
“Apa maksud nya itu?” Tanya Yunhoo yanh berpikir dengan aneh.
“Jika bisa di bilang maka Kota lantai 10 itu tepat berada di Tempat Quest untuk Tantangan Lantai 11” ucap Jinhoo yang berbicara dengan Bingung Juga tapi berusaha memberikan pemahaman nya ke Master nya.
Yunhoo berdiam sejenak tidak mengerti dan menatap pelan.
“Apakah ini kota yang berbeda dari sebelumnya?” Tanya Yunhoo.
“Ya, bisa di bilang setelah master Tertidur, master di bawa dan sebagai Pemimpin Ksatria yang memandu Kita dan menjadi pemimpin menuju Kota ini” ungkap Jinhoo lagi dengan penjelasan nya yang membingungkan.
Yunhoo menyipitkan matanya dan mendengarkannya lalu menepok jidat nya dengan bingung.
“E-eto… apakaha ada yang salah master?” Tanya Jinhoo yang bingung itu.
“Maaf jika penjelasan ku tidak cukup baik, sebaiknya master bertanya ke Jiwoo saja “ ucap Jinhoo yang memasang wajah cemberut mya dan menunduk dengan sikap seperti anak kecil.
Yunhoo menatap itu lalu menuduk cepat lagi.
“Sial aku merasa di sekeliling ku terasa banyak sekali anak kecil” ucap Yunhoo dalam batinnya yang berkeringat dingin dengan aneh itu.
“Lupakan lah, jangan menyalahkan diri mu” seru Yunhoo yang kembali bersandar di ranjang itu dan menatap langit langit Kamar nya.
Setelah beberapa menit berlalu dalam keheningan Suara pintu terbuka dan Akila serta Jiwoo terlihat.
Yunhoo menatap keduanya masuk dan berdiam diri sembari menatap Ponsel nya.
Sekarang menunjukkan Tanggal 4 Mei yang menandakan Yunhoo Telah berada di sini cukup lama.
Batre Ponsel nya juga masih tersisa dengan Batre yang sama seakan akan itu tidak terkuras sedikitpun.
Yunhoo menyimpan Ponsel nya di Inventory nya dan sudah cukup lama dia tidak melihat ponsel atau apapun.
Bahkan di sistem saja, yunhoo tidak pernah melihat berita atau bahkan siaran siaran dan saluran Vidio yang ada di sistem nya
Yunhoo menatap Jiwoo dan Akila yang masuk itu dengan memegang beberapa cemilan nya.
Yunhoo menaruh Ponsel nya di Inventory nya dan bangun dari Ranjang nya .
Dia masih berada di ranjang tetapi dengan posisi duduk dan bersandar ke sebuah Bantal dan Dinding kamar yang tipis
“Kau datang” ucap Yunhoo.
“Oh kau sudah bangun” ucap akila yang cukup kaget dan masih memakan cemilanmya di tangan nya.
“Ya itu cukup mangagetkan juga bahwa aku bisa selamat dari Hal itu, bahkan perasaan akan kekuatan itu masih begitu terasa jelas seakan akan tertanam di tubuh ku” ucap Yunhoo yang menghela nafas nya dan memegang kening nya.
“Apakah master baik baik saja?” Tanya Jiwoo
“Ya aku cukup baik….. apakah kau bisa memberikan apa yang kau dapatkan?” Tanya Yunhoo ke Jiwoo.
Jiwoo mengangguk dan mulai berdiri di depan Yunhoo dan menceritakannya semuanya.
Pertama kota ini adalah Kota Azazka Yang sekaligus Kota Pusat atau Ibu Kota dari kerajaan Calandria
Selain itu Kota ini juga adalah Kota Lantai 10 sekaligys kota untuk memulai Ujian tantangan Lantai 11.
Mesk sulit di mengerti Yunhoo juga menangkap pelan sesuatu yang menarik yang keluar dari ucapan Jiwoo.
Tantangan ini hanya di mulai setiap 3 hari setelah pelaksaan di mulai, jika di kasih contoh maka, misalkan hari ini Tantangan untuk Memulai Lantai 11 di mulai dan selama 3 hari ke depan tantangan untuk lantai 11 tidak akan di buka dan hanya akan terbuka setelah 3 hari tantangan telah berlangsung.
Dan juga yunhoo mendapatkan hal menarik ,bahwa Kota mereka sebelumnya adalah Kota bagian dari Kerajaan Calandria ini dan sekarang mereka berada di Ibu Kota dari Kerajaan Calandria ini.
Meski tidak mengetahui dengan baik Yunhoo menangkap satu satu informasi dan menyusunnya seperti Puzzel yang dua susun secara baik oleh nya.
__ADS_1
Baginya permainan Menyusun Puzzel adalah hal yang mudah dan gampang Bagi Yunhoo.
