Dunia Baru Untuk Pembaca

Dunia Baru Untuk Pembaca
Lantai 10 (2)


__ADS_3

Yunhoo menggenggam tangan Donshik Dan tersenyum.


“Kim Yunhoo. Dan dia teman ku, Akila.maaf karna tidak bisa melihat wajahnya karna dia sedikit sensitif.” Ucap Yunhoo membantu memberikan sedikit alasan untuk membantu akila.


Akila juga berpura pura mengikuti bantuan Yunhoo dan menunduk menyapa Donshik dan Fleydrin.


“Cih manusia bisa apa! Kau pikir kau berguna?” Ucap seorang Pria bertelinga panjang itu.


Dia bukan Elf , tapi telinga nya panjang dan Kulit nya seputih saljut.


Kulitnya berwarna Biru keputihan dan matanya Juga berwarna Biru muda terang yang begitu cerah.


Berbeda dengan elf tapi Yunhoo yang menatap nya sejenak bisa mengetahui bahwa dia bukan elf.


Meski Ras di sini sangat banyak, yunhoo memilih untuk tidak begitu peduli, pada dasarnya wujud mereka nampak seperti manusia juga meski terlihat sedikit berbeda.


Meski berbeda itu juga masih tidak jauh dari manusia ,meski terkadang ada juga yang sangat berbeda dengan manusia tapi itu tetap akan sama dan tidak jauh beda.


Yunhoo memilih untuk tetap diam dan tersenyum dengan Low Profile.


Membiarkan dirinya di anggap lemah dan tetap terua low profil adalah hal yang baik.


Tidak perlu marah dan tidak perlu membantah.


Yunhoo di sini datang Bukan untuk bertempur, dia memiliki Tugas untuk mendapatkan Magic key.


Dia tidak memiliki waktu Untuk melakukan hal yang Sombong dan tidak masuk akal.


Di sini tugasnya dia hanya perlu tetap bersikap santai mengerjakan Tantangan sembari mencari Magic key yang dia inginkan.


“Dasar orang-orang ini, maaf nak kau tak perlu marah karna memang beginilah Biasanya manusia sering di lakukan” Ucap Donshik.


Fleydrin juga mengangguk setuju sembaru memegang pundak Yunhoo dan memyemangati nya.


Yunhoo yang merasa bingung hanya mengangguk mengerti san tersenyum .


“Aku tidak pernah marah” ucap Yunhoo tersenyum ramah.


“Bagus Nak, kau memiliki Tempramen Yang sangat bagus.” Ucap Donshik yang mendadak langsung akur dengan Yunhoo dan tersenyum.


“Baiklah Yunhoo-ssi, karna sekarang sudah selesai rapat mari keluar dari Tenda ini.” Ucap Donshik yang membawa Yunhoo dan Fleydrin pergi.


Mereka meninggalkan Tenda itu yang di penuhi dengan hawa mengancam dan Ledakan Mana itu.


Yunhoo hanya menganguk mengerti dan pergi meninggalkan Kamp mengikuti Donshik.


Setelah berjalan cukup jauh, yunhoo, Fleydrin, Donshik, dan Akila duduk dengan santai.


Mereka sekarang berada di sebuah Rumput luas tidak jauh dari Kemp mereka/


Ini berada di Wilayah luas tanpa apapun yang ada di sana.


Itu hanya sebuah padang rumput luas hijau dengan Hutan tidak jauh terlihat diari tempat Yunhoo berada.


Yunhoo duduk, dan tidak lawan kemudian di tawarkan sebuah air yang di bawah Oleh Donshik.


Yunhoo memgambil nya begitu juga dengan akila.


Mereka menatap padang rumput luas yang indah itu di ikuti angin angin melayang dan berhembusan dengan kencang.


“Hei Yunhoo, apakah kau tidak marah?, aku tidak tahu kenapa mereka begitu membanci Manusia, tapi aku juga sebenarnya Cukup kesal jika mereka terus melakukan itu.” Ucap Donshik yang bertanya sembari juga menertawakan dirinya.


“Pada awalnya Di sini manusia tidak cukup banyak, hanya ada aku dan Juga Fleydrin, tapi karna kau datang itu bertambah menjadi satu lagi” ucap Donshik yang menyemangati dan merangkus Yunhoo.


