
Setelah membayar buku itu di serahkan ke Yunhoo, dan Yunhoo memegang Buku itu dengan senyuman di wajahnya.
“Kenaoa kau begitu senang? Bunankah kau Hanya mendapatkan sebuah Tumpukan Sampah?” Tanya Akila yanh binginh ke Yunhoo.
Yunhoo tersenyum menaruh tangannya di Mulut Akila dan memberhentikan Mulutnya untuk mengucapkan kata lagi.
“Kau ridak tahu, tapi ini Bukanlah tumpukan Sampah, jika aku menyerahkan Buku ini kepadanya aku pasti akan sangat marah dan kesal, bahkan kali ini aku masih sangat kesal dengan orang itu.” Ucap yunhoo.
Yunhoo juga sekarang tidak ada lagi di teater dan bergerak pergi dari Tempat Pengambilam barang.
Dia tidak membutuhkan barang lainnya, ini adalah Jackpot besar jadi dia tidak khawatir tentang Item lainnya yang akan ada di perlelangan.
Mendapatkan dua Item hebat di tempat yang sama Adalah dua keberuntungan yang bagus.
Tapi yunhoo juha terkadang bertanya-tanya bahaimana Item-item ini yang terlihat seperti jatuh dari langit bisa ada di Dimensi Rendah seperti Bumi.
Item Tingkat Tinggi yang bahkan seharuanya Muastahil ada di Planet bumi!
Meski begiru memikirkan Teori liar tanoa Bukti Juga tidak menarik bagi nya.
Selama barang nya ada di depannya dia hanya perlu bersyukur dan menggunakannya dengan baik seakan ini adalah Hadiah dari Takdir!
Sekarang di Lorong panjang ,pintu yang hadir di Ujung Lorong Mulai terlihat dan Itu semakin dekat dengan Yunhoo.
Pintu itu semakin dekat dan Hingga cukup dengan dengan Yunhoo dan dia membukanya.
Puntu itu terbuka dan sebuah Atea Luas dengan Karpet merah Terlihat.
Di iringi Oleh Banyaknya Orang yang hadir berkumpul dengan aneh.
Ini semacam ruang luas tanpa apapun dan Seperti ruang aula yang biasanya di tempati Untuk mengobrol atau melakukan hal lainnya.
Di kerumunan Orang yang berkumpul beberapa orang terdengar berbicara dengan aneh dan menatap ke arah di mana banyak Orang menatap .
Itu adalah Dua orang Yanh cukup aneh terlihat.
Yang pertama dia adalah Laki-laki Tampan dengan Rambut Silver dan Mata silvernya dengan Jaz indah dan sepasang Tombak panjang di tangannya.
Di sisi lain itu adalah Seorang Laki laki yang terlihat Buruk rupa dengan wajah di tutup dan Hawa yang tidak mengenakan.
Dia menggunakan Belari kecil dengan beberapa Belati belati lainnya yang di taruh di antata jari-jarinya.
“Kenapa! Kenaoa kau melakukan Ini Jimmy!” Ucap Pria Bermbur Silver iru menatap Pria yang menutupi Wajahnya itu.
“Ini tidak ada Hubungannya dengan mu! Kau yang hidup dengan keindahan dan kemewahan tidak akan bisa mengerti! “Ucap Jimmy yang berdiri dian dan berdiri tegak sembari memegang kepalanya dan tertawa bodoh.
“Kau tidak akan mengerti…. Kau…. Ya, karna kau!” Ucap Jimmy yang menangis aneh tapi sambil tertawa
Dia menangis dengan suara aeduh tetapi di sisi lain dia Juga tertawa dengan aneh.
“Hei Jimmy, apakah kau Gila! Di sini ada sangat banyak orang tak bersalah! Jelaskan! Kenapa! Kenapa kau melakukan ini Jimmy” Ucap Pemuda berambut Silver itu yang tidak mengerti dan berusaha mengerti Temannya yang berdiri di depannya itu.
Dia memasang wajah sedih dan juga khawatir dan tidak mengerti mengapa temannya melakukan itu.
“Ya! Ini lebih bagus! Ini lebih Bagus Grey!! Kau ! Kau harus merasakan nya! Penderitaan ini!” Ucap Jimmy yang mulai melancarkan belati ke setiap arah di sisinya dan meledakannya seakan akan itu seperti Bom Ledak dengan daya penghancur yang Kuat.
