Dunia Baru Untuk Pembaca

Dunia Baru Untuk Pembaca
Pertandingan (2)


__ADS_3

Awal mula nya pertandingan langsung Di iringi dengan Melonjaknya Kekuayan Mana yang keluar dari Tubuh Gibi.


Kali ini dia mulai menarik Kampaknya dan berjalan dengan Perasaan menindas dan aura yang Kuat.


Yunhoo menatap dan berdiri diam melihat Gibi berdiri di depannya itu.


“Ketika aku belajar , aku sadar bahwa memggunakan Mana Dalam Jumlah besar percuma, dan tidak sebandingan dengan Memggunakan Sedikit Mana tetapi dengan keefektifitasan yang Jauh lebih Kuat di banding menggunakan Mana Dalam Jumlah besar.”


“Selain dapat Mengirit Mana, Yang terpenting sendiri adalah Bagaimana Mana itu bergerak dan menyebar ke Tubuh Nya.”


Yunhoo memahaminya setelah dia di berikan sedikit Penjelasan Oleh akila.


Dia paham bahwa Menggunakan Mana Dalam Jumlah banyak tidak berguna apa-apa selain memboroskan Mana nya


Ini adalah pelajaran Penting yang dapat Dia kutib dan memotong bamyak waktu berharga nya yang terbuanh di masa depan jika tidak memgetahui ini.


Meski ini hanya simple tapi nyatanya Yunhoo sendiri tidak paham bahwa itu benar-benar nyata.


Ketika dia mencoba nya di Ruang Putih, dia paham, itu benar-benar berhasil dan keefektifitas nya bahkan lebih tinggi dan Kuat.


Yanh terpenting adalah Kehalusan Energi Mana yang di atur dan di Kendalikan itu.


Semakin baik mengendalikannya , maka semakin Kuat energi itu.


Awalnya Yunhoo Juge berpikir itu semacam Omong Kosong.


Tapi dia bahkan sadar hanya dengan sedikit Tambahan Mana Di tangannya itu bisa setajam dan sekuat Pedang.


Meski tidak Begitu Kuat dan Lancar, kontrol energi Mana-nya jauh sedikit meningkat ,dan Fokus Yunhoo sekarang bukan lagi hanya memperbesar Jumlah Mana-nya saja.


Dia harus bisa mengendilakan nya dengan baik, seakan akan itu tubuh nya yang memyatu dengan baik dan mengontrol nya seperti air mengalir yang begitu deras Tapi lembut.


Yunhoo sekarang Berdiri membuka matanya menarik pedang Silver nya itu.


Itu pedang yang Cukup Kuat dengan Hawa es dingin yang mengalir keluar dari pedang itu.


Jika di tanya mengapa Yunhoo tidak mengenakan Pedang seperti biasanya, maka dia hanya menjawab Simple.


Selain menyembunyikan Item Transenden, dia juga masih belum layak Untuk memakai Pedang yang bahkan Ego nya saja tidak bangun .


Dia masih tidak mau, dan Juga item Transenden itu pasti akan menarik banyak Orang Jika mengetahui nya.


Pedang ini juga tidak Buruk, bahkan Baginya tidak terlalu Buruk dan cukup bagus.


Dia mendapatkan nya secara Gratis jadi dia akan memakai nya dengan baik pedang yang di berikan Gratis itu.


“Ya ini adalah pedang yang Ku dapatkan Secara Gratis.” Ucap yunhoo tersenyum menatap pedang nya dan bergumam.


Kampak kali ini langsung mulai mengarah ke Yunhoo.


Itu mengarah dari atas tinggi dan jatuh dengan cepat.


Itu bahkan bisa merobek tubuh dan menghancurkan tulang nya menjadi dua bagian.


Itu mengerikan.


Yunhoo mengerti kenapa Titan itu Ras yang cukup Kuat.


Selain tenaga mereka besar, badan mereka Juga besar, dan Juga mereka di berkati dengan Kekuatan dan Tubuh Yang kuat


Sungguh hebat.


