Dunia Baru Untuk Pembaca

Dunia Baru Untuk Pembaca
Masalah (4)


__ADS_3

Yunhoo berdiri dan menatap ahyun itu yang di bawah nya benar benar menyisahkan Ketinggian yang sangat tinggi.


Dia hanya bergelantungan dengan tangan kanannya dan menatap Yunhoo yang berdiri di depannya tanpa terdorong oleh hembusan kencang angin itu.


“Ada apa? Kau ingin membunuh ku? Bukankah itu akan membuka sifat asli mu?” Ucap Ahyun yang masih ngelantut dengan tidak jelas itu


Yunhoo membuat wajah aneh dan juga menyeringai kecut dengan perasaan Jijik.


“Kau ini kenapa ? Bahkan di saat seperti ini masih ngelantur tidak jelas” ucap Yunhoo yang menggelengkan kepalanya dan berjongkok.


“Hahahaha, kenapa? Aku hanya penasaran dengan wajah sebenarnya dari Orang yang di banggakam Oleh ayah ku!” Ucap ahyun yang menyeringai dan tersenyum meledek itu.


Yunhoo hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menatap pak tua Kwon dan akila.


Pak tua Kwon dan akila mengangguk seakan akan mengerti Yunhoo itu.


Yunhoo menarik tangan ahyun yang memegang Tiang penopang itu dan melemparnya ke Pak tua Kwon.


Dia terlempar dan terhempas beberapa kali dan sampai di Mana pak tua Kwon dan yang lainnya berada.


Akila dan pak tua Kwon membuat barier dengan Mana dan akila juga membantunya.


Semua keluarga pak tua Kwon serta akila dengan aman berada di barier dan berlindung.


Yunhoo di sisi lain masih berdiri di Restoran yang kacau itu.


Puing puing ada di mana-mana dan api menyala di beberapa bagiam tempat.


Yunhoo mengambil sebuah kayu Kecil dari puing puing itu dan melayangkannya ke atas lalu memgambilnya lagi dengan tangannya.


“Baiklah, mari kita lihat siapa yang membuat kekacauan ini” ucap Yunhoo itu dengan santai dan Mata nya mulai bersinar dengan terang itu.


[ Readers Lv.8 Di Aktifkan!]


Aliran mana Mulai terlihat dan bukan hanya itu Jiwa-Jiwa seseorang Yang telah mati juga terlihat dan melayang ke atas lalu menghilang.


Yunhoo menatap aliran Aliran Mana yang bergerak dan menatap ke arah di mana pusat Kekacauan Mana dan aliran Mana terlihat.


“Baiklah Kau yang di sana bagaimana Jika kau keluar?” Teriak Yunhoo yang mengambil sebuah Bangku dan duduk lalu menatap ke arah Dimana Sebuah Aliran Mana Bergerak secara tidak teraturan dan acak-acakan.


Ahyun dan yang lainnya menatap dengan aneh dan juga bingung dengan apa yang terjadi.


Mereka membisu dan menatap ke Yunhoo.


“Sayang! Ada apa ini? Kenapa kau tidak mengajaknya ke sini!” Tanya Istri Pak tua itu.


“Ayah! Kenapa?! Ayah sekarang bisa menjelaskan kenapa ayah selalu membanggakan Orang itu! Lihat dia! Dia bahkan terlihat sangat sombong , mungkin saja dia akan mati sebentar lagi!” Ucap Ahyun dengan Kecut dan mengkerut itu.


“Hei bocah, kau keterlaluan, aku bisa membunuh mu saat ini Juga jika kau terus mengoceh dan berbicara yang tidak-tidak!” Tatap tajam akila dengan mengintimidasi ke arah Ahyun.


Bahkan pak tua Kwon sampai merinding melijat intimidasi dan tatapan serius dari akila yang rasanya lebih mengerikan ketimbang monster yang selalu mereka lihat.