Bahkan Mansion itu bergetar dan ruangan itu menjadi kacau.
Beberapa orang berlarian dengan panik dan beberapa pegawai dan penjaga yang ada juga terbunuh dengan cepat meski mereka adalah player.
“Jimmy!” Teriak Grey yang melayangkan Tombaknya ke Jimmy.
“Kenapa! Kenapa kau melakukan ini?” Tanya Grey dengan ekspresi sedihnya.
__ADS_1
“Kenapa? Kau bertanya kenapa? Kalau begitu kau harus bertanya pada diri mu sendiri kenapa kau begitu bodoh” ucap Jimmy yang menghindari serangan berputar dan menusuk Tombak itu.
Mereka saling beradu meski senjata Jimmy hanyalah belari kecil dia juga melayangkan beberapa belati dan meledakannya .
Grey yang menahan itu terdorong lemah oleh daya ledak itu dan terjatuh.
Dia mengeluarkan baruk darah dari Mulutnya dan menatap Temannya yang Berdiri tanpa rasa bersalah apapun.
“Jimmy! Kenapa! Apa kah aku salah! Kenaoa kau tidak bicara! Berhentilah mengacaukan dan mennyakiti orang lain!” Ucap Grey kepada Jimmy dengan Putus asa itu.
“Hah…. Aku sungguh kesal dengan Orang Bodoh seperti mu, kau menyuruh ku berhenti? Apakah kau tahu seberapa menderitanya aku?” Ucap Jimmy yang berdiri dan mengepalkan Tangannya dengan amarah yang meluap-luap.
“Bodoh! Hei Jimmy, bukankah ada yang salah dengan mu?” Ucap Grey yang bertanya dengan aneh ke Jimmy .
Dia memasang ekspresi benar-benar tidak memahaminya dan bimbang .
Dia bingung dan Juga tidak mengerti apa yang di maksud temannya itu.
Kenapa? Apa maksudnya? Kenapa dia terus mencemooh nya dan mengejeknya? ….
Grey Tidak mengerti.
Dia berusaha mengerti tapi dia hanya berpikir bahwa Temannya hanya terhasut Oleh iblis dan melakukan Hal konyol ini.
“Jimmy! Berhentilah dan mari bicara! Jika aku salah maka aku akan menebusnya, bahaimana aku harus menebusnya?” Tanya Grey yang sembari terasa tertekan dengan amarah dan energi yang meluap -luap dari Jimmy.
“Menebus?…. Benar juga… hanya kematian yang dapat menebus Dosa akan Kebodohan mu!” Ucap Jimmy yang tertawa terbahak bahak dan mengeluarkan Tetesan darah dari matanya.
Dia begitu sakit, hatinya begitu hancur dan hidupnya begitu menderita.
Dia tidak pernah merasakan kekesalan ini, bahkan yang dulu Hidupnya penuh dengan senyuman berubah menjad8 penuh Penderitaan dan rasa sakit.
“Jimmy sadarlah!” Ucap Grey yang teriak kencang itu.
Pusaran Energi Mana Mengalir seperti Air mengalir membentuk Lingkaran yang memutari Belatinya.
Itu menusuk ke arah Sisi Mata Kiri Grey dan membuatnya menghindarinya.
Grey menghindarinya dengan mengambil sisi kepalanya ke arah kanan dengan membuat tubuhnya tidak cukup seimbang dan condong ke kanan.
Jimmy yang melihat itu ,Memutar Belati nya dari menusuk lurus mengganti pegangannya menjadi Mengarahkan Ujung belati ke bawah .
Posisi belari itu sekarang berada tepat seperti pedang yang mengarah dan ingin menancap ke tanah.
“Matilah!” Dalam suara yang mendalam dan Kekuatan yang Kuat itu mendorong cepat belati itu dan nenusuk tepat ke leher Grey.
“Kugh!! Karghh” teriak Grey yang meribgkis kesakitan san memegang belati yang menusuk ke lehernya.
“K-K..kenapa?” Ucap Grey yang sekarat itu dan berbicara dengan Suara lemas dan patah patah itu.
Dia berbicara dengan suara serak dan rasa sakit yang menusuk ke setiap Inci tubuhnya itu.
Leher nya tetasa begitu menyakitkan ….Hingga dia bahkan tidak bisa berkata apapun lagi, dan hanya menyisahkan Kalimat pertanyaan di Ujung hidupnya.
