
“Bangunlah wahai Kesadaraan yang kecil”
Di ruang hampa dan gelap itu terbaring seorang wanita .
Ini adalah ruangan yang gelap dan sunyi.
Hanya ada kegelapan dan tidak apa apa di sini.
Dan di kegelapan ini genangan air berada di bawah kaki wanita yang tertidur itu.
“Bangunlah kesadaraan yang kecil”
Suara itu sekali lago bergema di seluruh ruangan dan menggetarkan seluruh ruangan ini.
Wanita yang berbaring menatap lemah dan lemas bangun secara pelan dan menatap sekelilingnya.
“D-dimana aku”
“Aku yakin aku tidak di sini, dimana ini”
Wanita itu adalah Ibu Yuu Mina yang tersadar si kegelapan hampa itu san terbangun menatap sekelilingnya.
“Apa apaan ini? Sangat sepi, bahkan tidak ada kehidupan, sangat gelap dan sunyi. Dimana ini hei!”
Ibu Yuu Mina menatap ke kaki nya melihat genangan air dan menatap wajah nya yang sedikit tua itu terlihat di genangan air.
“A-apa? Sudah seberapa tua aku?”
“Kesadaran kecil, aku memberikan mu kesempatan untuk bangun dan menemui anak mu “
“A-anak! B-betul, m-mina. Bagaimana dengan Mina?”
Raut wajah Ibu Yuu Mina mengerut menatap dengan ekspresi sedikit takut dan panik.
“Lihatlah dengan mata kepala mu sendiri , mulai dari sekarang Hidup mu akan lebih sulit”
“H-hei apa maksud mu?”
Suara besar yang menggema itu menghilang di ikuti munculnya retakan ruang hampa itu da tetean air jatuh mengguncang seluruh ruang dan menghancurkan sisa sisa ruang itu menjadi debu.
Penglihatan nya memudar dan gelap.
Tubuh nya mulai perlahan tidak terlihat dan indra nya seakan mati.
Dalam hitungan detik semua itu kembali normal dan Ibu Yuu Mina bangun dari tidur nya.
……
3 jam berlalu.
“Master semuanya tampak nya telah tertidur, dan Asisten itu telah pergi meninggalkan yang lainnya”
“Begitu ya? Aku tak berharap bahwa setelah kebangkitan kondisi nya bahkan tidak kunjun membaik juga.”
“Sepertinya begitu master, aku benar benar tak berharap bahwa ini benar benar terjadi”
“Yah, dengan begini satu satu nya cara adalah dengan mel-“
Yunhoo memasang wajah keras dan menatap Ibu Yuu Mina yang terbangun.
\("▔□▔)/\("▔□▔)/
Yunhoo dan Jiwo tercengang dan menatap Ibu Yuu Mina.
Yunhoo bergerak dan mulai mendekari Ibu Yuu Mina secara perlahan.
“I-ibu tolong berbaring sebentar”
“A-Anda siapa ya?”
Yunhoo hanya berusaha secara pelan membantu Ibu Yuu Mina dan mulai menjelaskan secara baik baik.
“Jadi begitu, dia telah melewati hari hari yang berat, aku tak menyangka aku sudah setua ini”
“Mmm… ibu sebenernya tidak setua itu”
Yunhoo memasang sedikit ekspresi kikuk nya dan menggaruk garuk pipi nya.
“Ah!”
“Hahaha, anak ibu sepertinya akan menjelaskan sisa nya lebih lanjut”
“Begitu, aku benar benar tak menyangka, apakah benar ini wajah ku?”
“Ya ini adalah wajah Anda”
“Huhu, dia benar benar telah tumbuh menjadi anak yang cantik dan besar.”
Ibu Yuu Mina mengelus rambut kepala Yuu Mina dengan lembut menatap dan melihat wajah tidur Yuu Mina yang sangat menggemaskan itu
Yunhoo hanya tersenyum dan berdiri.
__ADS_1
“Sepertinya urusan ku telah selesai, saya akan pamit “
“A-Anda apakah Anda teman Anak ku?”
“Ya”
“Begitu ya? Dia punya teman yang hebat, bisakah aku minta tolong kepada mu?”
“Apa itu?”
“Tolong berteman baiklah dengan anak ku”
“Dia dari dulu tidak memiliki banyak teman dan telah terkurung sendirian di sangkar yang begitu lama”
“Aku akan berteman dengan Baik bu”
Yunhoo tersenyum dan mengalihkan pelan pandangan nya ke Yuu Mina dan berbalik bersama Jiwoo.
Yunhoo meninggalkan ruangan dengan senyuman cerah dan menatap papan sistem yang muncul di depannya.
——————————
Nama: Yuu Hay-ol
Umur: 47 tahun
Level: 1
Gender: Wanita
Judul: -
Kemampuan Bawaan: [Great Foot Lv.1]
——————————
[Greet Foot]
Makanan yang di buat Dengan Skill ini akan memperkuat statistik Acak +1
Dapat di buat 3 Kali Sehari
——————————
‘Skill yang menakjubkan , jika skill di tingkatkan Mungkin akan semakin baik’
‘Jika dia menjadi Support Maka seharusnya tidak begitu masalah’
Yunhoo meninggalkan ruangan dan melihat Bulan terang di malam hari.
Sinar terang dan bintang-bintang di malam hari yang begitu indah itu.
Angin kencang menghembuskan Jubah Yunhoo Dan Jiwoo dan itu membuat terlihat semakin indah dari kejauhan pemandangan langit yang begitu indah dan udara malam yang begitu tenang dan lembut.
Yunhoo tersenyum dan pergi bersama Jiwoo.
…..
Ruang Evaluasi.