Meski Puzzel yang di susun nya kali ini adalah Informasi , tapi dia menangkap dengan baik beberapa informasi itu.
Selain itu Kota ini Juga menjadi Kota. Yang cukup ramai seperti Kota Kebebasan di Lantai 1.
Di Kota ini juga terdapat beberapa hal seperti beberapa penginapan, retorant dan hal lainnya.
Meski rata rata yang Jiwoo berikan adalah bahwa mereka semua seperti Bagian dari kerajaan ini tapi mereka juga seperti hidup dan melayani siapapun dengan baik.
Yunhoo mengerti hal itu dan informasi itu Juga berakhir di situ.
Sangat banyak Informasi dan menyusunnya memang agak membingungkan, tapi Jika melihat informasi ini, maka akan membuat satu dugaan dan juga keahlian bagi dirinya.
Yunhoo memiliki satu tebakan yang Juga tebakan itu adalah keahlian diri ya sekali.
Meski tidak yakin tapi dia merasa dugaan itu adalah hal yang benar mengikuti Clue terakhir yang Jiwoo ucapkan itu.
“Ah benar, Aku juga mendapat sesuatu aneh dan ada sebuah Clue kecil yang membingungkan, beberapa orang berbicara Clue ini adalah ‘Cerita’ “ ucap Jiwoo itu yang berbicara bingung tapi menjelaskan nya dengan baik dan tetap menyampaikannya.
Yunhoo tersenyim kecil menyusun semua Informasi itu dan berdiri dengan jentikan jarinya.
Dia sadar akan sesuatu itu dan Mulai berdiri.
“Begitu…. Jadi ini hanya tebakan ku, tapi Jika melihat Clue nya mungkin saja ini akan benar”
Yunhoo menatap dan menoleh ke Jendela di kamar nya dan mulai menatap akila.
“Sebuah Cerita…. Jadi Tantangan Lantai 10 dan 11 saling berkaitan Hingga membuat cerita bukan?” Ucap Yunhoo yang menatao akila.
Akila tersenyum mengangguk dan memakam benerapa cemilannya lagi.
“Tapi lebih tepatnya Bukan sampai langai 11, tapi Cerita ini akan saling berkaitan Hingga Lantai 20” ucap Akila yang menjelaskan dengan sikap acuh tak acuh nya dan hanya fokus memakan cemilannya.
“Jadi apa yang master akan lakukan?” Tanya Jiwoo .
“Aku?…. Entah lah, tapi sepertinya aku akan melakukan Tantangan di Hari-hari berikutnya, karna aku harus pergi ke dunia ku” ungkap Yunhoo yang menatap Kota Azazka itu yanh indah dengan beberapa duara kereta kuda dan beberapa orang yang berbicara dan melakukan aktivitas nya.
“Apakah kau akan Ikut? Atau akan melakukan sesuatu?” Tanya Yunhoo yang langsung mengalihkan pandangannya ke Akila.
“Tentu aku akan ikut dengan mu Yunhoo!” Ucap akila yan cemberut dengan kesal dan langsung membuat wajah ceria lalu mendekat ke Yunhoo.
“Hei ! Hei! Nanti kita nonton ya! Tidak! Kita harus membeli makan yang enak lagi! Kau harus mentraktir ku Yunhoo!” Ucap akila yang seakan akan ngambek itu dan juga mengemis dengan kesal.
Yunhoo tersenyum dan mengangguk pelan dan mengelus kepala nya dengan lembut.
“Ugh…. Kau pandai mengelus yunhoo!” Erang Akila yang ke-enakan seperti anak kecil yang manja itu.
Lagi dan lagi badan dewasanya benar-benar tidak pantas dengan sikap manja dan anak kecil nya itu.
Yunhoo menghela nafas nya lalu melirik ke samping ke arah Kota Azazka dan menoleh lagi.
Dia mulai berbicara dengan Jiwoo dan Jinhoo yang mulai berantem dan bertengkar saling memperdebatkan hal hal konyol.
Yunhoo Juga Mulai membuat Baju baru yang tidak jauh beda dari baju sebelumnya dan Mulai mengajak Akila , Jiwoo, dan Jinhoo untuk makan di Lantai bawah Penginapan ini yang tersedia tempat penjualan makanan seperti yang Jiwoo sarankan.
…….
Dunia kebebasan di Kota kebebasan.
Jimmy menatap pelan Menara Tinggi Yang Sangat besar itu.
Selain itu beberapa Portal, kota, bangunan, dan beberapa orang yang ada di sini juga sangat bervariasi yang membuat Jimmy kaget sekaligus Shock.
