
Untuk Membantu mandukung author Jangan Lupa Berikan** Like Tinggalkan Komen dan Berikan Vote pada karya author ,Setiap dukungan dari kalian akan membantu menyemangati author dan membuat author lebih bersemangat lagi Dalam Membuat Karya-karya lainnya dan Bab selanjutnya.**
🌿🌿🌿🌿☘️☘️☘️☘️☘️
“Dasar sialan ! Cepat! Ku beri waktu 10 detik! Tidak! 5 detik!” Ucap Jiwoo sembari mengetuk ngetuk pintu toilet dengan keras.
Jiwoo dengan kondisi muka pucat memegang perut nya dan terus memukul pintu di depannya.
“Sialan cepat waktu mu habis!” Ucap Jiwoo mengetuk pintu lebih keras lagi.
Muka jiwoo cukup pucat sembari memegang perut nya yang begitu sakit dan tidak mengenakan itu.
“Kugh…. Kau ingin membunuh ku ya? Kau pikir hanya dirimu saja yang membutuhkan toillet ini?” Ucap Jinhoo keluar membuka pintu toilet dengan wajah penuh pucat dan kesakitan di perut nya.
Perut nya merasakan sembelit dan terus terasa di aduk-aduk dan kepanasan.
“Dasar sialan kau begitu lama!” Ucap Jiwoo yang langsung masuk ke toilet itu dan buru buru menggunakan tempat buang air besar.
“Kugh… bajing*n kau tidak menyiram nya ya? Ini bau sekali bangs*t” ucap Jiwoo terus menggunakan kata kasar dan memaki maki Jinhoo.
“Kikiki, kau pikir yang sebelumnya menggunakan Toilet ini siapa? Sebelumnya juga kau yang menggunakannya, apa kau tidak tahu bagaimana aku merasakan perasaan di toilet penuh bau busuk itu?” Ucap jinhoo tertawa kecil dengan wajah masuh pucat dan memegang perut nya.
“Cih, ukhhhhh!!!…” erang Jiwoo dengan hebat merasakan perasaan yang begitu menyesakan itu.
Perut jiwoo terasa sakit dan dia benar benar tidak nyaman buang air besar seperti inu.
Rasanya dia ingin muntah saking sulit nya untuk membuang air besar itu.
“Sialan kau menggunakan Racun ya brengs*k!” Ucap jiwoo sembari terus melakukan buang air besar nya dengan omongan yang terpatah patah.
“Dasar gila, apakah kau jadi gila karna tidak kuat menahan itu?. Kikiki, sudahku duga kau memang di pastikan kalah” ucap jinhoo yang masih pucat bersandar dengan tangan nya di pintu toilet itu.
“Sialan, siapa juga yang mengaku kalah? Aku masih bisa lebih dan lebih L-“ ucap jiwoo dengan kesal dan langsung terhenti .
“???”
Brukkkkkk!
Suara yang begitu tidak senonoh dan memalukan keluar dari toilet itu.
“Hah?….. hahahahaha, dasar sialan kau, kau mencr*t ya? “ ucap Jinhoo tertawa terbahak bahak mendengarkan Suara yang datang dari Toilet itu.
Jiwoo dengan keadaan malu tidak bisa menahan nya lagi hanya membuat wajah penub ******** dan pipinya yang merah karna terlalu malu.
“Sialan sialan! Tutup kuping mu dasar iblis licik!” Ucap jiwoo mengetuk ngetuk tembok dengan kesal dengan wajah malunya.
“K- hahahahahah, dasar bodoh, hahahahaha.” Ucap Jinhoo sembari terus tertawa tanpa henti dan menertawakan Jiwoo.
“Kerghgggg” jiwoo mengerang dengan kesal dan merasakan rasa malu yang begitu hebat menyambar dirinya.
Dia sangat kesal hingga ingin membuat Jinhoo kehilangan ingatan akan apa yang dia dengar tadi.
__ADS_1
Setelah Jinhoo yang terlarut larut ketawa itu dan membuat Jiwoo kesal .
Suara aneh datang lagi.
Brottt!!
“…… aku pikir itu bukan dari sisi ku?” Ucap jiwoo berbicara mendengar suara itu.
Jiwoo tersenyum cerah dengan senyuman indah nya dan membuka suara nya lagi.
“Oh?…. Oh…. K-khahahahahaha, k-kau, kau buang air besar di celana mu?” Ucap Jiwoo sembari tertawa tanpa henti hingga mengeluarkan air matanya dengan hebat.
Jiwoo tidak bisa berhenti tertawa menertawakan kekonyolan Jinhoo itu.
Jinhoo sebaliknya sangat kaget dengan suara itu dan memegang perut nya.
Jinhoo mengarahkan pelan tangannya ke celana belakang nya dan mulai meraba pelan celana nya.
“!!!!”
“Dasar brengs*k tutup mulut mu dan cepat keluar!” Ucap Jinhoo yang sangat malu memegang bokong nya yang basah itu.
Itu terasa begitu lengket dan bau dan begitu menjijikan.
“Sialan sialan! Ku pikir ini nasib terburuk ku!” Ucap jinhoo yang mengerang kesal dan mendumel dengan aneh.
Dia sangat malu dan begitu kaget dengan apa yang dia alami barusan.
“Sialan, ini benar benar hari yang penuh kesialan!” Ucap Jinhoo terus melu dan mengetuk pintu dan terus mengetuk tanpa henti.
“Cepat! Apa perlu ku hancurkan pintu ini untuk membuat mu keluar?” Ucap Jinhoo terus malu dan kesal dengan Jiwoo.
