Dunia Baru Untuk Pembaca

Dunia Baru Untuk Pembaca
Zona Tantangan Per-Minggu (4)


__ADS_3

“Ikut? Ikut denganmu? Kemana itu?” Tanya Sanghyeon.


“Tentu saja ke Sebuah tempat yang menampung Orang sehebat dirimu berada” ucap Yunhoo yang berbicara dengan seringai lebar itu dan senyumannya.


“Sehebat diriku? Aku tidak hebat, sepertinya Anda salah berbicara?” Ucap Sanghyeon yang masih Bingung itu.


“Tidak kau hebat, kau hanya tidak menyadari kemampuanmu” ucap Yunhoo yang menepuk Pundak Sanghyeon itu.


Sanghyeon yang Bingung masih memikirkan nya dan menatap tubuhnya dengan pelan.


Sebelum sempat untuk menjawab pertanyaan dari kalimat Yunhoo itu sebuah kampak melayang cepat ke arah mereka berdua di mana Pria bermata Oren itu dengan kesal menambahkan Mana di Kampak dan pergelangan tangannya.


“Tidak!!!” Dengan erangan dan teriakan yang kencang dari suara Sanghyeon itu Dia menutup matanya dengan takut yang melihat Kampak terbang ke arahnya.


“Kau lengah Yunhoo” ucap akila yang menangkap kampak itu dengan satu tangan nya .


Dia menggengam Kampak yang sebelumnya terbang itu dan memegangnya dengan santai.


Dengan hentakan dan Suara kaget dari beberaoa orang, Mereka semua mulai mematap Akila yang sangat menawan dan memegang Kampak itu menjadi senderan untuk tangannya dan tubuhnya.


“Kau! Siapa kalian dasar bedebah sialan! Berikan bocah itu!” Teriak Pria bermata oren itu yang semakin membuat Amarahnya dan kekesalannya memuncak.


“Tidak!…. Kira akan mati! Dia akan membunuh kita!” Ucap Sanghyeon yang sedikit ketakutkan itu.


Yunhoo menyipitkan pandangannya ke Sanghyeon dan menghela nafasnya.


Dia memegang Pundak sanghyeon yang gemetar dan memandangnya dengan pelan.


“Kita tidak akan mati, jadi apa jawaban mu?” Tanya Yunhoo.


“Omong kosong! Dia adalah Player Rank B+ yang di rumorkan akan menjadi Player Rank A dari Guild Fielz” ucap Sanghyeon itu yang masih gemetar dengan Trauma yang mendalam.


Meski begitu penyakit dan traumanya bukanlah sesuatu yang dengan mudah di sembuhkan.


Dia yang cukup menderita di bawah tekanan dunia dan kesehariannya yang suram itu juga di liputi oleh kesendirian dan Kehampaan yang dalam.


Orang tuanya, temannya, dan siapapun itu tidak ada yang berada di sisinya.


Kedua orang tua nya telah tewas dan sekarang dia hanya Hidup sendiri berjuang mencari nafkah untuk dirinya yang Miskin ini.


Meski begitu apa yang berubah?…..


Bakat?….. dia memiliki bakat?…..


Omong kosong, yang dia miliki hanyalah dirinya dan itu tidak ada apapun selain Sebuah cangkang kosong tanpa kehidupan yang baik.


Tidak ada bakat, dan keahlian.


Inilah dirinya.


Dirinya yang telah menjadi Player dengan Semua kekurangannya.


Apa yang bisa dia banggakan?….


Menyebalkan…. Ini menyebalkan……


Yunhoo menatapnya dengan pelan melihat keadaan Sanghyeon yang cukup memyedihkan itu.


“Apakah kau masih bersikeras bahwa kau tidak layak dan tidak ada bakat?” Tanya Yunhoo ke Sanghyeon yang gemetar itu.


“Lalu apa? Aku tak pernah mengenalmu, apa yang bisa kau katakan? Bagaimana kau membuktikan Ucapanmu?” Tanya Sanghyeon itu dengan keras.

__ADS_1


“Bagaimana bisa kau seperti itu?” Ucap Yunhoo.


“Tidak ada yang lebih mengenal dirimu selain dirimu sendiri, kau bertanya kepada seseorang untuk membuktikannya tapi yang kau lakukan adalah mengelaknya tanpa mencoba mencari tahu apa yang ada di dalam dirimu. Coba pikirkan” ucap Yunhoo yang berbicata dengan tegas itu.


“Pikirkan dan Cari tahu bagaimana dan apa yang terpendam di dalam Dirimu” ucap Yunhoo itu.