__ADS_1
Tidak hanya itu, beberapa orang yang berasal Dari Dunia nya juga berjalan dengan beberapa kawan dan Partai mereka dan mengobrol dengan santai nya itu.
Jimmy menatap ke sekeliling di mana Kota besar ini serasa tidak ada hal yang tidak luar biasa dari Kota ini.
Mulai dari Toko-toko, dan bahkan beberapa hal lainnya.
Jimmy Juga telah mendengarkan penjelasan dari pembimbing dan Sudah mulai melihat papan sistem nya yang menampilkan Hal-hal baru seperti Berita baru dan hal hal tambahan lainnya seperti Papan siaran, atau bahkan List Daftar arena dan Catatan rekor Menara.
Jimmy menatap ke arah Menara dan Arena yang menjadi Pusat menarik nya pandangan Banyak orang dan juga Ketertarikan nya di Dimensi kebebasan ini.
“Jadi di sini kah?….. sungguh tempat yang indah” ucap Jimmy menatap pelan dan juga di ikuti beberapa hembusan angin yang mendorong kencang baju baju dan pakaiannya.
Dia menatap langit dengan tatapan serius nya itu dan mengambil Nafas nya dengan Pelan.
Dia berjalan mengambil Langkah yang rasanya sangat besar dan menentukan segala Hidupnya Mulai sekarang.
Dalam tiuapan angin yang kencang , langkah kaki Jimmy bergetar hebat dan suara langkah nya terdengar.
Dia berjalan menuju Menara tinggi itu dengan wajah serius nya sembari terus melangkahkan kaki dan menggerakan tangannya yang ber-iringan dengan kaki nya.
…….
Di lantai 6 Menara.
Namwoo, Yunhwa, dan Yuu Mina berjalan di Rawa-rawa yang penuhi lumut itu dengan perasaan yang menyegarkan dan sekaligys beberapa rasa kekesalan.
Terutama pakaian mereka yang semuanya di penuhi Lumut dengan perasaan lengket dan menjijikan dari para Lumut Lumut yang ada itu.
Namwoo di sisi lain memasang wajah yang lesu dan penuh rada malas itu.
Sedangkan di sisi lain Yunhwa juga sedikit semangat tapi Juga sedikit kecewa.
Yuu Mina di sisi lain mempunyai Wajah dan ekspresi berbeda dari yang lainnya.
Dia berdiam dan fokus tetapi Juga sesekali memandang Yunhwa dan Namwoo itu.
“Kalian ini kenapa?” Tanya Yuu Mina yang berwajah serius.
“Hei kak Mina! Apakah kak Mina tidak merindukan Kakak ?” Ucap Yunhwa yang berwajah sedikit sedih itu.
“Aku merindukan kakak! Aku sangat ingin bertemu dengannya! Bisakah kita bertemu dan menemui kakak saja?!” Ucap Yunhwa yang cemberut itu yang duduk di atas serigala yang membawa nya.
Dia di keliling total 7 serigala di dekatnnya itu dan duduk dengan pakaian lengket nya.
“Ya! Aku merindukan Hyung!!” Erang Namwoo yang berwajah lesu dan terus membungkuk sembari membawa Perisai di Punggung nya.
“Hm…. Tapi kita harus menyelesaikan ini, jika di Bilang tidak Ingin bertemu itu Bohong t-tapi…” jawab Yuu Mina yanh menatap keduanya dengan suara pelan dan kecil sekaligus terbata bata itu.
“T-tapi itu bukan berarti aku kangen atau apa ya!” Ucap Yuu Mina yang membalikkan wajahnya dengan kesal dan memyembunyikan wajahnya yang malu itu.
Yunhwa terdiam lalu tersenyum dan sedikit merasa senang dengan Reaksi Yuu Mina.
“Hei! Kita harus segera menyelesaikan ini mengerti! Jadi mari segera selesaikan dan fokus!” Teriak Yuu Mina yang kembali fokus dan memarahi Yunhwa yang bercanda itu.
“E-eh…. Ini membosankan! Tanpa Hyung ini menjadi menjengkelkan!” Ucap Namwoo yang kedal dan mengembungkan pipinya sembari menyilangkan tangannya.
“Hah?! Bisa kau ulangi?” Ucap Yuu Mina yang memasang wajah marah dan kerut kerutan Dari urat Nya yang naik terlihat di atas kening nya itu.
“T-tidak… tidak aku tidak bilang apa apa!” Jawab Namwoo yang Gugup dan berpura pura semangat itu dan mulai bersorak sorak mengajak mereka untuk segera mengelesaukan Tantangan Lantai 6 itu.
Yuu Mina menatao sinis dan taham ke Namwoo itu yang menjadi semangat itu.
Namwoo menjadi gugup dan terus berakting, dia menelan ludah nya dan mulai berkeringat kecil.
__ADS_1