
“Itu…. Itu hanya tulisan yang rusak dan tidak jelas” ucap Lee Jinaa.
“Begitukah?” Ucap Yunhoo yang membalikkan Ponselnya dan menatap Layar yang sama.
Yunhoo menghela nafas panjang dan memegang kening kepalanya dengan tangannya.
“Jadi beginikah?…. Pantas saja aku merasa sangat aneh, tapi jika memang membaca Novel dan Akses Novel telah di Ganggu Oleh kekuatan Yang tidak di ketahui harusnya beberapa orang yang membaca Novel sebelum ada Bencana bisa mengetahui Beberapa Informasi Bukan?” Batin Yunhoo yang berpikie dengan keras
“Hei Lee Jinaa, pernahkah Kau membaca Novel?” Tanya Yunhoo.
“Novel?…. Aku pernah membaca nya” ucap Lee Jinaa.
“Benarkah?…. Bisakah kau ceritakan Novel apa itu?” Tanya Yunhoo.
“Itu adalah Novel anak anak” jawab Lee Jinaa.
Yunhoo dengan raut wajah yang serius menjadi pucat dalam sekejap dan Kusut kembali.
“Begitu kah?…. Ku pikir kau Membaca Novel Fantasi” ucap Yunhoo yang menaruh kepalanya di meja panjang itu dengan raut wajah yang lemah leti dan lesu itu.
“Novel fantasi?…. Aku tidak membacanya, memang nya kenapa?…” tanya Lee Jinaa.
“Tidak, tidak apa-apa…. “Ucap Yunhoo yang memegang keningnya dan Menariknya dengan pelan.
“Baiklah” ucap Lee Jinaa yang tidak mengerti itu.
“Baiklah kau setuju dengan permintaan ku Bukan?…. Kau nanti harus menemui Jimmy “ ucap Yunhoo.
Lee Jinaa mengangguk setuju sembari menatap adiknya itu yang tertidur.
“Kau tak perlu Khawatir, kau tidak akan langsung ke sana, aku akan membawa mu ke seseorang nantinya” ucap Yunhoo yanh menenangkan Lee Jinaa yang sedikir Khawatie.
“Apakah adikmu Player?” Tanya Yunhoo.
“Ya dia Player , tapi Dia tidak memiliki Banyak pengalaman” ucap Nya dengan baik.
“Baiklah nanti akan di bicarakan, apakah kau bisa masak?” Tanya Yunhoo .
“Tentu” ucap Lee Jinaa yang memiringkan kepalanya dan tidak mengerti dengan kaitan pertanyaan Yunhoo.
“Baiklah kalau begitu masaklah makanan, semua baham ada di situ” ucap Yunhoo yang menunjuk ke Kulkas 3 pintu itu.
“M-masak? “ jawab Kaget Lee Jinaa dengan terbata-bata.
“Ya, aku akan mandi dulu, jadi masak saja, kau bebas masak apapun dengan Bahan di Kulkas itu” ucap Yunhoo yang menyipitkan pelan matanya dan berdiri lalu berjalan.
Dia meninggalkan Lee Jinaa yang masih terdiam di Meja makan iti dengan Kaget.
Yunhoo berjalan ke kamar mengambil beberapa pakaiannya dan Langsung masuk ke Kamar mandi nya.
……
Setelah beberapa menit.
Yunhoo,akila, lee Kyung-so dan jiwoo serta Jinhoo bangun.
Mereka duduk di meja makan dengan meja yang penuh dengan banyaknya makanan yang di masak Lee Jinaa.
Cukup mengejutkan melihat banyaknya makanan Yang ada di Meja itu.
Yunhoo sendiri dalam keadaan shock dan kaget melihat banyaknya makanan yang ada di meja itu.
__ADS_1
“Kagh…. Aku tak mengira kau akan membuat sebanyak ini” ucap Yunhoo yang melihat makanan itu penuh dengan rasa menggoda untuk tubuhnya.
Jika mencium dari aromanya itu terasa cukup enak dan harum sekaligus menggoda.
Yunhoo menatap diam melihat semua orang telah duduk di tempatnya kecuali Lee Jinaa Yang masih mondar mandir menaruh beberapa makanan tersisa Di meja yang rasanya semakin sempit itu.
“Hahaha, aku membuat terlalu banyak ya?…” ucap Lee Jinaa yang malu dan merasa bersalah itu.
Seakan akan menolak kesalahan Lee Jinaa.
Akila,Jiwoo,Jinhoo serta Lee Kyung-so menatap serentak ke Yunhoo dengan tajam dan menyuruh yunhoo Untuk tidak mengiyakan itu.
Terutama ekspresi Akila yang tampak penuh dengan tatapan tajam dan penuh keinginan untuk makan dengan lahap itu.
