
Di ruangan Presdir.
“Sial baiklah aku akan melakukannya”
“Ada apa dengan ekspresi mu ? Kau tidak puas?”
Jinhoo terkikik dan tertawa lalu berjalan ke sebuah meja besar dan merentangkan tangan nya.
“Sekarang majulah”
Dohan Berjalan menggenggam dengan erat tangan Jinhoo yang mulus dan ringan itu.
‘Tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi pula ini hanyalah Taruhan secara tidak langsung dan tidak ada perjanjian, jadi bagaimana pun aku tidak akan menjadi budak mu brengsek’
Memasang senyuman jahat di wajah nya dohan tersenyum dan menggenggam erat dan bersiap .
Wajah Jinhoo yang berjenggot san berkumisan itu terlihat sengan jelas dan wajah nya terasa sangat dekat di depan kepalanya.
“Huhu, aku perlu melakukan ini”
Jinhoo menjentikan Jari Nya dan sebuah Kertas Melayang di atas kepala nya.
Jinhoo mengeluarkan darah di jari nya dan mencap nya.
“Bagaimana? Apakah kau juga takut untuk tanda tangan di sini”
‘Sial dia cukup pintar’
‘Tenanglah, lagi pula aku tidak mungkin kalah kan oleh bajingan dengan tangan kecil ini’
“Hahah kau membuat ku terlihat buruk ya? Apakah kau segitunya ingin aku menghancurkan mu? Aku tambahkan perjanjian lagi, bagaimana Jika aku menang Kau menjadi budak ku juga”
“Tidak masalah”
Jinhoo menghenbuskan nafas membuat ekspresi yang tanpa ekspresi dan menjawab dengan cepat seolah olah kemenangan sudah pasti ada di tangannya.
‘Hah, dasar bodoh kau akan mati dan menjadi budakku seumur hidupmu dasar Tol*l’
Dohan tersenyum dalam hati nya dan menatap Jinhoo.
“Apakah kau sudah siap? Aku tak senang Jika aku menang dan kau berkata bahwa kau belum siap”
“Haha, benar memang begini. Beginilah perasaan manusia seharusnya”
“Aku sangat siap Bocah”
Dorongan Kekuatan sihir yang sangat besar dan Mana mengalir ke tubuh Dohan dan bergerak sepenuhnya ke tangan kanan nya itu.
Dohan menyeringai dan mendorong dengan Kuat Tangan kecil lembut itu.
“???”
Dohan berusaha dengan keras tetapi kekuatan tangan nya yang telah di kuatkan bahkan tidak cukup untuk mendorong seinci pun tangan Jinhoo.
Dohan menggerakan lebih banyak kekuatan sihir nya dan Memaksimalkan tenaga nya ke seluruh tangan nya.
Mana nya yang mengalir bagaikan Air yang sangat besar itu berusaha mati matian mendorong tangan Jinhoo.
“Salah, kau melakukan nya dengan salah”
Jinhoo menatap tangan Dohan dan seluruh tubuh nya yang di pancarkan Kekuatan sihir yang bocor itu.
“Pertama sebanyak apapun kau menuangkan Mana ke Tangan mu, kau tidak akan jadi kuat”
Sembari berbicara Jinhoo menggunakan Tangan Kiri nya untuk memberikan petunjuk ke tangan Dohan itu yang mengeras seperti batu.
“Kedua, kekuatan Sihir yang kau gunakan terlalu boros dan Pengontrolan mu tidak cukup baik”
“Apakah kau melihat mana memancar di tubuh ku seperti diri mu yang terus terusan mengintimidasi dengan mana yang keluar itu?”
“Ketiga, Mencengkram dan menciderai Tangan Lawan Adalah Hal yang tidak di Bolehkan Dalam Panco”
“Hahaha, sialan”
‘Apa apaan orang ini? Tenaga nya kuat sekali, apa dia benar benar sekuat ini? Tungguh bahkan pertanyaan itu tidak cocok, apakah pria yanh keliatan tua ini adalah manusia? Ini terasa seperti aku mengangkat Batu yang sangat besar dengan tangan kosong’
‘Tidak, ini bahkan seperti Truk Berton ton!’
__ADS_1
Dengan wajah pucat dan Keringat yang mengalir Dohan Berusaha mati matian melewati batasnya dan terus mengerahkan kekuatan nya pada Tangan nya.
‘Ini aneh meja ini? Mengapa begitu kuat? Dan mampu menahan kekuatan ku dan orang monster ini?’
“Ada apa? Apakah kau berpikir meja ini aneh? Tenang saja aku telah membuatnya cukup kuat untuk tidak hancur “
‘Sial bajingan gila, apakah dia adalah orang Dari Adik ku? Tidak tidak lagi pula adikku tidak mungkin memiliki orang sehebat dia, terus monster yang mengerikan ini siapa sialan?…’
Wajah pucat dohan dan merinding di sekujurtubuhnya sangat jelas.
Wajah nya yang pucat mati matian berusaha mengerahkan Kekuatannya.
Bahkan hingga darah keluar karna terlalu memaksakan tubuhnya.
Berapa menit berlalu ?
…. Apakah itu satu jam?
Apakah itu masih menit?….
Aku merasa aku telah begitu lama Berusaha mati matian dengan orang di depan ku dengan Wajah datarnya itu
‘Sial, aku menantang dan membuat perjanjian konyol’
‘…..d-dia iblis… dia benar benar iblis’
‘Haha, dia membuat ku merasa superior dan membuat ku bertaruh hal seperti ini dan membuat diri nya terlihat lemah, dia benar benar iblis yang berbahaya’
Wajah nya yang pucat itu dan tenaga nya yang mulai habis tidak mencukupi mulai berusaha menahan lagi dan mendorong tangan Jinhoo lagi.
