
Pengumuman: sebelum masuk ke cerita Author ada sedikit pemberitahuan kepada para Readers, karna ada sedikit kendala yang ada, author tidak akan mengupdate beberapa bab perhari nya, tapi sebagai gantinya, hari ini Author akan update hingga 132 bab dan bab lainnya akan datang setelah Bulan berikutnya hadir . Terimakasih .
Happy Reading🦋🦋🦋🦋🦋🦋
Setelah berlarut-larut wanita itu bangun dengan sedikit kesusahan.
Matanya yang rapuh dan kulitnya yang lesuh menatap dinding Bagian atas Kamar penginapan itu.
Dia menatap sembari bangun pelan dari Ranjang nya.
Dia mematap pelan melihat dua sosok Pria ada di depannya.
Itu adalah Yunhoo dan Jiwoo yang melihat Wanita itu bangun.
Kali ini mereka menghilangkan kembimbangannya dan berakting serius dengan wajah yang sedikit dingin dan mematap ke Akila.
Akila yang dalam kondisi baru bangun dan penglihatannya masih tidak jelas berusaha menatap lebih jelas dan menjauh sedikit.
“Siapa kalian!” Tanya Akila yang masih tidak melihat jelas.
“Nona, Anda sepertinya sudah bangun, bagaimana kalau Anda pergi dari sini?” Ucap Yunhoo dengan ekspresi dinginnya dan suara Dalamnya.
Dia tidak melakukan hal lain selain menatap akila dengan ekspresi dingin dan tanpa perhatian sedikitpun.
“Siapa kau!” Sembari mengacungkan tangannya ke udara tipis kecil di depannya akila menatap Ke arah Yunhoo dan Jiwoo.
“Hah…. Aku adalah penyelamat mu, dan sekarang kau ada di penginapan Kota kebebasan.” Ucap Yunhoo sembari menghela nafasnya.
Dia tidak menggunakan suara khawatir atau apapun tetapi masih berakting dengan akting yang cukup sempurna.
Dia tidak takut, tidak mengeluarkan Keringat atau bahkan Menatap seakan akan ketakutan
Dia berakting sangat baik dan Juga terlihat seperti Ranker yang profesional.
“Penginapan? Kalau begitu kau menyelematkan ku?” Ucap Akila bertanya ke Yunhoo swmbaru memegang kepalanya dan memfokuskan matanya.
Matanya masih tidak bisa melihat jelas dan bahkan pandangannya sangat blur seakan-akan dia hanya melihat cahaya putih yang tidak begitu jelas.
“Ya bisa di bilang aku penyelamat mu, karna kau sudah sembuh sebaiknya kau pergi dari sini” Ucap yunhoo.
Seakan akan dia tidak ingin akila berada di sini sangat lama dia terus melontarkan kalimat itu.
Berbeda dengan akila yang sebaliknya.
Dia terus melontarkan kata berbeda dan sebaliknya dari ucapan Yunhoo.
Dia meminta untuk tinggal di sini sementara hingga dia cukup sembuh dengan baik.
Tapi berbeda dengan Yunhoo yang tidak ingin akila berlarut-larut di sini, dia terus memaksa akila untuk pergi.
“Tidak izinkan aku di sini untuk sementara! Ku mohon hanya ketika aku cukup baik aku akan pergi” ucap akila yang memohon.
Mereka terus berdebat dan saling melontarkan kata yang sama terus menerus hingga Jiwoo Bosan mendengarkan dari belakang.
Yunhoo yang kesal terus melontarkan kata-katanya dengan emosi nya yang cukup tinggi.
Akila di sisi lain terus memohon dan meminta nya Untuk tetap bisa di sini.
Yunhoo yang kesal menghela nafas panjang dan mengutuk nya.
“Baiklah, karna kau begitu Ingin…. kau bisa di sini selama berapa hari, kau sebaiknya menjaga kamar ini dengan baik, aku tidak akan di sini dan akan pergi ke penginapan lain.” Ucap Yunhoo yang kesal dan hanya bisa mengalah untuk pergi mencari penginapan lagi.
