
Ayah Yuu Mina berjalan menatap dan menampar wajah Yuu Mina.
“Dasar sialan! Kemana? Kemana semua uang ku ! Aku kan orang Kaya sial! Kenapa aku punya anak dan Istri tidak berguna seperti dirimu !”
Dalam keadaan mabuk dia menendang Perut Yuu Mina dan menampar nya lagi.
“Sialan kenapa aku di takdirkan menjadi pria menyedihkan seperti ini oh Tuhan ku?”
Wajah nya sangat mengerikan di mata Yuu Mina itu adalah pemandangan mengerikan seumur Hidupnya
Mata dari orang gila yang bergerak menatap ke arah Ibu nya.
Bukan karna dia takut.
Yuu Mina hanya sangat takut ketika matanya mulai menatap Ibunya yang berbaring lemah tanpa bisa bangun sedikitpun.
Dia tidak takut untuk hidupnya.
Dia hanya takut satu satu nya pahlawan dan orang yang paling dia sayangi di Tatap Oleh bajingan yang bahkan mengubah pahlawan nya menjadi seperti itu.
“Ah apa aku harus menjual orang jelek yang sudah hampir mati itu ya?”
Dengan badan yang sangat rapuh dia menatap Ibu Yuu Mina yang berbaring.
Dia memiringkan kepalanya bergerak seperti robot yang mengerikan.
Yuu Mina Berjalan berdiri di samping Ibunya dan merentangkan kedua tangan nya untuk menghalangi Ayah nya yang masih menatap diam dengan Ekpresi Gila nya itu.
“Apa yang kau lakukan? Aku membutuhkan uang dengan begitu aku bisa mendapatkan semua kekayaan ku lagi sialan ! Minggir”
Tangan nya melayang lagi ke pipi Kanan Yuu Mina dengan kencang.
Wajah Yuu Mina Tertampar kencang Oleh Tangan ayah ya dan berdiri tegak tanpa sedikitpun pergi dari tempat itu.
“Sialan minggir”
Tangan nya melayang lagi mengenai pipi samping Yuu Mina.
Meski begitu yuu mina masih berdiri tidak melakukan apapun dan hanya menghalangi Ayahnya.
“Hah hah! A-aku harus menjual bajingan itu minggir kau !”
Dengan terengah engah Ayah Nya Mengambil Pisau menodongkan nya dengan wajah nya yang penuh keringat dan berjalan menodongkan ke Arah Yuu Mina.
Pisau.
Ini adalah satu satunya hal yang belum pernah dia lihat dan dia takuti.
Pisau.
Bagaimana bisa anak kecil melawan seorang dewasa yang memegang pisau?
Bagaimana dia harus menyelematkan Ibunya?
Apa yang harus dia lakukan?
Dia benar benar tidak tahu dan hanya bisa berdiam sembari berkeringat menatap Pisau tajam di depan Matanya
Tubuh Yuu Mina bergetar jatuh dan melihat ayah nya berjalan sembari tersenyum seperti orang yang sangat puas
Yuu Mina berusaha berdiri tetapi kaki nya tetap kaku dan bergetar hanya dengan menatap wajah ayah nya dan Pisau di tangan ayah nya.
‘Kenapa? Kenapa aku takut dengan pisau? I-ibu… a-aku tidak ingin kehilangan ibuku’
Yuu Mina berusaha berdiri sekuat tenaga dengan kaki dan tubuh nya yang masih bergetar dan berusaha mengalai Jalan ayahnya.
Jalan Yuu Mina sangat sulit dan tubuh nya masih bergetar tak karuhan.
Ayah Yuu Mina menatap serius ke arah Yuu Mina dengan pisau nya.
“Minggir, a-aku harus menjual istri tidak berguna itu, dengan begitu….dengan begitu ….aku akan mendapatkan banyak uang sial!”
