
[Pemahaman Skill : Holy Light Di Aktifkan!]
Dalam keadaan gelap dan Energi Hitam yanh mendominasi, Cahaya terang Mulai bersinar.
Energi gelap itu menghindar dari Cahaya terang Menyilaukan Yunhoo itu .
Entah kenapa rasanya semua energi Jahat akan dengan Mudah di Counter Jika mempunyai Skill
Holy Light ini.
Meski dengan tingkatan yang rendah Jika Musuhnya adalah Seseorang Yang mempunyai Skill Tingkat Tinggi itu pasti akan menjadi hal yang berbeda.
Holy Light Yunhoo mempunyai pemahaman 59% dengan Skill yang juga tidak di ketahui berada di Level dan tingkat berapa.
Meski begitu dia tetap tenang menghadapi lawannya yang sekarang berada di depannya.
Meski mungkin Holy Light nya kedapannya tidak berguna, Yunhoo akan memikirkan dan memcari solusinya di masa depan.
Lagi pula perjalanannya masih sangat amat panjang menuju tempat yang lebih tinggi dengan lebih banyak Orang yang lebih Kuat lagi
Baginya ini adalah Rintangan kecil untuk dia lewati menuju hal yang lebih tinggi lagi.
Dia memdapatkan banyak inspirasi dan Ide dari Novel, dan kali ini mengurus ancaman yang akan menjadi lebih besar lagi di masa depan akan lebih baik jika mengurusnya ketika mereka lemah.
Serikat Pembunuh selain menyebalkan Juga mengganggu.
Mereka mengerjakan Misi dengan bayaran tapi itu Juga mengganggu Yunhoo karna dia mempunyai masalah dengan Serikat Pembunuh.
Selain itu untuk tidak berpikiran naif dan terus menerua membiarkan musuh Hidup adalah hal Bodoh.
Itu seperti kira membiarkannya bertambah Kuat dan membalas kita lagi di masa depan ketika mereka bertambah Kuat.
Jika Yunhoo tidak di sibukkan dengan banyaknya pekerjaan sepeeti sekarang, dia akan senang dan membiarkan seseorang seperti itu.
Tapi rasa senang sendidi terkadang dapat membahayakan seseorang dan bahkan bagi Yunhoo.
Dia juga harus sadar bahwa dirinya Bukan dewa dan juga Bukan seorang yang tak terkalahkan.
Dirinya hanyalah Player dengan Pencapaian Lantai 10 menara Kebebasan.
Perjalanannya masih panjang untuk menuju Lantai 45 dan mencari Item untuk dapat masuk ke Underworld.
Dengan Cahaya yang terang bahkan energi itu bergerak tidak dapat dengan baik.
Dan terus menerus terkikis dan menghilang dengan Cahaya suci itu.
Yunhoo mengambil sebuah Pedang Sherina dan menanamkan Cahaya Ke-emasan itu di pedangnya.
Itu menjadi lebih silau dan cahaya itu bersinar mengikuti kemana bilah itu bergerak.
Yunhoo menebas nebas dan berjalan bergerak ke arah Pria berjubah itu.
Dengan beberapa teleportasi, pria berjubah itu berteleport dengan jarak 10-15 meter dari Jaraknya.
Lumayan jauh tapi itu di susul dengan cepat oleh Yunhoo dengan Acceleration-nya.
Bahkan jarak yanh sebenarnya cukup Jauh dapat di ringkas dan di percepat oleh langkah kakinya.
Mana di tuangkan dan Pedang itu dengan cepat menusuk ke jantung pria berjubah itu.
Selain sudah menjadi cukup gila, pria itu juga termakan dan terdorong oleh jerumusan Kekuatannya sendiri
Sangat di sayangkan tapi Pria berjubah itu bahkan mati sebelum sempat mengeluarkan suara terakhirnya.
Hanya debuah sedakan kecil dan mulut bergetar yang keluar dari mulutnya dengan beberapa darah segar dan muntahan darah.
__ADS_1
Yunhoo menatap Jubah berlogo dan gambar itu lalu membalikkan badannya.
Dia Juga menatap Jiwa yang melayang dan terbang ke atas itu .
Dia menembus kastil yang cukup tinggi dan melayang ke atas dan pergi entah kemana.
