Dunia Baru Untuk Pembaca

Dunia Baru Untuk Pembaca
Bertahan Hidup (2)


__ADS_3

Pertama mencatat Geografis Keadaan dan kekurangan Wilayah ini , lalu mencatat tempat terbaik Untuk istirahat dan apakah ada semacam jebakan.


Tidak terlalu sulit untuk Misi di tingkat Lantai 11 ini.


Yunhoo juga tidak banyak melakukan hal kecuali pengamatan nya dari atas batang pohon.


Dia terus melangkah untuk mendapatkan Visualisasi yang Baik sembari Menyebarkan Mana nya Untuk memperoleh pendaataan yang lebih akurat yang tidak bisa dia dapatkan Oleh Mata nya.


Untuk mendapatkan dan memverifikasi semuanya ini cukup membutuhkan waktu.


Total sudah 1 hari dia mencari dan menelusuri Wilayaj Hutan lebat ini.


Tentu saja dia juga mencatat semuanya yang penting


Kau bertanya bukan pastinya Bagaimana aku mencatatnya bahkan ketika aku tidak memiliki kertas?…..


Sejujurnya Yunhoo sendiri bingung awalnya Untuk bagaimana mencatat dan melakukan Obervasinya.


Dia awalnya berpikir Untuk memgingatnya saja dan menuliskannya ketika dia sampai dan menyelesaikan Misi nya.


Tentu saja itu membutuhkan daya ingat yang tinggi tetapu juga mempunyai kekurangan yang fatal .


Terutama karna minimnya daya ingat seseorang, untuk menggambarkan peta di otak dan mengingatnya, itu jelas mustahil dan susah untuk di lakukan.


Tentu saja itu tidak berarti bahwa dia tidak bisa melakukannya.


Sebagai Seseorang yang memiliki kecerdasan tinggi. Bagi nya mengingat cukup mempuni selama dia tidak memgingat sesuatu atau Nama seseorang.


Jujur saja dia lebih kesulitan menghapal seseorang ketimbang menghapal dan memgingat bagaiaman peletakan dan pemetaan ini.


Tapi karna dia tidak melakukannya dengan mengingat dia cukup bersyukur juga karna dia tidak perlu repot lelah-lelah untuk menulisnya ketika kembali.


Dia mencatat semua ini di Ponselnya, tentu saja di sini tidak ada sinyal tetapi karna mencatat bisa di lakukan tanpa memerlukan Sinyal, dia bisa dengan tenang melakukan nya, jika di tanya bagaimana dia melakukan dan menggambarkan Peta nya, itu di lakukannya dengan cara membuat gambaran kecil di sebuah aplikasi untuk menggambar.


Ini sulit baginya yang tidak ahli menggambar , tetapi karna kemudahan Teknologi yang tinggi, dia juga memanfaatkan Kamera ponselnya Untuk memotret dan memfoto beberapa tempat untuk membuatnya lebih detail.


“Ini pasti akan menjadi Hasil yang terbaik bukan?….”


Yunhoo yakin , dia cukup yakin bahwa dia bisa memberikan Hasil observasinya dan penelitiannya dengan lebih baik.


Informasinya juga di sampaikan dengan beberapa bukti termasuk foto yang pastinya akan membuat Laju Tantangan ini menjadi lebih baik.


“Tetapi aku sedikit khawatir, akan seperti apa reaksi mereka?… tentu ini pasti menganggetkannya karna Bukti yang ku kumpulkan Terlalu baik dan lebih dari kata baik, meski begitu ini seharusnya mempermudah mereka Bukan?…” gumam Yunhoo itu yang melompat-lompat dari pohon ke pohon dan berpikir itu.


“Ya aku tak peduli, selama itu mempermudah maka akan ku lakukan.”gumam Yunhoo dalam hatinya itu yang masih terus melompat dari satu batang pohon ke pohon lain.


……


Setelah menghabiskan total 2 harinya itu Yunhoo bangun dan berdiri di atas pohon yang cukup tinggi.


“Sudah habis kah?….”


Observasinya telah berakhir dan untuk melanjutkan sisa 3 harinya itu, dia di beri kesempatan untuk menuju ke Tanah Tandus itu.


Tentu saja sudah banyak Player dan penantang yang datang ke sana.


Yunhoo sendiri tidak mengetahui apa yang terjadi dan bagaimana nasib mereka.


Karna tidak ada yang kembeli itu jujur membuat Yunhoo yakin bahwa mereka semua telah mati.


Meski rasanya menyebalkan tapi dia juga berharap bahwa setidaknya beberapa masih hidup dan menyampaikan Informasinya.


“Huft… sekarang apa yang harus ku lakukan?”


Ini membingungkan….


Yunhoo cukup plin-plan tapi dia juga tidak punya pilihan.

__ADS_1


Sejujurnya dengan Informasinya saja ini sudah cukup banyak membantu


Tetapi melihat bagaimana tanah tandus itu tidak memiliki beberapa Informasipun pasti juga akan menyulitkan kedepannya.


“Ya, sekarang satu-satunya jalan cumalah maju”


Meski tidak yakin Yunhoo menjadi berpikir apakah memang nasib dan cerita yang di atur adalah Untuk membuat Penantang mati?…


Tentu saja misi ini sudah cukup tidak masuk akal apa lagi untuk masuk ke sarang Iblis.


Selain untuk mencari Informasi, mereka juga sendiri harus berhati-hati, karna kesalahan sedikitpun bisa menyebabkan mereka mati.


Inilah mengapa dia yakin bahwa Quest ini di buat agar mereka memang mati.


Sesuai dengan tema misinya.


# bertahan Hidup.


Sudah jelas di sini mereka akan di hadapkan banyak situasi menantang maut, dan siapapun yang berhasil bertahan Hiduplah yang akan menang.