“U-uh… ya tidak apa-apa, kau membuatnya dengan cukup baik sepertinya” ucap Yunhoo dengan ekspresi tertekan dari tatapan Ke 4 orang itu.
Ke 4 orang itu Juga mengangguk setuju serentak yang membuat Lee Jinaa bersyukur dan tersenyum dengan ramah.
Yunhoo menatap diam melihat tidak ada bangku yang banyak tersisa.
“Master, tunggu, biarkan aku yang membuatkan bangku untuk master” ucap Jinhoo yang dengan cepat membuat Pola Geometris dan sihir di Buat oleh Jinhoo.
Dengan penciptaaan alami, itu dengan cepat Membangun bangku Kayu yang cukup terlihat bagus dan baik.
Itu mengejeutkan Yunhoo sekaligus Mengejutkan beberapa orang lainnya.
Karna yang di lakukan Jinhoo Bukan penyatuan, tapi selayaknya penciptaan yang membuatnya dari Kosong melompong dan mengisi sebuah materi.
“Master? Apakah itu semacam game Budak?” Tanya Lee Kyung-so dengan nada Polos dan Bingung.
Yunhoo menatap dan duduk pelan Di Bangku yang di buat Jinhoo itu dan berbicara ke Lee Kyung-so.
“Itu bukan seperri itu, tapi nanti di masa depan kau akan tahu” ucap Yunhoo yang menjelaskan tapi tidak juga menjelaskan dengan baik.
“Ya kau akan tahu nanti” ucap Yunhoo yang menghela nafas dan tidak Ingin membahas lebih jauh.
Jiwoo dan Jinhoo juga menjadi diam melihat Ekspresi master mereka yang nampak menjadi suram itu.
Mereka memutuskan diam dan menunggu hingga waktunya makan tiba.
Setelah Lee Jinaa bersiap Bangku di Buatkan lagi Oleh Jinhoo seakan akan itu normal dan beberapa orang hanya diam tanpa ekspresi lagi di wajah mereka kecuali Lee Jinaa dan Lee Kyung-so yang masih terpukau.
Setelah itu mereka memakan secara bersama dengan tenang dan menikmati makanan itu.
Akila juga terus mengomentari makanannya dan terus mengucapkan enak seakan-akan yang dulunya dia makan tidak pernah ada hal se-enak itu.
Yunhoo juga memberikan Jempolnya meski yang awalnya ekspresi sedikit suram menjadi sedikit baik dan mengangguk nganggukkan kepalanya sambil terus makan dengan aneh.
Makanan di sini cukup banyak tapi entah kenapa ketika sudah mulai memakan nya itu menjadi cepat habis dan terkesan sedikit.
Yunhoo sendiri makan lebih bamyak dari Porsi biasanya karna rasa lapar yang cukup menyerang Perut nya itu.
Jinhoo dan Jiwoo puj makan dengan lahap dan rakus karna waktu mereka kebanhaman berada di bayangan Yunhoo, itu membuat mereka hampie tidak makan dengan baik.
Yunhoo Juga sedikit merasa bersalah tapi melihat mereka makan dengan lahap membuat yunhoo tersenyum dan membiarkan mereka menikmati semua itu.
Karna sekarang waktu Yunhoo untuk Bersantai …..dan tidak bamyak aktivitas, maka dia membiarkan Jinhoo dan Jiwoo menikmati hari-hari mereka dan melakukan apa yang mereka Inginkan.
Meraka yang makan dengan lahap juga membuat Yunhoo sedikit bersalah karna Tidak pernah setidaknya memberi makan kepada mereka ketika Yunhoo Fokus Untuk Tantangannya.
Akila Pun juga menikmatinya dengan wajah cantik nya itu hingga membuat seluruh mulut dan Bibirnya belepotan dengan makanan.
__ADS_1
Setelah tertawa dan beberapa candaan di meja makan yang tenang dan damai itu.
Yunhoo dan Akila serta Lee Kyung-so dan Lee Jinaa pergi meninggalkan Rumah.
Yunhoo juga meninggalkan Kartu Atm nya kepada Jiwoo serta Jinhoo dan membebaskan mereka selama sehariaan penuh untuk melakukan sebebas apapun selama tidak merugikan Yunhoo.
Yunhoo Tidak mengendarai Mobil karna rata-rata Mobilnya hanya muat 2 orang.
Meski ada beberapa mobil yang Muat dia memutuskan Untuk tidak menaiki Mobil dan Hanya meminta Asisten Pak tua Kwon Untuk menjemputnya.
Itu adalah Byok Kyoung-so yang datang menjemput Yunhoo.
Sudah cukup lama rasanya Dia melihat Byok Kyoung-so lagi.