Mereka yang menjadi player bisa membedakan mana yang Kuat dan mana yang hanya berpura-pura Kuat.


Tatapan akila, dan intimidasinya benar-benar mengerikan Hingga rasanya tubuh mereka Merinding dan mati rasa hanya dengan intimidasinya.


Bahkan Stats seseorang bisa menurun secara drastis jika mereka terkena intimidasi dari seseorang yang kekuatannya jauh lebih Kuat.


Biasanya intimidasi itu akan mengurangi setengau atau bahkan sebagian Stats seseorang.


Tapi bukan itu yang hanya membuat terkejut Ahyun.


Selain tubuhnya yang menjadi kaku dan merinding, hanya dengan intimidasi dan tatapn akila, stats nya menurun.


Bukan 10% atau 30%


Bukan juga 40% atau 50%


Stats Ahyun Turun Hingga Mencapai 99% stats nya saat ini.


Itu sama saja seperti dia menjadi seorang Manusia normal kembali.


Tatapan nya menjadi kaku dan tubuh nya pucat.


Ahyun menatap dengan takut dan mundur beberapa kali.


Dia mematap pucat dan melihat papan sistemnya yang memberikannya Informasi mengerikan itu.

__ADS_1


“K-kau ! S-siapa kau! Sialan…. Ini… i-ini mustahil…. Stats ku menurun menjadi sem… sembilah Puluh S-sembilan Persen?” Ucap Ahyun yang pucat dengan panik itu dan sekujur tubuh nya menjadi merinding ketakutan.


Pak tua Kwom di sisi lain yang mendengarkan Ahyun berbicara juga shock dan menjadi kaku.


Dia berdua membisu dengan ekspresi yang kaget dan shock itu.


Pak tua Kwon shock sengan pengakuan anak nya yang membuatnya kaget itu karena stats nya turun menjadi 99%


Sedangkan Ahyun shock dan menjadi Pucat karna menatap akila yang acuh tak acuh itu.


“Hah….. sudah ku Bilang jangan membuat Ku kesal, aku sudah memperingati mu” ucap akila yang menghela nafas nya dan menatap ahyun yang menjadi penakut dan panik itu.


“M-mustahil…. Ini tidak mungkin!… b-bahkan b-bahkan Meski itu adalah Monster itu tidak akan turun Hingga segini!” Ungkap ahyun yang menjadi pucat dan seperti orang yang terus bertanya tanya itu.


Ahyun menatap akila itu dengan takut sekaligus juga panik.


Dia begitu kaget dan apa yang terjadi dengan stats nya.


Bahkan meski itu Monster berlevel tinggi, ini baru pertama kalinya dia melihat ini.


“Nak! Tenang oke? Jangsun, tolong bantu adikmu untuk tenang oke?” Ucap istri Pak tua itu yang masih tidak memahami situasi itu.


Pak tua Kwon juga membantu menenangkan, hingga anaknya itu menjadi tenang.


Akila di sisi lain tidak memperdulikan nya dan menghentikan Intimidasinya ke Ahyun.


Jangsun serta Jinggi juga membantu meski mereka masih tidak paham semua situasi nya.


Terutama mulai dari terjadi ledakan Hingga Keadaan Ahyun yang sangat aneh itu.


“Hah…. Hah…” suara Nafas ter-engah engah dari ahyun yang bahkam dadanya terasa sangat sakit serta jantungnya yang berdebar sangat kencang.


Dia menatap stats nya yang kembali normal tetapi dengan ekspresi yang masih pucat meski sudah menjadi sedikit tenang.


Dia tidak membahas yunhoo lagi dan berbicara hal gila lagi.


Dia masih cukup shock sekaligus panik dengan apa yang terjadi, stats nya turun Hingga 99% dan itu benar-benar pertamakalinya baginya merasakan hal gila seperti itu yang bahkan bisa membuat seseorang menjadi manusia lagi.


