Dunia Baru Untuk Pembaca

Dunia Baru Untuk Pembaca
Perjalanan Menuju Lantai 10 (3)


__ADS_3

Total 15 Reruntuhan dan itu teraebar di seluruh arah berbeda.


Jika dia harus memilih setidaknya 10 Reruntuhan dia takut bahwa dia akan memakan banyak waktunya dan tidak mendapatkan keberuntungannya.


Kunci yang di butuhkan untuk Yunhoo adalah 5 Kunci.


Tapi jika 5 Kunci itu ada di 5 Reruntuhan yang tidak dia pilih maka itu akan menjadi kesialannya yang menyakitkan.


Dalam keadaan di lema waktu dan pikirannya, yunhoo terkadang berharap dia memiliki skill pengganda tubuh yang memudahkannya.


“Baiklah aku akan memutuskan”


Di dalam Pikirannya Yunhoo mulai menandai beberapa Reruntuhan yang berjumalh total 10 reruntuhan yang akan dia masuki.


Itu tersebar di area seluruh arah entah di barat ,timur atau selatan atau bahkan Utara.


Yunhoo menghirup dan menahan nafas nya cukup lama unruk menenangkan dan berpikie secara normal.


Meski dia tidak berharap akan melakukan ini tapi sayangnya dia harus meminta bantuan akila untuk Lantai ini.


“Akila, aku Ingin kau pergi dan memeriksa 5 Reruntuhan yang tidak aku masuki, aku ingin kau memberi tahu apa hasil nya dan apakah ada kunci di sana setelah bertemu lagi.” Ucap Yunhoo menujuk ke beberapa arah yang bertotal 5 arah yang tidak di masuki Yunhoo.


Akila mengangguk setuju dan berbicara lagi.


“Di manakah kita akan bertemu?” Tanya akila.


“Di Pusat gunung ke 10 yang berada di Area Pusat di antara gunung gunung itu.” Ucap Yunhoo.


Akila setuju dan memberikan semangat ke Yunhoo lalu pergi.


Yunhoo berdiam menatap kepergian akila dan menatap Pintu reruntuhan di depannya.


Itu gelap dan bergerak ke arah bawah yanah yang cukup dalam dengan anak tangga menyusun ke bawah.


Yunhoo mengambil nafas dengan rasa penuh semangat dia menggapai udara di atas tangan kanan nya dan mengeluarkan Pedang -nya.


“Aku berharao itu tidak akan memakan waktu Banyak” ucap Yunhoo sembari berharap dan mulai berlari ke bawah melompatu anak tanggga yang menyusun ke bawah itu.


Dia terus melangkah melompati anak tangga demu anak tangga yang panjang.


Di dalan kegelapaj yang sunyi obor-obor menyala di setiap sisi sudut dan menerangi perjalanan.


Itu api merah kecil yang tidak terlalu terang tapi di susun banyaknya obar yang berjarak kurang lebih 5 meter per obornya.


Setelah menelusuri Dan menuruni anak tangga, yunhoo tiba di sebuah Tempat seluas persegi dengan 3 Pintu di depannya.


Tempat itu luad berbentuk persegi dan beberapa obor menerangi di Setiap sudut tembok.


Itu cukup luas dan lega seperti Arna yang di susun tapi lebih kecil dan kecil lagi.


Mungkin itu berlebar total 2 Rumah Tingkat Menengah .


Setelah menatap 3 Pintu aneh ,satu Bebatuan terlihat di antara tempat itu.


Itu batu besar yang seperti tertutup pasir Dan tanah .


Tidak terlihat jelas apa itu taoi itu ada di tengah tengah Yunhoo berada.


Total di persegi ini ada 4 pintu.


Termasuk pintu Yunhoo yang di hitung.


Didepannya ada Sebuah Lorong kecil Panjang, di kanan dam Kiri nya juga begitu.


Untuk memilih dan tidak memakan waktu Yunhoo harus mengambil langkah dan memeriksa semuanya.


Dia tidak bisa membuang waktu lagi.