“Kau tahu, kau boleh membenci nya, tapi jangan pernah melawan mereka, meski sifat mereka sangat tengil, mereka masihlah Para pemanjat yang kuat,”

__ADS_1


“Itu benar! Kau tidak boleh melawan mereka !” Ucap Fleydrin yang mengangguk setuju sembari meminum Minuman nya.


“Aku dan Donshik sudah memanjat Menara bersama dari awal, aku sudah melihat cukup banyak hal yang mengerikan, terutama Aku juga melihat begitu banyak mereka yang membenci manusia.”


“Terkadang aku tidak mengerti tapi Donsik selalu menahan ku, dia mengerti bahwa kita yang melihat itu juga akan membenci nya karna ketidaktahuan kita mengapa manusia begitu di benci.”


“Aku tidak pernah membenci mereka, hanya saja aku membenci ketika mereka mengejek dan terus meremehkan manusia!”


“Aku sangat ingin membuktikan kapada mereka bahwa manusia tidaklah lemah! Meski begitu aku mengerti bahwa diri ku yang sekarang tidak cukup kuat Untuk membuktikan kepada mereka yang ada di sana itu….. itu payah bukan?…” ucap Fleydrin yang berbicara panjang lebar itu dengan ekspresi sedih nya dan kecewa nya.


“Padahal kita baru bertemu tapi aku menceritakan hal seperti ini, maaf …. Aku hanya Ingin mengingatkan bahwa kau jangan Pernah memprovokasi mereka, aku tak yakin bisa melindungi mu karna memprovokasi mereka.” Ucap Fleydrin.


Donshik di sisi lain diam dan merangkul keduanya dengan senyuman dan tertawa.


“Hahaha! Kau bicara apa! Sekarang kita bertambah menjadi empat! Kau lihat! Bocah Yunhoo membawa Seseorang teman juga! Jadi jangan begitu sedih dan mari melewati Lantai ini bersama!” Ucap Donshik yang mengedipkan matanya dan tersenyuman kepada mereka berdua.


Yunhoo hanya bisa menghela nafas tersenyum kecil dan merasakan kehangatan dari mereka.


Itu membuat yunhoo mengingat Yunhwa, Namwoo, dan Yuu mina.


Yunhoo sekarang jadi berpikir dan penasaran apa yang sedang Mereka bertiga lakukan.


Sembari tersenyum yunhoo hanya bisa mencairkan suasana untuk menjadi lebih baik dan mengikuti candaan Donshik dan Fleydrin sembari terus bercanda dan berbicara seperti memukul kepala mereka dan membanggakan Ras manusia.


Akila di sisi lain juga tersenyum merasakan perasaan menyenangkan untuk bisa melihat dan bersama beberapa orang lainnya.


“Jadi kapan kita akan ke Dungeon?” Tanya Yunhoo.


“Oh? Kau mengetahui bahwa kita akan menyerang Dungeon?” Ucap Donshik kaget akan pengetahuan Yunhoo.


“Ya aku mengetahui dari seorang Teman” ucap Yunhoo tanpa menyebut orang itu .


Akila di sisi lain hanya diam dan mendengarkan dengan penuh senyumannya.


“Penyerangan Akan di lakukan 3 Hari dari sekarang, selain Itu , Akan ada 12 pemimpin yang kau lihat sebelumnya dan Juga 50 Ksatria Pedang dan 25 Supporter Dan Healing.” Uxap Donshik menjelaskan dengan serius kepada Yunhoo


“Dungeon seperti apa itu?” Tanya Yunhoo


“Itu kurang lebih seperti Dungeon Yang menurun dan semakin menurun setiap lantainya.”


“Mungkin bisa di bilang Mirip dengan Menara tapi dungeon Ini berbanding terbalik bukan naik tapi turun, sedangkan total lantai nya ada 4 lantai dengan Masing masing perlantai di perkirakan ada Bos Monster yang menjaga nya “ ucap Donshik.


Donshik menatap Yunhoo yang memasang wajah seriusnya itu san tersenyum menepuk Yunhoo.


“Tidak perku takut bung, Aku akan menjaga mu sebagai senior mu!” Ucap Donshik dengan serius.


“Y-ya aku hanya sedikit khawatir.” Ucap Yunhoo yang berpura pura Gugup sembari berpikir.