Yunhoo berjalan keluar di ikuti ketiga orang di belakang nya.
Setelah berjalan keluar dari rumahnya dia menatap Byok Kyoung-so yang membawa kendaran Cukup besar yang Muat untuk 4 orang.
Yunhoo duduk di depan bersama Byok Kyoung-so dan akila serta Lee Jinaa dan Lee Kyung-so duduk di belakang dengan jarak yang cukup berhempitan tapi tidak cukup sempit untuk membuat merwka sesak.
“Kenapa kau tiba-tiba memanggil ku! Itu menganggetkan ku hingga menjatuhkan Ponsel ku” ucap Byok Kyoung-so ke Yunhoo.
“Yah…. Pada awal nya aku juga Khawatir harus telpon siapa tapi aku kepikiran untuk menelepon mul” jawab Yunhoo yang tersenyum .
“Hahahah begitukah? akhirnya aku bisa membantumu, jika ada masalah lain Kabarkan saja, karna aku akan membamtu mu .” Ucap Byok Kyoung-so yang tertawa senang dan merasa siap siaga untuk di Mintakan dan di suruh apapun Oleh Yunhoo.
Itu membawa kesan aneh ke akila,Lee Jinaa dan Bahkan Lee Kyung-so.
Byok Kyoung-so juga menatap dan menyipitkan matanya menatap ketiga orang yang duduk di belakang Yunhoo.
Dia menyupir dengan tenang sembari bertanya ke Yunhoo dengan penglihatannya yang melihat kaca Spion yang mengarahkan ke kursi belakang itu.
“Siapa mereka? Apakah Tujuanmu ke Perusahaan ada kaitan nya dengan mereka?” Tanya Byok Kyoung-so yang merapikan Kacamata nya dan menyipitkan matanya dengan tegas dan menganalisa Ketiga orang itu.
Akila tampak tidak peduli dan hanya melihat kota dengan Indah seperti Anak kecil yang melihat Keindahan kota.
Sedangkan untuk Lee Jinaa dan Lee Kyung-so tampak tidak cukup tenang dan gugup sekaligus tidak nyaman karna selalu di tatap dengan aneh dan di perhatikan seperti itu.
“Ya sebenarnya hanya dua orang yang Ingin Aku daftarkan Ke Guild, tentu mereka akan melewati Ujian dan Tes Untuk penempatan Dimana mereka akan di tempatkan sesuai dengan Keahlian mereka, tapi aku menjami keahlian mereka dan salah Satu dari mereka juga Ingin ku pertemukan seseorang Untik bekerja sama dengan baik” ucap Yunhoo yang berbicara itu.
“Oh?….. kau bahkan sampai merekomendasikannya apakah skill anak itu hebat?” Tanyanya.
“Cukup hebat Untuk Menggorok Leher mu tanpa di ketahui” ucap Yunhoo yang tersenyum.
Byok Kyoung-so cukup pucat sedikit dan tertawa terbahak-bahak.
Karna sekarang pekerjaan apapun di dominasi oleh player bahkan Pegawai Guild sendiri Juga di wajibkan Untuk Player dan Byok Kyoung-so juga sudah termasuk Player Rank Tinggi apalagi dia Juga adalah asisten Guild Master sendiri.
“Aku bercanda, kau bisa mengetesnya Jika Ingin melihat Skillnya” ucap Yunhoo.
“Hahaha, baiklah aku akan menantikannya “ ucap Byok Kyoung-so yang menatap ketiga orang di belakang dan cukup penasaran siapa orang yang di bilang Yunhoo.
Setelah itu Akhirnya Yunhoo pun sampai di Gedung Perusahaan yang besar.
Gedung Guild Agh yang besar dan tinggi dengan beberapa player berkumpul yang ramai dan beberapa papan Siaran menmpel di beberapa Gedung di dekat Perusahaan Guild Agh itu.
Byok Kyoung-so mempimpin di barisan depan dan dari Kumpulan Yunhoo juga mengikuti Byok Kyoung-so yang berjalan.
Beberapa orang memandang Yunhoo dan memasang Penglihatan mereka untuk melihat Yunhoo dan kawan-kawan.
Mau bagaimanapun dan berapa kalipun ini akan menjadi tatapan yang sama meski sekarang ada tambahan sedikit perbincangan karna Pelatihan Yunhoo dengan Pak tua Kwon yang menjadi perbincangan Cukup hangat.
__ADS_1
Yunhoo Melewati Pintu masuk dan beberapa Staf juga menyapa Yunhoo dan Byok Kyoung-so dengan santai dan membiarkan mereka jalan
Mereka melewati banyak jalan dan beberapa orang untuk segera mencapai Lift yang kebetulam terbuka itu.