” batin Sanghyeon yang menatap dan memegang darah segar itu di tangannya yang dengan jelas terasa.


“Sial….. seharusnya aku senang, tapi mengapa?…. Mengapa rasanya ini berat sekali?” Ucap Sanghyeon yang dalam batinnya merasa tertekan itu.


Dia membelakaki mayat iru dan duduk dengan lemas melihat sekumpulan Player menatap dirinya.


“Ya sekarang aku akan menjadi Buronan karna membunuh seseorang di Guild bukan?” Tegas Sanghyeon itu yang duduk lemah dengan tatapan kekecewaan yang dalam.

__ADS_1


“Kau membunuhnya.” Sela yunhoo yang berbicara dalam Kondisinya yang menyedihkan itu.


“Ya, dan kau menyaksikannya” ucap Sanghyeon.


“Kenapa kau sedih? Apa yang membuatmu merasa kecewa? Apakah itu karna kau baru saja membunuh seseorang?” Tanya Yunhoo.


“Apakah di matamu membunuh seseorang adalah hal biasa?” Tanya Sanghyeon.


“Tidak, tapi aku tidak merasa begitu, tapi kau telah membunuhnya Bukan? Bukankah kau membencinya?” Tanya Yunhoo yang dengan sedikir perasaan Bingung menatapnya.


“Ya aku membencinya, tapi apa kau lihat mereka, mereka semua secara mendadak menatapku dengan takut sekaligus amarah mereka, dan Kehidupanku juga akan berakhir karna membunuh seseorang dengan Ribuan saksi di sini” ucap Sanghyeon.


“Begitu ya?….. hm…. Aku tak bilang sebelumnya, tapi kau tidak perlu khawatir, karna kau akan masuk ke Guild Agh dan ini adalah Guild master nya” ucap Yunhoo itu yang berbicara.


Sontak semua orang kaget .


Bukan hanya semua orang yang melihatnya, tetapi sanghyeon sendiri lebih Shock karna melihat Guild Master Agh di depan matanya yang berjalan.


Dia memiliki Postur tubuh yang rapih dan raut wajah yang tampan.


Dia mengenakan setelan rapih dengan jaz dan dasi serta Tatapan Yang dalam dan mengintimidasi.


Guild master Agh.


Kwon Hwanhyuk.


Dia terkenal dengan Kemampuannya dan sekaligus kepemimpinan nya dari sebuah Guild besar Senegara mereka


Ini adalah Guild yang besar dengan Ratusan Pemain berbakat, dan bahkan Guild Master mereka sendiri Juga orang-orang Yang Kuat yang katanya mencapai Rank A hanya dalam beberapa Bulan.


Dan sekarang di depan matanya ini dia melihat Kwon Hwanhyuk yang adalah Guild Master agh?….


Bukan hanya dia yang kaget , sekujur orang yang berada tidak jauh mengerumuni merwka seperti sebuah Lingkaran kosong itu Juga menatap dengan Pucat.


“G-guild master agh?…. Di lihat lihat wajahnya memang sangat mirip!”


“Tapi siapa dia! Dia tidak terkenal! Apa kau pernah melihat wajahnya di Berita?” Tanya seseorang.


“Sial! Aku tidak tahu, tapi wajah Guild Master Agh aku jelas tahu! Kenapa aku tak menyadarinya dari tadi sialan!”


“Sial aku kehilangan kesempatan ku seumur Hiduo memasuki Guild besar!” Ucap seseorang yang merasa kesal dan berbicara dengan rekan rekan mereka.


Mereka yang sebelumnya menatap dengan Sinis dan Beberapa tatapan takut dan Pucat itu malah menjadi penuh dengan penyesalan dan kekesalan.


Mereka kesal dan menyesal karna Melakukan hal ini, karna yang mereka lakukan selain terlihat dan terdengar Oleh Guild Master Agh, mereka Juga membiarkan seseorang seperti Bocah ingusan yang payah itu memasuki Guild agh di depan mata mereka.


Kesal?…..


Tentu mereka kesal..


Tetapi mereka Tidak bisa melakukan apapun, karna yang ada di depan mereka adalah Player Rank A Guild master Agh.


Ini bukanlah sebuah pertarungan yang mudah terutama melakukan pembunuhan terhadap Guild Master sebesar itu tidak ada gunanya.


Mereka menatap kaget dan hanya bisa diam dan saling berbicara ke beberapa orang.


Mereka berbicara dan mengkonfirmasi dengan jelas bahwa itu adalah Guild master Agh Hingga tersengar bisikan dan suara ucapan mereka Ke Sanghyeon.


Sanghyeon sendiri bukannya tidak tahu Guild sebesar Agh.


Dia bahkan mengetahui dengan baik Guild agh di mana dia berharap setidaknya bisa memasuki Guild sebesar Agh.


Meski ini rasanya seperti mimpi dia juga cukup bingung dan panik sekaligus tidak mengerti dengan keadaannya.

__ADS_1


Sanghyeon yang Bingung itu menatap ke Yunhoo yang terdiam dengan senyumannya dan Pak tua Kwon itu di sisi lain mulai mendekat ke Sanghyeon dan menatapnya.


__ADS_2