Mulit dan tubuh ayah Yu Mina bergetar meski dia mengacak yuu mina dengan Pisau dia juga merasakan perasaan aneh dengan reaksi tubuh nya yang bergetar sembari memegang pisau dan mengarahkan ke arah Yuu Mina.
Indranya yang telah mati dan hanya hidup seperti orang candu tanpa tujuan merasakan perasaan aneh.
‘Apa ini? T-tubuh ku kenapa bergetar?’
Ayah Yuu Mina menatap mengigit bibir nya dan mengarahkan Pisah nya ke Yuu Mina.
“Minggir sialan”
__ADS_1
Pisau itu terbang mengenai bahu Kiri Yuu Mina dan pisau itu terjatuh dari tangan nya.
“S-sial!”
“Hah! Hah!”
Yuu Mina terjatuh dengan Luka di Bahu kiri nya dan darah yang mengalir keluar dari Bahu nya.
“Hah, s-sakit sekali”
“I-ibuu”
Ayah Yuu Mina bergetar mengigit tangan nya sendiri dan berusaha Mengambil Pisau nya kembali.
Prak!
Yuu Mina bergerak sembari terhuyung huyung dengan luka nya di Bahu Kirinya.
Yuu mina memegang Pisau itu dengan tangan kanan nya dan menatap Ayah Nya sendiri.
“Hah! Hah! K-kau mau apa sialan! Dasar kurang ajar . K-kau akan ku jual juga d-dasar sialan”
Suara nya terpatah patah dan tubuh nya gemetar.
Ini adalag reaksi aneh unthk tubuh nya.
Ingatan nya yang samar samar dan tidak jelas.
Otak nya yang sudah benar benar Menjadi Hampir tidak berfungsi secara Normal.
‘Kenapa?’
Perasaan itu sangat aneh.
Yuu Mina memegang pisau itu dengan gemetar , menahan Rasa sakit dan Menatap Ayah nya sendiri dengan Ekspresi Sangat marah.
Mendengar ucapan nya membuat nya sangat sangat marah.
Yuu Mina memegang Pisau nya itu melihat Ayah nya yang seperti kehilangan akal nya sendiri dan tubuh nya sendiri.
Tubuh nya gemetar sama seperti Yuu Mina dan matanya seakan akan Goyah .
Berbeda Dengan Yuu Mina yang penuh dengan kebencian entah di lubuk hatinya dan tatapannya.
“Sialan sini Pisaunya!”
Dia bergerak mengambil pisau nya dari tangan Yuu Mina.
Yuu Mina diam berusaha berdiri tegar dan Menatap pelan ke arah Pisau di tangan nya.
Ingatan ingatan selama 8 tahun nya di putar kembali di depan matanya.
Semua penderitaan nya dan semua yang Ibunya dan Dia Perjuangkan.
Semua itu di ambil Oleh satu orang bajingan yang tidak menyayangi Keluarganya.
Ingatan itu di putar mulai dari pemukulan nya ke pada ibunya.
Dan diri nya yang hanya bisa diam melihat ayah. Ya memukul ibunya.
Semua itu di putar lagi dan sangat jelas entah kenapa semua ingatan itu menjadi sangat jelas.
Gengaman nya kepada Pisau itu semakin Kuat dan matanya masih tertutup dengan banjirnya Kenangan yang berputar sangat cepat itu.
Satu pikiran muncul di kepaka Yuu Mina.
‘Apa yang akan di lakukan oleh orang dewasa Jika sesuatu seperti ini terjadi?’
‘Apakah memang benar bahwa aku hanya bisa pasrah tanpa melakukan apapun?’
Pikiran itu muncul menghentikan aliran dunia nya dan dunia nya seakan akan berputar sangat lama.
Yuu Mina menggengam pisau di tangan nya dan memikirkan alasan lagi.
‘Tidak mungkin begitukah? Apa yang bisa aku pikirkan? Tapi apakah orang dewasa memang sebodoh itu?’
‘Jadi?… j-jadi apa yang harus ku lakukan?”