“Sepertinya Jiwa itu pergi ke Underworld tapi aku harus lebih meneliti lagi, sayangya cara masuk ke sana hanya dengan mati satu-satunya cara Jika ingin masuk tanpa perlindungan dan Item yang di butuhkan” ucap yunhoo yang bergumam sendiri menatap darah segar di lantai yang mengalir ke Lantai kastil yang menjadi gelap lagi.
Beberrapa perbotan rusak dan beberapa lainnya masih terlihat cukup bagus meski sudah setengah rusak.
Meski dampak pertarungan tidak besar, tapi itu cukup merusak beberapa perbotan kastil yanh Lesuh dan kotor itu.
Meski hanya meja panjang dan 6 bangku yang terlihat bersih sekaligus tempat yang di gunakan Untuk berkumpul
Tapi sangat di sayangkan Untuk melihat beberapa kekacauan.
Yunhoo hanya menghela nafas dan mengibaskan pedangnya Untuk membersihkan darah segar yang ada di pedang itu.
“Hah…. Aku teringat tapi apakah pedang ini bisu? Atau memang aku tidak bisa mengaktifkan ego nya?” Ucap Yunhoo yanh bingung menatap pedang itu.
Seakan akan isi hati dan Harapannya terkabul.
Suara yang di nanti-nantinya pun terdengar.
“Siapa yang bisu! Aku tidak bisu!” Ucap suara yang bergema ke-kepala Yunhoo.
“Eh?….. eh?….. suara?… kau bisa berbicara juga akhirnya ya?” Ucap Yunhoo.
“Ya! Aku bisa! Dan aku tidak bisa berbicara karna kau lemah bukan karna diri ku!” Jawab kesal pedang itu dengan nada membentak Yunhoo.
“Eh….kau terlihat sangat marah” ucap Yunhoo
“Aku sangat marah karna mengetahui Pemilik pedang ku menggunakan pedang dengan payah” ungkap nya
“Lupakan! Aku akan beristirahat! Aku hanya dapat berbicata sebentar dengan mu! Jangan berbicara padaku Jika tidak ada sesuatu yang penting” bentak suara itu yang cukup lembut.
Dari nada suaranya Yunhoo bisa menduga bahwa Ego itu sepertinya wanita, meski begitu rasanya aneh memiliki pedang dengan sebuah ego dan juga seorang wanita.
Dan juga pedang ini sangat menyebalkan yang hanya bisa marah tanpa melakukan sesuatu yang berguna.
Yunhoo hanya bisa memasukan pedang itu ke sarungnya dan memasukannya ke Inventory sistem nya.
Dalam bayangan yang Pudar dan kegelapan yang perlahan binasa itu, cahaya terang mulai bersinar seakan akan menutupi kegelapan abadi itu dan menerangi penerangan dan pencahayaan di kastil itu.
Itu adalah Jiwoo yang datang bersama Akila dan Jinhoo dengan santai.
Akila membawa total 2 kepala orang dan Jiwoo satu serta Jinhoo satu.
Meski Yunhoo tidak membutuhkan dan meminta dibawakan masing-masing kepala dari mayat itu Tapi melihat sendiri kepala yang putus benar-benar menjijikan.
Bagaimana dirinya bisa beradaptasi dan terbiasa dengan kepala seorang yang putus?….
Itu mustahil untuk dirinya terbiasa, bahkan melihat darah dan Juga beberapa jaringan Tubuh yang terputus itu saja mengerikan.
Yunhoo menatap masing-masing kepala yang di bawah oleh mereka bertiga itu.
“Itu adalah bagian yang mengerikan” ucap Yunhoo.
“Master tidak perlu Khawatir, mereka memang pantas mati karna menyinggung master dan membuat master marah!” Ucap Jinhoo yang memutuskan dengan senang hati ucapan dan tindakannya demi kebaikan Yunhoo.
Yunhoo hanya tersenyum dan menatap 4 kepala itu.
“Baiklah bagaimama caraku menyimpan ini? Akan aneh bukan…. Jika menyimpannya di Inventory Sistem?” Tanya Yunhoo.
“Tidak, tidak apa apa kok, ini akan di anggap item dan dapat di simpan, kecuali tubuh yang utuh dengan Jiwa maka itu tidak dapat di simpan” ucap Akila.
__ADS_1
Yunhoo menatap 4 kepala itu dengan perasaan geli dan suramnya.
Yunhoo mengambil 4 kepala itu dengan pelan pelan manaruhnya satu-per satu ke Tas Sistemnya.