Dia panik dan takut serta tidak memahami apa yang terjadi.


Apa itu skill seperti Fear?


Dia tidak memahaminya meski dia mengetahui keduanya yang tidak bisa dia pahami adalah kenapa stats nya turun sangat banyak .


Apakah itu karna dia ketakutan?…


Skil yang menurunkan Stats sesuai ketakutan seseorang?….


Tidak itu tidak benar, Ahyun yakin bahwa itu bukanlah Sebuah Skill.


“Apa itu?…. Apakah yang sedang berada di depan ku ini Bukanlah manusia?” Ucap ahyun dalam batinnya yang bertanya-tanya dengan ekspresi yang pucat dengan wajah kecut dan mengkerut nya.


Di sisi lain Yunhoo duduk masih menatap ke sebuah Tempat di di belakang Meja yang di penuhi air dan minuman yang hancur itu.


Yunhoo melihat aliran Mana yang kacau dan mulai bergerak dari belakang Meja dan tempat yang di mana biasanya Petugas Restoran menjaga itu.


“Hah….. mulai lagi kah?” Ucap Yunhoo yang menutup matanya.


Dalam sekejap Beberapa Ledakan Mulai menyambar dan meledak di mana-mana.


Bukan hanya sayu ledakan kecil.


Itu terasa seakan akan Bom berada di mana-mama dan terus meledak dengan menyebalkan.


Mulai dari satu bom, dua bom bahkan hingga bom-bom lainnya.


Itu meledak dan bergerak seakan akan transparan dan meledak di sekitar Yunhoo.


Yang aneh bom itu meledak tidak tepat di sekitar Yunhoo dan seperti seakan akan dia membuat Yunhoo terluka hanya kecil dan Bukan bertujuam untuk membunuhnya.


Ledakan itu sangat besar dan membuat guncangan yang besar.


Restoran terasa bergetar dan hotel di bawahnya seakan akan Ingin rubuh dengan banyaknya ledakan yang terjadi.


Pak tua Kwon dan yang lainnya menutup matamya menayksikam api merembet kencang bersama ledakan ledakan yang bertubi-tubi.


“S-sayang? Bagaimama dengan Teman mu?” Tanya istri Pak tua itu yang menyaksikan Ledakan yang sangat kencang dan melihat api di sekitarnya yang bahkan membuat semua pandangannya hanya di isikan sebuah api dan banyaknya puing-puing ledakan.

__ADS_1


Bahkam Jangsun dan Jinggi menatap Pucat melihat kegaduhan dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Terutama ahyun, meski dia cukup shock, dia juga menatap dan menganalisa selayaknya player dengan tenang.


Mau bagaimanapun Ahyun adalah Player dengan Rank tinggi.


Meski begitu ketika dia Melihat semua kegaduhan ini, dia bahkan bisa tahu bahwa akan sulit untuk seseorang selamat.


Ahyun sekarang bersandang menjadi player dengan Rank A.


Dia mempunyai kekuatan yanh benar-benar selayaknya Rank A dengan bakat dan kekuatannya yang kuat.


Meski begitu, ketika dia menatap banyaknya ledakan ini, akan sangat sulit untuk seseorang bisa selamat terutama ketika dia tidak memiliki Skill pelindung .


Apalagi ketika mereka adalah Player dengan Rank rendah, itu menjadi sedikit kemungkinan untuk selamat


Meski begitu ahyun memiliki perasaan senang.


Dia tersenyum kecil dan menatap ke arah di mana api terus terlihat dan beberapa ledakan terdengar lagi dengan kencang.


Akila dan pak tua Kwon masih fokus mempertahankam Barier pelindunh nya dan Mereka menatap semua kekacauan itu denhan santai terutama akila.


Pak tua Kwon di sisi lain memasang wajah yang sedikit khawatir dan terus berfokus dengan Pelindung nya.