“T-tidak! T-tunggu.” Teriak Akila yang masih belum melihat dengan jelas.
“A-aku tidak ingin kau pergi, maksud ku bisakah kau menemani ku hingga aku sembuh dengan baik?” Ucap akila yang memohon ke Yunhoo.
Dia membuat wajah yang cukup menyedihkan dan terlihat seperti anak bayi yang bodoh.
Mata nya juga terlihat jelas sangat sayu dari pandangan Yunhoo.
__ADS_1
Dia bisa mengerti bahwa akila masih tidak bisa melihat dengan jelas di hadapannya
“Sial, apakah Tuhan begitu ingin aku terkena musibah?” Ucap Yunhoo dalam hatinya sembari memegang keningnya.
Di keadaan yang Lelah Itu Yunhoo mendekat ke arah Akila dan memegang Kepalanya.
Dia mengalirkan Pelan Mana Ke Tubuh akila yang tidak memiliki Banyak Mana itu.
Yunhoo juga memerintahkan Jiwoo menyembuhkan Lagi Akila dan mulai membaringkannya lagi.
“Sudahlah kau istirahat, aku tidak suka mempunyai banyak hal yang merepotkan.” Ucap nya sembari memasang ekapresi cemberut dan mengerutkan Bibirnya.
“Apakah kau tidak ingin bertanya mengapa aku begini?” Ucap Akila dengan suara halus nya dan lembut.
“Tidak, aku tidak ingin tahu, aku hanya perlu tahu ada seorang gadis terluka dan aku menyembuhkannya.” Ucap nya sembari bersandar di dinding yang tidak jauh dari ranjang itu.
“Begitu ya?…. Apakah kau seorang Ranker?” Tanya Akila yang masih berbaring dan menutup mata.
“Tidak aku hanyalah orang baru yang baru tiba di sini.” Ucap Yunhoo.
“Ah begitu ya?…. Sepertinya aku merepotkan Orang baru yang baru ada di dimensi ini.” Ucap akila.
“Ah kau sadar? Sebaiknya kau memberiku kompensasi karna waktu ku banyak terbuang.” Ucap yunhoo dengan sinis dan menatap ke luar jendela kecil.
“Huhu, baiklah aku akan memberi tahumu beberapa hal yang ku tahu bagaimana?” Ucap akila yang masih tertawa dengan suara halusnya.
Yunhoo tidak mengerti mengapa, tapi apakah memang naga memiliki kepribadian yang begitu lembut?
Bagi yunhoo , naga adalah Makhluk tingkat atas yang kepribadiannya tidak begitu baik dan suka menghancurkan.
Tapi apa apaan ini? Pikiran nya di hancurkan dengan Kepribadian aneh dari Putri naga ini.
“Apakah dia adalah semacam Putri yang berbeda dengan Para rasnya?” Ucap Yunhoo dalam hatinya yang berpikir.
“Aku menantikan itu, sebaiknya kau cepat sembuh untuk segera membantu ku.”Ucap Yunhoo yang menatap acuh tak acuh dan membuka salah satu matanya saat berbicara.
“Ya aku juga menantikan kesembuhanku.” Dalam kalimat nya yang di lontarkan oleh akila, sedikit perasaan sedih tersengar dan suara nya yang tidak begitu baik ,itu juga membuat nya sedikit kesusahan saat berbicara.
Ya bagi yunhoo ini sedikit keajaiban untuk meningkatkan Level penyembuhan Jiwoo yang mungkin masih tergolong rendah
Jiwoo di sisi lain hanya menyembuhkan dalam diam dan berfokus memusatkan Mana-nya Ke tangannya.
Yunhoo yang bersandar menatap ke arah kaca yang menampilkan Menara besar tidak jauh dari kamarnya.
“Ya aku akan memikirkan banyak hal, sepertinya aku memang harua melakukan yang terbaik ya.” Ucap yunhoo dalam hatinya yang mengepalkan tangannya.
…….
Beberapa hari terlewati.
Hari-hari itu Di habiskan dengan banyak hal yang di lakukan.
Ya banyak hal….