“Kahahahah, tidak perlu khawatir karna banyak orang kuat yang akan datang jadi kita pssti akan aman!” Ucap Donshik dengan bangga mengungkapkan nya sembari tertawa terbahak bahak.


“Kau percaya diri sekali ya…” ucap Yunhoo yang hanya bisa terheran dan bersandar menikmati Angin sepoi-sepoi itu.


‘Jika mendengar menurut Informasi, Magic key ada di seseorang, tapi siapa orang itu? Apakah itu npc atau seorang Player’ ucap yunhoo dalam batin nya yang bertanya tanya sembari memandang Langit Biru yang cerah itu


Yunhoo tidak tahu tapi dia memiliki 2 haru waktu sebelum waktu keberangkatan.


Dia harus memanfaatkannya.


Mencari tahu detail kecil dan keberadaan daru Magic key.


Yunhoo tidak tahu apakah Pemilik Kunci itu masih ada di Lantai 10 atau tidak, tapi Jika itu tidak ada, maka akan semakin sulit lagi memcarinya.


Yunhoo harus semakin cepat, dia tidak akan membuang waktu lagi.


Dia harus segera mencari tahu nya.

__ADS_1


Kali ini dia harus berhasil dan perlahan mencari pelan keberadaan Kunci itu.


Dengan Pelan dan pasti Yunhoo harus mendapatkannya.


Dalam pandangannya yunhoo mengangkat tangannya dan menutup Matahari terang di atas kepalanya.


………


2 haru terlewati.


Selama dua hari ini Yunhoo telah menemukan beberapa Informasi.


Informasi yang yunhoo butuhkan memang ada tapi itu sayangnya bukan sesuatu yang benar benar Yunhoo inginkan.


Ketika dia mencari dan menguping banyak orang yunhoo mendengar.


Dia mendengar beberaoa obrolan dari beberapa orang yang Bilang mencaru Magic key dan tidak tahu ada di mana.


Meski begitu Yunhoo juga jadi yakin kalo Magic key ada di lantai 10 tapi di siapa?….


Inilah maasalahnya, yunhoo tidak tahu itu di siapa dan di mana.


Dia juga memancing beberapa orang untuk mengungkpakan dan bertanya tentang Magic key.


Tapu hasilnya Nihil dan tidak mendapagkan apapun.


Sayangnya besok adalah hari keberangkatan.


Kali ini semua ksatria dan beberapa Pemanjat juga sudah bersenang-senang selama 2 hari belakangan ini.


Karna mereka tidak tahu apakah mereka akan selamat atau tidak, mereja berusaha sebaik Mungkin bersenang dan tertawa menghabiskan waktu mereka.


Kali ini Yunhoo paham.


Pemanjat juga seorang yang berjuang, tidak seperti Yunhoo yang memanjat terus tanpa perasaan seperi pemanjat lainnya


Pemanjat lainnya tidak berpikir mereka akan Hidup di masa depan.


Mereka tidak tahu apakah mereka akan selamat atau Tidak, maka dari itu mereka menghabiskan sisa hari mereka sembari bersenang -senang.


Untuk bisa lebih fokus lagi pada Tantangan Lantai ini, mereka juga harus fokus .


Meski mereka mati pun beberapa pasti sudah cukup tenang karna bisa menghabiskan waktu mereka bersenang-senang.


Meski begitu kematian tetaplah kematian.


Tidak ada yang menyenangkan bahkan jika itu kematian sendiri.


Yunhoo paham perasaan banyak pemanjat.


Mereka tidak tahu kapan akan mati,perasaan kematian akan selalu menyelimuti dan berada dekat pada para Pkayer yang memanjat ini.


Ini adalah bayaran dari mereka yang menginginkan kekuatan.


Selama mereka terus naik, tidak akan ada Perasaan di mana kematian akan menghilang.


Mereka akan mati dan bisa saja mati kapanpun.


Ini adalah menara .


Dan ini adalah Dimensi kebebasan.


Mereka di bebaskan melakukan apapun asal tidak bertentangan dengan aturan yang menjaga perdamaian.


Tapi di sisi lain mereka yang menginginkan kekuatan akan memiliki bayaran juga akan kekuatan yang merekan Inginkan.

__ADS_1


Di sinilah Kebebasan dan kekuatan di dapatkan, sekaligus Tempat kematian bagi mereka.


Tidak ada yang abadi, bahkan Dewa sekalipun dapat mati .


__ADS_2