Kekuatan dari satu Lemparan kampak nya saja sudah membuat Tanah hancur dan retak.


Sungguh Begitu menakjubkan melihatnya.


Sayang nya yunhoo juga sedikir kecewa.


Dia pelan seperti sumo.

__ADS_1


Mungkin karna badan nya terlalu besar merwka menjadi cukup pelan.


Jika di Bilang pelan mungkin tidak benar juga, karna pelan ini bukan seperti Sumo sebelumnya yang benar-benar pelan.


Ini masih cukup cepat tapi sayangkan kecepatannya tidak bisa menandingi kecepatan Yunhoo yang bisa berkali kali lebih cepat dengan bantuan Accelerationnya.


“Wah! Lihat manusia itu dia cukup hebat bisa menghindari Kampak itu.”


“Kau benar, tapi dia dari tadi hanya diam tanpa melancarkan serangan, apakah dia sedang memikirkan sesuatu?” Tanya beberapa orang yang saling berdiskusi dan menatap Yunhoo yang bertarung dan menghindar itu.


Yunhoo dari tadi hanya mengambil langkah mundul dan tidak menyeram sama sekali.


Dia terus mundur dari serangan dan memutar sembari terus menerus menghindar.


Selain hanya membuang-buang tenaganya dia juga menguras tenaga Titan itu.


“Sungguh hebat” ucap Yunhoo dalam batinnya.


Yunhoo melakukan ini sebenarnya tidak memiliki Maksud lain selain melihat seberapa Kuat titan itu.


Jika titan dalam Kondisi Seperti awal mula pertandingan kekuatannya terlalu Kuat.


Dia takut itu bisa membelah tubuh nya menjadi dua Jika dia lengah.


Meski dia lebih cepat. Dia tidak sekuat dan sebertenaga Besar seperti Titan itu.


Dia juga masih tidak tahu seberapa Kuat dia dan apakah dia bisa menahan dengan Pedang kecil nya jika kampak besar itu melayang ke arah nya.


Selama latihan Dengan Akila dia melatih Ilmu pedang nya dan ketepatan berpikir dan strategi nya.


Dia juga melatih kecepatan dan refleks nya.


Tapi jika di tanya kekuatan nya, maka itu tidak di latih dan tidak di ketahui dengan baik.


Lebih Baik memcari tahu Dan memahami diri sendiri terlebih dahulu ketimbang memahami Lawan.


Dia akan melihat keduanya.


Dia ingin tahu seberapa Kuat dia yang sekarang dan seberapa Kuat lawan.


Untuk memahami Dirinya sendiri dan Juga memahami lawan nya.


Dia akan melakukan nya tanpa membuat mya menjadi lebih lama seperti melakukan satu persatu.


Meski cukup beresiko dia juga harus mencobanya.


Karna satu-satunya hal yang Tidak di ketahui Yunhoo adalah kekuatannya, bukan kecepatan, Daya Tahan, dan stamina nya.


Untuk itu dia harus memahami dengan baik.


Melatih Ilmu berpedang memang bagus tapi melihat seberapa Kuat juga dia jauh lebih bagus juga.


Apakah dia mampu? Apakah dia cukup Kuat untuk bisa menahan serangan kampak lagi selamjutnya?


Meski tidak tahu dan percaya diri , dia akan mengambim risiko ini.


Terkadang risiko datang dengan imbalan yang sesuai juga.


Dan mengambil risiko terkadang di butuhkan Untuk maju jauh ke depan.


Dan karna itu ,dia akan mengambil Terobosan lagi dan melangkah Maju Untuk menjadi sedikit lebih Kuat lagi.


Aliran Mana Halus bergerak ke pedang nya, itu lembut dan lebih sedikir tapi menyebar rata ke Pedang Yunhoo.


Meski dia tidak dapat mengontrol dengan baik setidaknya dia masih belajar Mengontrol meski hanya beberapa hari.