Setelah menaruhnya Yunhoo menghela nafasnya dengan perasaan berat yang aneh yang menimpa seseorang ketika habis memegang seorang mayat.
Entah kenapa rasanya ketika dia memegang mayat itu seperti dia di tibani oleh setumpuk dosa dan di bebani oleh sesuatu di Seluruh tubuhnya Yang membuat nya berat.
Dengan sedikit peregangan kecil dari Pijatan Jiwoo, Yunhoo berjalan pelan pelan mencari Pintu yang banyak Untuk keluar dari Kastil besar ini.
Tidak di ketahui di mana Ini Yunhoo dengan hati-hati mencari Pintu keluar nya dengan pelan.
Setelah melewati banyak Pintu, dia tiba akhirnya di Pintu keluar yang dia cari.
Dia membuka Pintu itu dan sebuah pemandanvan yang indah terlihat.
Kastil ini berada di Puncak Gunung sepi dengan Hutan-hutan di bawahnya.
Selain itu Pemandangan Kota yang Indah Juga memperlihatkan pagi yang cerah dengan Langit Kebiruan itu.
Kastil ini bukan tepat di sebuah Gunung besar, tapi itu seperti semacam Bukit kecil dengan Hutan dan Ketinggian dataran yang membuat nya terlihat cukup tinggi.
Yunhoo menatap langit pagi cerah bersama Jiwoo, Jinhoo dan akila itu.
Perasaan angin kencang meniup dan menghembusan udara yang buruk dari hawa kastil yang gelap dan aneh itu, Selain itu Yunhoo Juga merasakan perasaan segar yang menyejukkan dari pemandangan dan udara yang segar itu.
Meski aneh tapi hawa di dalam kastil itu terasa berada di dimensi Lain dengan kesan yang Buruk.
Selain gelap dan Sunyi, udara di situ memang tidak cukup baik dan juga bau darah dan hal-hal busuk lainnya juga cukup banyak.
Dengan kesensitifan Indra Yunhoo yang cukup kuat, itu membuat nya menjadi cukup tidak tenang dan terganggu dengan Udara yang bau dan tidak enak.
Terkadang Indra yang lebih sensitif juga membawa sesuatu yang tidak baik untuk dirinya sendiri.
Yunhoo Juga menatap Lee Jinaa dan Lee Kyung-so yang berdiri dengan beberapa Luka kecil di kedua kakinya.
Dia juga compang camping dan berbaring di sebuah anak tangga di depan Yunhoo .
“Sembuhkan dia” ucap Yunhoo yang menatap langit dengan tenang bersama akila.
“Aku ingin eskrim” tegas akila yang mengganggu ketenangan Yunhoo menatap langit indah itu.
“Aku akan membelikannya” ucap Yunhoo yang tersenyum dan mengelusnya seakan akan Akila telah di Jinakan Oleh Yunhoo
“Kau harua mentraktirku makanan juga!” Lanjut akila yang meminta tegas dengan wajah cemberut.
Yunhoo mengangguk setuju dan Akila tersenyum memeluk Yunhoo seperti anak kecil yang imut.
Itu memberi kesan Seperti Yunhwa mode tubuh dewasa tapi dengan sikap Yunhwa yang sekarang.
Yunhoo menghela nafas dengan dalam sembari menatap pelan ke Lee Jinaa Yang terluka.
“Dia terluka ya?…. Tapi apa ada orang lain selain 5 orang itu?” Tanya Yunhoo dengan bingung di dalam hatinya.
Tambahan: Lee Jinaa Terluka akibat pertarungan mematikan melewan seseorang yang sedang Bok*r di Toilet :V
……
Melewati hari yang panjang dan tenang Yunhoo beristirahat di Rumahnya dan memasuki Kamarnya yang nyaman.
Kamarnya sangat dingin dan nyaman sekligus membawa udara sejuk yang membuat tubuh lebih nyaman dan lebih santai.
Akila Juga berada dalam Kondisi kekenyangan dan di satu sisi, Jiwoo dan Jinhoo dalam Kondisi celeng dan mabuk akibat pertarungan mereka berdua yang terus meminum Alkohol tanpa henti hingga membuat mereka cukup mabuk.
“Hah…. Bahkan Malaikat dan Iblis saja bisa mabuk” batin Yunhoo yang menatap Jiwoo dan Jinhoo yang berada di ruang tamu dan duduk di sofa dalam keadaan teler dan juga kebingungan.
__ADS_1