Seperti makan, menyuapi makan Akila, menyembuhkannya, dan berusaha menuntunnya jalan ke Sebuah kamar mandi
Ini hari hari yang di lakukan dengan mengerjakan bamyak hal.
Meski begitu ini mengesalkan untuk nya juga.
Yang pertama adalah dia takut bahkan dia terlibat akan masalah besar meski sekarang dia Baik baik saja tapi siapa yang akan tahu apa yang terjadi di masa depan.
Selain itu dia juga sebenarnya cukup khawatir karna dia belum melakukan apapun selain tidak jauh di penginapan ini.
Paling hanya mendengarkan beberapa orang mengoceh yang kesulitan menyelesaikan Lantai pertama.
Di kota ini rata rata yang tetap di sini adalah Player yang masih berada di lantai pertama.
Yunhoo juga sedikit mulai mengerti sekarang.
__ADS_1
Semakin dia naik tinggi ke menara tempat mereka tinggal Juga berbeda dan bukan di kota ini, selain itu sistem mereka juga akan memperbaruhi informasi dan apa saja yang ada di lantai dua.
Contohnya jika seseorang mencapai dan berhasil naik ke lantai dua.
Papan berita yang di siarkan di sistem adalah hal hal yang berkaitan dari Lantai satu hingga dua.
Ketika naik ke lantai tiga juga begitu.
Itu akan di perbarui dan menyiarkan tiga berita dari lantai 1-3.
Ini informasi berguna bagi Yunhoo meski begitu dia juga harus menyelesaikan banyak lantai.
Untuk mendapatkan Item yang ada di lantai 45 dia harus segera menaiki Menara.
Tapi waktu berlalu begitu cepat dan dia masih harus merawat Naga itu.
Beberapa hari berlalu lagi .
Setelah berpikir beberapa hari Yunhoo memutuakan untuk menaiki menara.
Kali ini dia sudah sampai di lanrai 5 menara.
Ini adalah lantai yang di penuhi jebakan .
Dia berada di gua yang di penuhi kegelapan pekat.
Beberapa Laba kaba kecil menempel di sisi dinding gelap gua dan laba laba besar tepat ada di depan Yunhoo.
Selama seharian ini Yunhoo terus menaiki menara dan mendaki lantai demi lantai.
Lantai dua adalah lantai biasa yang hanya berisikan beberapa perintah melawan monster.
Lantai ketiga juga begitu.
Hingaa lantai ke 4.
Di lantai ke 5 juga tidak jauh berbeda dengan yang lainnya.
Itu adalah permintaan membasmi Ratu laba laba besar .
Setelag dia melawan beberapa laba-laba.
Ratusan telur-telur kecil yang ada di dinding terlihat.
Itu gelap dan sunyi tetapi memiliki cahaya kecil yang menerangi nya.
Ratu laba laba dalam kegelapan itu juga terlihat.
Dia berwarna hitam pekat dengan beberapa warna merah di bagian tubuhnya.
Selain ratu laba laba, banyak laba-laba kecil juga yang ada di sekitar gua itu.
Itu memenuhi gua dengan banyaklah laba-laba.
Jika yunhoo tidak memiliki Hell Fire dia pasti akan mati saat ini.
Hanya dengan kemampuannya, melawan semua ini sendirian pasti akan sulit.
Beberapa player juga berbicara tentang menaiki Menara bersama sama, itu pasti juga solusi untuk didirakan nya Guild.
Jika begitu Yunhoo tidak akan khawatir fungsi Guild dari dunianya tidak akan Berfungsi.
Dia juga sebenarnya Memikirkan bagaimana Yunhwa dan yang lainnya .
Dia bertanya tanya apakah dia sudah memasuki dimensi ini.
Pastinya mereka juga sudah memasukinya, karna dimensi ini besar tidak akan mengherenkan jika mereka tidak dapat di temukan dengan mudah.
Selain itu setiap menaiki menara juga bukan hanya kota nya yang berbeda bahkan pertempuran di setiap Arena juga berbeda.
__ADS_1
Itu seakan akan memiliki setiap dunia di lantai.