
Yunhoo berpikir keras , dan berdiam menatap satu Ruangan di depannya.
Ini adalah satu satunya pintu masuk untuk memasuki Ruangan Dari pemimpin Wilayah ini.
Atau kalimat lainnya adalah Ruangan Raja.
Dari aura keberadaan yang berbeda dan Mana yang dalam Jumlah besar itu.
Semuanya terasa sangat jelas .
Sekarang Yunhoo Berdiri tepat di depan Pintu Ruangan itu.
“Ugh… ini membuat ku sangat Gugup” Ucap pelan Yunhoo
Krek!
Yunhoo bersembunyi Lagi melihat pria muda tampan dengan Baju elegan berwarna Putih terang dan embel - embel Dasi seperti bangsawan .
Pria itu tumbuh dengan sayap panjang dan besar di belakang Punggung nya dan berjalan menelusuri Lorong.
“…..”
“Aku seperti di tatap oleh sesuatu” Ucap Pria itu berbalik menatap lorong yang kosong.
“Mungkin hanya firasatku” pria itu berbalik meninggalkan Lorong itu dan keluar dari kastil.
Yunhoo menghela Nafas nya sembari memegang dada nya dan Berjalan menatap pelan ke Pintu itu lagi.
“Sekarang mari masuk”
……
Ruangan besar mewah dengan Singgasana Dan Area luas .
Di depan singgasana itu Seorang Pria berdiri mengobrol dengan Beberapa pelayan.
Wajahnya tidak tampak begitu tua, mungkin berkisar 30-35 Tahunan.
Rambut emas nya dan mata emas nya begitu mencolok dengan Sayap besar indah dengan pergelangan Tangan yang begitu lembut dan indah.
Beberapa perhiasan Seperti anting Juga terlihat dan beberapa kalung di leher nya.
Mata emas nya itu menatap ke arah Pintu yang terbuka tanpa ada orang yang terlihat itu.
“…..”
Tatapan nya berubah cukup tajam dan menyipitkan matanya.
“Siapa? Keluarlah!”
“A-apa? Y-yang mulai raja? Apakah ada yang salah?” Ucap pelayan yang menatap diam dengan panik ke arah di mana Raja mereka menatap.
“Kalian pergilah” ucap tegas raja kepada Para playan itu.
“Apa! R-raja kita tidak bisa meninggalkan Anda sendirian!”
“Kalau begitu panggil para pengawal dan penjaga” ucap tegas Dengan nata tinggi Sembaris terus menatap ke arah Sisi di mana Pintu itu terbuka .
Raja itu terus menatap ke arah tempat Kosong di depannya yang luas itu dan Terus Menatap dengan kuat.
Dia juga mengalirkan Mana nya ke seluruh ruangan ini untuk mencari detail detail seseorang yang hadir di ruangan itu.
“Kau masih tidak ingin keluar?” Ucap Raja Itu sembari menatap ke arah Tengah tengah Area yang begitu luas itu.
“Aku tahu kau berada di situ” Ucap Raja sembari menujuk ke tengah tengah Area itu di mana Yunhoo berada.
“Masih tidak ingin keluar?”
Sembari Mengalirkan mana dan membuat Udara kecil berbentuk Topan lancip.
__ADS_1
Udara itu di tembakan dengan laju cepat ke tengah tengah area yang begitu luas itu.
Sushhh!
“Wowww”
Yunhoo menghindar membuka Kekuataj persembunyiannya.
“Tenang tenang, aku tak datang untuk mencari masalah” Ucap Yunhoo berdiri di area luas menatap Raja yang berada tidak jauh darinya.
Tatapan tajam, di ikuti Energi Sihir kuat yang mengancam itu menekan Yunhoo.
‘Aneh…. Apa apaan bocah itu? Kekuatan itu? Dan energi sihir yang begitu kuat terpancar darinya’
‘Aku bahkan merasa seperti ada yang bersembunyi lagi tetapi aku tidak mengetahui di mana dia berada’ Batin Raja itu sembari menatap dengan aneh ke arah Yunhoo.
“Sebutkan apa mau mu” Ucap raja dengan tajam ke arah Yunhoo.
“Aku ingin Tahta mu, dan mahkota mu” Jawab Yunhoo dengan senyumannya.
“Kau gila? Kau berpikir aku akan memberikannya pada mu? “ dengan amarah yang meluap energi sihir keluar membuat sekitar ruang itu kacau oleh energi yang meluap meluap dan meledak itu.
Tatapan nya tajam dan matanya di liputi perasaan marah nya.
Raja itu mengerutkan jidat nya dan menatap Yunhoo yang masih tersenyum diam.
“Katakan apa tujuan mu!” Dengan nada tegas sekali lagi raja itu bertanya ke Yunhoo.
“Sudah ku bilang aku menginginkan tahta mu “ Ucap Yunhoo sembari menghela nafasnya.
“Kalau begitu kau patut untuk di bunuh” Ucap Raja itu sembari melayang dengan kedua sayap nya dan Membuat Aliran sihir kuat .
Yunhoo berjalan melihat raja itu terbang dan duduk di karpet datar itu.
“Apakah kau ingin terus melayang seperti orang bodoh? Aku berbicata bahwa aku menginginkan tahta mu tapi aku tidak bilang bahwa aku perlu membunuh mu” Lanjut Yunhoo sembari Duduk dengan kedua kaki nya yang bersila.
“Tidak membunuh? Manusia yang bodoh yang menginginkan Tahta ku dan datang sendiri ke sini?”
Bayangan mulai bergerak di sekeliling Yunhoo.
Jiwoo mulai terlihat dan bayangan mulai menghilang.
“!!!”
Raja itu nenatap Yunhoo dan terkaget-kaget melihatnya.