Jiwoo hanya bisa tertawa terus memaki Jinhoo yang malu itu dan meledek nya.
Jiwoo mulai pelan membersihkan buang air besar nya menggunakan celana nya dan keluar dari pintu.
Jinhoo yang kesal tidak berani menatap Jiwoo dan menunduk .
Jiwoo meledek, bergerak keluar dan berdiri di belakang Jinhoo.
“Hahahaha, sialan, apa apaan itu? Itu pasti sangat lengket dan basah bukan?” Ucap Jiwoo menujuk Pantat Jinhoo yang tercetak jelas warna Coklat mengerikan itu.
“Hahahaha aku pikir itu pasti Kue Coklat yang begitu hebat jika bau nya bisa menghilang” ucap Jiwoo yang meledek Jinhoo itu.
Kuping Jinhoo memerah dengan kesal, masuk dengan terburu buru dan membanting pintu dengan keras dan menutup nya.
“Kikiki, dasar bodoh, nikmati waktu mu dasar Tukang Ber*k Di Celana!” Sembari meledek Jiwoo menjauh sedikif mengembalikan wajah pucat nya yang dia tahan untuk meledek Jinhoo itu.
“Sialan aku memang sangat senang tetapi sepertinya aku harus segera mencari Toilet lain di luar sana” ucap Jiwoo sembari memegang perut nya yang terdengar mengeluarkan suara itu.
Suara itu terasa di kocok kocok dengan aneh dan perut nya terasa sangat mulas dan tidak nyaman.
__ADS_1
Jiwoo buru buru menghilang dari rumah Yunhoo dan pergi mencari Toilet.
Di sisi lain Jinhoo yang duduk dengan penuh ******** sangat depresi karna mengetahui dirinya membuang Air besar di Celana nya.
Yunhoo yang sudah bangun mendengarkan semua kekonyolan itu benar benar tidak bisa lagi menggelengkan kepalanya dan tertawa dengan kekonyolan Para guardian nya itu.
Yunhoo benar benar tidak habis pikir bahwa mereka yang termasuk ras unggul dan hebat melakukan hal konyol dan mendapatkan Aib seperti ini.
Yunhoo yang awalnya bangun dengan perasaan aneh ,sekarang begitu leluasa dan Tenang dengan kenyamanan dan kelucuan para guardiannya.
Dia kembali ke rumahnya , skenarik berakhir dan kelanjutan skenario berikutnya masih berlangsung dalam 3 hari kedepan.
Yunhoo membuka ponsel nya menatap jam dan tanggal di Ponsel nya itu.
Sekarang tepat berada pada tanggal 5 February dengan jam menujukan Pukul Jam 8 Dan Menit 15.
Yunhoo membuka ponsel nya melihat berita yang ada di Browser nya.
Itu menujukan banyak berita mulai dari teori tentang skenario berikutnya dan Cara menyelesaikan skenario skenario sebelumnya yang mereka hadapi.
Banyak berita juga meliputi para Guild yang sedang dalam evaluasi ulang.
Dengan dulu yang adanya sistem Dungeon , guild memang cukup berguna.
Tetapi sekarang karna skenario di lanjutkan dan belum tahu kapan dungeon akan ada lagi semua itu menjadi kurang jelas dan masih di pertanyakan apa keberadaan Guild dan fungsinya sekarang.
“Oh…. Berita menarik, sepertinya sekarang aku harus menemuinya” ucap Yunhoo sembari tersenyum dengan Ekspresinnya yang penuh keinginan.
“Mumpung aku memiliki ide, aku harus membuat Guild pak tua kwon menjadi Nomor satu bukan?” Ucap Yunhoo sembari berdiri menatap langit-langit dari jendela kamar nya.
………
“……”
“Ada apa? Kenapa kau diam?” Ucap Yunhoo duduk sembari memainkan Ponsel nya dan terus menatap ponsel nya.
“Bukankah kau harus nya melihat aku sedang berbicara dengan anak ku?” Ucap Pak tua Kwon itu sembari menatap Yunhoo dengan wajah aneh.
Ahyun Kwon duduk di sebrang sembari diam dan melihat ayahnya yang berbicara dengan Yunhoo
“Tapi ku lihat anak mu tidak masalah? Lanjutkan saja , anggap aku tidak ada , hahahaha” sembari berbicara tatapan mata Yunhoo tidak pernah pindah dari ponsel nya , yunhoo terus membaca dengan senyuman nya dan terus mengscroll ponsel nya.
“Ugh… kepala ku terasa ingin pecah” ucap Pak tua kwon itu dengan raut wajah kesal nya.
“Ada apa? Apa kau terlalu pusing dan tak sanggup dengan skenario nya?” Tanya Yunhoo sembari terus menatap ponsel nya.
“Tidak tidak lupakan, aku terlalu lupa dengan sifat mu yang begitu mengerikan” ucap Pak tua kwon memegang kepala nya dan menatap Ahyun anak nya.
“Lanjutkan” ucap nya lagi menatap ahyun.
“Baiklah, seperti yang sudah di bilang, karna kehilangan dungeon semua guild sedang di masa di mana keberadaan mereka di pertanyakan, untuk itu pemerintah juga mulai mengambil alih berbagai macam hak hak lagi dan kekuasaan Guild menurun, meski kekuatan Guild tidak menurun keberadaan Guild masih di pertanyakan untuk apa dan apa fungsinya.” Ucap Ahyun menjelaskan dengan rinci ke Pak tua kwon itu.
__ADS_1
“Hm…. Jadi kita berada di mana keberadaan kita masih tidak di ketahui apa fungsinya ya?…” ucap Pak tua Kwon itu sembari memegang kepala nya.