“Sekarang harus bagaiamana Dunia ini berjalan?”


“Cerita ini akan seperti apa berjalan di mata Yunhoo?”


Dia juga bingung tapu memutuskan mengambil langkahnya dan turun dari pepohonan tinggi ke tanah tandus.


“Aku berharap aku tidak melihat sesuatu seperti Seseorang memakai ****** ***** yang berlari” ucap Yunhoo itu yang sedikit merasa merinding dan berjalan.


…….


Di tanah tandus Area sarang Iblis.


“Sial-sial….. ini mustahil, mereka kuat sekali sial!” Ucap seseorang yang mengunpat di balik sebuah batu besar itu.


Dia adalah seorang Pria dengan 2 mata dan telinga panjang serta mata Hijau aneh.


Yang membedakannya hanyalah bahwa Telinga dan Matanya sungguh berbeda seperti sebuah hewan.


Dia juga bukan elf melihat telinga nya yang Bukan runcing seperti Elf.


Dia mempunyai telinga panjang ke atas dengan bentuk anehnya itu dan mempunyai wajah cukup Muda dengan Hidung Pesek dan tubuh kecilnya.


Dia mengumpat pelan mendengar beberapa suara kencang berjalan ke arahnya.


Suara itu cukup dekat dan itu adalah suara Langkah kaki yang cukup besar.


“Kumohon……” dengan suara pelan dalam hatinya itu.


Pria itu gemetar dengan rasa takut melihat langkah kaki itu terasa semakin dekat dan menghilang.


Ini membuatnya semakin gemetar untuk membuka matanya.


Dia terus menuntup matanya dengan takut tanpa sedikitpun bergerak.


Dia juga berusaha menahan suara detak jantung nya dan nafasnya yang terengah-engah itu saking takut san paniknya.


Hingga 5 menit berlalu.


Dia masih terus menutup matanya dengan takut tanpa mendengarkan suara langkah Kaki sedikitpun.


Meski telah 5 menit berlalu dia masih takut membuka matanya dan melihat sesuatu yang tidak ingin dia Lihat ada di depannya.


Setelah langkah Kaki yang rasanya hampir tidak ada , dia berusaha membuka pelan matanya tetapi dengan cukup kaget menutupnya lagi.


“Hah!”


Dia teriak kecil karna Kaget mendengarkan Langkah Kaki lagi dan menutup matanya lagi.

__ADS_1


“Mati…. Aku pasti mati”


Dengan Gumanannya di dalam hatinya itu, dia menutup matanya dengan rasa gemetar yang semakin Kuat.


Dia benar benar takut dan suara langkah kaki itu yang semakin dekat terus mendekat dinikuti irama suara detak jantung nya yang rasanya sudah tidak bisa di tolong lagi.


Dek!


Dek!


Itu bergetar dengan kencang dan langkah kaki itu juga mendekat sesuai irama Suara detak Jantung nya.


Deg!


Deg!


Setelah langkah kaki itu rasanya tepat di sampingnya, itu berhenti dan tidak bersuara lagi.


Pria itu sangat takut dan gemetar, dia tidak bisa membayangkan seperti apa orang di sampingnya .


Dia pasti akan mati.


Itulah satu-satu pikirannya yang ada sekarang.


Dia akan mati, dia percaya itu.


Di ikuti detak jantungnya yang semakin kuat, dia menutupi matanya dengan kedua tangannya yang gemetar itu


Tak!


“Hah!”


Dengan erangan kaget dia berdiri dan teriak dengan kencang.


“Hah?…. Kau kenapa?” Tanya Yunhoo yang berdiri itu menatap Pria yang ketakutan di depannya.


“Hah!!”


“K-kau! Sial….. kau mengagetkan ku! Kita sebaiknya pergi! Cepat! Cepat!” Ucap pria itu dengan tergesa-geas nya dan berlari menarik Yunhoo.


Yunhoo yang tidak tahu apa-apa hanya diam mengikutinya dan terus berlari .


Dia berlari cukup jauh lagi di tanah tandus itu Hingga sekiranya cukup Aman dan cukup jauh dari temapt sebelumnya mereka berada.


Dengan erangan lelah dan terengah-engah nya itu, pria otu duduk dan terkapar dengan tubuh kecilnya yang lemah.


Dia berbaring lelah memegang jantungnya yang berdetak sangat kencang.


“Hah…hah…..”


“I-ini melelahkan” ucap pria itu yang bergumam dengan ******* panjang nya.


“Bisakah kau jelaskan sekarang?” Ucap Yunhoo yang menyipitkan Matanya dengan Taham dan merasa kesal bahwa dia ikut terbawa oleh Pria itu.


“Kau! Kau tidak tahu, ini sangat berbahaya, dan kau manusia”


“Arghhh…. Lupakana, pokonya itu berbahaya!” Ucap pria itu dengan kesal sembari terengah-engah.


“Hah….. kau ini tidak bisa berbicara dengan baik kah?….. bagaimana bisa kau berbicara tidak jelas begitu? “ ucap yunhoo dengan kesal yang mengerutkan alis nya dan menyipitkan matanya dengan kedua tangannya yang menyilang.


“Hah…. Baiklah beri aku Lima menit” ucap Pria itu yang masih kelelahan dan beraut wajah pucat


Yunhoo hanya bisa mengangguk dengan perasaan kesalnya dan menunggu.


Dia menunggu dengan tenang sembari menghentakkan Kaki nya itu ke tanah dengan pelan berkali-kali.


Itu seperti kakinya bergerak terus mengentakan tanah tandus dengan pelan sembari menunggu.

__ADS_1


__ADS_2