__ADS_1


Waktu hanya tersisa 15 Jam lagi.


Itu sangat sedikit jadi Yunhoo mulai memutuskan mengambil dari Pintu Sisi Kirinya.


Dia berjalan di lorong sempit itu yang Mungkin bisa muat dua orang yang saling berjalan berbarengan.


Itu cukup sempit dan Minim cahaya.


Obor di jalanan ini Juga sedikit dan berjarak sangat jauh tiap Obor.


Yunhoo mulai menyebar Mana-nya Untuk merealisasikan Penggambaran yang lebih jelas Untuk Visual nya.


Dia menatap lebih jelas dan juga melihat dalam kegelapan sedikit lebih baik karna ada bantuan Mana-nya Yang menyebar di setiap perjalanannya.


Serasa dia berjalan Sudah Cukup Jauh, Yunhoo mulai merasakan Bahwa dia akan segera tiba di Ujung Lorong itu.


Beberapa langkah lagi dia akan tiba dan itu menyisahkan ada Satu Pintu kecik di depannya.


Setelah beberapa langkah itu terpenuhi, Yunhoo menatap Pintu gelap itu.


Dia melihat sekitar nya yang sempit dan hanya di penuhi dengan tembok dan Obor.


Setelah cukup yakin tidak ada apa-apa Yunhoo menggenggam dan menarik Pintu ituzz


Pintu layu dan usang itu terbuka dengan susah payah dengan suarangan denyit kecil dari Pintu yang sudah hampir usang itu.


Swushhh!


Swushh!


3 anak panah cepat mengarah tepat setelah Yunhoo membuka Pintunya.


Yunhoo membuat Bayangan Kecil yang berbentuk seperti Bilah melayang dan memotongnya.


Ujung Anak panah tajam itu tepat berhenti dan hancur di deoan Tubuh Yunhoo.


Yunhoo menatap ruangan kecil itu yang Kosong dan hanya ada satu Tombol Aneh berwarna gelap dengan sebuah tulisan yang tidak dapat di mengerti Yunhoo.


“Tidak ada Reaksi Mana Atau sihir di sini jadi tombol aneh apa ini?” Dalam keheningan dan juga kecemasannya Yunhoo menatap dan menggerakan tangannya dengan pelan ke atas tombol itu.


“Aku berharap itu bukan suatu yang Buruk.” Ucap Yunhoo dalam keadaan cemas dan menekan tombol itu.


Klik!


Itu tertekan dan keheningan muncul.


“A-apa? Tidak terjadi apa apa?” Ucap Yunhoo menatap heran dan mengelap keringat nya .


“Ya ini lebih baik.” Ucap Yunhoo tersenyum dan membalikkan Badan nya.


Dia menatap sekilas Tombol itu yang Yunhoo Pikir rusak dan mulai berlari lagi menuju pintu selanjutnya.


……


Pintu selanjutnya.


Itu masih sama dengan sebuah Lorong panjang dengan Pintu di akhir lorong itu.


Sebelumnya Yunhoo setelah membuka pintu terserang Oleh panah , kali ini dai tidak tahu apa yang akan datang.


Dengan hati hati kali ini Yunhoo menggenggam Ganggang pintu itu.


Tersss!


Tampa Yunhoo sadari aliran aneh berjalan dan menyengat Yunhoo.


Itu menyetrum nya dengan kencang dan tegangan yang kuat.

__ADS_1


Ganggang pintu itu tersalurkan oleh Jebakan Listrik aneh yang terus menyetrum Yunhoo.


Dalam keadaan Tegangan Listrik yang Tinggi.


Yunhoo berusaha sekuat temaga dengan rasa Sakit dan mati rasa di seluruh tubuhnya.


Rasanya Urat dan semua sel nya berhenti bekerja dan tidak merasakan apapun.


Tangannya berat dan itu sangat menyakitkan.


Yunhoo mulai mengalirkan Mana-nya membuat Tubuhnya dua Selimuti Mana dan menghancurkan Pintu itu.