Ajaran akila berdampak besar baginya, dan dia juga kaget karna hanya dengan Mana kecil bisa meningkatkan Kekuatan berkali-kali lipat dengan efektivitas dan pengontrolan yang baik.


Kampak melayang ke arah nya.

__ADS_1


Kali ini itu mengarah tepat ke kepala nya .


Gibi melompat melayangkan Kampak itu yang terbamg Dari udara Ke kepala Yunhoo.


Yunhoo menatap Kampak itu dan tubuh nya yang terasa dingin.


Pertama pengontrolan harus stabil.


Hati harus tenamg.


Dan Pikiran terbuka dengan Lebar.


Mata melotot san memperhatikan dengan baik.


Kaki nya mulai melangkah Melompat kecil ke arah kampak yang melayang secara Vertikal itu.


Yunhoo bergeser sedikit ke kana dan menahan Kampak itu dengan pedang silver nya.


Lebih tepatnya mungkin Bukan menahan tapi membelokannya.


Dia mengarahkan kampak yanh terbang secara tinggi itu ke arah Bilah Yang tidak jauh daru Ujung lancipnya itu.


Setelah itu dia menurunkan perlahan Kampak itu sembari menahan dengan Miring tapi melayang ke depan.


Setelah kampak itu jatuh dan menancap ke tanah , Tubuh Gibi juga yang memegang Kampak itu mendarat sembari memegang kampaknya.


Dia menatap Yunhoo di kanan yang berjalan melompat sembari memegang pedang nya di samping tangan Kirimya.


Pedang itu menggorok dengan cara Horizontal dan Menggoresn Leher nya hingga membelah nya cukup dalam.


Itu membuat gibi berdarah dan bahkan tidak bisa membuka mulut dan bernafas sengan benar.


Kejadian itu semua di perhatikan dengan baik oleh semua orang termasuk Pembawa Acara yang terus mengomentari pertandingan.


Leher yang tergorok itu belum sepenunya terputus dan Gibi juga masih sadar dengan oendarah banyak di Leher nya.


Dia mengamuk kesal mengambil kampaknya dengan susah payah dan melayangkan lagi ke Yunhoo.


Kali ini sangat cepat kampak itu melayang di ikuti kemarahan seperti seorang yang kehilangan kendalinya..


Yunhoo menghindar beberapa langkah dan maju lalu membuat Sebuah Kristal Es dan melayangkan nya ke Tangan Yang memegang kemapak.


Kristal iru terxipta sembari di arahkan dengan pedang silver nya.


Lalu melayang cepat seperti sihir yang di lemparkan dan mengenai serta menusuk tangannya.


Selagi dalam keadaan lemah dan lemgah itu, yunhoo mengambil langkah besar lalu melompat di udara dan terbang dengan Anggun membelah nya dengan Gaya berpedang yang indah seperti menari dengan temang.


Itu terasa bahwa pedang Yunhoo bergerak seperti di Ikuti percikan air halus ketika menebas nya dan menjadi di aliri darah segar dan beberapa api merah yang mengalir seperti air ketika selesai menebasnya.


Pertandingan berakhir dan Yunhoo menatap mayat di depannya itu.


Dia baru saja membunuh, meski ini bukan pertama kalinya taou dia juga merasa bersalah karna membunuh.


Meski begitu Yunjoo melupakan nya dengan cepat karna dia tidak Ingin terhanyut salam rasa bersalahnya.


Dia akan terua maju, dan dia pasti akan membunuh lebih banyak orang dan memanfaat kan lebih banyak orang.


Dia tidaj akan ragu di Bilang iblis


Karna begitulah dia akan hidup dan menjalani hari -hari nya selanjutnya.


Dengan membunuh dan melayangkan pedang nya.


Jalan nya akan terus bergerak maju, maju Hingga dia mencapai apa yang dia Inginkan.


Tidak peduli apapun, dia akan maju, demi kebahagiannya, dan juga demi dirinya sendiri.


Karna dia egois,dia tidak akan marah ketika seseorang menganggap nya egois .Karna ini lah dirinya.

__ADS_1


__ADS_2