“Kau sudah kalah “
Jinhoo mendorong tangan nya yang seperti trok berton ton kekuatan dan menghancurkan Meja itu .
[Kemenangan Di Peroleh]
[Kontrak Telah Berhasil Di Buat!]
[Dohan Byuek Telah Menjadi Budak Anda !]
[Anda sekarang adalah Pemilik Budak dari Dohan Byuek!]
“Baiklah ini bagus, sekarang waktunya untuk pergi”
“Aku harap kau mimpi dengan Indah Bocah”
Jinhoo pergi membawa Eunkyung dan menghilang Dari Ruangan itu.
……
Istana besar Rapat Gawat Darurat Amerika .
Di istana besar yang megah sebuah meja panjang dengan banyak bangku hadir.
Di depan meja itu terdapat Proyektor yang menampilkan Sebuah Kota yang hancur.
Kota itu adalah Kota new York.
Note: Percakapan Dalam Bahasa Inggris
Di meja ini berdiri 9 orang yang hadir di sini dan duduk dengan Ekspresi suram mereka.
“….”
“….”
“…..”
Keheningan ini berlangsung cukup lama, mereka masih diam dan duduk dengan ekspresi suram dan wajah yang menunduk ke bawah .
“Sialan sampai kapan kita akan seperti ini apa kau tidak tahu para warga telah panik dan memprotes bagaimana Kita akan menghadapi ini?”
“…..”
“Aku setuju, bagaimana Kita bisa hanya diam saja? Kemarin kita juga seperti ini sampai kapan kau mau menunggu Bocah Dari Negara kecil itu?”
Dua orang membuka suara Mereka.
__ADS_1
Mereka adalah Player Tingkat tinggi Dari perwakilan Masing masing Guild yang berbeda.
Suara Pertama yaitu Michael Glown
Perwakilan Guild Fluto di Amerika.
Suara Kedua yaitu Joan
Perwakilan Dari Guild Halim.
Ke 7 orang itu hanya diam dan pemimpin Pejabat pemerintah Yang menyelenggara kan ini masih menutup mata dengan kedua tangan nya dia atas meja.
“Hei kau! Dimana bocah dari negara mu itu!”
“?? Apa kau bicara pada ku?”
Perwakilan Guild Lanz,Sung Lee.
Sung Lee menoleh dengan wajah datar dan berbicara kepada Joan.
“Ya, dimana perwakilan satu lagi dari negara mu? Kau pikir dia siapa bisa datang telat seperti ini! Kita sudah menunda rapat kemarin dan mau ingin membatalkan rapat hari ini Juga ya? Negara kecil seperti mu memang tidak tahu di untung ya?”
Sung Lee menggeram urat urat wajah nya dan urat urat tangan nya dan darah nya naik berusaha untuk sabar dan tetap tenang menatap Joan yang sangat tidak sopan dan menghina negara nya mulu
“Aku tidak tahu, bagaimana aku bisa tahu dia dimana kau pikir aku bapaknya ya?”
“Hahaha, bocah kau benar benar ingin mati ya?”
Joan Memandang dengan kesal dan kekuatan Sihir nya tumpang tindi menekan seisi ruangan itu dan membuat meja dan beberapa gelas bergoyang goyang.
“Cukup kalian tidak sopan di sini ada Pemimpin”
“Cih”
Pengawal yang menggunakan Jaz Hitam yang berdiri di kedua sisi pemimpin itu menegur Joan yang sembrono itu dan menghentikan tindakannya
Ke 6 lainnya masih diam tanpa mengucapkan satu katapun bahkan tidak bergerak seperti orang mati.
“Maaf apakah ini akan di tunda lagi? Aku pikir ini sudah terlalu lama”
Wanita dengan Rambut Merah dan kulit putih itu berbicara.
Dia adalah Perwakilan Dari Jepang ,Akira
Kimitsu Akira, perwakilan Guild Daroka.
“Maaf nona, pemimpin Tidak akan bicara dan masih dengan perintah yang sama yaitu menunggu”
Salah satu pengawal itu berbicara dan Akira hanya menghela nafas dan bersandar menunggu di kursi panjang itu.
Tok!tok!
Ke 9 Orang yang duduk di meja itu mendengar ketukan itu dan Pintu terbuka.
Yunhoo masuk menggunakan Kacamata Hitam nya datang sendirian dengan tenang.
“Hm?…. Apakah ada yang salah?”
Yunhoo berbicara ,menatap ke 9 orang itu yang menatap Ke arah Yunhoo semua dengan ekspresi yang berbeda beda.
“K-kau!…”
Joan dengan ekspresi kesal nya mengepalkan tangan nya dan berdiri dengan wajah nya yang sangat marah dan urat urat nya yang menonjol memperlihatkan dia telah kehilangan kesabarannya.
“Tenang, kita akan mulai rapatnga sekarang”
Pemimpin yang hanya diam itu berdiri dengan ekspresi nya yang suram itu dan mulai mengeluarkan suara yang menggema hingga kepikiran pikiran mereka yang hadir.
“Cih sial, kau selamat Bocah korea”
“??? “
Yunhoo yang tidak memahami apa maksudnya hanya diam dan duduk di kursi kosong itu.
“Baiklah kita akan Mulai rapat Hari ini.”
Suasana ruangan itu mulai bergetar, yang awalnya suram dan tanpa kehidupan sekarang mulai berubah menjadi medan panas yang mendengarkan informasi kerusakan Kota Besar.
__ADS_1
Rapat pertama di Mulai.