Pintu itu Hancur dan beberapa sisa puing puing kehancuran pintu itu menekan Tombol hitam yang sama yang ada di Ujung Lorong itu.


Yunhoo menatap diam tidak merasakan apapun setelah menyebar Mana-nya .


Dia melihay rambut dan tubuhnya yang sedikit kehitaman dan Gosong akibat tersenhat Liatrik


Tangannya juga masih mati rasa dan tubuh nya juga sedikit mulai membaik secara perlahan karna Bantuan Dari Mana-nya.


Yunhoo kembali berlalu mendecakkan lidahnya dan merasakan perasaan tidak enak.


Dalam keadaan yang telah membuang waktu sangat lama, yunhoo mulai menuju Pinru terakhir.


Setelah mencapai ruang persegi,Yunhoo mulai berlari menuju pintu Di sisi Kiri nya yang menjadi Pintu terakhir yang belum Yunhoo masuki.


Yunhoo merasa sedikit gelisan Tapi Juga merasakan perasaan sedikit senang,, dia berpikir itu akan menjadikannya mendapatkan Kunci .


Dia merasakan firasat bahwa itu akan menjadi sebuah Kunci.


Dalan keadaan yang tidak ingin membuang waktu Yunhoo mulai berlari lebih cepat menuju Ujung Lorong yang menyisakan sebuah Pintu dengan model yang sama.


Kali ini dia tidak akan lagi terkena gangguan.


Setelah beberapa langkah barlari, Yunhoo menedang dengan cepat Pintu itu dan menghancurkannya.


Yunhoo menatap sesuatu di balik Pintu itu.


Itu adalah sebuah batu yang besar yang di gantung di atas pintu itu sebelumnya.


Dia terjatuh akibat tendangan kencang Yunhoo dan mengenai Tombol Hitam lagi.


Yunhoo yang tidak memperdulikan apapun menatap sisa lainnya seperti beberapa barang bekas yang hancur dan rusak dengan beberapa puing-puing dan semacam bekas alat teknologi yang telah usang dan hancur.


Dalam keadaan di lema yang tidak mendapatkan hasil apa apa Yunhoo memasang ekspresi pucat dan kesal.


Dia membanting semua barang itu dan membakar nya dengan Hell fire.


“Bajingan, jadu untuk apa aku berlari selama ini?” Ucap yunhoo dalam keadaan kesal dan buru-buru berlari lagi dan segera keluar dari Lorong itu.


Yunhoo berlari cepat tidak memperdulikan apapun dan memikirkan reruntuhaj mana yang akan dia datangi selanjutnya.


Meski dia sudah menandai beberapa reruntuhan dia masih belum menentukan urutan nya kemana dia akan pergi.


Dalam Pikirannya yang masih melihat peta dalam Otak nya itu ,yunhoo yang berlari cepat telah sampai di ruang Persegi sebelumnya dan melihat Pintu di Kiri yang sebelumnya dia hadir melewati anak tangga dari pintu itu.


Dia menatap sebuah Tembok kosong tanpa Pintu.


Dia menatap Pucat dengan aneh dan mulai memalingkan pelan pandangannya ke Sebuah Batu yang ada di Tengah-tengah itu.


“Sial Apakah karna aku tidak membuang air besar hari ini jadi itu tidak membuang kesialan ku?“ ucap Yunhoo yang Pucat menatap Golem yang seperti manusia terbuang dari batu itu.


Itu besar dengan tinggi nya yang hampir mencapai langit-langit Tempat mereka berada.


“Ah Sial aku tidak akan pernah memencet Sebuah Timbol Hitam lagi.” Ucap Yunhoo yang mencibir kesal dengan rasa yang di penuhi amarah.


“Mari Golem sialan! Kita harus menyelesaikan Ini lebih cepat.” Ucap Yunhoo yang menarik pedang dengan penuh kekesalan nya dan me

__ADS_1


Dalam keheningan itu Golem yang berdiri itu mulai menatap Yunhoo dan matanya Mulai bersinar.


Dia mulai menatap dan Langsung mengarahkan Pukulan ke arah Yunhoo.


__ADS_2