“Apa yang terpendam? Dan apa yang ada di dalam Diriku?” Ucap Sanghyeon yang Bingung dengan wajah penuh pertanyaannya itu dan menatap Pelan Ke arah Tangan dan tubuhnya yang gemetar.


“Aku tak tahu, aku benar-benar tidak tahu! Yang aku miliki hanyalah sebuah pedang dan kemampuan berpedang, apa lagi yang berbakat dan tersembunyi di dalam diriku?” Tanya Nya dengan bingung dan juga kesal dengan tangan yang menutupi kedua telinganya.


“Dan itu adalah Kemampuan mu” ucap Yunhoo yang tersenyum.


“Maukah kau membuktikan dirimu pantas Dengan kemampuan itu?” Tanya Yunhoo itu yang dengan senyumannya bertanya ke Sanghyeon.


“Membuktikan? Bagaimana?” Tanya Sanghyeon yang Bingung.


“Tentu saja kau tidak perlu Khawatir, kau sekarang Sudah cukup kuat, bagaimana Jika kau mencoba melawannya?” Ucap Yunhoo yang menyingkir dan memperlihatkan Pria bermata Oren itu yang berada di depan mereka .


Dia masih dalam keadaan kesal dan mulai mengeluarkan sebuah Kampak besar untuk menghanpiri Sanghyeon.


“K-kau bercanda bukan?….” Ucap Sanghyeon yang gemetar itu .


“Terik pedang mu dan dengarkan ucapanku, kau sudah cukup Kuat, jadi coba maju dan atasi rasa takut mu” ucap Yunhoo itu yang menginstruksikannya dengan perkataannya itu.


Dia berbicara dengan lembut tapi juga tegas dan mulai membuat Sanghyeon yang ragu itu menarik pedangnya.


“A-aku takut” ucap Sanghyeon yang berjalan itu memegang pedangnya dengan Gemetar.


“Tenanglah, kau percaya padaku? “ ucap Yunhoo yang bertanya itu.


“Apakah kau Bercanda? Aku tak bisa percaya pada seseorang yang bahkan belum 1 jam ku temui” ungkap Sanghyeon itu yang merasa jengkel dan kesal tetapi merasa ini adalah cobaan yang pantas untuk di cobain.


“Hahaha, apakah itu pantas untuk di pertanyakan? Kau hanya perlu melakukannya seperti bagaimana Kau akan melindunhi dirimu” ucap Yunhoo.


“Hei bukankah kau Bercanda? Mau bagaimanapun Tubuh besarnya ini tidak pantas untuk di katakan sepantar dengan Tubuh Kurusku” ucap Sanghyeon yang mengerutkan alis dan dahi nya lalu mengendus kan Nafasnya dengan kesal seperti Babi yang menyebalkan.


“Kau tidak harus membandingkan Tubuh mu, coba pikirkan bagaimana cara mengalahkannya, bukankah kau Bilang memiliki Ilmu pedang yang bagus?” Ucap Yunhoo yang tersenyum dan Mulai berhenti bercakap lagi dengannya.


“Kau harus mengandalkan semua usahamu untuk menang, karna aku tidak akan pernah membantu mu lebih dari hal yang bisa ku bantu” ucap Yunhoo yang tersenyum itu dan tidak berbicara lagi.


“Apa maksud mu?”


“Hey! Kau benar-benar berpikir aku bisa melawannya?” Tanya Sanghyeon itu yang sedikit pucat dan Menatap dengan ragu-ragu ke Pria bermata oren di depannya.


“Kau punya cari Sanghyeon, apakah kau benar-benar berpikie bisa mengalahkanku?” Tanya Pria bermata oren itu.


“Tidak, aku tidak yakin, tapi aku juga tidak ingin mati brengs*k!” Tedak Sanghyeon itu yang dengan keras berteriak dan Maju.


Seakan akan tubuhnya menjadi lebih ringan dan di Liputi Mana dia merasakan energi Banyak yang ada di Tubuh Nya itu.


“Apa? Apa-apaan ini?” Ungkap Sanghyeon dalam batinnya yang Bingung.


Seakan tidak Ingin cukup panik dari hal yang membuatnya kaget itu dia berlari tetapi Juga dengan erat menggengam Pedangnya dan menghindari Kampak yang datang ke arahnya.


Seakan tidak percaya Dia bisa menghindarinya , Pria bermata oren itu cukup kaget dengan Ekspresinya yang tercenang tapi membuat Urat dan otot-otornya semakin berdenyut dengan kesal.


Ini udh menjadi penghinaan yang lebih dari cukup Untuk mencoreng namanya.


Kampaknya di Tahan Oleh seseorang dan bahkan di tahan sengan satu tangan .