Jimmy yang Berdiri tegak dalam keadaan tertawa tapu Juga di sisi lain sedih menatap ke atas Atap mansion itu.
Sekarang karpet dan tanah mansion itu hancur di ikuti dengan bercak darah mengalir dari Tuhuh Grey.
Jimmy berdiri menatap Grey yang meninggal itu dan pergi.
……
“Ada apa ini? Apa apaan ini? “ ucap Yunhoo dalam pikirrannya yang memuat Jumlah pertanyaan tidak masuk akal banyaknya dalam beberapa menit.
__ADS_1
Yunhoo yang baru melihat hal menarik ini terasa seperri sedang menatap sebuah perkembangan Cerita yanh menarik salam kehidupan Nyata!
Dia memuat begitu banyak pertanyaan dalam hitungan menit di pikirannya itu mulai dari apa yang terjadi?
Apa yang mereka berdua lakukan?
Dan masalah apa yang ada di antara Hubungan mereka?….
Semua pertanyaa itu muncul di ikuti pertanyaa lainnya.
Yunhoo yang menatap itu melihat dari Kejauhan berdiri diam bersama akila .
Beberapa orang yang kabur melihat itu buru buru keluar.
Sedangkan Yunhoo hanya menyisahkan mereka berdua bersama akila yang melihat pertempuran itu.
Itu perkembangan Plot yang menarik bagi Yunhoo.
“Apakah itu semacam balas dendam? Apakah kerasukan Iblis?” Ucap Yunhoo yang diam sembari berpikir.
“Apakah kau tidak akan membantu Yunhoo?” Tanya Akila yang berdiri diam di samping Yunhoo.
“Hm… mari lihat dulu, aku cukup penasaran.” Ucap yunhoo sembari memegang dagu nya dan mengerutkan Mulut nya.
Dia memandang Pertempuran Grey dan Jimmy itu dari kejuahan Hingga Grey tewas di tempat itu.
“Hm… apakah Eunkyung Begitu sibuk Hingga membiarkan pertempuran terjadi di sini? Aku khawatir Jika melihat mayat di sini, Perlelangan Ini akan menjadi Cukup gempar dan mungkin saja bisa jadi bahan perbincangan banyak Orang.” Ucap Yunhoo dalam batinnya dembari berpikir dan menatap dari Jauh.
Dia memandang Jimmy yang pergi keluar dengan raut wajah sedih dan Hampa nya itu.
Sebelum memandang dia juga sudah memperhatikan Detail lain sebelum Jimmy pergi.
Ketika mereka sedang bertarung Yunhoo mengamati mereka menggunakan Kemampuan Readers nya Untuk membaca Peran mereka.
Dan hal menarik di sini terungkap oleh Yunhoo.
[ Jimmy]
Peran: Pahlawan Yang Terluka
Sungguh menarik ketika Yunhoo menatap pesan itu.
Pahlawan yang terluka.
Jika memang benar dia akan menjadj Pahlawan itu pasti akan menjadi hal bagus unruk melihat seorang Pahlawan Tumbuh.
Dan lagi mempunyai Pion pahlawan adalah hal terbaik Untuk membuat Cerita terbaik Tanpa banyaknya Campur tangan darinya.
Itu akan menjadi pertunjukan menarik Bagi Yunhoo sendiri dan kepentingan Jimmy sendiri.
“Baiklah mari Kita buat Pahlawan Kita ini Berjalan sesuai keinginan kita.” Ucap Yunhoo yang tersenyum jahat dan berjalan sembari Menaruh tangan di saku celananya.
“Ah maaf meminta mu, bisakah kau di sini dulu dan mengurus masalah mayat ini? Aku akan kembali ke sini jadi kau tunggu saja di sini.” Ucap Yunhoo yang meminta tolong dengan tulus sembari Mengacungkan jempolnya dan berlari mengejar Jimmy.
…..
Jimmy di sisi lain memandang Kota Yang indah itu dari sebuah Taman besar yang sepi , yang tepat ada di Dataran cukup Tinggi.
Dia bersandar di Pohon besar yang ada dua Taman kecik dengan beberapa Mainan anak kecik itu di sana.
Keadaan langit malam begitu indah dan Mata nya yang hampa Tanpa Tujuan itu merentangkan tangannya menggapai udara kosong di depannya yang memperlihatkan Kota indah.
“A-aku …. Aku merindukannya….” Ucap Jimmy yang diam lemas dan menjatuhkan tangannya.
__ADS_1