Untuk pertama kalinya Jiwoo terlihat begitu berbeda di mata orang ini.
Benar manusisa tidak akan menyadarinya.
Tetapi dia berbeda.
Dia adalah Ras yang berbeda dan sangat mirip dengan malaikat.
Melihat Jiwoo membuat Raja itu berkeringat dan terdiam menatap Yunhoo.
“Jadi apakah dia memiliki Kualifikasi Untuk merebut Tahta mu?” Ucap Yunhoo menatap Raja itu.
Pada awalnya Yunhoo berpikir sangat keras untuk melihat dan berpikir bagaimana cara menguasai Wilayah ke 3 ini.
Membunuh adalah salahsatu hal yang tidak mungkin.
Ketika Yunhoo berpikir semakin keras ,bukan jawaban yang dia dapatkan.
Dia hanya semakin bingung dan berpikir bagaimana caranya menguasai Wilayah ini.
Sulit…..
Benar benar tidak mudah untuk berpikir menguasai Wilayah ke 3 dengan gampang.
__ADS_1
Ketika Yunhoo berpikir yang di dapatkan hanyalah satu jawaban.
Yaitu Mendapatkan pengakuan Raja langsung.
Tetapi Manusia tidak mungkin untuk mendapatkan Pengakuannya. Yunhoo sadar dan tidak mungkin bahwa Manusia dapat mudah mendapatkan pengakuannya. Tetapi bagaimana jika aku bilang itu bukan aku?…
Benar yang mencari pengakuan bukanlah Yunhoo sendiri..
Tetapi Jiwoo yang tidak lain adalah Malaikat.
Sekarang bukan manusia yang mencari Pengakuannya.
Tetapi Ras malaikat Jiwoo yang tidak lain adalah Guardiannya.
“K-kau…. Ba,bagaimana bisa?…” Sembari menatap Diam dan shock, Raja itu turun dan mendekat ke Jiwoo.
“I-ini….. kau apa kah tahta wilayah ku begitu penting untuk mu?” tanya raja itu ke Yunhoo.
“Yah aku melakukan yang terbaik untuk tidak ada peperangan, sebetulnya terdapat 10.000 Ribu orang yang siap menyerang wilayah ini Jika kau menginginkan peperangan” Jawab Yunhoo dengan santai dan acuh tak acuh.
“S-sepuluh Ribu orang?!!” Jawab Shock Raja itu sembari terjatuh duduk dan memegang kepalanya.
‘Apakah berarti terdapat 10.000 ribu malaikat? Bukankah ini lebih mengerikan !’ Batin raja itu sembari menatap Yunhoo.
‘Tidak-tidak… bagaimana bisa itu malaikat! Tetapi meski itu bukan malaikat 10.000 Ribu orang benar -benar mengerikan!’ Sembari merenungkan Raja itu menarik pelan nafas nya dan memenangkan Pikiran nya.
“Baiklah kau ingin tahta ku bukan? Aku tidak ingin peperangan, sepertinya kau juga sudah melihat kehidupan di sini Bukan?” Ucap Raja itu sembari menyilangkan tangan nya.
“Aku akan memberikan tahta ku jika kau lulus ujian ku” Lanjut raja itu .
[Ujian Pengakuan Wilayah Ke 3 Di Mulai!]
“Baiklah bagaimana Jiwoo? Kau terima bukan?” Tanya Yunhoo sembari menutup senyuman nya.
“Tentu” jawab Jiwoo singkat.
“Baiklah aku akan menjelaskan peraturan dan bagaimana Ujiannya”
Ujian pertama untuk mendapatkan pengakuan Raja , Jiwoo di haruskan Memiliki kecerdasan untuk melindungi rakyat nya dan membimbing Negara nya menjadi lebih baik.
Raja memiliki solidaritas yang kuat dan loyal terhadap bawahan atau rakyat nya.
Ujian pertama adalah Tes kecerdasan.
Untuk melakukannya, Jiwoo akan beradu kecerdasan Strategi dan beberapa hal-hal lainnya.
Ketika Raja mengakuinya secara adil dan Jujur maka tes satu akan berakhir.
“Bagaimana kau siap?” Tanya raja itu.
Tidak ada yang menyulitkan , meski di bilang tes raja memang seharusnya raja memiliki semua yang di tes itu.
Ketika raja yang memimpin negara hanyalah orang bodoh tanpa kecerdasan dan hanya mengandalkan Kekuatan nya dan bawahannya, akan di pastikan negara tersebut akan hancur dalam berapa tahun.
Untuk membuat nya memberikan tahta nya dia hanya ingin memastikan.
Memastikan bahwa orang yang memimpin negaranya adalah orang yang pintar dan cocok untuk menguasai wilayahnya.
Sebenarnya jika di pikirkan lagi memang sudah waktunya baginya untuk pensiun dan memberikan tahta kepada orang lain.
“Hah…. Aku terlalu Tua hingga pikiranku tidak sehebat waktu ku muda” Gumam Raja itu di dala hatinya .
“Baiklah mari mulai tes pertama ini” sebuah meja yang cukup lebar keluar dan peta gambar wilayah ke 3 juga muncul di meja itu.
Meja panjang yang di isi banyak barang itu sekarang hadir di depannya.
Barang-barang untuk menguji dan melakukan tes pertama atau bisa di sebut Tes Kecerdasan.
Pertama adalah peta, untuk menggambarkan secara detail semua ruang lingkup wilayah ini dan perkembangannya, tes ini akan di mulai dengan bagaimana Ide dari masing masing untuk pembangunan Wilayah ke 3 dan untuk membuat Wilayah Ke 3 menjadi lebih aman.
__ADS_1
Jiwoo menatap tajam dan Raja itu juga menatap ke arah peta itu.
Sekarang tes pertama di mulai!