Yunhoo berjalan sembari menutup mulut nya yang mengantuk dan memandang Arena besar dan beberapa pelaratan Di pinggir arena seperti pedangg, tombak, belati, panah dan lain-lain.
“Apakah itu dia?”
“Ya, dia adalah player Kim Yunhoo yang akan di Test hari ini”
“Huhu menarik, apakah bapak juga akan melihat tes ini?”
Wanita yang tersenyum sembari mengosok gosok hidung nya itu menatap Yunhoo yang berjalan bersama Jiwoo .
“Kau ingat? Jangan lakukan hal sembrono, kita hanya akan melakukan Tes Evaluasi Rank “
“Huhu, aku sungguh penasaran pak, apakah bapak tahu kalau dia mengalahkan rank A dengan sekali pukul? Ini rumah yang baru baru ini kudenger, dan terdengar sangat menarik”
Sembari memutar mutar leher nya wanita itu tertawa dan berjalan ke arena.
“Ah aku sungguh penasaran bagaimana dengan skill nya”
Tanpa memperdulilak lagi dia berjalan dan tidak mendengarkan sekelilingnya.
“Hah, bocah sialan bagaimana aku harus mendidiknya, padahal kita di sini hanga untuk membantu mengevaluasi Player baru”
Peia berkacamata hitam dengan badan besar menggunakan Jaz bersih menghela nafas nya dan memegang dahi nya dengan ekspresi sangat stres dan lelah.
“Seterahlah, aku juga penasaran bagaimana Pria itu mengalahkan Rank A dengan satu tangan , hahaha ini menarik”
Sembari tersenyum dan tertawa jahat pria itu menatap dari jauh dan menyaksikan Yunhoo masuk ke arena.
……
“Hoho, apakah kau yang akan melakukan Test untuk Evaluasi ini?”
__ADS_1
“Ya”
“Huhu, kau tidak tampak seperti orang Kuat, baiklah salam kenal aku adalah Player Rank A Caehin Hoo”
“Bisakah kita mulai dan melewati perkenalan? Aku sangat terburu buru”
“Hahahahahahahaha! Kau benar benar orang yang menarik Player Kim Yunhoo”
“Baiklah kebetulan tangan ku juga gatal bagaimana Jika kita mulai Saja!”
Caehin hoo mengangkat tangan kanan nya mengalirkan mana nya dan Cakar Panjang seperti Vampir terlihat di tangan nya dan mana mengalir menguatkan tangan nya.
“Apakah kau tidak menggunakan senjata?”
“Senjata? Ah benar aku akan menggunakan ini”
Yunhoo mengeluarkan pedang kayu yang yang terkan beberapa Goresan dan Cukup rapuh .
“Hah! K-kau becanda bukan?”
Caehin Membuka mulut nya lebar lebar dan menujuk dengan tangan nya ke arah pedang kayu itu.
Dia menunjuk dengan wajah kesal dan lemah nya itu.
Yunhoo hanya diam dengan ekspresi seperti babi.
( ̄(●●) ̄)
“Hah! Kau benar benar membuat ku kesal baiklah aku tidak akan memberikan kemudahan lagi untuk mu!”
Caehin menyengir jahat dan bergerak lurus cepat mengarahkan cakar panjang ittu kedepan ke arah Jantung Yunhoo.
“Apa kau tahu apa kesalahan pemuka dalam melakukan serangan?”
Dalam kecepatan itu suara Yunhoo bergetar dan terdengar sangat pelan dan jelas seakan akan dunia melambat.
Caehin mengeraskan kepalanya memfokuskan pikirannya lagi.
Tetapi realistis penglihatan nya menjadi aneh dan pandangan Yunhoo yang berdiri di depan nya menghilang.
“Jangan pernah menyerah dari depan”
Pedang kayu itu menyerang pergelangan Tangan Caehin.
Suara terdengar lagi.
Carhij menatap denhan bingung ke kanan dan kiri nya.
“Dimana kau!”
“Apa kau menggunakan sihir kepada ku?”
“Kesalahan kedua, terlalu meremehkan lawan”
Caehin memandang ke atas melihat Yunhoo terbang dengan angin-angin berputar di antara telapak-telapak kakinya
“Hahahaha, benar, sepertinya Gosip itu memang benar ya, yang bilang bahwa Kau mengalahkan Rank A dengan sekali Pukul”
Sembari tersenyum kecil dan kecewa Caehin menatap Yunhoo.
“Hah…. Kau mengecewakan ku, bagaimana aku harus datang ke sini hanya untuk mendapatkan evaluasi Rank A? Sial kau membuang waktuku “
“Dasar pak tua sialan”
( ̄へ ̄)
Sembari mengomel di atas Langit langit ruangan Evaluasi itu Yunhoo Turun dan melompat dengan tongkat kayu di pundak nya.
“Apakah aku harus menjatuhkan mu untuk mendapatkan Evaluasi itu?”
“Hahaha! Kau benar benar menarik! Betul cepat jatuhkan aku!”
Prak!
“Selesai”
“A-a…”
Caehin memiringkan kepala nya sembari tersenyum kecil tanpa sempat merespon pukulan kayu yang cepat itu.
Caehin jatuh dan pertandingan berakhir dengan hampa tanpa rasa bertarung yang memuaskan.
Di sisi lain.
“A-apa aku benar benar baru saja melihat Player Rank A?”
“Sialan aku pikir mata ku buta”
Sembari ternganga-nganga Pria Berkacamata Hitam itu menatap Yunhoo yang pergi dari ruangan tanpa memperdulikan apapun lagi.
Yunhoo berjalan sembari Meniup kotoran hidung nya dengan ekspresi bosan dan memutar mutar pedang kayunya.
__ADS_1