“Ayah….. kenapa ayah tidak menceritakannya? Aku rasa sudah saatnya ayah menceritakannya Bukan?” Ucap ahyun yang berbicara menatap pak tua Kwon.


Pak tua Kwon menatap ahyun yang berdiri itu.


Istri pak tua Kwon juga berdiri memegang tangan anaknya itu yang bertanya ke Pak tua Kwon.


“Nak….. kenapa kau masih penasaran? Sekarang bukan saatnya Untuk menanyakam itu” ucap Istri pak tua itu.


“Heiii kak, bukankah sudah cukup Untuk bertanya itu? Kenapa kakak masih ingin tahu?” Tanya Jinggi.


“Diamlah aku berbicara dengan ayah” ucap Ahyun yang menatap serius ayahnya.


Akila juga menoleh memandang ahyun sebentar lalu menghela nafasnya.


“Berbicaralah , dan biarkan aku saja yang menjaga pelindung” ucap akila.


“Apakah tidak apa-apa?” Tanya Pak tua Kwon ke Akila.


“Tidak apa apa” ucap akila yang menyuruh Pak tua itu untik berbicara lebih cepat ke Anaknya.


“Baiklah maaf merepotkan” seru pak tua itu yang berjalan menghampiri anaknya itu.


Dia juga memdekatkan Istrinya, dan kedua putranya untuk mendengarkan.


“Dengarkan baik baik oke?” Ucap pak tua itu yang mulai bersiap menceritakannya


“Pada awalnya aku bertemu dengannya secara tidak sengaja, itu adalah hari di mana aku di pukuli oleh seseorang yang tidak ku kenal. Aku di selamatkan Olehnya yang penampilamnya sangat aneh tapi membawa kesan yang luar biasa itu” ucap pak tua itu.


“Ayah yakin tidak mengarang nya bukan?” Ucap ahyun yang mendengarkan dengan kedua tangannya yang di silang.


“Dengarkan dulu kak!” Ucap Jinggi dengan kesal itu.


“Setelah itu, aku memcari-carinya lagi dan ingin menyampaikan rasa terimakasih ku hingga membawaku bertemu dengannya lagi. Itu adalah pertemuan yanh membawa kesan aneh sekaligus juga membawa perasaan yang baru.”


“Dia berbicara seakan akan mengetahui masa depan dan juga memberikan semua rencana yang ingin dia kerjakan bersama ku”ucap nya


“Dan yang kau bicaran itu memang benar bahwa dia tidak memberikan bantuan secara di dalam dari pembangunan Guild, tapi ide membuat Guild itu datang bukan dari ku dan banyak hal yang awalnya adalah ide Miliknya yang hanya ku wujudkan dengan kemampuan ku” ucap pak tua itu yang berbicara dengan serius.


“Hah?! Ayah bercanda bukan?…. Jadi ide itu berasal dari Orang itu?” Tanya Ahyun.


Dia sedikit kaget lagi dengan cerita ayahnya dan melihat ayahnya yang mengangguk itu.


Dia tambah kaget dan juga menatap bingung.


Dia menjadi sedikit bingung dan juga pucat.


“Jika begitu maka selama ini itu bukan ide ayah tapi itu semua berasal dari ide Orang itu?” Tanya ahyun.


“Ya itu benar” ucap pak tua Kwon yanh mengkonfirmasi pertanyaan ahyun itu.


“Ayah tidak sedang bercanda kan?” Tanya Ahyun lagi dengan serius.


“Aku tidak bercanda Nak,dan memang begitu kenyataannya” ungkap pak tua itu yany membuat semua keluarga nya menjadi Pucat dan kaget.

__ADS_1


Istrinya sendiri juga kaget dan ahyun bahkan menjadi jauh lebih kaget lagi dan terus membantah dan tidak mengakui cerita ayahnya itu.


Ayahnya tersenyum dan mengelus anaknya yang berwajah pucat itu.


__ADS_2