Selain itu dia Juga melempar kampak ga dan itu di tangkap oleh seorang wanita.

__ADS_1


Di tambah dengan maki dan Cacian yang keluar dari Mulut Sanghyeon itu.


Itu membuatnya semakin marah dan kesal.


Dia begitu murka dan wajahnya berkedut dengan penuh amarah dan urat-uratnya yang naik.


“Kau benar-benar menjadi pemuda yang berani! Aku pasti akan membunuh mu dasar bedebah sial*n” ucap Pria bermata oren itu yang mengejar Sanghyeon yang memutari area yang sempit itu.


Kebetulan ruang di sini sempit dan di mana mana hanya ada Player yang menonton pertarungan ini dengan santai.


Entah apa yang mereka pikirkan mereka bahkan tidak kabur ataupun pergi tetapi melihat pertarungan dengan santai seakan-akan mereka tidak akan terkena dampak dari pertarungan ini.


Yunhoo di sisi lain menatapnya bersama akila dan pak tua Kwon menatap Sanghyeon yang menggunakan pedang nya itu dengan indah.


Sesuai dengan perkatakaannya di mana dia hanya mempunyai pedang dan Ilmu pedang nya, dia memang tampak berusaha meningkatkan keahlian pedang nya dengan baik.


Seakan akan tidak terima serangannya di tahan dengan pedang Bodoh Dari Sanghyeon itu, dia menambahkan Mana lagi di Kampaknya dan membuat hantaman keras dan kencang dengan tenaga Kuat nya.


Sanghyeon yang dasarnya memang lemah berusaha menghindari Kampak yanh melaku dengan kencang itu.


Bahkan meski dia menahannya dia juga mengetahui pedangnya tidak akan sanggup menahan sebuah Kampak kuat dan kencang itu.


Sanghyeon di sisi lain memilih Menghindari serangan yang datang itu.


Itu benar-benar terjadi bahwa dia bisa menghindari kampak yang cepat dan kencang itu.


Untuk pertama kali dalam Hidupnya ini adalah pemandangan indah di mana dia merasa seperti orang lain .


Beberapa orang bukan hanya terkejut tapi tercengang.


“Apakah Sanghyeon memang sehebat itu?”


“Sialan apa apaan itu? Dia menghindari Kampak yang cepat itu?”


“Ini….. bukankah ini hebat? Sial dia berubah dalam sekejap apa apaan ini? Apa ini sebuah Komik?” Ucap dan sorak beberapa orang yang Bingung dan memperhatikannya seakan akan menonton sebuah pertandingan yang menarik.


Sanghyeon mengambil langkah nya dan memutar lalu dia juga memanfaatkan Tubub Kurusnya itu untuk mengambil Jarak yang tipis untuk menghindari Kampak itu.


Meski itu beresiko itu juga sepadan dengan apa yang di hasilkannya.


Dengan Kecepatan setiap tebasan kampak itu, itu akan memakan waktu yang cukup lama untuk membuat tebasan berikutinya.


Mau bagaimanapun Kampak termasuk barang yang berat dan membutuhkan Sebuah tenaga yang cukup.


Bahkan dengan tambahan Mana sekalipun bagi orang yang dapat menandingi kecepagan Ayunan kampak itu, menghindarinya adalah hal yang dapat di lakukan.


Untuk Sanghyeon yang entah kenapa menjadi jauh lebih pede itu.


Dia melewati Bilah kampak yang tajam itu dengan menghindarinya .


Dia menghindari dengan cara mengambil Lintasan dan jarak yang cukup mepet dari Kampak itu dan berlari menuju Pria bermata oren itu.


Pria bermata oren itu yang kesal melepaskan kampak nya dan berlari ke arah Sanghyeon.


Dia Mengalirkan Mana nya ke Tangannya dan Tubuh nya ith dan melayangkan Pukulan kencang tepat ke arah Sanghyeon berlari.


Sanghyeon yang memiliki Mana sangat banyk di tubuhnya itu memanfaatkannya dengan baik dan menambahkan sebuah Mana di Kaki nya.


Dia bergerak cepat dengan Zig-zag menghindari beberapa serangan yang datang .


Tidak sekalipun pedang nya bergerak menebas ataupun melukai Pria bermata oren itu.

__ADS_1


Yang di lakukan sanghyeon hanyalah menghindar tetapi dengan Penghindaran yang baik dan cermat, entah kenapa semua orang yang berada di sini juga kaget dengan Skill Menghindarnya itu.


Setelah berlari Cukup dekat Untuk pertama kalinya dia Mengambil Langkah besar ke pria itu.


__ADS_2