Pemandangan dunia nya hancur dan kembali berjalan cepat dan matanya tertuju pada pisau Lancip dengan beberapa noda darah Yuu Mina.
“Sialan berikan pisau nya!”
__ADS_1
Dengan cepat Ayah Yuu Mina telah berdiri bergerak dan berusaha mengambil Pisau itu.
Yuu Mina memegang dengan erat dan mengarahkan Pisau itu ke ayah bya.
Dengan tubuh nya yang sedikit gemetar Yuu Mina mengarahkan menodong dan mendorong tubuh nya menusuk ke tuhuh Ayahnya.
Slipss!
Perut Kiri Ayah Yuu Mina tergores kecil pisau itu.
Pisau itu jatuh dengan darah beleberan di ujung pisau itu dan tangan Yuu Mina.
Pisau itu mental cukup jauh oleh Yuu Mina dan tuhuh Yuu Mina bergetar.
Sekuat apapun Dan sebenci apapun.
Membunuh orang adalah masalah yang berbeda.
Menurut mu kenapa Tuhuh Kita takut dengan Pisau?
Alasan nya sangat mudah karna itu berbahaya.
Tapi ada satu alasan lagi kenapa Pisau itu Sangat di takuti tubuh kita.
Jawabannya adalah Karna tubuh kita tidak terbiasa!
Menurut mu kenapa orang yang sering membunuh tidak akan lagi merasakan sensai membunuh saat pertama kalinya?
Jawabannya mudah.
Karna tubuh mereka telah terbiasa.
Terbiasa membunuh dan melihat kematian.
Itulah yang saat ini di rasakan anak kecil berumur 8 tahun.
Sensati melukai tubuh seseorang untuk pertama kalinya.
Menggunakan pisau yang lagi sangat tidak terbiasa dan berbahaya.
Tubuh manusia pada awalnya sangat sensitiv pada rangsakan sesuatu yang berbahaya untuk tubuhnya
Itulah mengapa seseorang terkadang sangat berani melawan jika musuh dengan tangan kosong tapi takut ketika dia memegang senjata seperti pisau
Yuu Mina gemetar untuk pertama kalinya dalam Hidup nya dia hampur menusuk seseorang.
Ayah Yuu Mina kesakitan dengan wajah Gila nya mengeluarkan suara erangan kesakitan nya.
Meski tubuh nya hanya tergores sedikir rasa sakit adalah hal yang paling di benci oleh semua makhluk hidup.
Menurut mu kenapa Ketika mati manusia atau makhluk hidup sangat ingin Mati dengan tenang dan cepat?
Alasannya mudah, karna kesakitkan dan tersiksa lebih buruk di banding kematian itu sendiri.
Ini tidaklah aneh untuk manusia yang mengalami kehidupan .
Rasa sakit memang selalu di benci dan itu adalah kenyataan.
Dan kenyataan itu lah yang membuat Ayah Yuu Mina marah dan memenuhi kebencian terdalam kepada anaknya.
Wajah nya sangat marah dan matanya mulai berwarna merah dengan cepat.
Wajah nya di penuhi kebencian dan aura kebencian itu sangat terasa dari tatapan mata ayah nya Yuu Mina
Ini bukanlah candaan.
Dan ini adalah kenyataan.
Apakah menurut mu ini seperti di sebuah novel di mana anak kecil dapat Melakukan pembunuh dengan mudah?
Inilah kenyataan.
Rasa bersalah.
Rasa khawatir.
Dan rasa takut, semua ini adalah nyata.
Ini bukanlah novel seperti yang di tulis oleh penulisa dengan mudahnya dan menggambarkan pembunuhan itu secara mudah.
Pada dasarnya nyawa manusia itu berharga dan seburuk buruknya manusia , membunuh manusia bukanlah sesuatu yang dengan mudah kita gambarkan.
__ADS_1
Yuu Mina menatap dengan wajah kosong menyaksikan wajah ayahnya yang sangat marah itu.